<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646</id><updated>2012-01-06T23:17:13.914-08:00</updated><category term='activity'/><title type='text'>Arasy Alimudin peduli UMKM</title><subtitle type='html'>Bangsa ini akan maju jika entreprenuernya minimal 2 %,sedangkan Indonesia masih 0,18%.Mari kita ciptakan entrepreneur2 Muda khususnya dikalangan mahasiswa dan sarjana agar bangsa ini maju dan sejahtera</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>99</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-7397387239770305519</id><published>2012-01-06T23:06:00.000-08:00</published><updated>2012-01-06T23:06:51.360-08:00</updated><title type='text'>Factors of small business failures in 2011 and anticipated for 2012 success</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-pC-3fIrldU8/TwfuSAikzJI/AAAAAAAAAXo/mG6rPpa3lMs/s1600/arasy.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="200" width="148" src="http://2.bp.blogspot.com/-pC-3fIrldU8/TwfuSAikzJI/AAAAAAAAAXo/mG6rPpa3lMs/s200/arasy.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Berdasarkan laporan BPS Jawa Timur 2011 Pertumbuhan produksi Industri Mikro dan Kecil Jawa Timur Triwulan II dibanding Triwulan I tahun 2011  (q-toq)  sebesar 2,27  persen, sedikit lebih rendah  dibanding  pertumbuhan Produksi Industri Mikro dan Kecil Triwulan I tahun 2011 yang mencapai 2,32 persen.Hal ini menunjukkan terjadinya penurunan produktivitas usaha pada usaha mikro dan kecil,kondisi ini disinyalir akibat adanya kurangnya sikap disiplin,suka menunda pekerjaan dan terlalu memberi toleransi terhadap kegagalan aktivitas bisnis.&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk memahami fenomena diatas,perlu kita kaji dan pahami perkembangan teori produktivitas ;Teori Ekonomi Adam smith produktivitasAdam Smith (1723-1790) menjelaskan keuntungan adanya pembagian kerja yang dilaksanakan itu dapat mempertinggi hasil produksi.Pembagian pekerjaan sering dibedakan menjadi dua pengertian, yang pertama adalah membagi pekerjaan menjadi sederhana sehingga semua buruh dengan tingkat keahlian tertentu dapat melakukan pekerjaan. Pengertian yang kedua adalah pembagian pekerjaan bersusun yang membagi pekerjaan suatu kegiatan produksi menjadi beberapa bagian. Di dalam perkembangannya, konsep pembagian pekerjaan terus berkembang dan terarah kepada kegiatan pekerjaan yang terspesialisasikan, dan di dalam kegiatan produksi yang lebih modern terjadi pembagian pekerjaan sistem ban berjalan (”conveyor system”).Produksi masal mobil oleh Ford sendiri juga terinspirasi dari konsep pembagian pekerjaan, sehingga ongkos produksi semakin murah. Dengan ongkos produksi yang lebih efisien, harga yang ditawarkan dapat lebih kompetitif dengan produk lain. Saat ini konsep pembagian pekerjaan telah digunakan secara luas di hampir seluruh sektor industri.Keuntungan pembagian pekerjaan adalah:1. Setiap orang dapat melakukan pekerjaan yang sesuai dengan bakatnya.2. Dapat meningkatkan pengetahuan di dalam pekerjaan tersebut sehingga lebih mantap.3. Orang yang bersangkutan mengerjakan pekerjaan yang sama secara berkelanjutan sehingga dapat menghindarkan kehilangan David Ricardo (1772-1823) mengemukakan bahwa berbagai kesulitan yang timbul dari ajaran nilai kerja:1. Perlu diperhatikan adanya kualitas kerja, ada kualitas kerja terdidik dan tidak terdidik, kualitas kerja keahlian dan lain sebagainya. Aliran yang klasik dalam hal ini tidak memperhitungkan jam kerja yang dipergunakan untuk pembuatan barang, tetapi jumlah jam kerja yang biasa dan semestinya diperlukan untuk memproduksi barang. Dari situ maka Carey kemudian mengganti ajaran nilai kerja dengan ”teori biaya reproduksi.”2. Kesulitan yang terdapat dalam nilai kerja itu bahwa selain kerja masih banyak lagi jasa produktif yang ikut membantu pembuatan barang itu, harus dihindarkan. Selanjutnya David Ricardo (1772-1823) menyatakan bahwa perbandingan antara kerja dan modal yang dipergunakan dalam produksi boleh dikarakan tetap besarnya dan hanya sedikit sekali perubahan.Atas dasar nilai kerja, dibedakan di samping ”harga alami” (natural price) ada pula ”harga pasaran” (market price). Menurut aliran klasik (Adam Smith) ”harga alami” akan terjadi bilamana masing-masing warga masyarakat memperoleh kebebasan pilihannya untuk membuat sesuatu produk tertentu yang menurutnya lebih menguntungkan dan menukarkannya bilamana dinilai baik olehnya. Hal ini sejalan dengan pandangan kaum physiokrat. Istilah ”harga alami” (natural price) yang dikemukakan Smith adalah sama dengan istilah Cantillon ”valeur intrinsique” (nilai intrinsik), Turgot ”valeur fondamental” (harga pokok), Say ”prix reel” (harga real), Ricardo ”primery/natural/necessary price” (harga pokok) dan Cairnes ”normal price” (harga normal).”Harga pasaran” dapat berbeda dengan ”harga alami” di mana akan menyesuaikan dengan keadaan penawaran dan permintaan atas barang yang bersangkutan. Demikian pula atas dasar pertimbangan tertentu, adanya peraturan pemerintah yang dapat menghalangi penyesuaian harga alami dengan harga pasaran. Tetapi bagaimanapun, harga alami akan menjadi acuan (pedoman) atas penetapan harga pasaran.Jean Baptiste Say (1767-1832) berpendapat bahwa ”supply creates its own demand” sehingga tidak akan ada kelebihan produksi. Teori ProduktivitasTeori ini dikemukakan oleh Jean Baptiste Say, yang menyatakan bahwa modal yang dipinjamkan dapat dipergunakan secara produktif misalkan untuk membuat toko, mendirikan pabrik, dan barang modal lainnya. Dengan modal yang dimiliki produksi akan bertambah banyak sehingga memberikan kelebihan hasil yang istimewa. Sebagian dari kelebihan hasil itu dikembalikan kepada pemilik modal sebagai bunga modal.John Maynard Keynes (1883-1946) berpendapat bahwa pandangan klasik yang memusatkan perhatian analisa ekonominya pada teori harga, maka perlu dipahami arah penggunaan alat produksi dengan sempurna. Dalam hubungan ini maka pengertian klasik diperluas kepada para ahli ekonomi yang tidak menganggap tidak mungkin adanya suatu pengangguran yang tidak dikehendaki (involuntary unemployment).(Michael Porter, 1990- now)"produktivitas" yang didefinisikan sebagai nilai output yang dihasilkan seorang tenaga kerja.dimana tingkat produktivitas ditentukan dari kemampuan untuk menciptakan biaya produksi yang seefisien mungkin dan atau menciptakan nilai tambah yang lebih baik dibandingkan dengan pesaing.Arasy Alimudin(2009) produktivitas usaha kecil ditentukan oleh kemampuan didalam berorientasi wirausaha yang diwujudkan melalui inovasi yakni melakukan pembaharuan dalam proses khususnya pelayanan dan mencari sumber barang murah dan proaktif mendahulu pesaing serta keberanian didalam mengambil resiko yang diarahkan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan melebihi apa yang telah dilakukan oleh pesaing.Usaha kecil yang mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah adalah yang selalu berorientasi untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru,melaksanakan proses yang lebih baik dan efisien untuk memenangkan persaingan pasar. Usaha kecil yang demikian adalah usaha kecil yang berorientasi wirausaha.Sementara itu untuk menciptakan “customer value” dan “customer satisfaction” usaha kecil harus memperoleh  dukungan melalui orientasi wirausaha yang selaras dengan orientasi pasarnya, usaha kecil sektor perdagangan yang berorientasi pada pasar senantiasa mengembangkan secara seimbang antara orientasi pelanggan dan orientasi pesaing serta didukung oleh koordinasi antar fungsi secara memadai dengan meningkatkan komitmennya terhadap penciptaan nilai tambah sebagai sumber keunggulan bersaing berkelanjutan yang dapat membawa kearah perubahan yang lebih baik.Fenomena ini sejalan dengan hasil study Enciety Business Consult dalam RIPP Kota Surabaya 2007 yang menunjukan bahwa motivasi yang terkuak dan menjadi alasan kenapa menekuni usaha yang sedang dijalankan ini masih sangat mendasar yaitu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemudian tidak adanya pekerjaan lain yang juga seakan memberi kesan bahwa usaha yang sedang dijalankan sekarang ini semata-mata karena terdesak keadaan. Ini menunjukkan rendahnya motivasi wirausaha dan pasar yang dimiliki oleh usaha kecil sehingga berdampak pada penurunan kinerja pemasaran usaha kecil. Kondisi ini menunjukkan bahwa usaha kecil menghadapi tingkat persaingan yang sangat ketat, perubahan selera konsumen begitu cepat, produk umumnya merupakan kebutuhan sehari hari, harga produk relatif tidak  mahal, produk mudah diperoleh melalui mini-market, super-market dan hiper-market, oleh karena itu kunci sukses usaha kecil untuk meningkatkan produktivitas dan profitabilitasnya tahun 2012 adalah:Produk yang ditawarkan adalah produk kebutuhan sehari-hari atau consumer goods,besarnya jumlah produk yang ditawarkan disesuaikan dengan jumlah  tingkat permintaan konsumen pada produk tersebut dengan acuan tingkat perputaran penjualan total produk perhari berkisar 1.000.000,-,Untuk merk produk yang dijual,harus sudah dikenal oleh konsumen,kecuali merk baru yang harganya jauh lebih murah dibanding dengan pesaing.Pemilihan produk yang ditawarkan hendaknya melihat kebutuhan dan tingkat permintaan dari pelanggan yang ada di wilayah sekitar tempat usaha.strategi harga jual usaha kecil adalah strategi harga jual survival.Mengingat usaha kecil tahun 2012 berada dalam kondisi menghadapi persaingan yang sangat gencar , pergeseran keinginan konsumen adanya kapasitas menganggur, maka yang utama dilakukan oleh usaha kecil adalah bagaimana untuk bertahan hidup.usaha kecil sektor perdagangan harus proaktif dengan menciptakan keunggulan pada harga dan variasi produk, sehingga terlebih dahulu memperhatikan tawaran harga dari pesaing. Sebab bila harga yang ditetapkan dibawah harga pesaing kemungkinan besar akan memicu perang harga. Sebaliknya jika terlalu tinggi akan menyebabkan menurunya daya saing perusahaan.Besarnya permintaan, dan pesaing,menjadi acuan untuk melakukan modifikasi harga.Saluran yang ideal yang mungkin bisa dikembangkan oleh usaha kecil adalah melalui segmented dan komunitas contohnya melalui PKK dan Dasa Wisma.Promosi yang memungkinkan untuk dilakukan oleh usaha kecil yaitu personal selling dan promosi penjualan melalui test produk atau discount.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-7397387239770305519?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/7397387239770305519/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2012/01/factors-of-small-business-failures-in.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7397387239770305519'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7397387239770305519'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2012/01/factors-of-small-business-failures-in.html' title='Factors of small business failures in 2011 and anticipated for 2012 success'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-pC-3fIrldU8/TwfuSAikzJI/AAAAAAAAAXo/mG6rPpa3lMs/s72-c/arasy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5271638757026218318</id><published>2011-12-18T20:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-18T20:16:15.022-08:00</updated><title type='text'>Building a business empire that started from the idea</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-raX0nZSKl0k/Tu65mQFu7VI/AAAAAAAAAXQ/OApyUIIWwe0/s1600/ilma.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="150" width="200" src="http://4.bp.blogspot.com/-raX0nZSKl0k/Tu65mQFu7VI/AAAAAAAAAXQ/OApyUIIWwe0/s200/ilma.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; Winston Churchill Menyatakan "Kekaisaran masa depan adalah kerajaan pikiran." Pernyataan tersebut amat cocok diera persaingan global dan kompleks sekarang ini.Banyak orang berhasil dan sukses karena dia mampu membangun kerajaan dalam pikirannya dan dia mampu menjadi kaisar yang baik yang mampu menempatkan skala prioritas dengan baik dan disiplin untuk mematuhinya sebagaimana pernyataan Stephen Covey "Kepemimpinan yang efektif adalah menempatkan hal pertama yang pertama. Manajemen yang efektif adalah disiplin. &lt;span class="fullpost"&gt;Pernyataan diatas apabila sangat cocok apabila dikaitkan dengan bisnis usaha kecil sektor perdagangan yang pertumbuhannya cukup tinggi namun tidak dibarengi oleh pertumbuhan pasar menyebabkan adanya tingkat persaingan yang tinggi.Hal ini berdampak pada penurunan volume penjualan yang mereka dapatkan,pertumbuhan penjualan,pertumbuhan pelanggan dan pertumbuhan profit yang dapat dicapai oleh usaha kecil akan mengalami penurunan yang signifikan. Kondisi ini diikuti oleh ketidakmampuan usaha kecil dalam memanfaatan sumber daya aset finansial, fisik, SDM, dan organisasional,dan kapabilitas organisasi didalam mendaya-gunakan sumber daya-sumber daya lainnya dan teknologi untuk meningkatkan daya saing.Pada persaingan usaha yang ketat usaha kecil dituntut untuk mampu melakukan  proses manajemen usaha yang produktif dan efisien mungkin, serta dapat menghasilkan produk/jasa yang sesuai dengan preferensi pasar dengan standar kualitas yang lebih baik dibadingkan dengan pesaing.Ketidakmampuan dalam memanfaatan sumber daya aset finansial, fisik, SDM, dan organisasional,dan kapabilitas mencakup atribut-atribut internal yang memungkinkan perusahaan mengkoordinasikan dan mendaya-gunakan sumber daya-sumber daya lainnya dan teknologi untuk meningkatkan daya saing,disinyalir karena kurangnya pemahaman dan orientasi terhadap wirausaha dan pasar yang berdampak pada penurunan kinerja pemasaran usaha kecil. Fenomena ini sejalan dengan hasil study Enciety Business Consult dalam RIPP Kota Surabaya 2007 yang menunjukan bahwa motivasi yang terkuak dan menjadi alasan kenapa menekuni usaha yang sedang dijalankan ini masih sangat mendasar yaitu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kemudian tidak adanya pekerjaan lain yang juga seakan memberi kesan bahwa usaha yang sedang dijalankan sekarang ini semata-mata karena terdesak keadaan. Ini menunjukkan rendahnya orientasi terhadap wirausaha dan pasar yang dimiliki oleh usaha kecil sektor perdagangan sehingga berdampak pada penurunan kinerja pemasaran usaha kecil. Untuk itu perlu dilakukan perubahan orientasi bisnis dikalangan usaha kecil dengan merubah mindset mereka tidak menjadikan bisnis sebagai suatu pekerjaan sambilan atau terpaksa,namun mereka harus berpikir besar bahwa mereka sedang membangun sebuah kerajaan bisnis yang besar dan kuat sehingga tumbuh daya imaginasi dan kreatifitas mereka untuk menciptakan usaha yang inovatif,berkesinambungan dan berkelanjutan.Disamping itu pula membangun pribadi yang memiliki disiplin yang tinggi merupakan pondasi utama dalam menopang pembangunan kerajaan bisnis usaha kecil,semakin kuat disiplin mereka maka akan semakin kokoh pondasi bangunan bisnis yang dimiliki.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5271638757026218318?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5271638757026218318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/12/building-business-empire-that-started.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5271638757026218318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5271638757026218318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/12/building-business-empire-that-started.html' title='Building a business empire that started from the idea'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-raX0nZSKl0k/Tu65mQFu7VI/AAAAAAAAAXQ/OApyUIIWwe0/s72-c/ilma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8113233136040350950</id><published>2011-11-02T21:44:00.000-07:00</published><updated>2011-11-02T21:44:27.679-07:00</updated><title type='text'>Corporate Social Responsibility</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-chcj71Zx1IU/TrIcHR6x6YI/AAAAAAAAAWk/XFqRZfxkhQg/s1600/CSR.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="102" width="200" src="http://3.bp.blogspot.com/-chcj71Zx1IU/TrIcHR6x6YI/AAAAAAAAAWk/XFqRZfxkhQg/s200/CSR.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Secara umum, CSR didefinisikan sebagai: ”The continuing commitment by business to behave ethically and contribute to economic development while improving the quality of life of the workforce and their families as well as of the local community and society at large.” (World Business Council for Sustainable Development, 2005)Pada intinya, Corporate Social Responsibility adalah perubahan hubungan antara bisnis dengan masyarakat di sekitarnya. Banyak orang percaya bahwa perusahaan tidak akan berlangsung lama jika mereka hanya berorientasi pada profit, padahal aktivitas mereka baik secara langsung maupun tidak akan berdampak positif maupun negatif terhadap masyarakat di sekitar mereka maupun masyarakat dunia. &lt;span class="fullpost"&gt;Beberapa catatan penting yang perlu dikemukakan dalam membahas tentang fungsi CSR perusahaan dalam penguatan ketahanan wilayah masyarakat pesisir. Pertama, bahwa formulasi CSR seharusnya memperhatikan aspek kepentingan semua stakeholdernya termasuk masyarakat di kawasan remote area. Dengan demikian yang menerima manfaat dari CSR bukan hanya kelompok stakeholder perusahaan yang memiliki akses kedekatan dengan perusahaan, sementara yang terpinggirkan semakin merana. Selama ini, progrm CSR cenderung dimanfaatkan oleh staf atau anggota keluarga perusahaan ketimbang masyarakat yang benar-benar membutuhkan.  Kedua, mengenai arah dan tujuan dari program CSR apakah diarahkan untuk memperkuat posisi perusahaan (corporate branding), ataukah untuk membantu penguatan ketahanan wilayah masyarakat pesisir dan mendorong percepatan pembangunan ekonomi, dengan demikian kemandirian mayarakat pada level subsiten dapat terwujud.Keberadaan standar ISO 26000 sebagai pedoman diharapkan dapat digunakan sebagai arahan bagi berbagai jenis organisasi yang berlatar bisnis maupun non bisnis dalam melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial yang terintegrasi dalam visi, misi dan tujuan organisasi tersebut (Nurasih, 2007).  Pada bulan September tahun 2004, International Organization for Standardization atau ISO), sebagai induk organisasis standardisasi internasional berhasil menghasilkan panduan dan standardisasi untuk tanggung jawab sosial, yang diberi nama ISO 26000: Guidance Standard on Social Responsibility. ISO 26000 menjadi standar pedoman untuk penerapan CSR. ISO 26000 mengartikan SR sebagai tanggung jawab suatu organisasi yang atas dampak dari keputusan dan aktivitanya terhadap masyarakat dan lingkungan, melalui perilaku yang transparan dan etis, yang: 1. Memperhatikan kepentingan dari para Konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat;2. stakeholder3. Sesuai hukum yang berlaku dan konsisten dengan norma-norma internasional4. Terintegrasi di seluruh aktivitas organisasi baik kegiatan, produk maupun jasa.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-oI3pwCYIc5g/TrIarEQKC7I/AAAAAAAAAWY/WD6doRauiMc/s1600/iso%2B26000.png" imageanchor="1" style="margin-left:1em; margin-right:1em"&gt;&lt;img border="0" height="228" width="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-oI3pwCYIc5g/TrIarEQKC7I/AAAAAAAAAWY/WD6doRauiMc/s320/iso%2B26000.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Daftar Pustaka.Umi Karomah yaumidin,SINERGITAS FUNGSI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILTY (CSR), USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DAN PARTISIPASI MASYARAKAT .P2E LIPI&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8113233136040350950?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8113233136040350950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/11/corporate-social-responsibility.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8113233136040350950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8113233136040350950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/11/corporate-social-responsibility.html' title='Corporate Social Responsibility'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-chcj71Zx1IU/TrIcHR6x6YI/AAAAAAAAAWk/XFqRZfxkhQg/s72-c/CSR.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8045629483350542087</id><published>2011-10-07T21:28:00.000-07:00</published><updated>2011-10-07T22:06:06.501-07:00</updated><title type='text'>PRE TEST KEMAMPUAN  MARKETER</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-l0eiWRfrCRU/To_ZokCEF8I/AAAAAAAAAWQ/ywvuqepPmVU/s1600/menulis.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="84" width="126" src="http://4.bp.blogspot.com/-l0eiWRfrCRU/To_ZokCEF8I/AAAAAAAAAWQ/ywvuqepPmVU/s200/menulis.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang marketer handal adalah seseorang yang mampu mempengaruhi orang lain baik secara visual,auditory maupun kinestetik.Sehingga marketer yang handal tidak hanya dilihat ataupun didengar tetapi konsumen juga berempaty dan simpati terhadap dirinya,bahkan tidak jarang konsumen menjadi pengikut setia dirinya.Untuk menjadi seorang marketer yang handal maka Anda harus lulus pre test kemampuan marketer sebagai berikut :&lt;span class="fullpost"&gt;Petunjuk isilah pertanyaan dibawah ini dengan sebenar-benarnya sesuai dengan apa adanya tanpa harus ditambahi.Apakah kebebasan yang paling dasar itu ? Jelaskan pendapat Anda tentang Talenta Anda ?Jelaskan pendapat Anda tentang kekurangan Anda ?Jelaskan pendapat Anda tentang kepribadian Anda ?Bagaimanakah kepribadian Anda sejauh ini, Ilustrasikan dan Jelaskan ?Lingkarilah huruf yang menunjukkan ungkapan perasaan anda yang tepat saat ini.1.	Saya menyukai bagaimana saya adanya : 	(a) selalu, (b) seringkali, (c) kadang-kadang, (d) tidak pernah2.	Saya menikmati apa yang saya kerjakan sebagai suatu profesi : 	(a) selalu, (b) seringkali, (c) kadang-kadang, (d) tidak pernah3.	Saya mencapai  cita-cita saya : 	(a) selalu, (b) seringkali, (c) kadang-kadang, (d) tidak pernah4.	Saya mempunyai sikap positif terhadap : 	(a)  semua hal, (b) hampir semua hal, (c) beberapa hal, (d) tidak ada5.	Hubungan saya yang paling dekat :	 (a) ideal, (b) dapat diperbaiki, (c) butuh banyak perbaikan, (d) gawat6.	Hubungan saya dengan teman sekerja :	 (a) Ideal, (b) dapat ditingkatkan, (c) Butuh bayak perbaikan, (d) mengecewakan7.	Jika saya tetap dengan cara saya, saya akan :	 (a) mencapai potensi saya yang maksimal, (b) mengerjakan dengan baik sekali 	sehubungan dengan cita-cita saya, (c) tua sebelum waktunya, (d) mengecewakan 	diri saya dan orang lain8.	Keuangan pribadi : 	(a) seperti Lim sie Liong, (b) cukup tetapi tidak sebanyak yang saya inginkan, (c) 	sama sekali kurang, (d) gawat9.	Kebanyakan orang yang saya kenal : 	(a) memperoleh kesuksesannya karena mengenal saya, (b) merasa diperkaya 	karena mengenal saya, (c) merasa saya ini menarik, (d) merasa saya ini 	membosankan Bagaimana seandainya anda bisa menjadi apa saja, atau menjadi siapa saja yang anda pilih ? coba pikirkan hal itu ! Apa yang akan anda pilih ?Jelaskan pendapat Anda,  Apakah yang paling menetukan Anda sukses ?Jelaskan pendapat Anda,  Apakah yang paling menetukan Anda gagal ?Siapakah yang paling Anda sayangi dalam hidup ini ?Kunci jawaban anda dikatakan sebagai seorang marketer handal adalah jika anda telah menjawab pertanyaan diatas dengan jujur,kemudian jawaban tersebut anda sampaikan ke orang lain dan buat dia kagum dan menyukai atas jawaban tersebut..maka Anda telah melangkah pada marketer handal&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8045629483350542087?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8045629483350542087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/10/pre-test-kemampuan-marketer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8045629483350542087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8045629483350542087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/10/pre-test-kemampuan-marketer.html' title='PRE TEST KEMAMPUAN  MARKETER'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-l0eiWRfrCRU/To_ZokCEF8I/AAAAAAAAAWQ/ywvuqepPmVU/s72-c/menulis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2350375634239831732</id><published>2011-09-18T23:35:00.000-07:00</published><updated>2011-09-19T04:00:05.238-07:00</updated><title type='text'>Strategi Pemasaran Produk-Produk Fashion</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-FL-doAtuJvk/TncgrOuXdOI/AAAAAAAAAWA/wg0MKrPubxg/s1600/FTC.png" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="124" width="200" src="http://1.bp.blogspot.com/-FL-doAtuJvk/TncgrOuXdOI/AAAAAAAAAWA/wg0MKrPubxg/s200/FTC.png" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Strategi Pemasaran Produk-Produk Fashion khususnya yang memiliki nilai-nilai khusus :Berdasarkan hasil pengamatan di 2 kota besar di Jawa Timur,dapat diambil suatu kesimpulan kasar terhadap preferensi konsumen didalam memilih produk-produk fashion sebagai berikut :&lt;span class="fullpost"&gt;1.	Motif yang ekstrim mengarah pada modern atau klasik,2.	Bahan yang digunakan harus nyaman dipakai kuat dan tahan lama,3.	Tampilan fashion harus menarik dan rapi,4.	Disain harus sesuai dengan kondisi segmen(geografis,demografis,psikografis) dan mengikuti trend5.	Warna fashion harus soft,tidak luntur dan mempunyai ciri khas motifnya, Fleksibel, mudah perawatnnya.6.	Harga yang ditawarkan harus mengikuti segmen(geografis,demografis,psikografis)7.	Didalam mengambil keputusan terhadap disain dan harga harus memperhatikan posisioning pesaing yang sudah         menjadi trend pasar.8.	Memilih focus segmen tertentu untuk first step9.	Setiap motif dipersiapkan 12 tampilan warna yang berbeda untuk setiap tahunnya,dengan mengeluarkan model baru          setiap bulannya.10.	Menyiapkan antisipasi untuk kemungkinan terjadinya perubahan,dengan meramalkan periode minimal 2 tahun         kedepan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2350375634239831732?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2350375634239831732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/09/strategi-pemasaran-produk-produk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2350375634239831732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2350375634239831732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/09/strategi-pemasaran-produk-produk.html' title='Strategi Pemasaran Produk-Produk Fashion'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-FL-doAtuJvk/TncgrOuXdOI/AAAAAAAAAWA/wg0MKrPubxg/s72-c/FTC.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-3366773996392900034</id><published>2011-08-09T20:14:00.000-07:00</published><updated>2012-01-06T23:16:58.751-08:00</updated><title type='text'>Marketing strategy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-nIVCd9oicSU/TkH7Ao-y4zI/AAAAAAAAAVo/BOPCCqwy0jo/s1600/Picture3.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-nIVCd9oicSU/TkH7Ao-y4zI/AAAAAAAAAVo/BOPCCqwy0jo/s200/Picture3.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5639064196863943474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Strategi Marketing untuk menciptakan daya saing perusahaan.&lt;br /&gt;Strategi pemasaran dihadapkan pada unsur ketidakpastian dalam pelaksanaan, maka strategi yang disusun harus selalu dikendalikan. Pengendalian pemasaran dilakukan dengan membandingkan realisasi dan rencana pemasaran yang disusun. Hasil yang tidak sama, misalnya terlampau besar kegiatan pemasarannya di atas target namun penjualan tidak memenuhi target, merupakan penyimpangan yang perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, pengendalian pemasaran semata-mata dimaksudkan agar dapat diketahui kemajuan pelaksanaan, hambatan yang ditemui oleh faktor penunjang apa yang dibutuhkan untuk kelancaran kegiatan pemasaran.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, dengan cepat diketahui bila ada penyimpangan dan penyebabnya untuk selanjutnya dibuat tindakan perbaikan. Semua itu dilakukan dalam rangka menjadikan perusahaan dapat lebih unggul dibandingkan dengan pesaing. Strategi pemasaran menuntun perusahaan mampu menciptakan daya saing strategis dengan cara merumuskan serta menerapkan strategi pencipta nilai agar dapat merebut pasar dan mendapatkan pelanggan sehingga dapat bertahan terhadap persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kenichi Ohmae (Grant,1991) agar berhasil dan bertahan dalam suatu industri perusahaan harus memenuhi dua kriteria:&lt;br /&gt;1. Harus memasarkan apa yang ingin dibeli oleh pelanggan.&lt;br /&gt;2. Harus dapat bertahan terhadap persaingan.&lt;br /&gt;Untuk itu perusahaan harus dapat lebih unggul dibandingkan pesaing dan dituntut untuk mampu menciptakan daya saing strategis dengan cara merumuskan serta menerapkan strategi pencipta nilai (Hitt, et al, 1999).&lt;br /&gt;Keunggulan bersaing diperoleh ketika perusahaan mampu menjadikan banyak aktivitas berlainan yang dilakukan digabungkan dalam suatu rantai yang dapat memberikan kontribusi nilai yang memberikan margin maksimal bagi perusahaan—melaksanakan aktivitas-aktivitas yang penting secara strategis dengan lebih murah atau lebih baik dibanding pesaing (Hitt, et al,1999). Sumber keunggulan bersaing dapat diperoleh melalui cakupan bersaing dengan yang dimiliki oleh pesaing, baik itu berupa cakupan segmen maupun jangkauan integrasi ke dalam aktivitas. Rantai nilai yang terkoordinasi  dapat menciptakan keunggulan bersaing antarhubungan.&lt;br /&gt;Analisa sumber daya organisasi dilakukan dengan membuat kerangka umum yang biasanya dikenal dengan “resource base view of the firm” (Wernerfelt, 1984). Adapun asumsi-asumsi dasar“resource base view of the firm” sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Resource Heterogenity &lt;br /&gt;Perusahaan dipandang sebagai sejumlah sumber daya produktif dan setiap  perusahaan mempunyai sejumlah sumber daya yang berbeda.&lt;br /&gt;2. Resource immobility  &lt;br /&gt;Sumber daya yang membuat perusahaan mampu menetralisir ancaman dan mengeksploitasi peluang. Kemampuan sumber daya ini hanya dimiliki oleh perusahaan tertentu dan sulit untuk ditiru, kalaupun bisa hal ini akan memakan biaya tinggi. Resource immobility merupakan sumber daya potensial untuk daya saing perusahaaan.&lt;br /&gt;Umumnya sumber daya dikategorikan menjadi empat, yaitu modal keuangan, modal fisik, modal manusia, dan modal organisasi. Sumber daya merupakan input proses produksi perusahaan seperti barang modal, kemampuan pekerja, paten, keuangan, serta manajer yang berbakat. Secara individual, sumber daya umumnya tidak menghasilkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Dengan strategi tim yang memungkinkan berkembangnya keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Demikian juga inovasi perusahaan. Apabila tidak dilindungi oleh paten atau batasan lain, dapat dibeli atau ditiru oleh pesaing. Tetapi jika inovasi produksi tersebut diintegrasikan dengan sumber daya lainnya untuk membentuk suatu kemampuan, maka akan muncul kompetensi inti yang akan menghasilkan keunggulan bersaing yang berkesinambungan. Dengan demikian, penciptaan keunggulan bersaing yang berkesinambungan adalah melalui integrasi beberapa sumber daya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-3366773996392900034?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/3366773996392900034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/08/marketing-strategy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3366773996392900034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3366773996392900034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/08/marketing-strategy.html' title='Marketing strategy'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-nIVCd9oicSU/TkH7Ao-y4zI/AAAAAAAAAVo/BOPCCqwy0jo/s72-c/Picture3.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-3330150953121581458</id><published>2011-07-06T02:50:00.000-07:00</published><updated>2011-07-06T03:21:58.158-07:00</updated><title type='text'>Strategies to beat the competitor with the least cost</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-308LkPzbkF4/ThQyOS4DpFI/AAAAAAAAAVg/FYTOQqL-t7c/s1600/the%2Bwinner.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 154px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-308LkPzbkF4/ThQyOS4DpFI/AAAAAAAAAVg/FYTOQqL-t7c/s200/the%2Bwinner.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626177055659107410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurt General Sun Tzu (510 BC): Competitive strategy adalah proses pengembangan keuntungan pengetahuan dan kemudian menyerang dengan tak terduga tetapi pada akhirnya menyebabkan pesaing takluk. Didasarkan pada pengetahuan superior tentang  pelanggan dan pesaing.&lt;br /&gt;Didalam menghadapi persaingan ada sebuah dilema,dimana sebuah usaha dalam lingkup pengetahuan  pelanggan yang baik tetapi pengetahuan pesaing rendah mengakibatkan terlalu menanggapi permintaan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula sebaliknya jika pengetahuan pesaing baik tetapi pengetahuan pelanggan rendah, maka terlalu bereaksi atas pergerakan pesaing.&lt;br /&gt;Secara umum  yang kita hadapi dalam persaingan adalah pertempuran untuk memperebutkan pangsa pasar meliputi:&lt;br /&gt; 1. volume&lt;br /&gt; 2. penjualan &lt;br /&gt; 3. pangsa pasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran ini akan membawa resiko,jika menang perusahaan akan meningkat penjualan serta pangsa pasarnya dan jika kalah akan menyebabkan kehilangan profit bahkan rugi. Beberapa strategi dalam persaingan kebanyakan dilakukan secara frontal yakni dengan melakukan :&lt;br /&gt; 1. pengurangan harga  &lt;br /&gt; 2. menaikkan biaya pemasaran  &lt;br /&gt;Jika ini berhasil maka akan memberi dampak positif  bagi perusahaan dengan meningkatnya:&lt;br /&gt; 1.  pangsa pasar, &lt;br /&gt; 2.  volume penjualan,&lt;br /&gt; 3. pertumbuhan penjualan, &lt;br /&gt;Namun hal ini juga akan berdampak negative yakni menurunya  profit yang diperoleh perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang bisa memenangkan pertempuran adalah perusahaan yang berhasil mengelola pelanggan dan pesaing (market drive firm), biasanya perusahaan tersebut akan berhasil mengendalikan gerak-gerik yang dilakukan pesaingnya serta akan berhasil memenangkan dalam persaingan pasar melalui tiga langkah  berikut ini:&lt;br /&gt;1. Diperkuatnya hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya, karena pemahaman perusahaan terhadap kebutuhan pelanggan dapat mendorong untuk menciptakan customer value. &lt;br /&gt;2. Melalui sistem intelijen persaingan, perusahaan dapat mengembangkan suatu pemahaman mengenai kekuatan dan kelemahan para pesaingnya. &lt;br /&gt;3. Menggunakan informasi mengenai pelanggan dan pesaing untuk merancang serta mengimplementasikan strategi dengan sasaran akhir to deliver better customer value and satisfaction.  &lt;br /&gt;Berpedoman pada studi orientasi pasar yang dikemukan oleh Day (1988); Narver dan Slater (1990); Jaworski dan Kohli (1997);  Zhou et al. (2005); Stanton (1984); Craven (1994); Lamb et al. (2001); dan Wuyts et al. (2004) dapat dijelaskan bahwa orientasi pasar merupakan penentuan target pasar yang hendak dilayani dengan menciptakan kepuasan pelanggan sebagai tujuannya, melakukan cara-cara yang lebih inovatif. Orientasi pasar harus diukur berdasarkan tingkat orientasi pelanggan, orientasi pesaing, dan tingkat koordinasi antarfungsi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi yang cukup efektif dalam menghadapi pertempuran dengan pesaing yakni dengan penyerangan secara tidak langsung pada  pesaing guna memenangkan pangsa pasar dengan biaya minimal dan meminimalkan respon pesaing serta mencapai yang telah ditetapkan.Kata kunci dari strategi ini adalah bersifat rahasia, fokus pada pelanggan, membingungkan dan menggagalkan usaha pesaing.Dimana langkah-langkah yang harus dilakukan adalah :&lt;br /&gt;1. Membangun intelegen pesaing dengan memanfaatkan pemantauan kondisi internal perusahaan pesaing maupun eksternal perusahaan pesaing,khususnya yang berhubungan dengan pelanggan.&lt;br /&gt;2.  inovasi produk dan pemasaran  secara terus menerus sampai menemukan momentum yang tepat untuk mengalahkan pesaing.&lt;br /&gt;3. Melakukan kreativitas untuk  mengurangi biaya&lt;br /&gt;4. Menggali penggunaan dan penempatan produk yang sesuai dengan selera konsumen.&lt;br /&gt;5. mendapat distributor baru yang lebih agresif dan murah &lt;br /&gt;6. Mengembangkan manfaat  yang dirasakan pelanggan&lt;br /&gt;7. Membangun posisioning dengan menciptakan komunitas dan membangun komunikasi informal yang efektif dalam membangun image perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-3330150953121581458?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/3330150953121581458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/07/strategies-to-beat-competitor-with.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3330150953121581458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3330150953121581458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/07/strategies-to-beat-competitor-with.html' title='Strategies to beat the competitor with the least cost'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-308LkPzbkF4/ThQyOS4DpFI/AAAAAAAAAVg/FYTOQqL-t7c/s72-c/the%2Bwinner.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8653648743665198749</id><published>2011-05-03T02:35:00.000-07:00</published><updated>2011-05-03T02:39:40.181-07:00</updated><title type='text'>start your business with an inspiring step</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-VgPMW7lsK_4/Tb_M2dazk9I/AAAAAAAAAVU/uzRHk8o7ch4/s1600/suk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-VgPMW7lsK_4/Tb_M2dazk9I/AAAAAAAAAVU/uzRHk8o7ch4/s200/suk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602421697454248914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Dunia bisnis begitu cepat. Terkadang sulit untuk menebak kemana arah bisnis itu akan melaju.Untuk itu dibutuhkan suatu pengetahuan yang luas dan intuisi yang mendalam untuk bisa mengambil keputusan yang tepat guna dan daya guna.Kesalahan didalam mengambil langkah serta menyikapi setiap persaingan dan perubahan akan berakibat fatal.Kemampuan untuk merespon perubahan yang drastis sangat ditentukan oleh daya kreativitas kita untuk membangun sebuah langkah yang inspiring&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Agar tetap survival bahkan menjadi pemenang dalam kancah persaingan bisnis Anda.Maka bangun sesuatu yang mampu menjadi Inspiring anda dalam mengembangkan bisnis yang inovatif dengan langkah-langkah :&lt;br /&gt;Buatlah kalimat dan pernyataan yang terbaik dan visual yang mampu menjelaskan bisnis Anda?&lt;br /&gt;Tentukan Kualitas dan keunggulan apa yang dimiliki bisnis Anda?&lt;br /&gt;Tentukan arah pengembangan kualitas bisnis Anda?&lt;br /&gt;Jelaskan dan Ditelkan Apa  yang membuat bisnis Anda berbeda dengan yang lainnya?&lt;br /&gt;Kemajuan bisnis anda dapat tercapai apabila anda mampu focus dan member perhatian yang lebih baik pada prespektif pelanggan anda yang tercermin dalam bisnis proses yang anda bangun yang member garansi pada terciptanya kepuasan dan loyalitas dari pelanggan anda. Hal ini menuntut adanya pembaharuan-pembaharuan yang positif dan berbanding lurus dengan pencapaian visi bisnis anda.Dengan menciptakan berbagai variasi kerja baik dalam bentuk metode maupun orang yang mampu menghilangkan kejenuhan dan menumbuhkan gairan bekerja serta kreatifitas karyawan dalam menghadapi masalah.&lt;br /&gt;Bangun komunikasi dan pembelajaran yang lateral yang mampu membangun emosional question anda dan tim dalam melakukan kerjasama untuk pencapaian target yg telah ditetapkan.Hal ini sesuai dengan Firman Allah :&lt;br /&gt;"Akan Kami perlihatkan kepada mereka kekuasaan Kami yang ada di segenap penjuru alam dan pada diri manusia itu sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa yang Kami wahyukan itu adalah benar. Belumkah cukup bahwa Tuhanmu menyaksikan segala-galanya ?" (Q.S Al Fushilat 53)&lt;br /&gt;Demikian pula Allah juga menyuruh kita didalam melakukan sebuah perniagaan itu bersungguh-sungguh dengan mengorbankan seluruh  jiwa,raga dan harta benda,kalau kita menginginkan kesuksesan ada dalam genggaman kita sebagaimana Firman Allah dalam Al Qur’an surat Ash Shaff ayat 10 - 12: Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan (bisnis) yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) beriman kepada Allah dan Rasul-Nya-lah dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga ’Adn. Itulah keberuntungan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8653648743665198749?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8653648743665198749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/05/start-your-business-with-inspiring-step.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8653648743665198749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8653648743665198749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/05/start-your-business-with-inspiring-step.html' title='start your business with an inspiring step'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-VgPMW7lsK_4/Tb_M2dazk9I/AAAAAAAAAVU/uzRHk8o7ch4/s72-c/suk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8218148317117263438</id><published>2011-04-14T02:36:00.000-07:00</published><updated>2011-04-14T02:42:01.352-07:00</updated><title type='text'>Sukses Bisnis ditentukan kemampuan mengasosiasikan Tujuan Bisnis Anda Pada Atribut Produk Anda.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-FsySXeGd_t0/TabBWBUtmiI/AAAAAAAAAVM/nBd4e5U6hOQ/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-FsySXeGd_t0/TabBWBUtmiI/AAAAAAAAAVM/nBd4e5U6hOQ/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5595372171111012898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Steven R Covey dalam bukunya 7 Habits of Highly Effective People menyampaikan “To begin with the end in mind means to start with a clear understanding of your destination. It means to know where you’re going so that you better understand where you are now and so that the steps you take are always in the right direction.”  - (Steven R Covey 1990, 7 Habits of Highly Effective People)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Untuk mulai dengan akhir dalam pikiran berarti memulai dengan pemahaman yang jelas tentang tujuan Anda. Ini berarti untuk mengetahui ke mana anda pergi sehingga Anda lebih &lt;br /&gt;memahami   dimana Anda sekarang dan agar langkah-langkah yang Anda ambil selalu di arah yang benar "-. Steven R Covey&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan merupakan kunci dalam implementasi strategi managemen dimana tujuan merupakan tolak ukur untuk menilai kinerja. Tujuan yang dibuat harus mampu menjabarkan langkah-langkah pencapaian visi dan misi dengan menggali segala potensi sumberdaya internal dan eksternal yang dimiliki.Untuk itu tujuan yang dibuat harus spesifik,terukur,dan mampu menjadi pendorong kinerja dari semua komponen organisasi. Hal ini sejalan dengan pemikiran Dess dan Miller dalam Dalam buku "Strategic Management", (Dess, Gregory G. dan Alex Miller. (1993) Strategic Management Mc Graw Hill. Book Co) mengemukakan tiga metode Kaizen:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Experimentation. &lt;br /&gt;Filosofi experimentation adalah "if you fail at the first time, try, try,and try again" &lt;br /&gt;"I will persist until I succeed". Ada empat langkah experimentation: &lt;br /&gt;1. Know what you want (SMART = Specific, Measurable, Achievable, Reasonable, and Time-limit). &lt;br /&gt;2. Action (if you don't do anything you will be a dreamer or a member of NATO, no action talk only). &lt;br /&gt;3. Observe whether your action leads you to what you want or not. &lt;br /&gt;4. If not, change your approach. Repeat the process over again until you get what you want. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Benchmarking. &lt;br /&gt;Daripada melakukan "trial and error" melalui experimentation, ada cara lain yang lebih mempercepat perjalanan menuju tempat yang kita inginkan yaitu dengan”benchmarking". Benchmarking disebut juga "role modelling" atau &lt;br /&gt;"reverse engineering". Empat langkah benchmarking: &lt;br /&gt;1. Know what you want (SMART = Specific, Measurable, Achievable, Reasonable, and Time-limit). &lt;br /&gt;2. Find a model (someone, organization, or firm) that has got what you want. &lt;br /&gt;3. Observe what the model does. &lt;br /&gt;4. Do the same thing as the model does or do it even better until you get what you want. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Outsourcing. &lt;br /&gt;Metode Kaizen yang ketiga memberikan penegasan kepada kita bahwa kita tidak harus unggul pada semua bidang karena kedepan kita membutuhkan spesialisasi untuk bisa betahan pada persaingan.Untuk itu diperlukan melakukan "oursourcing" yaitu mengambil "source from outside" atau meminta bantuan pihak lain atau men-subkontrak-kan hal-hal yang dapat dilakukan oleh pihak lain dengan memenuhi tiga kriteria berikut: kualitasnya tinggi (high quality), harganya murah (low price), dan pengirimannya tepat waktu (just-in-time delivery). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam memasarkan suatu produk/jasa untuk menancapkan sutu tujuan kita menjadi sesuatu nilai yang melekat pada produk dan diasosiasikan dalam sebuah merek.Sehingga ketika konsumen melihat dan mendengar merek kita maka langsung terbayang didalam benaknya nilai-nilai yang ada pada produk kita yang merupakan cerminan dari tujuan bisnis kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Avald dan Gronroos (1996 ; 37) mengatakan bahwa, ‘Keseluruhan asosiasi terhadap merek dapat dipadatkan menjadi tiga bagian, yaitu (1) fitur dan atribut, (2) manfaat dan (3) keyakinan dan nilai.’&lt;br /&gt;Pendapat ini sejalan dengan Szmigin (Szmigin,1998), ‘Kesuksesan merek tergantung pada kualitas produk, layanan dan sumber daya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori tentang atribut pertama kali diperkenalkan oeh Kelvin Lancaster pada tahun 1966. Kalau teori-teori sebelumnya menggunakan asumsi bahwa yang diperhatikan oleh konsumen ialah produknya, maka teori sumbangan hasil pemikiran Lancaster mendasarkan pada asumsi bahwa perhatian konsumen bukan pada produknya, melainkan lebih pada' attribute' barang bersangkutan. Yang dimaksud dengan 'attribute'' suatu barang ialah semua jasa yang dihasilkan oleh penggunaan dan atau pemilikan barang tersebut.( Evan J. Douglas, Managerial Economics, Edisi ke3, Prentice-Hall Internasional. Inc., Englewood Cliffs, New Jersey, Bab 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitur dan atribut harus disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan,dan suatu produk harus memberi manfaat yang dibutuhkan oleh pelanggannya dan tersampaikan melalui Visualisasi dan Auditory yang sederhana,mudah dicerna dan dapat menumbuhkan keyakinan pelanggan sehingga nilai-nilai produk kita dapat diterima,dan pelanggan dapat melihat,mendengar dan merasakan  nilai-nilai tersebut khususnya pada aktivitas perusahaan yang langsung berhubungan dengan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8218148317117263438?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8218148317117263438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/04/sukses-bisnis-ditentukan-kemampuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8218148317117263438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8218148317117263438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/04/sukses-bisnis-ditentukan-kemampuan.html' title='Sukses Bisnis ditentukan kemampuan mengasosiasikan Tujuan Bisnis Anda Pada Atribut Produk Anda.'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FsySXeGd_t0/TabBWBUtmiI/AAAAAAAAAVM/nBd4e5U6hOQ/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4915567489503620927</id><published>2011-04-10T20:52:00.000-07:00</published><updated>2011-04-13T23:31:32.192-07:00</updated><title type='text'>Strategi Pengukuran Kinerja Organisasi dengan menggunakan BSC (Balanced Scorecard)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-K9NFQWvhH-0/TaJ7SMQddzI/AAAAAAAAAVE/OHqylg4KOIg/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 95px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-K9NFQWvhH-0/TaJ7SMQddzI/AAAAAAAAAVE/OHqylg4KOIg/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5594169239605704498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rue dan Byars yang disunting Edy Suandi Hamid dan Sobirin Malian (2004:45) mengemukakan bahwa “ kinerja dapat didefinisikan sebagai pencapaian hasil atau ”the degree of accomplishment” tingkat pencapaian organisasi. Selanjutnya, hasil kerja seseorang dapat dinilai dengan standar yang telah ditentukan, sehingga akan dapat diketahui sejauhmana tingkat kinerjanya dengan membandingkan antara hasil yang dicapai dengan standar yang ada.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk menilai kinerja organisasi ini tentu saja diperlukan pengukuran kinerja secara jelas dengan menggunakn indikator-indikator atau kriteria-kriteria tertentu. Tanpa indikator dan kriteria yang jelas tidak akan ada arah yang dapat digunakan untuk menentukan mana yang relatif lebih efektif diantara : alternatif alokasi sumber daya yang berbeda; alternatif desain-desain organisasi yang berbeda; dan diantara pilihan-pilihan pendistribusian tugas dan wewenang yang berbeda (Bryson, 2002).&lt;br /&gt;Menurut Purwanto (2003), dibandingkan dengan konsep manajemen strategis umum, BSC(Balanced Scorecard)  memiliki beberapa konsep penting, yaitu:&lt;br /&gt;1) Menambahkan 3 perspektif tambahan pada perspektif finansial yang telah ada.&lt;br /&gt;2) Konsep penting kedua adalah penggunaan indikator leading dan lagging. Indikator lagging adalah pengukuran yang menjelaskan sesuatu telah terjadi, karena itu jika perusahaan bereaksi pada pengukuran itu akan menjadi terlambat. Contohnya adalah ukuran finansial itu sendiri. Indikator leading sebaliknya menceritakan sesuatu mengenai masa depan. Contohnya jika perusahaan memperbaiki indeks kepuasan pelanggannya, maka perusahaan akan dalam jalur yang benar mendapatkan penjualan tahunan yang lebih baik.&lt;br /&gt;3) Hubungan sebab-akibat. Jika kita memiliki sejumlah indikator yang terkait dalam cara dimana kinerja sekarang satu indikator menjadi indikasi kinerja yang baik di masa depan dari indikator yang lain, maka kita telah membangun peta hubungan sebabakibat&lt;br /&gt;4) Penerapan BSC secara berjenjang diseluruh organisasi. Umumnya perusahaan multinasional dengan beberapa unit bisnis pertama-tama akan menciptakan BSC bagi tingkat perusahaan kemudian membangun kartu nilai tingkat unit bisnis di tingkat anak perusahaan. SBU akan mengambil sasaran (dan bahkan indikator) scorecard perusahaan sebagai awal pertimbangan dan mengerti bagaimana mereka memberi sumbangan pada target perusahaan&lt;br /&gt;5) Pembelajaran ‘double loop learning’. Perusahaan yang telah mengembangkan BSC dapat menggunakannya untuk mengontrol kesuksesan strategi awal (single loop learning) sebagai dasar pertimbangan ketika strategi tersebut ditantang oleh informasi baru yang diperoleh dari lingkungan bisnis (double loop learning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4915567489503620927?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4915567489503620927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/04/strategi-pengukuran-kinerja-organisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4915567489503620927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4915567489503620927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/04/strategi-pengukuran-kinerja-organisasi.html' title='Strategi Pengukuran Kinerja Organisasi dengan menggunakan BSC (Balanced Scorecard)'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-K9NFQWvhH-0/TaJ7SMQddzI/AAAAAAAAAVE/OHqylg4KOIg/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-7149733785790171214</id><published>2011-03-06T20:46:00.000-08:00</published><updated>2011-03-06T20:49:33.788-08:00</updated><title type='text'>Catatan dalam membangun sebuah bisnis di awal tahun 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-A3uT8y5gDl4/TXRjzBcH58I/AAAAAAAAAUs/pWqynn455dI/s1600/2011.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 199px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-A3uT8y5gDl4/TXRjzBcH58I/AAAAAAAAAUs/pWqynn455dI/s200/2011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581195566429759426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Catatan dalam membangun sebuah bisnis di awal tahun 2011yang penuh dengan ketidakpastian.&lt;br /&gt;• Mulailah bisnis di awal tahun 2011 dengan sebuah visi yang jelas dan inspiring,yang menawarkan rahmatanlilalamin (memberi manfaat buat kehidupan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;• Breakdown Visi anda kedalam suatu statement yang jelas dan kongkrit buat pentahapan sampai dengan apa yang bisa anda lakukan hari ini dan saat ini juga.&lt;br /&gt;• Ucapkan visi anda setiapkali anda bangun tidur dan sampaikan pada dunia apa yang anda lakukan hari ini untuk mencapai visi anda.&lt;br /&gt;• Pada saat mau tidur ucapkan rasa syukur kepada Tuhan dan berterimakasihlah pada diri anda yang telah membantu anda bekerja keras untuk mewujudkan Visi anda.&lt;br /&gt;• Jangan pernah biarkan anda dan diri anda menunda tugas dan pekerjaan walaupun sedetik,karena waktu yang sudah hilang tidak akan pernah kembali.&lt;br /&gt;• Kesuksesan Bisnis Adalah merupakan buah dari pengelolaan sumber daya waktu(Fokus) dan sumber daya diri(Kreatif) yang efektif dan efisien.&lt;br /&gt;• Bisnis adalah membuat kail dan mencari sungai yang memberi peluang besar kepada kita untuk mendapatkan ikan.bukan sekedar mencari ikan.&lt;br /&gt;• Bisnis adalah berbagi kesempatan dan keuntungan,untuk itu jangan kikir atau profit oriented semata,karena membawa pada kehancuran bisnis. &lt;br /&gt;• Kunci kesuksesan membangun kerjasama bisnis adalah kejujuran,kesungguhan dan empati yang disampaikan dengan penuh ketulusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-7149733785790171214?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/7149733785790171214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/03/catatan-dalam-membangun-sebuah-bisnis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7149733785790171214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7149733785790171214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/03/catatan-dalam-membangun-sebuah-bisnis.html' title='Catatan dalam membangun sebuah bisnis di awal tahun 2011'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-A3uT8y5gDl4/TXRjzBcH58I/AAAAAAAAAUs/pWqynn455dI/s72-c/2011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-7795326573353677140</id><published>2011-02-02T02:03:00.000-08:00</published><updated>2011-02-02T02:25:28.874-08:00</updated><title type='text'>Keberhasilan Perubahan Berbasis Pada Seorang Pemimpin.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TUku3awi-FI/AAAAAAAAAUg/5FPHFfvsv_s/s1600/perubahan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TUku3awi-FI/AAAAAAAAAUg/5FPHFfvsv_s/s200/perubahan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569033943830952018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kondisi dunia sekarang ini dihadapkan pada suatu ketidakpastian yang semakin general dan integral.Untuk menghadapi ketidakpastian tersebut maka hal yang harus dilakukan adalah melakukan perubahan yang terus menerus dengan kualitas yang semakin meningkat.Sehingga mampu menjadi Bola Salju yang semakin besar semakin dapat menghadang badai ketidak pastian.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya jika organisasi terlambat melakukan perubahan atau perubahan yang dilakukan tidak signifikan terhadap tuntutan konsumen dan masyarakat,atau perubahannya tertinggal oleh pesaing maka organisasi akan digilas oleh keadaan dan bisa menghilang dari peredaran.&lt;br /&gt;Michael Hammer dan James Champy menuliskan bahwa ekonomi global berdampak terhadap 3 C, yaitu customer, competition, dan change.( Michael Hammer dan James Champy, Reengineering the Corporation : A Manifesto for Business Revolution, 1994) Pelanggan menjadi penentu, pesaing makin banyak, dan perubahan menjadi konstan.&lt;br /&gt;Persoalan utama didalam melakukan perubahan adalah Resistensi Individual,yang bisa timbul karena persoalan kepribadian, persepsi, dan kebutuhan, maka individu punya potensi sebagai sumber penolakan atas perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coch dan French Jr. mengusulkan ada enam taktik yang bisa dipakai untuk mengatasi resistensi perubahan ( L. Coch dan J.R.P.French, Jr. “Overcoming Resistance to Change”, 1948)&lt;br /&gt;1. Pendidikan dan Komunikasi. Berikan penjelasan secara tuntas tentang latar belakang, tujuan, akibat, dari diadakannya perubahan kepada semua pihak. Komunikasikan dalam berbagai macam bentuk. Ceramah, diskusi, laporan, presentasi, dan bentuk-bentuk lainnya.&lt;br /&gt;2. Partisipasi. Ajak serta semua pihak untuk mengambil keputusan. Pimpinan hanya bertindak sebagai fasilitator dan motivator. Biarkan anggota organisasi yang mengambil keputusan&lt;br /&gt;3. Memberikan kemudahan dan dukungan. Jika pegawai takut atau cemas, lakukan konsultasi atau bahkan terapi. Beri pelatihan-pelatihan. Memang memakan waktu, namun akan mengurangi tingkat penolakan.&lt;br /&gt;4. Negosiasi. Cara lain yang juga bisa dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak-pihak yang menentang perubahan. Cara ini bisa dilakukan jika yang menentang mempunyai kekuatan yang tidak kecil. Misalnya dengan serikat pekerja. Tawarkan alternatif yang bisa memenuhi keinginan mereka&lt;br /&gt;5. Manipulasi dan Kooptasi. Manipulasi adalah menutupi kondisi yang sesungguhnya. Misalnya memlintir (twisting) fakta agar tampak lebih menarik, tidak mengutarakan hal yang negatif, sebarkan rumor, dan lain sebagainya. Kooptasi dilakukan dengan cara memberikan kedudukan penting kepada pimpinan penentang perubahan dalam mengambil keputusan&lt;br /&gt;6. Paksaan. Taktik terakhir adalah paksaan. Berikan ancaman dan jatuhkan hukuman bagi siapapun yang menentang dilakukannya perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan klasik yang dikemukaan oleh Kurt Lewin mencakup tiga langkah. Pertama : UNFREEZING the status quo, lalu MOVEMENT to the new state, dan ketiga REFREEZING the new change to make it permanent (Kurt Lewin, Field Theory in Social Science, 1951) Melalui strategi yang dikemukakan oleh Kurt Lewin, kekuatan pendukung akan semakin banyak dan kekuatan penolak akan semakin sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unfreezing : Upaya-upaya untuk mengatasi tekanan-tekanan dari kelompok penentang dan pendukung perubahan. Status quo dicairkan, biasanya kondisi yang sekarang berlangsung (status quo) diguncang sehingga orang  merasa kurang nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Movement : Secara bertahap (step by step) tapi pasti, perubahan dilakukan. Jumlah penentang perubahan berkurang dan jumlah pendukung bertambah. Untuk mencapainya, hasil-hasil perubahan harus segera dirasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refreezing : Jika kondisi yang diinginkan telah tercapai, stabilkan melalui aturan-aturan baru, sistem kompensasi baru, dan cara pengelolaan organisasi yang baru lainnya. Jika berhasil maka jumlah penentang akan sangat berkurang, sedangkan jumlah pendudung makin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan organisasi amat tergantung dari pemimpinnya,Karena budaya pemimpin akan mewarnai arah perubahan organisasi.Untuk itu faktor pemimpin menjadi kunci utama keberhasilan sebuah perubahan.&lt;br /&gt;Seorang pemimpin yang mampu membawa perubahan organisasi menjadi lebih baik adalah :&lt;br /&gt;1. Punya Visi yang Inspiring dan Mampu menjadi motivasi bagi seluruh anggota organisasi&lt;br /&gt;2. Punya program kerja yang detail dan Terperinci,terarah dan terukur.&lt;br /&gt;3. Perubahan itu dimulai dari diri seseorang pemimpin itu sendiri yang memberikan tauladan bagi seluruh anggota organisasi&lt;br /&gt;4. Membangun kebijaksanaan,melalui kemampuan mendengarkan yang baik.Sebab mengerti orang lain anda mendapatkan kebijaksanaan, mengerti diri sendiri anda mendapatkan pencerahan.&lt;br /&gt;5. Fleksibelitas.Mampu bergerak dan berubah pada situasi apapun.&lt;br /&gt;6. Mampu melihat keunikan para anggota organisasinya&lt;br /&gt;7. Mampu menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan/jabatan yang tepat.&lt;br /&gt;8. Selalu mempunyai cara untuk menyelesaikan persoalan dengan berfikir dan bertindak diluar kebiasaan.&lt;br /&gt;9. Selalu menjadi harapan bagi seluruh anggota organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-7795326573353677140?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/7795326573353677140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/02/keberhasilan-perubahan-berbasis-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7795326573353677140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7795326573353677140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/02/keberhasilan-perubahan-berbasis-pada.html' title='Keberhasilan Perubahan Berbasis Pada Seorang Pemimpin.'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TUku3awi-FI/AAAAAAAAAUg/5FPHFfvsv_s/s72-c/perubahan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5587202105457814879</id><published>2011-01-15T21:30:00.000-08:00</published><updated>2011-01-15T21:38:24.910-08:00</updated><title type='text'>Fleksibelitas Kunci Kesuksesan Strategi Bisnis di Tahun 2011</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TTKER9TNouI/AAAAAAAAAUY/x_QFI3S34EI/s1600/imagesCAHMY373.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TTKER9TNouI/AAAAAAAAAUY/x_QFI3S34EI/s200/imagesCAHMY373.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5562653933803774690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kunci untuk survive atau bahkan memenangkan pasar di tahun 2011, adalah fleksibelitas.Perusahaan yang mampu fleksibel terhadap setiap perubahan yang ada,itulah yang akan tetap eksis di pasar 2011.&lt;br /&gt; Untuk dapat fleksibel maka perusahaan harus mampu melakukan :&lt;br /&gt; Perencanaan berbasis peramalan : mencari perencanaan yg lebih efektif untuk pertumbuhan dg mencoba meramalkan masa yg akan datang melebihi dari tahun berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perencanaan strategis : Mencari cara untuk meningkatkan respon terhadap pasar persaingan dg mencoba berpikir secara strategis.&lt;br /&gt;Hal ini diwujudkan melalui kemampuan perusahaan didalam  melihat tren perubahan pasar dan beradaptasi dengan keadaan. Dan memahami faktor-faktor kunci yang menyebabkan perubahan perilaku konsumen.Beberapa perubahan ekstrim yang mengakibatkan perubahan perilaku konsumen adalah perkembangan teknologi, perubahan iklim geografi,perubahan budaya dan pergeseran kebutuhan yang diakibatkan adanya pergeseran skala ekonomi.&lt;br /&gt;Keberadaan teknologi yang memberi dampak pada perilaku konsumen adalah teknologi informasi yang sekarang terasa begitu kuat,dan menyebabkan hilangnya loyalitas konsumen dan menyebabkan ketidakpastian pasar.&lt;br /&gt;Menurut hermawan kertajaya di pasar Indonesia sekitar 40% Youth atau anak muda (konsumen usia 14 sampai 35) lebih berani mencoba produk atau inovasi terbaru dan sekitar 60% menggunakan new media. &lt;br /&gt;Fenomena bencana yang begitu banyak terjadi di Indonesia mengakibatkan inflasi dan menjadikan turunnya daya taraf hidup masyarakat sehingga menghilangkan kelompok masyarakat yang middle class dan membuat lebar jarak anatara kelompok atas dan bawah yang semakin banyak.&lt;br /&gt;Adanya teknologi informasi yang semakin mudah dan cepat menjadikan terjadinya perubahan budaya masyarakat dimana  Markplus menemukan fakta bahwa lebih dari 80% di Indonesia memegang kontrol keuangan rumah tangga. Mereka sangat peduli terhadap well-being keluarga, sangatlah penting menjaga kepercayaan mereka terhadap merek. Eksklusivitas juga sangat penting bagi wanita dan tentunya mereka adalah orang pertama yang mengikuti tren gaya hidup.&lt;br /&gt;Tidak hanya itu teknologi informasi yang mudah dan semakin murah membuat hubungan relationship orang lebih banyak dilakukan melalui teknologi,sehingga komunitas jejaring socialpun dilakukan melalui situs ( facebook.twiter,yahoo messenger dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergeseran skala ekonomi yang berdampak pada perubahan Gaya hidup Konsumen yang terkonsentrasi pada tiga hal, fashion, entertainment, dan socialization, sehingga perputaran gaya hidup ditentukan dari kualitas dan kuantitas dari tiga hal tersebut.Untuk itu cara mengkomunikasikan produk harus disesuaikan dengan momentum( when,where,Who dan How) yang tepat sesuai dengan skala ekonomi segmen pasar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5587202105457814879?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5587202105457814879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/01/fleksibelitas-kunci-kesuksesan-strategi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5587202105457814879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5587202105457814879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/01/fleksibelitas-kunci-kesuksesan-strategi.html' title='Fleksibelitas Kunci Kesuksesan Strategi Bisnis di Tahun 2011'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TTKER9TNouI/AAAAAAAAAUY/x_QFI3S34EI/s72-c/imagesCAHMY373.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4665856086418336226</id><published>2011-01-04T22:14:00.000-08:00</published><updated>2011-01-04T23:05:57.667-08:00</updated><title type='text'>Peluang dan Ancaman,serta Strategi Bisnis tahun 2011 sektor UMKM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TSQX9X34P-I/AAAAAAAAAUQ/37eDnW1uyNc/s1600/peluang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TSQX9X34P-I/AAAAAAAAAUQ/37eDnW1uyNc/s200/peluang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5558594183229882338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2011 bagi Indonesia adalah sebuah ancaman,tantangan dan peluang,bagi kalangan pebisnis khususnya usaha mikro kecil dan Menengah.Pertumbuhan ekonomi pada 2011 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini dengan proyeksi optimistis sebesar 6,6% dan proyeksi pesimistis 6,3%.Direktur Biro Riset Infobank Eko B Supriyanto dalam paparannya Infobank Outlook 2011 mengatakan pertumbuhan ekonomi 2011 sebagian besar masih didorong sektor konsumsi."Pertumbuhan ekonomi tahun 2011 bukan hanya didorong oleh sektor konsumsi, tapi juga ada peningkatan dari sisi kontribusi investasi,” kata Eko dalam acara Seminar Nasional Outlook 2011 “Babak Lanjut Pertumbuhan Ekonomi : Ekspansi Kredit Menemukan Momentum”.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku bunga yang diperkirakan akan tetap tinggi pada 2011, akan menyebabkan berbagai proses usaha di sektor industri sulit melakukan akselerasi, karena sulit untuk menaikkan daya saing produk. Kondisi ini akan diperberat dengan masuknya berbagai produk impor, yang menjelma menjadi kompetitor serius karena mendapat kemudahan dengan adanya FTA (free trade agreement).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga  inflasi dan tekanan terhadap kenaikan suku bunga, serta ketidakpastian hokum dan kebijakan pemerintah dan ancaman bencana merupakan bayang-bayang serius yang harus diperhatikan bagi kalangan pebisnis UMKM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis 2011 yang masih akan menjadi primadona adalah bisnis ritel khususnya pada sektor konsumsi,namun bisnis ini sangat rentan dengan inflasi sehingga strategi bisnis ritel pada sector konsumsi harus berfokus pada menciptakan biaya yang murah namun momentum produk dan difersifikasi produk khususnya dalam menciptakan image produk harus tepat dan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak peritel asing baru yang akan masuk di tahun 2011 mengakibatkan banyaknya pembukaan gerai baru oleh peritel yang sudah ada saat ini. Sehingga ancaman dari pesaing baru yang merupakan pemain lama akan menjadi ancaman serius bagi para UMKM yang bergerak pada sector ritel konsumsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu strategi yang efektif dan efisien dalam membangun bisnis ritel konsumsi adalah Word of mouth marketing (WOMM) merupakan penyebaran pesan kepada lingkungan secara natural. Sebab informasi itu disampaikan dari satu orang ke orang lain secara independen, tanpa paksaan. “Pelakunya bisa orang biasa ataupun influencer expert, , WOMM sangat menguntungkan jika berhasil dimanfaatkan sebagai media yang efektif. Wajarlah, bila konsumen membicarakannya secara natural, biaya yang dikeluarkan untuk promosi akan lebih efisien. Jauh lebih efektif dibandingkan iklan yang menggerus kocek.&lt;br /&gt;Dalam WOMM memasukkan ide-ide baru yang dapat membuat konsumen makin aktif membicarakan Fatigon. Strateginya dikaitkan dengan integrated marketing activities yang lebih memberikan experience kapada konsumen, sehingga mereka bisa merasakan pengalaman dari suatu produk. Salah satu strateginya adalah berbicara langsung dengan konsumen. Bahkan sebelumnya, strategi WOMM dilakukan mulai dari lingkungan internal &lt;br /&gt;Dari konsep tersebut, lalu dibuat sejumlah strategi below the line (BTL) agar bisa memberikan pengalaman ke konsumen.strategi BTL-nya harus tepat dan mengena kepada target pasar. &lt;br /&gt;Peran teknologi sangat penting buat WOMM. Internet dan telepon seluler adalah media yang bisa mempercepat penyebarannya.Meskipun begitu, kendala WOMM tetap ada. Maklum, karakter WOMM yang natural tentunya tidak bisa dikendalikan. Bisa saja ada pengalaman negatif yang tidak dapat dikontrol sehingga informasi yang disampaikan justru berdampak buruk. Untuk itu, kepuasan pelanggan mesti dioptimalkan agar penyebaran informasi arahnya positif.&lt;br /&gt;untuk lebih mengefektifkan WOMM pembentukan komunitas sangat penting, seperti komunitas olahraga,komunitas agama,komunitas hobi dan lain- lain. “Komunitas bisa menjadi pionir untuk membela produknya,” dalam komunitas siapa saja bisa menjadi brand agen, sementara penggunanya bisa juga figur publik. Sediakan Banyak Varian dan Libatkan Komunitas.&lt;br /&gt;Dalam strategi WOMM untuk memasarkan produk sangatlah penting. membangun jaringan WOM dengan pihak user langsung. Program terjun ke lapangan dan mendekati target pasar memang menjadi strategi dengan melakukan roadshow ke sekolah,ke PKK dan tempat berkumpulnya para target market. &lt;br /&gt;Pemanfaatkan alur komunikasi lewat WOMM yang lebih personal dapat dilakukan dengan menggencarkan Edukasi Pasar dan Sampling,distribusi menuju ke sistem kemitraan dengan pihak-pihak yang ingin mendistribusikan produk. &lt;br /&gt;Beberapa upaya edukasi pasar yang dapat dilakukan untuk menciptakan WOM marketing (WOMM) adalah melakukan WOMM Lewat Karyawan dan Komunitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4665856086418336226?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4665856086418336226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/01/peluang-dan-ancamanserta-strategi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4665856086418336226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4665856086418336226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/01/peluang-dan-ancamanserta-strategi.html' title='Peluang dan Ancaman,serta Strategi Bisnis tahun 2011 sektor UMKM'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TSQX9X34P-I/AAAAAAAAAUQ/37eDnW1uyNc/s72-c/peluang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2412988732277582210</id><published>2011-01-02T19:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-02T20:24:37.000-08:00</updated><title type='text'>Catatan Strategi Bisnis akhir tahun 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TSFPepeJ-fI/AAAAAAAAAUI/z0XKDwqkLfM/s1600/2010.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 173px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TSFPepeJ-fI/AAAAAAAAAUI/z0XKDwqkLfM/s200/2010.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5557810803098909170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pengurangan biaya akan efektif jika didasarkan pada produktivitas,bukan pada penghematan.6:15 AM Dec 19th via Mobile Web&lt;br /&gt;Setiap kegagalan bisnis kita lebih disebabkan karena tidak fokus dalam membuat dan mengupdate rencana bisnis &amp; konsisten menjalankannya11:37 AM Dec 16th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat Produk Anda terhimpit oleh pasar,lakukanlah reinkarnasi dgn mengalir mengikuti pergerakan persepsi pasar dan tunjukan keunikan produk3:50 PM Dec 14th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masalah utama bisnis adalah nilai tambah.jika nilai tambah pelanggan dan anda bertemu.disitulah bisnis yg menguntungkan6:07 AM Nov 30th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami pelanggan itu dengan hati,anda harus bisa merasakan apa yg dirasakan pelanggan.7:00 AM Nov 29th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan dalam bisnis dibangun oleh kemauan,semakin besar kemauan seseorang dalam melakukan bisnis(take risk) semakin cerdas dia berbisnis5:25 AM Nov 27th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Closing penjualan dapat dicapai jika anda dapat mengkomunikasikan produk anda menjadi sesuatu yg dibutuhkan oleh pelanggan.6:36 AM Nov 22nd via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membuat aktivitas bisnis,jadikan budget line anda sebagai acuan penentuan prioritas,dan buat jadwal yg terperinci dan fleksibel.6:11 AM Nov 21st via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa kebutuhan yg tepat akan menghindarkan anda,dari pemborosan biaya dan aktivitas yg sia-sia3:38 AM Nov 20th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bertransaksi jangan gunakan emosi,gunakan memori supaya tidak merugi.2:40 PM Nov 19th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil bisnis kita tidak akan pernah berubah jika kebiasaan kita tidak berubah.Maka ubahlah kebiasaan anda dan jemput kesuksesan anda.4:00 PM Nov 14th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga berbanding searah dan positif dg pengalaman,semakin tinggi pengalaman maka semakin tinggi pula harga.5:51 AM Nov 13th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda tidak adil dalam payment karyawan,maka kehancuran bisnis anda tinggal menghitung hari.4:55 AM Nov 10th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pahami keinginan pelanggan dibutuhkan kemampuan mendengarkan dengan hati dan rasa4:44 AM Nov 9th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah catatan yg mampu menjelaskan penyebab untung ruginya bisnis anda.lakukan analisa 2 mingguan dan bulanan.6:35 PM Nov 7th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Jangan mempertahankan sesuatu/org yg tidak produktif,karena akan menghancurkan bisnis anda.6:20 PM Nov 5th via Mobile Web&lt;br /&gt;Delete&lt;br /&gt;Gunakan kalimat yg sederhana dan positif ketika melakukan komunikasi penjualan serta fokus pada nilai pelanggan.7:17 AM Nov 5th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus yakin dalam bisnis ada sesuatu yg bersifat metafisik dan ini berkaitan erat dg keyakinan kita.dan slalu lihat sisi positifnya.4:54 AM Oct 30th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa sadar,tidak jelasnya tujuan kita,menghancurkan kesuksesan yg kita raih,karena langkah kita yg tidak terarah dan terukur.7:13 PM Oct 24th via Mobile Web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberuntungan adalah suatu akibat dari keikhlasan kita melihat sisi yg menguntungkan dari setiap kejadian dalam kehidupan kita6:22 AM Oct 17th via Mobile Web&lt;br /&gt;Jangan mengambil keputusan dalam kondisi terdesak,bangun harapan dan keyakinan,kemudian buat keputusan pada hal yg paling menyakinkan6:17 PM Sep 30th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skala prioritas,adalah memaksimalkan segala potensi utk hasil yg maksimal dan yg paling menguntungkan.6:12 PM Sep 30th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terlalu melebih-lebihkan proyeksi bisnis anda,bersifatlah realistik dan jujur terhadap resiko yg mungkin terjadi pada bisnis anda11:14 AM Sep 1st via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah menolak permintaan pelanggan jika terpaksa sampaikan dengan cara yg halus.9:36 AM Aug 19th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marketing harus dilakukan secara disiplin dan kontinyu agar menemukan cara yg efektif,unik dan murah7:39 PM Aug 2nd via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan pemasaran yg berpusat pada pelanggan,jadikan pelanggan menjadi subyek dari seluruh aktivitas bisnis,maka anda akan dicari konsumen.7:02 PM Jul 29th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasikan Kebijakan Bisnis Anda pada Tingkat Pengembalian Investasi dan Margin Bukan Profit,agar bisnis anda berkelanjutan &amp; berkembang10:19 AM Jul 27th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memasarkan produk,jangan terpaku pada kontent melainkan konteks dan momentum yg pas dg produk anda4:06 PM Jul 26th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapkan konsistensi dalam upaya untuk memberi yang terbaik buat pelanggan kita,meskipun kebaikan kita belum memberikan seperti harapan kita1:52 PM Jul 19th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun usaha harus dilandasi kesabaran khususnya dalam menyikapi kesulitan dalam memasarkan produk7:56 AM Jul 17th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk bisa tekun menggeluti bidang usaha ,siapkan hati dan pikiran untuk menghadapi resiko,dgn berimajinasi sebagai super hero bisnis anda.5:05 PM Jul 6th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam persaingan usaha sekarang dibutuhkan semangat daya juang yang kuat dan disiplin tinggi serta kerja keras untuk memberi hasil terbaik.6:18 AM Jul 4th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2412988732277582210?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2412988732277582210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/01/catatan-strategi-bisnis-akhir-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2412988732277582210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2412988732277582210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2011/01/catatan-strategi-bisnis-akhir-tahun.html' title='Catatan Strategi Bisnis akhir tahun 2010'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TSFPepeJ-fI/AAAAAAAAAUI/z0XKDwqkLfM/s72-c/2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5811939014149541089</id><published>2010-12-02T00:13:00.000-08:00</published><updated>2010-12-02T01:40:46.061-08:00</updated><title type='text'>Manajemen Bisnis Menurut Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TPdpk6yGpvI/AAAAAAAAATg/Q9JV_DhPTtM/s1600/qb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 173px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TPdpk6yGpvI/AAAAAAAAATg/Q9JV_DhPTtM/s200/qb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546017549105669874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mengajarkan kepada setiap manusia yang mengaku dirinya sebagai pengusaha untuk menguasai kemampuan manajemen yang baik,dan dijabarkan sebagai berikut; Pertama, Setiap pengusaha yang mengaku dirinya muslim maka diwajibkan kepada dirinya untuk mengimplementasikan shalatnya dalam wujud mencari karunia Allah sebanyak-banyaknya dengan selalu mengamalkan nama-nama Allah (asmaul husnah) dalam setiap langkah bisnis kita &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;sebagaimana firman-Nya”Maka apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kalian beruntung ( QS al-Jumu’ah : 10 ). Kedua, kembangkan kemampuan sesuai dengan skill yang dimiliki untuk membangun keyakinan dan rasa percaya diri yang tinggi untuk mencapai keberhasilan suatu usaha yang digeluti sebagaimana firman-Nya “Tiap-tiap orang berbuat sesuai syakilah ( skill ) nya ( QS al-Isra : 84 ). Ketiga bekerjasamalah dengan orang yang paling baik atau kuat dalam bidang usaha yang digeluti dan dapat anda percaya sebagaimana Firman-Nya, ” ..  karena sesungguhnya, orang yang paling baik kamu ambil untuk bekerja ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.. ” ( QS al Qashah : 26 ). Dan Keempat, yakinlah dalam setiap langkah usaha kita Allah memberikan kemudahan sehingga kita mampu menyelesaikan persoalan dan kesulitan bisnis kita sebagaimana Firman-Nya “” Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezekiNya (QS al Mulk : 15 ) dan “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”(QS.Alam Nasyrah ;4-5)&lt;br /&gt;Kedua telapak kaki seorang  anak Adam di hari kiamat masih belum beranjak sebelum ditanya kepadanya mengenai lima perkara: tentang umurnya, apa yang dilakukannya; tentang masa mudanya; tentang hartanya, darimana dia peroleh dan untuk apa dia belanjakan; dan tentang ilmunya, apa yang dia kerjakan dengan ilmunya itu ( HR Ahmad )&lt;br /&gt;Setiap manusia memiliki kemampuan manajemen yang berbeda-beda menurut ruang lingkup masalah yang dihadapi sebagaimana firman-Nya Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran[1010], dan mereka tidak dianiaya. ( QS. Al Mukminun Ayat 62 )&lt;br /&gt;[1010]. Maksudnya: Kitab tempat malaikat-malaikat menuliskan perbuatan-perbuatan seseorang, biarpun buruk atau baik, yang akan dibacakan di hari kiamat .&lt;br /&gt;(Lihat surat Al-Jatsiyah ayat 28-29). &lt;br /&gt;QS. al-Jatsiyah (45) : 28&lt;br /&gt;(Allah berfirman): “Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan”.&lt;br /&gt;QS. al-Jatsiyah (45) : 29&lt;br /&gt;Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh maka Rabb mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.&lt;br /&gt;Pada ayat tersebut diatas jelaslah Allah menyampaikan kepada kita bahwa ada tingkatan manajemen didalam kehidupan dan masing-masing orang akan dimintai pertanggung jawabannya sesuai dengan tingkatan tersebut. &lt;br /&gt;Kemampuan Manajemen juga harus dikembangkan dimana pengembangan kemampuan manajemen, menurut Latif (2002:379), diukur dengan menggunakan 10 indikator yaitu:&lt;br /&gt;1. Komunikasi verbal (verbal communication)&lt;br /&gt;2. Mengatur waktu dan tekanan (managing time and stress)&lt;br /&gt;3. Mengatur keputusan individu (managing indi¬vidual decisions)&lt;br /&gt;4. Mengenali, menetapkan dan memecahkan per-masalahan (recognizing, defining, and solving problems)&lt;br /&gt;5. Memotivasi dan mempengaruhi orang lain (motivating and influencing others)&lt;br /&gt;6. Pendelegasian (delegating)&lt;br /&gt;7. Menentukan tujuan dan mengartikulasikan visi (setting goals and articulating a vision)&lt;br /&gt;8. Kesadaran diri (self-awareness)&lt;br /&gt;9. Membangun tim (team building)&lt;br /&gt;10. Mengatur konflik (managing conflict)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5811939014149541089?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5811939014149541089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/12/manajemen-bisnis-menurut-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5811939014149541089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5811939014149541089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/12/manajemen-bisnis-menurut-allah.html' title='Manajemen Bisnis Menurut Allah'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TPdpk6yGpvI/AAAAAAAAATg/Q9JV_DhPTtM/s72-c/qb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4371043590872106192</id><published>2010-11-23T23:09:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T23:27:50.436-08:00</updated><title type='text'>Budget Line Menurut Al-Quran Menghindarkan Kita Berperilaku Merugi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TOy9E7KwOGI/AAAAAAAAATQ/fgCStlpjsHo/s1600/bg.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TOy9E7KwOGI/AAAAAAAAATQ/fgCStlpjsHo/s200/bg.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543013133686159458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Budget line atau garis anggaran adalah sebuah teori yang dikembangkan berdasarkan teori perilaku konsumen dimana pada teori perilaku konsumen ada dua pendekatan yakni :&lt;br /&gt;1. Pendekatan Marginal Utility (Cardinal), beranggapan bahwa kepuasan konsumen dapat diukur dengan satu satuan, misalnya uang.&lt;br /&gt;2. Pendekatan Indifference Curve (Ordinal) yang beranggapan bahwa kepuasan konsumen tidak dapat diukur dengan satu satuan. Tingkat kepuasan konsumen hanya dapat dinyatakan lebih tinggi atau lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pendekatan Marginal Utility digunakan anggapan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Utility bisa diukur dengan uang.&lt;br /&gt;2. Hukum Gossen (The Law Of Diminishing Returns) berlaku yang menyatakan bahwa "Semakin banyak sesuatu barang dikonsumsi, maka tambahan kepuasan yang diperoleh dari setiap satuan tambahan yang dikonsumsikan akan menurun".&lt;br /&gt;3. Konsumen berusaha memaksimumkan kepuasan.&lt;br /&gt;Total Utility adalah seluruh kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsi sejumlah barang tertentu. Marginal Utility adalah tambahan atau pengurangan kepuasan sebagai akibat dari pertambahan atau pengurangan satu unit barang tertentu.&lt;br /&gt;Asumsi dasar teori utility ordinal&lt;br /&gt;a. Rasionalitas artinya konsumen akan berusaha meningkatkan atau memilih tingkat kepuasan yang tinggi.&lt;br /&gt;c. Nilai guna tergantung pada jumlah barang yang dikonsumsi&lt;br /&gt;d. Transivitas artinya konsumen akan menjatuhkan pada pilihan yang terbaik dan bebeberapa pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budget line merupakan garis anggaran yang menghubungkan kombinasi kebutuhan yang bisa dipenuhi oleh konsumen dengan anggaran yang dimilikinya,atau dalam kata lain kepuasan maksimum dibatasi oleh anggaran atau dana yang dimiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehinggan perubahan-perubahan harga yang terjadi yang mempengaruhi keseimbangan pemaksimuman kepuasan, jika titik-titik dari perubahan harga tersebut dihubungkan,maka akan terjadi suatu kurva yang disebut Garis Harga Konsumsi yang menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin berkurang. Sedangkan perubahan pendapatan disebut Garis Pendapatan Konsumsi akan mempengaruhi pemaksimuman kepuasan yang menunjukkan tingkat kepuasan yang semakin meningkat.&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan budget line Allah SWT sudah mengajarkan kepada kita melalui firmanNya dalam QS. al-Isra’: 26-27 “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.Sesungguhnya orang-orang yang menyia-nyiakan harta (pemboros) itu seperti keadaan syetan”&lt;br /&gt;Pada Ayat ini Allah mengajarkan kepada kita bagaimana seharusnya kita menggunakan atau membelanjakan anggaran yang kita miliki meliputi :&lt;br /&gt;1.Allah memerintahkan kepada kita untuk mendahulukan pos belanja rutin dari setiap anggaran yang kita miliki.&lt;br /&gt;2.Mendahulukan Kebutuhan khususnya yang bersifat mendesak dan menghindari distorsi keinginan dalam pemenuhan kebutuhan.&lt;br /&gt;3. Tidak bersifat Boros atau dalam artian belanjakan anggaran kita secara efisien yakni tepat guna memiliki kemanfaatan yang tinggi (niliai utility yang tinggi baik margin utility ataupun total utility).&lt;br /&gt;Dalam ayat yang lain Allah juga mengajarkan kepada kita supaya mendapatkan keberuntungan maka belanjakanlah anggaran yang kita miliki dengan perencanaan yang tepat,menghindari biaya entertainment yang merugikan,berkorban untuk benda yang tidak dapat memberi manfaat(berhala/benda mati, terlebih belanja tersebut  dengan hutang),untuk berspekulasi yakni membelanjakan untuk sesuatu yang tidak pasti/mengundi nasib,sebagaimana Fiman Allah dalam QS. Al-Maidah: 90:&lt;br /&gt; “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4371043590872106192?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4371043590872106192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/teori-budget-line-menurut-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4371043590872106192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4371043590872106192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/teori-budget-line-menurut-al.html' title='Budget Line Menurut Al-Quran Menghindarkan Kita Berperilaku Merugi'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TOy9E7KwOGI/AAAAAAAAATQ/fgCStlpjsHo/s72-c/bg.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8153766481104225680</id><published>2010-11-20T01:20:00.000-08:00</published><updated>2010-11-20T01:32:22.300-08:00</updated><title type='text'>Sayangi Pelanggan Anda Maka Sukses Bisnis Anda Genggam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TOeT3lUWcwI/AAAAAAAAATI/hdbhj7FKeD8/s1600/sayang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TOeT3lUWcwI/AAAAAAAAATI/hdbhj7FKeD8/s200/sayang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5541560449622242050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut McCarthy dkk (1998) setiap langkah yang dilakukan dalam mempormulasikan strategi pemasaran harus diorientasikan pada upaya untuk mencapai kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan merupakan kunci utama dari konsep pemasaran dan strategi pemasaran. Ini berarti bahwa proses yang ditempuh oleh setiap pihak boleh jadi bermacam-macam sesuai dengan kesanggupan dan karakteristik masing-masing tetapi tujuan akhirnya tetap akan bermuara pada tercapainya kepuasan konsumen atau consumer satisfaction. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya dengan pertukaran. Pertukaran adalah salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah pada suatu persetujuan. Jika persetujuan tercapai maka disebut transaksi. Transaksi merupakan pertukaran nilai antara dua pihak. Untuk kelancaran dari transaksi, maka hubungan yang baik dan saling percaya antara pelanggan, distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikan ekonomi, teknis dan sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar secara kesinambungan. Komunikasi pemasaran memiliki peran kunci dalam membentuk citra dan meningkatkan penjualan . Ketatnya situasi persaingan usaha, perkembangan teknologi, dan perubahan perilaku konsumen membuat pemasar harus menerapkan komunikasi pemasaran terpadu yang berfokus pada pelanggan.Maka perlu dibangun pemasaran relasional,dimana pemasaran relasional menekankan rekrutmen dan pemeliharaan (mempertahankan) pelanggan melalui peningkatan hubungan perusahaan dengan pelanggannya.  &lt;br /&gt; Pada pemasaran relasional, penarikan pelanggan baru hanyalah langkah awal. Banyak studi yang menyebutkan bahwa menarik pelanggan baru memerlukan biaya lima kali lipat dibanding mempertahankan pelanggan.Untuk bisa bertahan didalam persaingan yang semakin ketat maka mempertahankan pelanggan menjadi syarat mutlak yang harus dilakukan.Jika perusahaan anda menambah pelanggan baru dengan mengorbankan atau hilangnya pelanggan lama maka hal ini menunjukkan bisnis anda belum bagus dan pada hakekatnya tidak tumbuh,bahkan kondisi ini justru menghawatirkan mengingat ketidakloyalan pelanggan anda mengancam stabilitas bisnis Anda.Didalam membangun Pemasaran relasional Allah telah mengajarkan kepada kita melalui firmanNya dalam QS.An-Nisa’ ayat 1:&lt;br /&gt;"Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan)nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim." &lt;br /&gt;Pada ayat ini Allah hendak menjelaskan kepada kita untuk menerapkan 99 Namanya didalam membangun dan melakukan hubungan dengan saling memberi,mengisi dan menutupi kekurangan antara satu dengan yang lain dan membangun hubungan yang berlandaskan kasih sayang.Dan Hal tersebut akan membawa kita kepada jalan Takwa yakni jalan menuju sukses di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8153766481104225680?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8153766481104225680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/sayangi-pelanggan-anda-maka-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8153766481104225680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8153766481104225680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/sayangi-pelanggan-anda-maka-sukses.html' title='Sayangi Pelanggan Anda Maka Sukses Bisnis Anda Genggam'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TOeT3lUWcwI/AAAAAAAAATI/hdbhj7FKeD8/s72-c/sayang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-9193249908527101181</id><published>2010-11-17T22:27:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T23:39:40.099-08:00</updated><title type='text'>Sukses Organisasi ditentukan oleh Kemampuan Pembelajaran Organisasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TOTYL5ja_6I/AAAAAAAAATA/Z6fk1OUQ8Rk/s1600/belajar.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 136px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TOTYL5ja_6I/AAAAAAAAATA/Z6fk1OUQ8Rk/s200/belajar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540791140512104354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Organisasi yang berhasil adalah yang mampu mengidentifikasikan dan menyelaraskan visi-misi-strategi dan kultur struktur sistem yang harus dicapai dengan kapasitas yang ada dan semua itu diterapkan dalam proses pembelajaran organisasi .Allah berfirman QS Al-Jumu’ah  ayat 2: &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,”&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut, kita bisa melihat bahwa dalam proses pembelajaran terpadu berbasis Qur’an, ada 4 langkah yang harus diikuti yaitu&lt;br /&gt;1. Harus ada yang memimpin dan pemimpin dalam hal ini adalah orang yang dipercaya baik kemampuan aupun pribadinya.&lt;br /&gt;2. Proses Pembelajaran harus dilakukan dengan disampaikan secara bertahap dan terperinci,mensucikan jiwa, menyiapkan dan memotivasinya (axiology)&lt;br /&gt;3. Proses Pembelajaran harus dapat mencapai output yang diinginkan dan mengeluarkan mereka dari jalan yang salah atau merugi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melihat sejauhmana kemampuan pembelajaran organisasi maka kemampuan pembelajaran organisasi  dapat diukur menurut ukuran kemampuan pembelajaran organisasi yang dikembangkan oleh Marquardt (1996:30) yang terdiri dari :&lt;br /&gt;1. sistem berpikir;merupakan kesempatan dan bantuan yang diberikan oleh organisasi untuk mengembangkan karyawannya&lt;br /&gt;2. model mental; merupakan dorongan yang dimiliki oleh setiap anggota organisasi untuk mengubah dan mengembangkan cara pandangnya terhadap lingkungan&lt;br /&gt;3. kemampuan personal; merupakan kemampuan dan kecakapan personal dalam menjalankan pekerjaannya &lt;br /&gt;4. kerjasama tim; merupakan kemampuan orang-orang dalam organisasi untuk bekerjasama dalam tim&lt;br /&gt;5. kemampuan membagi visi bersama; merupakan kemampuan organisasi untuk membagi  visi organisasi kepada semua orang yang ada di dalamnya, dan &lt;br /&gt;6. kemampuan dialog; merupakan kesediaan untuk saling berdialog, bertukar pendapat dan kesediaan mendengar pendapat orang lain.&lt;br /&gt;Dalam proses pembelajaran organisasi, untuk dapat mencapai visi perusahaan, premis yang harus dipikirkan perusahaan adalah bagaimana perusahaan akan mempertahankan kemampuannya untuk berubah dan memperbaiki hal-hal yang dianggap perlu.Sehingga perlu dilakukan sebuah pengukuran terhadap setiap aktivitas yang dijalankan oleh organisasi.&lt;br /&gt;Menurut Brimson-Antos (2000:59) Pengukuran aktivitas (activity measures) adalah output atau atribut fisik dan sebuah aktivitas. Badan usaha harus menentukan aktivitas mana yang bersifat kritis, sehingga pengukuran atas output menjadi lebih visibel dan memperjelas upaya pencapaiannya. Ciri-ciri activity measures adalah:&lt;br /&gt;a. Mudah dipahami, mudah untuk mengukurnya, mudah untuk mengelolanya dan sumber data yang telah ada dan berhubungan langsung dengan faktor aktivitas operasionalnya.&lt;br /&gt;b. Harus ada hubungan langsung antara perubahan volume activity mesaures dengan faktor operasional layanan. Artinya jika suatu perubahan berpengaruh secara fundamental terhadap kineja aktivitas, maka activity measures harus dimulai kembali akan kerelevansinya.&lt;br /&gt;c. Activity measures sifatnya lebih luas dan service operation measures.&lt;br /&gt;d. Dengan menentukan output dan pengguna informasi aktivitas ini, manajer dapat menentukan apakah suatu aktivitas khusus berada dalam prioritas jangka pendek atau panjang.&lt;br /&gt;e. Dengan mengetahui cost per activity akan membantu dalam planning dan budgeting pada suatu proses bisnis.&lt;br /&gt;Dengan menjadikan organisasi kerja kita sebagai tempat belajar yang terpadu dan terukur maka kita akan dapat menggerakkan semua ornamen organisasi untuk mencapai visi dan tujuan organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-9193249908527101181?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/9193249908527101181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/sukses-organisasi-ditentukan-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/9193249908527101181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/9193249908527101181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/sukses-organisasi-ditentukan-oleh.html' title='Sukses Organisasi ditentukan oleh Kemampuan Pembelajaran Organisasi'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TOTYL5ja_6I/AAAAAAAAATA/Z6fk1OUQ8Rk/s72-c/belajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5933222346003665932</id><published>2010-11-07T23:29:00.000-08:00</published><updated>2010-11-07T23:36:59.366-08:00</updated><title type='text'>Prioritas Menentukan Gagal dan Suksesnya Bisnis dan Kepemimpinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TNeoXP-VXEI/AAAAAAAAASs/xEyyNxpjY-Y/s1600/pareto.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 147px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TNeoXP-VXEI/AAAAAAAAASs/xEyyNxpjY-Y/s200/pareto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5537079384253750338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sadar dari semua kegiatan organisasi dan Individu jika dievaluasi dengan benar dan tepat maka kita akan menemukan bahwa hanya 20% saja baik waktu maupun sumberdaya yang tepat sasaran dan tepat guna dalam mencapai suatu tujuan.Dan hanya orang-orang yang focus dan terpilih yang dapat menggunakan sumberdayanya secara optimum.Kondisi ini sesuai dengan firman Allah dalam QS.Alam-Nasrah ayat 4;.Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Ayat (4) ini allah mengingatkan kita sebagai manusia yang diberi Allah kemampuan yang paling tinggi dibandingkan mahluk lainnya,dan kita diminta untuk memberdayagunakan seoptimal mungkin segala yang diberikan Allah kepada kita. Dan QS.Al-Imron ayat 104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf (Perbuatan yang baik,member manfaat) dan mencegah dari yang munkar(Perbuatan yang jelek,sia-sia dan menjadikan mudharat) merekalah orang-orang yang beruntung.Orang-orang yang terpilih adalah mereka yang selalu menggunakan akalnya untuk memikirkan dan mempelajari seluruh ciptaan Allah.SWT.sebagaimana yang termaktub dalam QS.Al-Imron ayat: 190 – 191&lt;br /&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.&lt;br /&gt;Vilfredo Pareto (1848 - 1923) dalam sebuah penelitiannya,menyatakan bahwa 80% kekayaan negara hanya dinikmati oleh  20% kelompok tertentu dari penduduk. Dengan kata lain, 80% dari penduduk hanya berkesempatan menikmati 20% dari kekayaan negara. Katakanlah kalau diasumsikan jumlah penduduk seluruhnya mencapai 100 juta jiwa, berarti hanya 20 juta jiwa yang kaya raya dengan mendapat 80% kekayaan negara. Sisa penduduk yang berjumlah 80 juta jiwa hidup pas-pasan karena kue negara yang hanya 20% harus dibagi-bagi. Karena setengah kaget dengan hasil penelitian tersebut, Pareto kemudian mengadakan penelitian di lain negara, ternyata hasilnya sama atau hampir sama.&lt;br /&gt;Dalam dunia bisnis, untuk merebut pasar anda harus berpikir analitis dan cermat.Dalam arti ketepatan strategi pas dengan kebutuhan pasar (tidak lebih dan tidak kurang). Artinya temukan 20% dari strategi yang bisa merebut 80% daya tarik pasar dengan memberi 80% premiun solusi kepada 20% pelanggan setia. Jangan mengobral strategi yang justru menghabiskan 80% cost padahal hanya akan menciptakan 20% rate of return (Mack Hanan, dalam Fast Growth Strategy, McGraw-Hill International, Singapore, 1987)&lt;br /&gt;Prinsip Pareto ini juga  mengatakan bahwa 80% gangguan berasal dari 20% masalah yang ada,dimana banyak sekali aktifitas kita 80% sia-sia tidak tepat guna dan sasaran,dan ini juga terkait dengan anggaran/biaya yang kita keluarkan cenderung 80% biaya yang kita keluarkan tidak efektif dan tidak tepat guna didalam upaya pencapaian tujuan,visi dan misi kita.&lt;br /&gt;Prinsip pareto ini mengarahkan kita untuk selalu focus pada tujuan dan membuat skala prioritas dalam setiap aktifitas kita.Kondisi ini sejalan dengan firman Allag dalam Al-Quran Surat Alam-Nasr ayat 7; Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,&lt;br /&gt;Dalam Ayat (7) ini allah mengingatkan kita sebagai manusia harus mampu merencanakan setiap langkah dengan baik,sistimatik dan bertahap,dan memiliki skala prioritas,lakukan hal yang paling penting dan berhasil guna besar dalam mencapai visi,misi dan tujuan.&lt;br /&gt;Berdasarkan fenomena-fenomena diatas maka perlu kita melakukan audit kinerja dan sumberdaya khususnya terkait dengan keberadaan SDM,harus dipetakan mana SDM yang merupakan bagian dari solusi dan mana SDM yang hanya akan mengganggu pencapaian tujuan,visi,misi perusahaan.Setelah dipetakan maka dibuatlah target kerja yang terukur dan jelas.lakukan control yang melekat dan reward punismen yang bersifat melekat dan transparan.Jika ini tidak dilakukan maka 80% gangguan yang sebetulnya hanya merupakan 20% masalah(karena penyelesainnya hanya membutuhkan ketegasan pimpinan)akan menjadi 80% masalah bahkan 100% masalah dan akan menghancurkan bisnis dan organisasi yang anda pimpin.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5933222346003665932?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5933222346003665932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/prioritas-menentukan-gagal-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5933222346003665932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5933222346003665932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/prioritas-menentukan-gagal-dan.html' title='Prioritas Menentukan Gagal dan Suksesnya Bisnis dan Kepemimpinan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TNeoXP-VXEI/AAAAAAAAASs/xEyyNxpjY-Y/s72-c/pareto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-7396922663614999045</id><published>2010-11-04T23:39:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T00:30:27.394-07:00</updated><title type='text'>Indikator Keberhasilan Pemicu Prestasi Kerja Karyawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TNOsbws5h4I/AAAAAAAAASk/76-V3kl8J_o/s1600/indikator.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 197px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TNOsbws5h4I/AAAAAAAAASk/76-V3kl8J_o/s200/indikator.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535957959898138498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bayangkan &lt;/span&gt;kalau kita tidak memiliki ukuran dalam kehidupan kita,tentunya kita tidak akan mampu menyeimbangkan kehidupan kita,dan hidup menjadi sesuatu rutinitas yang membosankan,tidak hanya itu pekerjaan yang kita lakukan menjadi tidak terarah dan menimbulkan kontra produktif,dimana kita &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;bekerja tanpa target dan asal-asalan yang membuat terjadinya degradasi tidak hanya dari sisi kualitas tetapi juga kuantitas&lt;/span&gt;. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu sebuah keseimbangan itu ditentukan oleh kemampuan kita didalam melakukan pembobotan terhadap setiap aktifitas kita menjadi dua kelompok utama.yakni kelompok yang penting/utama dan kelompok yang pelengkap/pendukung.&lt;br /&gt;Kunci didalam membuat ukuran dan pembobotan yang baik dan tepat adalah dengan mencoba membuat catatan mulai dari input yang kita miliki kemudian proses yang kita lakukan,output yang dihasilkan dan dampak dari setiap aktifitas kita.&lt;br /&gt;Pada hakekatnya apa yang terjadi dalam kehidupan adalah merupakan siklus dari sebab dan akibat,suatu akibat yang terjadi pada hari ini disebabkan oleh akibat yang terjadi pada masa lampau.dan Masalah timbul karena ketidaksesuaian antara apa yang diinginkan dengan kenyataannya(fenomena) sehingga biasanya dicari penyebab atau akar masalahnya.&lt;br /&gt;Untuk dapat mencari akar permasalahannya, maka masalah-masalah yang ada harus di identifikasi sesuai dengan derajat kepentingan dan dikelompokkan berdasarkan karakteristik dari setiap masalah.setiap masalah muncul dari suatu gejala/fenomena.Kemudian masing-masing gejala/ fenomena tersebut dicari penyebabnya, kemudian dikelompokkan berdasarkan kesamaan penyebab timbulnya gejala/fenomena tersebut.&lt;br /&gt;Akar permasalahan yang telah diidentifikasikan dibuat alternatif penyelesaiannya berdasarkan isue-isue strategis yang ada baik secara internal maupun eksternal. Setiap masalah yang sudah diidentifikasi/ dapat mempunyai beberapa  alternatif penyelesaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lingkungan yang semakin kompetitif manajemen didalam membuat alternative penyelesaian dan untuk meningkatkan kinerjanya harus didukung dengan cara menyempurnakan sistem pengukuran kinerja tradisional karena dalam sistem pengukuran tradisional yang menekankan pada ukuran keuangan sebagai tolok ukur kinerja memiliki keterbatasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balanced Scorecard system (sistem pengukuran kinerja berimbang) merupakan sistem pengukuran yang efektif yang menjadi bagian integral proses manajemen yang dapat memotivasi peningkatan di bidang-bidang penting  serta pengembangan pasar. &lt;br /&gt;Pada tahap awal eksperimennya Balanced Scorecard merupakan kartu skor yang digunakan untuk mencatat skor hasil kinerja eksekutif.  Melalui kartu skor, skor yang hendak diwujudkan eksekutif di masa depan dibandingkan dengan hasil kinerja sesungguhnya. Hasil perbadingan ini digunakan untuk melakukan evaluasi atas kinerja eksekutif. Kata berimbang dimaksudkan untuk menunjukan bahwa kinerja eksekutif diukur secara berimbang dari dua prespektif. Keuangan dan non keuangan, jangka panjang dan jangka pendek, intern dan ekstern. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bambang Sudarsono (2006) dalam tesisnya dengan Balanced Scorecard sebagai alternatif alat ukur kinerja, organisasi Oma Group. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa keempat perspektif desain Balanced Scorecard yakni perspektif financial, perspektif customer, perspektif internal bisnis dan learning and growth adalah sesuai untuk mengukur kinerja Balanced Scorecard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kaplan-Norton (1999:3) kemampuan badan usaha untuk mengerahkan dan memanfaatkan intangible assets adalah hal yang jauh lebih penting dan pada investasi dan mengatur tangible assets. Hal-hal yang termasuk dalam intangible assets adalah:&lt;br /&gt;1) Mengembangkan hubungan dengan pelanggan&lt;br /&gt;2) Memperkenalkan produk jasa yang inovatif&lt;br /&gt;3) Menghasilkan customized product/service dengan cepat dan harga murah&lt;br /&gt;4) Memobilisasi keterampilan serta motivasi karyawan untuk perbaikan proses secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;5) Memanfaatkan teknologi informasi, data base dan sistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balanced Scorecard menerjemahkan visi dan strategi ke dalam sarana yang dapat mengkomunikasikan strategic intent dengan efektif dan memotivasi seluruh karyawan untuk meningkatkan kinerjanya.Dengan adanya kartu catatan disetiap aktifitas mulai dari input,proses ,output serta dampak,kita mampu menelusuri serta membandingkan kinerja operasional, manajerial dan strategik dengan sasaran yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-7396922663614999045?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/7396922663614999045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/indikator-keberhasilan-pemicu-prestasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7396922663614999045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7396922663614999045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/indikator-keberhasilan-pemicu-prestasi.html' title='Indikator Keberhasilan Pemicu Prestasi Kerja Karyawan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TNOsbws5h4I/AAAAAAAAASk/76-V3kl8J_o/s72-c/indikator.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8447720210196299909</id><published>2010-11-04T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-11-04T02:56:42.576-07:00</updated><title type='text'>Philosopi Pohon Kunci Sukses Membangun Bisnis di tengah Bencana</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TNKCI6i40HI/AAAAAAAAASc/_TjaXt8p-GM/s1600/merapi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TNKCI6i40HI/AAAAAAAAASc/_TjaXt8p-GM/s200/merapi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5535629981657911410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan kegagalan dalam bisnis kita disebabkan karena kita tidak memiliki akar yang kuat ketika kita membangun sebuah bisnis.Kondisi ini juga berlaku ketika seseorang dihadapkan pada resiko rugi yang membuat dia harus kehilangan (menjadi miskin).Suatu perencanaan harus diawali dari sebuah nilai yang positif dalam bentuk kalimat positif yang menjadi kompas kita dalam mengarahkan kapal ditengah samudra yang luas dengan hempasan ombak dan badai. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;firman Allah dalam surat lbrahim ayat 24-25 “Tldakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yg baik seperti pohon yg baik akarnya teguh dan cabang menjulang ke langit pohon itu memberikan buahnya tiap musim dgn seidzin Rabbnya Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu utk manusia supaya mereka selalu ingat.”&lt;br /&gt;Megginson (2.000), menyatakan sebab-sebab kegagalan dalam usaha small business secara berurutan adalah:&lt;br /&gt;• lack of capital, kekurangan modal, tidak bisa memupuk relasi, sehingga tidak bisa  memperoleh tambahan modal&lt;br /&gt;• no business knowledge, kurang memiliki pengetahuan tentang bisnis&lt;br /&gt;• poor management, tidak memiliki keterampilan dalam manajemen, mulai dari perencanaan, mengorganisasi, menggerakan karyawan dan mengawasi aktivitas bisnisnya&lt;br /&gt;• inadequate planning, tidak mampu membuat perencanaan, karena menganggapnya tidak penting, atau memang tidak mampu menyusun perencanaan&lt;br /&gt;• inexperience. Kurang pengalaman, dan tidak mau belajar dari pengalaman; &lt;br /&gt;Untuk mengantisipasi kegagalan dalam sebuah bisnis kita harus membangun sebuah akar yang kuat dimana kunci dari akar ini adalah struktur kehidupan kita dan keberadaan informasi yang kita terima.&lt;br /&gt;Banyak sekali kebijakan pemerintah dan keberadaan informasi media yang membuat struktur masyarakat, pelayanan dan lingkungan menjadi rusak atau hancur akibat dampak kedaruratan. Adalah kombinasi mudahnya terpengaruh (susceptibility)dan daya bertahan (resilience).  Resilience adalah bagaimana masyarakat mampu bertahan terhadap kehilangan, dan susceptibility adalah derajat mudahnya terpengaruh terhadap risiko. Kondisi inilah yang menjadikan rendahnya  kemampuan masyarakat beserta lingkungannya untuk mengantisipasi, mengatasi dan pulih dari bencana.(Syaiful Saanin. BSB Sumbar)&lt;br /&gt;Untuk itu kita harus mampu mengelola resiko dengan memperhitungkan sebuah resiko sejak saat kita melakukan perencanaan. Pengelolaan risiko harus dilakukan secara terstruktur dan  sistematik dengan:&lt;br /&gt;-         Memastikan hal-hal terkait&lt;br /&gt;-         Mengidentifikasi risiko&lt;br /&gt;-         Menganalisis risiko&lt;br /&gt;-         Menilai / mengevaluasi risiko dan dampaknya &lt;br /&gt;-         Mengatasi risiko (pencegahan/mitigasi, mempersiapkan, merespons dan pemulihan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memonitor proses pengelolaan resiko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci Sukses Membangun Bisnis di tengah Bencana adalah kita tidak boleh berputus asa terhadap rahmat Allah dan selalu bertakwa dan bersabar,karena kita selalu yakin,Allah selalu punya rencana yang baik untuk kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tetap semangat saudaraku meskipun berbagai bencana tengah melanda negeri kita tecinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir"…Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik" (QS.Yusuf ayat 87 dan 90)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8447720210196299909?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8447720210196299909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/philosopi-pohon-kunci-sukses-membangun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8447720210196299909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8447720210196299909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/11/philosopi-pohon-kunci-sukses-membangun.html' title='Philosopi Pohon Kunci Sukses Membangun Bisnis di tengah Bencana'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TNKCI6i40HI/AAAAAAAAASc/_TjaXt8p-GM/s72-c/merapi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2161625298347367793</id><published>2010-10-27T23:26:00.000-07:00</published><updated>2010-10-27T23:37:00.950-07:00</updated><title type='text'>Membuat Ketidakselarasan Menjadi Sebuah Kesuksesan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TMkZe8k9tMI/AAAAAAAAASU/Ehhbtm1M3fA/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TMkZe8k9tMI/AAAAAAAAASU/Ehhbtm1M3fA/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532981636649301186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi didalam setiap langkah kehidupan kita,banyak menemukan ketidakselarasan hal ini timbul karena kondisi dan situasi yang ada tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ketidakselarasan adalah suatu rentang/ gap antara yang seharusnya dengan yang terjadi. &lt;br /&gt;Kondisi seharusnya adalah kondisi ideal yang dibuat berdasarkan perencanaan yang matang,namun ketika itu diterapkan dilapangan banyak hal yang mempengaruhi sehingga apa yang terjadi tidaksesuai dengan rencana yang diinginkan.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan berwirausaha banyak sekali  ditentukan oleh kemampuan kita didalam menyikapi setiap ketidakselarasan yang kita hadapi.Jika kita melihatnya sebagai hambatan,yangmembuat kita berkeluh kesah dan akhirnya putus asa,maka jadilah kita sebagai seorang pecundang yang kalah sebelum bertanding.Namun jika kita mampu melihatnyasebagai sebuah peluang dan membuat kita lebih bersemangat dan totalitas maka kita akanmendapati diri kita sebagai pemenang,karena kita mampu menciptakan inovasi dan hal-hal yang baru dan membuat ketidakselarasan menjadi sebuah kemanfaatan yang berdayaguna dan berhasilguna tinggi.&lt;br /&gt;Agar kita mampu menjadikan ketidakselarasan menjadi sebuah peluang maka Allah SWT berfirman dalam QS.Alam-Nasyrah(94) ayat 1-8:&lt;br /&gt;1)Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?&lt;br /&gt;Dalam Ayat (1) ini allah mengingatkan kita untuk selalu melapangkan dada kita dalam menghadapi ketidakselarasan kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2).Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3).yang memberatkan punggungmu?&lt;br /&gt;Dalam Ayat (2 dan 3) ini allah mengingatkan kita untuk tidak menjadikan ketidakselarasan kehidupan kita,sebagai beban yang membuat kita berkeluhkesah dan putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4).Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.&lt;br /&gt;Dalam Ayat (4) ini allah mengingatkan kita sebagai manusia yang diberi Allah kemampuan yang paling tinggi dibandingkan mahluk lainnya,dankita diminta untuk memberdayagunakan seoptimal mungkin segala yang diberikan Allah kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5).Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6).sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.&lt;br /&gt;Dalam Ayat (5 dan 6) ini allah mengingatkan kita bahwa didalam setiap kesulitan pasti ada kemudahan,sehingga prespektif kita harus selalu melihat jawaban dari setiap masalah dan ketidakselarasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7).Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,&lt;br /&gt;Dalam Ayat (7) ini allah mengingatkan kita sebagai manusia harus mampu merencanakan setiap langkah dengan baik,sistimatik dan bertahap,lakukan hal yang paling bisa,mendesak dan sumberdaya anda memungkinkan untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8).dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.&lt;br /&gt; Dalam Ayat (8) ini allah mengingatkan kita untuk selalu bertawakal kepada Allah,terhadap apa yang sudah kita lakukan dengan optimal,sehingga kita yakin dan percaya bahwa yang terjadi itu adalah yang terbaik buat kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2161625298347367793?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2161625298347367793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/10/membuat-ketidakselarasan-menjadi-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2161625298347367793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2161625298347367793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/10/membuat-ketidakselarasan-menjadi-sebuah.html' title='Membuat Ketidakselarasan Menjadi Sebuah Kesuksesan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TMkZe8k9tMI/AAAAAAAAASU/Ehhbtm1M3fA/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4795389417399610615</id><published>2010-10-25T23:55:00.000-07:00</published><updated>2010-10-26T00:18:57.690-07:00</updated><title type='text'>Pengukuran Profesionalisme Kerja Karyawan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TMZ8GoxLfaI/AAAAAAAAASM/jOozS8L-VkY/s1600/sukses.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 182px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TMZ8GoxLfaI/AAAAAAAAASM/jOozS8L-VkY/s200/sukses.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5532245645735984546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 208:&lt;br /&gt;Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara kaffah, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syetan. Sungguh ia musuh yang nyata bagimu.&lt;br /&gt;kaffah mempunyai arti keseluruhan atau totalitas. Islam adalah nafas setiap perbuatan dan kehidupan seorang muslim. Oleh karena itu, ayat di atas memiliki maksud: dalam setiap perbuatan, lakukanlah secara totalitas. Dalam istilah manajemen, totalitas adalah penuh dedikasi atau profesional. Allah Menunjukkan dalam ayat ini berbicara tentang profesionalisme.&lt;br /&gt;Profesionalisme adalah hasil seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama. (Rivai dan Basri, 2004: 14) &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apabila dikaitkan dengan performance sebagai kata benda (noun), maka pengertian performance atau profesionalisme adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan secara legal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. (Rivai dan Basri, 2004: 16).&lt;br /&gt;Schuler dan Jackson (1996: 3)  mengemukakan penilaian profesionalisme mengacu pada suatu sistem formal dan terstruktur yang mengukur, menilai dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk ketidakhadiran. Fokusnya adalah untuk mengetahui seberapa produktif sorang karyawan dan apakah ia bisa berprofesionalisme sama atau lebih efektif pada masa yang akan datang, sehingga karyawan, organisasi dan masyarakat semuanya memperoleh manfaat. Penilaian profesionalisme akan menghasilkan informasi profesionalisme yang dikelompokan dalam lima ketegori, yaitu (1) evaluasi yang menekankan perbandingan antar-orang, (2) pengembangan yang menekankan perubahan-perubahan dalam diri seseorang dengan berjalannnya waktu, (3) pemeliharaan sistem, (4) dokumentasi keputusan-keputusan SDM, (5) penyejajaran penilaian dengan keputusan bisnis.&lt;br /&gt;Jenis-jenis kriteria profesionalisme yang dikemukakan oleh Schuler dan Jackson (1996: 11-12) terdiri dari tiga jenis yaitu :&lt;br /&gt;1. Kriteria berdasarkan sifat, memusatkan diri pada karakteristik pribadi seorang karyawan. Loyalitas, keandalan, kemampuan berkomunikasi, dan keterampilan memimpin merupakan sifat-sifat yang sering dinilai selama proses penilaian. Jenis kriteria ini memusatkan diri pada bagaimana seseorang, bukan apa yang dicapai atau tidak dicapai seseorang dalam pekerjaannya. Meskipun instrumen-instrumen penilaian berdasarkan sifat dapat diciptakan dengan mudah, instrumen-instrumen itu mungkin bukan indikator pekerjaan yang valid karena yang dinilai sebagai profesionalisme harus dikaitkan langsung dengan pekerjaan. Sayangnya, hubungan antara sifat dan profesionalisme seringkali lemah, atau paling tidak sulit ditetapkan dengan jelas karena sifat sulit didefenisikan.&lt;br /&gt;2. Kriteria berdasarkan perilaku, terfokus pada bagaimana pekerjaan dilaksanakan. Kriteria seperti ini penting sekali bagi pekerjaan yang membutuhkan hubungan antar personal.&lt;br /&gt;3. Kriteria berdasarkan hasil, terfokus pada apa yang telah dicapai atau dihasilkan ketimbang bagaimana sesuatu dicapai atau dihasilkan. Krietria ini semakin populer dengan semakin ditekankannya produktivitas dan daya saing. Kelemahan kriteria ini terletak pada meninggalkan aspek kritis pekerjaan yang penting seperti kualitas yang mungkin sulit dikuantifikasi.&lt;br /&gt;Hasil penelitian Arasy ,Toupik(2010) menunjukkan bahwa Pelaksanaan pekerjaan, disiplin kehadiran serta sikap dan perilaku  terhadap pekerjaan secara simultan berpengaruh terhadap profesionalisme pegawai.Untuk itu agar profesionalisme pekerja meningkat maka tiga criteria tersebut meliputi Kriteria berdasarkan sifat, memusatkan diri pada karakteristik pribadi,criteria berdasarkan perilaku,dan criteria berdasarkan hasil diatas harus dilaksankan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4795389417399610615?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4795389417399610615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/10/pengukuran-profesionalisme-kerja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4795389417399610615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4795389417399610615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/10/pengukuran-profesionalisme-kerja.html' title='Pengukuran Profesionalisme Kerja Karyawan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TMZ8GoxLfaI/AAAAAAAAASM/jOozS8L-VkY/s72-c/sukses.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-7119341207104607855</id><published>2010-09-23T00:17:00.000-07:00</published><updated>2010-09-23T00:54:13.973-07:00</updated><title type='text'>Faktor Pemicu Labor Turn Over</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TJsGYkmTlqI/AAAAAAAAASE/oK842HWM-eQ/s1600/out.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TJsGYkmTlqI/AAAAAAAAASE/oK842HWM-eQ/s200/out.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520012787483645602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Flippo dengan berdasar teori Abraham Maslow menyebutkan sepuluh kebutuhan pekerja terhadap organisasi, yaitu : &lt;br /&gt;1. Upah ( menurut Maslow, termasuk golongan kebutuhan fisiologis )&lt;br /&gt;Merupakan alat pemuas kebutuhan fisiologis, keterjaminan egoistik.&lt;br /&gt;2. Keterjaminan pekerjaan ( menurut Maslow, termasuk golongan kebutuhan rasa aman )&lt;br /&gt;Merupakan alat pemuas kebutuhan keterjaminan umum atas pekerjaanya.&lt;br /&gt;3. Teman-teman sekerja yang menyenangkan ( menurut Maslow, termasuk golongan kebutuhan sosial )&lt;br /&gt;Keinginan yang berasal dari kebutuhan sosial untuk berteman dan dapat diterima.&lt;br /&gt;4. Penghargaan atas pekerjaan yang dilakukan ( menurut Maslow termasuk golongan kebutuhan ego )&lt;br /&gt;Keinginan yang berasal dari pengelompokan kebutuhan secara egoistik dan dapat dipenuhi oleh manajemen melalui pujian lisan atau imbalan akan pekerjaanya.&lt;br /&gt;5. Pekerjaan yang berarti ( menurut Maslow termasuk golongan kebutuhan perwujudan diri )&lt;br /&gt;Keinginan yang berasal dari kebutuhan akan penghargaan maupun dorongan ke arah perwujudan diri dan prestasi.&lt;br /&gt;6. Kesempatan untuk maju ( menurut Maslow termasuk golongan kebutuhan ego )&lt;br /&gt;Perasaan ini dipengaruhi oleh tradisi budaya dalam hal kebebasan dan kesempatan untuk memenuhi kebutuhan egoistik.&lt;br /&gt;7. Kodisi kerja yang nyaman, aman dan menarik ( menurut Maslow, termasuk golongan kebutuhan rasa aman )&lt;br /&gt;Keinginan yang berasal dari beberapa tingkat kebutuhan seperti kebutuhan fisiologis, rasa aman juga penghargaan.&lt;br /&gt;8. Kepemimpinan yang mampu dan adil ( menurut Maslow, termasuk golongan kebutuhan rasa aman )&lt;br /&gt;Kepemimpinan yang baik turut menjamin bahwa organisasi yang bersangkutan dan pekerjaannya akan terus hidup dan sifat ego manusia akan penghormatan pada pimpinan.&lt;br /&gt;9. Perintah dan pengarahan yang masuk akal ( menurut Maslow, termasuk golongan kebutuhan rasa aman )&lt;br /&gt;Perintah tersebut harus berkaitan dengan keadaan yang dibutuhkan, dapat dilaksanakan, lengkap tapi tidak dirinci secara berlebihan, jelas, singkat dan disampaikan dengan cara yang merangsang sikap penerima. Perintah yang sukar dimengerti dan dilaksanakan akan memperbesar ketidakamanan dan kekecewaan.&lt;br /&gt;10. Organisasi yang relevan dari segi sosial ( menurut Maslow, termasuk golongan kebutuhan sosial )&lt;br /&gt;Harapan pekerja akan peranan perusahaan akan masalah sosial yang berasal dari kebutuhan akan sifat self esteem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh Kebutuhan pekerja diatas tersebut jika tidak terpenuhi akan menjadi pemicu terjadinya Labor Turn Over, William H. Mobley ( 1986 : 13) dalam bukunya Employee Turn Over : Causes, Consequences and Control yang diterjemahkan oleh Nurul Iman mengatakan : “ Labor Turn Over adalah berhentinya individu sebagai anggota suatu organisasi dengan disertai pemberian imbalan keuangan oleh organisasi yang bersangkutan.  Hasil penelitian menunjukkan,dari  kesepuluh faktor-faktor kebutuhan pekerja yang mempunyai pengaruh 67% terhadap Labor Turn Over pekerja, dan variabel upah merupakan faktor paling dominan yang menentukan tingkat Labor Turn Over pekerja. Kepuasan kerja yang rendah akan mengakibatkan Labor Turn Over yang tinggi, pekerja lebih mudah meninggalkan perusahaan dan mencari kesempatan di perusahaan lain. Mobley menyajikan suatu model proses keputusan keluarnya seseorang pekerja dari suatu organisasi.Model ini mengemukakan bahwa perasaan tidak puas menimbulkan pikiran-pikiran untuk keluar, kemudian individu akan mengevaluasi dan mencari alternatif-alternatif, bermaksud keluar, dan akhirnya pekerja itu keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSES TERJADINYA LABOR TURN OVER   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Evaluating of Existing Job&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Experience Job Satisfaction Dissatisfaction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thinking of Quiting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluation of Expected Utility of Search and Cost of Quiting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intention to Search for Alternatives&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Search for Alternatives&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evaluation of Alternatives&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comparison of Alternatives with Present Job&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intention to Quit / Stay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quit / Stay&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-7119341207104607855?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/7119341207104607855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/09/faktor-pemicu-labor-turn-over.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7119341207104607855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7119341207104607855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/09/faktor-pemicu-labor-turn-over.html' title='Faktor Pemicu Labor Turn Over'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TJsGYkmTlqI/AAAAAAAAASE/oK842HWM-eQ/s72-c/out.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4614254586401719405</id><published>2010-09-17T03:15:00.000-07:00</published><updated>2010-09-17T03:33:47.140-07:00</updated><title type='text'>Memahami Karakteristik Pekerjaan Untuk Meningkatkan Kepuasan Kerja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TJND8zTdJCI/AAAAAAAAAR0/-Br-ETMYZ3w/s1600/job.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 152px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TJND8zTdJCI/AAAAAAAAAR0/-Br-ETMYZ3w/s200/job.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517828680302011426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Simamora, (2004:129) model karakteristik pekerjaan (Job characteristics models) merupakan suatu pendekatan terhadap pemerkayaan pekerjan (job enrichment). Program pemerkayaan pekerjaan (job enrichment) berusaha merancang pekerjaan dengan cara membantu para pemangku jabatan memuaskan kebutuhan mereka akan pertumbuhan, pengakuan, dan tanggung jawab. Pemerkayaan pekerjaan menambahkan sumber kepuasan kepada pekerjaan. Metode ini meningkatkan tanggung jawab, otonomi, dan kendali. Penambahan elemen tersebut kepada pekerjaan kadangkala disebut pemuatan kerja secara vertikal (vertical job loading) &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemerkayaan pekerjaan (job enrichment) itu sendiri merupakan salah satu dari teknik desain pekerjaan,dalam Samuel, (2003:75) dikatakan bahwa pendekatan klasik tentang desain pekerjaan yang diajukan Hackman dan Oldham (1980) dikenal dengan istilah teori karakteristik pekerjaan (job characteristics theory).&lt;br /&gt;Menurut teori karakteristik pekerjaan ini, sebuah pekerjaan dapat melahirkan tiga keadaan psikologis dalam diri seorang karyawan yakni mengalami makna kerja, memikul tanggung jawab akan hasil kerja, dan pengetahuan akan hasil kerja. Akhirnya, ketiga kondisi psikologis ini akan mempengaruhi motivasi kerja secara internal, kualitas kinerja, kepuasan kerja, ketidakhadiran dan perputaran karyawan. Keadaan psikologis kritis ini dipengaruhi oleh dimensi inti dari sebuah pekerjaan yang terdiri dari keragaman keahlian, identitas tugas, signifikansi tugas, otonomi tugas dan umpan balik.&lt;br /&gt;Menurut Munandar (2001:357) ada lima ciri-ciri intrinsik pekerjaan yang memperlihatkan kaitannya dengan kepuasan kerja untuk berbagai macam pekerjaan. Kelima ciri intrinsik tersebut adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Keragaman ketrampilan (skill variety)&lt;br /&gt;Banyaknya ketrampilan yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan. Makin banyak ragam ketrampilan yang digunakan, makin kurang membosankan pekerjaan.&lt;br /&gt;2. Jati diri Tugas (task identity)&lt;br /&gt;Tingkat sejauh mana penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan dapat dilihat hasilnya dan dapat dikenali sebagai hasil kinerja seseorang. Tugas yang dirasakan sebagai bagian dari pekerjaan yang lebih besar dan yang dirasakan tidak merupakan satu kelengkapan tersendiri menimbulkan rasa tidak puas.&lt;br /&gt;3. Tugas yang penting (task significance)&lt;br /&gt;Tingkat sejauh mana pekerjaan mempunyai dampak yang berarti bagi kehidupan orang lain, baik orang tersebut merupakan rekan sekerja dalam suatu perusahaan yang sama maupun orang lain di lingkungan sekitar. Jika tugas dirasakan penting dan berarti oleh tenaga kerja, maka ia cenderung mempunyai kepuasan kerja.&lt;br /&gt;4. Otonomi&lt;br /&gt;Tingkat kebebasan pemegang kerja, yang mempunyai pengertian ketidaktergantungan dan keleluasaan yang diperlukan untuk menjadwalkan pekerjaan dan memutuskan prosedur apa yang akan digunakan untuk menyelesaikannya. Pekerjaan yang memberi kebebasan, ketidaktergantungan dan peluang mengambil keputusan akan lebih cepat menimbulkan kepuasan kerja.&lt;br /&gt;5. Umpan balik&lt;br /&gt;Tingkat kinerja kegiatan kerja dalam memperoleh informasi tentang keefektifan kegiatannya. Pemberian balikan pada pekerjaan membantu meningkatkan tingkat kepuasan&lt;br /&gt;Tingkat atau level posisi seseorang dalam organisasi (seringkali disebut pangkat (peringkat)) merupakan faktor yang menentukan kuat tidaknya perilaku produktif seseorang. Seseorang pada level atau pangkat lebih tinggi cenderung berada pada posisi yang menentukan kehidupan dan arah dari organisasi, sehingga pada individu tersebut terdapat suatu usaha untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi dengan cara membuat tindakan yang mengarah pada perilaku yang produktif. Pada posisi yang menentukan arah organisasi tersebut, individu yang bersangkutan akan berusaha sekuat tenaga agar segala perolaku, tindakan, keputusan dan pola pikir yang dikeluargakan terarah pada pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang efisien dan efektif. Perilaku yang diarahkan pada pencapaian tujuan organisasi akan selalu mengedepankan kepentingan organisasi sehingga cara yang dipakai adalah mempertimbangkan ongkos, tenaga, waktu bahkan semua biaya-biaya. (Fendi Suhariadi, 2002)&lt;br /&gt;Sebaliknya, makin rendah posisi seseorang di dalam organisasi makin tidak ada kewajiban yang melekat untuk memikirkan kelangsungan hidup organisasi. Bagi individu-individu tersebut yang terpenting adalah bekerja sebaik-baiknya untuk mendapatkan uang yang dapat menghidupi keluarga (anak dan istri). Tidak ada dalam pikiran mereka untuk selalu mempertimbangkan besarnya biaya yang muncul dari suatu tindakan, besarnya kerugian yang harus ditanggung perusahaan manakala terjadi suatu kejadian akibat tindakan-tindakan tertentu yang diperbuatnya dan masih banyak lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;Kepuasan (Saticfaction) adalah istilah evaluatif yang menggambarkan suatu sikap suka atau tidak suka. Kepuasan pekerjaan, mengacu pada sikap suka atau tidak suka terhadap sistem kerja pada suatu organisasi. Edward Lawler menciptakan sebuah model berdasarkan teori ekuitas yang mulai menjelaskan sebab kepuasan dan ketidak puasan imbalan. Menurut lawler, perbedaan antara jumlah yang diterima oleh karyawan dan jumlah yang mereka duga diterima oleh orang lain merupakan penyebab langsung kepuasan atau ketidakpuasan imbalan. Jika mereka merasa bahwa jumlah keduanya adalah setara, maka terdapat kepuasan imbalan (Simamora, 1999).Hendaknya Karakteristik Pekerjaan dijadikan sebagai acuan penempatan posisi seseorang sesuai dengan pengalaman dan ketrampilannya,kemudian disesuaikan pula tingkat imbalannya,sehingga akan tercipta suatu model kerja yang kondusif dan berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4614254586401719405?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4614254586401719405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/09/memahami-karakteristik-pekerjaan-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4614254586401719405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4614254586401719405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/09/memahami-karakteristik-pekerjaan-untuk.html' title='Memahami Karakteristik Pekerjaan Untuk Meningkatkan Kepuasan Kerja'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TJND8zTdJCI/AAAAAAAAAR0/-Br-ETMYZ3w/s72-c/job.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4163298148602143998</id><published>2010-08-30T00:18:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T00:45:01.193-07:00</updated><title type='text'>Puasa Meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Kinerja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/THtg5-VaFWI/AAAAAAAAARs/7WjShhVVhcw/s1600/taqwa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/THtg5-VaFWI/AAAAAAAAARs/7WjShhVVhcw/s200/taqwa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511105118119531874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang berpuasa adalah orang yang terbanyak dzikir (mengingat Allah) dengan bertasbih, bertahlil, bertakbir dan beristighfar. Amatlah merugi orang-orang yang berpuasa tapi lisannya dan hatinya lalai dari berdzikir mengingat Allah ‘Azza wa Jalla. Bila siang terasa panjang, ia memendekkannya dengan berdzikir, bila didera oleh lapar dan haus yang menghujam, ia menghilangkannya dengan dzikir kepada Allah.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka (menghibur mereka) dan berkata, ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh (kelak) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindung mu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) apa yang kamu minta, sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (QS Fushshilat [41]: 30-32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan emosional atau emotional intelligence adalah kemampuan mengenali perasan diri sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain (Goleman, 1998).&lt;br /&gt;c. Komponen-Komponen Kecerdasan Emosional&lt;br /&gt;Peter Salovey pada tahun 1990  (dalam Goleman 1998) mengemukakan lima wilayah utama kecerdasan emosi, yaitu meliputi mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, membina hubungan.&lt;br /&gt;d. Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Prestasi Kerja&lt;br /&gt; Beberapa penelitian yang menunjukkan hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi kerja, antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;Ruth Jacobs dan Weichen (dalam Goleman, 1998) meneliti studi mengenai kecakapan di empat puluh perusahaan untuk mengukur bobot relatif suatu kecakapan dalam menjadikan seseorang berprestasi tingi disbanding yang lainnya, hasilnya keunggulan yang lebih besar dalam kemampuan kognitif murni adalah sebesar 27 persen lebih sering ditemukan pada bintang kinerja dibanding orang biasa, sedangkan keunggulan dalam kecakapan emosi mencapai 53 persen lebih &lt;br /&gt;sering. Dengan kata lain, kecakapan emosi dua kali lebih berperan dalam menjadikan seseorang berprestasi tinggi dibanding kepintaran murni dan keahlian teknis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persepsi yang diartikan oleh Luthans (1991) sebagai suatu proses pemilihan, pengorganisasian, dan penginterpretasian stimulus dari lingkungan, sangat dipengaruhi oleh kebutuhan, hasrat, nilai dan watak si penerima. Meskipun persepsi ini sangat tergantung pada hal-hal yang diamati (sebagai raw data), tetapi proses kognitif yang terjadi dalam persepsi akan menyaring, memodifikasi, bahkan melengkapi data tersebut sehingga data akan berubah. Proses persepsi ini sangat penting dalam menjembatani antara situasi dan perilaku (respon) yang akan ditampakkan oleh individu. Ketika seorang individu masuk dalam organisasi, maka ia tidak akan dapat lepas dari karakteristik pekerjaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maier (1965 dalam As’ad 1991) mengatakan bahwa perbedaan prestasi kerja antara orang yang satu dengan lainnya didalam suatu situasi kerja dikarenakan perbedaan karakteristik individu. Masing-masing individu memiliki karakteristik yang berbeda termasuk dalam hal ini adalah kecerdasan emosionalnya. Dalam individu yang sama dapat memiliki persepsi yang berbeda terhadap situasi kerja yang berbeda, ataupun juga dalam individu yang berbeda dapat memiliki persepsi yang berbeda terhadap situasi kerja yang sama. &lt;br /&gt;Patton (1998) menyatakan bahwa orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi cenderung akan mengalami kesuksesan di tempat kerjanya. Begitu juga Goleman (1996) menyatakan bahwa bila kecerdasan tidak disertai dengan pengelolaan emosi yang baik, maka tidak akan menghasilkan kesuksesan dalam hidup seseorang&lt;br /&gt;Allan H. Church (1997) dalam Journal of Applied Psychology mengemukakan bahwa peningkatan kecerdasan emosional akan mendorong peningkatan prestasi kerja&lt;br /&gt;Beberapa penelitian yang menunjukkan hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi kerja, antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;Ruth Jacobs dan Weichen (dalam Goleman, 1998) meneliti studi mengenai kecakapan di empat puluh perusahaan untuk mengukur bobot relatif suatu kecakapan dalam menjadikan seseorang berprestasi tingi disbanding yang lainnya, hasilnya keunggulan yang lebih besar dalam kemampuan kognitif murni adalah sebesar 27 persen lebih sering ditemukan pada bintang kinerja dibanding orang biasa, sedangkan keunggulan dalam kecakapan emosi mencapai 53 persen lebih &lt;br /&gt;sering. Dengan kata lain, kecakapan emosi dua kali lebih berperan dalam menjadikan seseorang berprestasi tinggi dibanding kepintaran murni dan keahlian teknis&lt;br /&gt;Dalam konteks berpuasa, firman Allah dalam ayat 183 surat Al Baqoroh , menjelaskan bahwa keimanan yang dibuktikan dengan praktek (seperti berpuasa) akan membawa kepada taqwa, dan taqwa adalah indikasi manusia unggulan menurut Al Qur’an (QS. Al Hujurat: 13). Rasulullah SAW menegaskan barangsiapa yang berpuasa karena iman dan sepenuhnya mengharap ridho Allah, maka ia akan bersih diampunkan seluruh dosanya (HR. Bukhori- Muslim).&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa dengan baik dan sungguh-sungguh maka dia akan menjadi manusia unggulan(bertakwa) dimana Allah menjamin keberadaan manusia unggulan tersebut akan memiliki tingkat kecerdasan emosional dan kinerja yang tinggi dan dimanapun dia berada akan menjadi solusi dan selalu berprestasi.&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman; “barang siapa bertakwa kepada Allah, Maka Dia pasti memberinya jalan keluar (dari segala masalah) dan memberinya rizki dari tempat yang tidak disangka-sangka”. (QS. At-Talaq: 2-3)&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman; “ barang siapa bertakwa kepada Allah, Maka Dia pasti memberikan kemudahan dalam segala urusannya”. (QS. At-Talaq: 4)&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman; “dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa”. (QS. Al-Baqoroh : 194)&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman; “Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa niscaya Kami bukakan bagi mereka pintu segala keberkahan dari langit dan bumi”. (QS. Al-A’raf: 96)&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman; “Jika kalian bersabar dan bertakwa maka makar dan tipu muslihat mereka tidak akan membahayakan kalian sedikitpun. Sesungguhnya Allah Maha Meliputi atas segala yang mereka kerjakan”. (QS. Ali Imron: 120)&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman; “dan hendaklah takut orang-orang yang meninggalkan di belakang mereka keturunan yang lemah, yang mereka takut akan (kesejahteraan mereka). Oleh karena itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengatakan perkataan yang benar. (QS. An-nisa’: 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4163298148602143998?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4163298148602143998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/08/puasa-meningkatkan-kecerdasan-emosional.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4163298148602143998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4163298148602143998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/08/puasa-meningkatkan-kecerdasan-emosional.html' title='Puasa Meningkatkan Kecerdasan Emosional dan Kinerja'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/THtg5-VaFWI/AAAAAAAAARs/7WjShhVVhcw/s72-c/taqwa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-1374434261255367338</id><published>2010-08-13T18:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:41:30.541-07:00</updated><title type='text'>Puasa dan Zakat,Merupakan Momentum dan Alat yang Efektif Untuk Pengentasan Kemiskinan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TGX0K2xgI0I/AAAAAAAAARc/VPAYDTfU4Zc/s1600/puasa.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TGX0K2xgI0I/AAAAAAAAARc/VPAYDTfU4Zc/s200/puasa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505074586869310274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang berpuasa dengan bersungguh-sungguh hatinya akan tenteram dengan mengingat Allah. Jiwanya merasa tenang dengan kerinduan kepada Allah. Dalam sebuah sabdanya Rasulullah saw berkata, “Hendaklah lidahmu selalu basah karena mengingat Allah.” (HR Muslim). Seseorang yang berpuasa hanya ia dan Allah yang tahu kualitas ibadah puasanya itu. Ia bisa saja berbohong kepada seseorang bahwa ia masih berpuasa padahal kenyataannya ia telah membatalkannya, tapi Allah Maha Melihat. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Begitu tinggi nilai puasa disisi Allah karena dalam suatu hadish Qudsi Allah berkata, “ Puasa itu milik-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR Bukhari )&lt;br /&gt;Puasa adalah bentuk empati seorang hamba yang melihat penderitaan sesamanya yang kelaparan karena himpitan ekonomi dan tersayat hatinya jika melihat ketidakadilan dan kemelaratan yang ada di depan matanya. Ia akan sekuat tenaga membantu dan merubah keadaan itu. Inilah yang Allah SWT sebut dalam kitab-Nya yang mulia sebagai hamba-hamba-Nya yang mukhsin. “…Dan Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang mukhsin” (QS Ali Imran [3]:134).&lt;br /&gt;Puasa membuat hambah semakin bersyukur kepada apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadanya,sehingga seorang yang berpuasa akan semakin menunjukkan kualitas kehidupannya baik dalam bekerja,beribadah dan beramal.&lt;br /&gt;“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (untuk kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi… (QS.Al- Qasas : 77).&lt;br /&gt;Puasa menempa seseorang untuk ikhlas beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla karena pada dasarnya puasa itu adalah sebuah ibadah yang berbentuk ujian. &lt;br /&gt;Dalam laporannya untuk pengantar CGI Bank Dunia memberikan saran bagi pemulihan ekonomi Indonesia, terutama untuk tujuan mengurangi angka kemiskinan melalui 5 cara yaitu; (1) kebijakan pemerintah yang pro masyarakat miskin, (2) investasi publik di sektor pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat miskin, (3) penyusunan kelembagaan baru, khususnya dalam kerangka otonomi daerah, (4) program pemberdayaan untuk masyarakat miskin, dan (5) memberikan multidimensi kemiskinan alami, yang berarti setiap intervensi pemerintah harus mengedepankan kepentingan masyarakat miskin.&lt;br /&gt;Puasa merupakan momentum yang tepat untuk menggerakkan seluruh komponen Bangsa dan Negara ini untuk pro masyarakat miskin. Berdasarkan hasil sensus ekonomi tahun 2006 yang terbagi menjadi 13 sektor usaha perdagangan besar dan eceran merupakan jenis sektor usaha yang paling banyak yaitu dengan jumlah usaha sebesar  152.521 unit usaha, kemudian disusul oleh sektor akomodasi, makanan dan minuman sebanyak 76.479 unit usaha, Sementara itu jumlah usaha informal pada tahun 2006 di Kota Jawa timur mencapai 93,32% dari jumlah usaha yang ada di Kota Jawa timur atau sebesar 338.246 unit usaha. Sebuah angka yang cukup besar, sektor ini memang bener-bener sangat mendominasi dan sangat membantu untuk membangkitkan perekonomian penduduk Kota Jawa timur, sebagai akibat dari banyaknya pengangguran.Keberadaan program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan penduduk miskin, lebih dari itu dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat miskin, disisi lain memiliki eksternalitas positif bagi perkembangan budaya wirausaha masyarakat yang akan mengurangi tingkat kriminalitas yang dipacu oleh lemahnya faktor ekonomi. Disisi lain pihak swasta juga memiliki andil dalam pengembangan sumber daya manusia khususnya peningkatan skill dalam rangka alih teknologi, yang selama ini diabaikan.  Dari sini nantinya diharapkan dapat terjadi integrasi baik sektoral maupun general yang dapat mengurangi angka kemiskinan.&lt;br /&gt;Wirausaha sektor perdagangan akan mampu menjadi alternatif untuk mengentaskan kemiskinan jika mampu menghasilkan produk yang memiliki daya saing yang tinggi antara lain dengan kriteria : (1) produk yang dijual tersedia secara teratur dan sinambung, (2) produk yang dijual harus memiliki kualitas yang baik dan seragam, (3) variasi produk harus dapat disediakan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.&lt;br /&gt;Bulan Puasa merupakan bulan High session bagi sector perdagangan,untuk itu semestinya ini menjadi kail bagi kaum miskin sehingga dia punya insentif yang sustainable untuk mengentaskan mereka dari kemiskinan.Keberadaan sodaqoh dan zakat yang meinggkat di bulan puasa bukannnya diberikan hanya sekedar mereka bisa melepaskan dahaganya tetapi hendaknnya diarahkan dengan menciptakan kail dengan mencetak masyarakat miskin menjadi wirausaha disektor perdagangan,sehingga selepas dari bulan puasa mereka bisa terangkat dari kemiskinan,dan kondisi ini dijadikan sebagai dana bergulir yang nantinya akan terjadi efek bola salju,dan semakin banyak masyarakat yang terangkat dari keiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-1374434261255367338?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/1374434261255367338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/08/puasa-dan-zakatmerupakan-momentum-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1374434261255367338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1374434261255367338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/08/puasa-dan-zakatmerupakan-momentum-dan.html' title='Puasa dan Zakat,Merupakan Momentum dan Alat yang Efektif Untuk Pengentasan Kemiskinan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TGX0K2xgI0I/AAAAAAAAARc/VPAYDTfU4Zc/s72-c/puasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4219633083379967431</id><published>2010-08-06T20:10:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T20:17:25.323-07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Tips Bisnis,hasil pengamatan dan studi lapangan Periode Juni s/d Agustus 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TFzQH1y4GkI/AAAAAAAAARU/s5JVSWZggN0/s1600/tips.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TFzQH1y4GkI/AAAAAAAAARU/s5JVSWZggN0/s200/tips.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502501677858036290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah Kumpulan Tips Bisnis,hasil pengamatan dan studi lapangan yang dilakukan di Usaha Kecil dan Menengah Sejak 1 juni sampai 2Agustus  2010:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marketing harus dilakukan secara disiplin dan kontinyu agar menemukan cara yg efektif,unik dan murah5:39 AM Aug 2nd via mobile web&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lakukan pemasaran yg berpusat pada pelanggan,jadikan pelanggan menjadi subyek dari seluruh aktivitas bisnis,maka anda akan dicari konsumen.5:02 AM Jul 29th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Orientasikan Kebijakan Bisnis Anda pada Tingkat Pengembalian Investasi dan Margin Bukan Profit,agar bisnis anda berkelanjutan &amp; berkembang8:19 PM Jul 26th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasikan Kebijakan Bisnis Anda pada Tingkat Pengembalian Investasi dan Margin Bukan Profit,agar bisnis anda berkelanjutan &amp; berkembang8:19 PM Jul 26th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasikan Kebijakan Bisnis Anda pada Tingkat Pengembalian Investasi dan Margin Bukan Profit,agar bisnis anda berkelanjutan &amp; berkembang8:19 PM Jul 26th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memasarkan produk,jangan terpaku pada kontent melainkan konteks dan momentum yg pas dg produk anda2:06 AM Jul 26th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memasarkan produk,jangan terpaku pada kontent melainkan konteks dan momentum yg pas dg produk anda2:06 AM Jul 26th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memasarkan produk,jangan terpaku pada kontent melainkan konteks dan momentum yg pas dg produk anda2:06 AM Jul 26th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapkan konsistensi dalam upaya untuk memberi yang terbaik buat pelanggan kita,meskipun kebaikan kita belum memberikan seperti harapan kita11:52 PM Jul 18th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapkan konsistensi dalam upaya untuk memberi yang terbaik buat pelanggan kita,meskipun kebaikan kita belum memberikan seperti harapan kita11:52 PM Jul 18th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun usaha harus dilandasi kesabaran khususnya dalam menyikapi kesulitan dalam memasarkan produk5:56 PM Jul 16th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun usaha harus dilandasi kesabaran khususnya dalam menyikapi kesulitan dalam memasarkan produk5:56 PM Jul 16th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk bisa tekun menggeluti bidang usaha ,siapkan hati dan pikiran untuk menghadapi resiko,dgn berimajinasi sebagai super hero bisnis anda.3:05 AM Jul 6th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk bisa tekun menggeluti bidang usaha ,siapkan hati dan pikiran untuk menghadapi resiko,dgn berimajinasi sebagai super hero bisnis anda.3:05 AM Jul 6th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam persaingan usaha sekarang dibutuhkan semangat daya juang yang kuat dan disiplin tinggi serta kerja keras untuk memberi hasil terbaik.4:18 PM Jul 3rd via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam persaingan usaha sekarang dibutuhkan semangat daya juang yang kuat dan disiplin tinggi serta kerja keras untuk memberi hasil terbaik.4:18 PM Jul 3rd via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengambil keputusan dalam kondisi emosi dan kekurangan informasi,akan menjadi bias dan melenceng dari persoalan yang sebenarnya2:24 AM Jun 24th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengambil keputusan dalam kondisi emosi dan kekurangan informasi,akan menjadi bias dan melenceng dari persoalan yang sebenarnya2:24 AM Jun 24th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuaikan volume usaha anda,dengan jumlah hot prospek setiap produk anda.jangan terlalu berlebihan,akan menimbulkan kerugian dan kemacetan.3:56 PM Jun 20th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuaikan volume usaha anda,dengan jumlah hot prospek setiap produk anda.jangan terlalu berlebihan,akan menimbulkan kerugian dan kemacetan.3:56 PM Jun 20th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi stabilitas menjadi kunci keberlangsungan usaha di era persaingan usaha yg semakin ketat ,multi dimensi dan kelas serta mengglobal.3:58 PM Jun 16th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi stabilitas menjadi kunci keberlangsungan usaha di era persaingan usaha yg semakin ketat ,multi dimensi dan kelas serta mengglobal.3:58 PM Jun 16th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar promosi anda efektif,ikutilah promosi dengan Pemenuhan kualitas produk dan pelayanan,kemudian pertahankan,sehingga pelanggan puas.2:30 AM Jun 14th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar promosi anda efektif,ikutilah promosi dengan Pemenuhan kualitas produk dan pelayanan,kemudian pertahankan,sehingga pelanggan puas.2:30 AM Jun 14th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam mengukur kemajuan bisnis anda gunakan pertumbuhan pelanggan sebagai paramater utama,jangan terjebak pada ukuran profit.4:30 PM Jun 7th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam mengukur kemajuan bisnis anda gunakan pertumbuhan pelanggan sebagai paramater utama,jangan terjebak pada ukuran profit.4:30 PM Jun 7th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Differensiasi itu dibangun melalui konsistensi terhadap sebuah pilihan yg di upgrade secara kontinyu untuk lebih memuaskan konsumen.6:47 PM Jun 4th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Differensiasi itu dibangun melalui konsistensi terhadap sebuah pilihan yg di upgrade secara kontinyu untuk lebih memuaskan konsumen.6:47 PM Jun 4th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4219633083379967431?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4219633083379967431/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/08/kumpulan-tips-bisnishasil-pengamatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4219633083379967431'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4219633083379967431'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/08/kumpulan-tips-bisnishasil-pengamatan.html' title='Kumpulan Tips Bisnis,hasil pengamatan dan studi lapangan Periode Juni s/d Agustus 2010'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TFzQH1y4GkI/AAAAAAAAARU/s5JVSWZggN0/s72-c/tips.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8137760002248563177</id><published>2010-08-04T01:10:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T01:40:46.695-07:00</updated><title type='text'>Analisa Peluang Usaha 2010 di Propinsi Jawa Timur</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TFkhyTnD0MI/AAAAAAAAARM/Z9GJuJbr0Bk/s1600/peluang.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 140px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TFkhyTnD0MI/AAAAAAAAARM/Z9GJuJbr0Bk/s200/peluang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501465567951048898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut BPS 2009 jumlah Total perusahaan yang bergerak di sektor industri besar dan sedang di Jawa Timur sebanyak 6.196 buah dengan jumlah tenaga kerja 893.617 orang, dengan rincian sebagai berikut; &lt;br /&gt;1. Industri makanan minunan jumlahnya 1.742 dengan tenaga kerja 179.4256 orang, &lt;br /&gt;2. industri pengolahan tembakau 585 buah dengan tenaga kerja 195.390 orang. &lt;br /&gt;3. Kemudian industri tekstil 361 buah tenaga kerja 31.407 orang, &lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;4. industri pakaian jadi 3.678 buah tenaga kerja 34,020 orang,&lt;br /&gt;5. industri kulit dan barang dari kulit 243 buah tenaga kerja 37.179 orang.&lt;br /&gt;6. Industri kayu dan barang dari kayu 342 buah tenaga kerja 40.356 orang, &lt;br /&gt;7. industri kertas dan barang dari kertas 149 buah dengan tenaga kerja 41.124 orang dan &lt;br /&gt;8. industri penerbitan, percetakan dan produksi media rekaman sebanyak 133 buah dengan tenaga kerja 9.576 orang. &lt;br /&gt;9. Industri batu bara, pengilangan minyak bumi, pengolahan gas bumi dan bahan bakar nuklir 11 buah tenaga kerja 1.122 orang,&lt;br /&gt;10. industri kimia dan barang dari kimia sebanyak 275 buah tenaga kerjanya 38.500 orang, &lt;br /&gt;11. industri karet barang dari karet 380 buah menyerap tenaga kerja 69.160 orang.&lt;br /&gt;12. Industri galian bukan logam 320 buah dengan tenaga kerja 33.920 orang,&lt;br /&gt;13. industri logam dasar 62 buah tenaga kerja 14.756 orang, &lt;br /&gt;14. industri barang-barang dari logam kecuali mesin dan peralatannya 226 buah tenaga kerja 31.414 orang, &lt;br /&gt;15. industri mesin dan perlengkapannya 67 buah tenaga kerja 18.894 orang, &lt;br /&gt;16. industri mesin listrik dan perlengkapannya 38 buah tenaga kerja 7.904 orang, &lt;br /&gt;17. industri radio, televisi, peralatan komunikasi dan perlengkapannya 13 buah tenaga kerja 3.523 orang.&lt;br /&gt;18. Industri peralatan kedokteran, alat-alat ukur, peralatan navigasi, optik dan jam 4 buah tenaga kerja 528 orang, industri kendaraan bermotor 59 buah tenaga kerja 9.853 orang,&lt;br /&gt;19. industri alat angkutan selain kendaraan bermotor roda empat atau lebih 81 Buah tenaga kerja 10.854 orang, industri fumitur dan industri pengolahan lainnya 683 buah tenaga kerja 82.643 orang dan&lt;br /&gt;20. industri daur ulang 44 buah tenaga kerja 2.068 orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut BPS Jatim (2010) Struktur Ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2010 masih ditopang oleh tiga sektor utama yakni sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran sebesar 28,44 persen, sektor Industri Pengolahan sebesar 27,37 persen, dan sektor Pertanian sebesar 19,67 persen. Ketiga sektor tersebut memberikan kontribusi terhadap perekonomian Jawa Timur sebesar 75,48 persen. Sementara kontribusi sektor-sektor lainnya antara 1,15 persen sampai dengan 7,86 persen.Sedangkan Struktur Ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2010 masih didominasi oleh pengeluaran konsumsi rumahtangga dan ekspor yang masing-masing memberikan kontribusi sebesar 66,99 persen dan 45,85 persen. Sementara PMTB berkontribusi cukup besar 19,94 persen dan pengeluaran konsumsi pemerintah masing-masing sebesar 7,04 persen,sedangkan konsumsi lembaga swasta nirlaba memberikan kontribusi terendah sebesar  0,62 persen. Impor, sebagai penambah pasokan barang/jasa ke Jawa Timur, juga memiliki peran besar, mencapai 43,11 persen.&lt;br /&gt;Berdasarkan data-data diatas dapat dilihat bahwa pergerakan pertumbuhan ekonomi di jawa timur masih mengarah pada sektor perdagangan khususnya perdagangan yang berhubungan dengan barang-barang kebutuhan rumah tangga,namun pemenuhan barang-barang tersebut yang di penuhi oleh produk lokal hanya sekitar 57% sedangkan 43% masih dipenuhi oleh produk-produk impor khususnya dari Negara Asean dan Cina.Untuk itu Peluang usaha di sektor perdagangan khususnya kebutuhan rumah tangga,dan sektor makanan dan minuman masih memberi peluang yang cukup besar di tahun 2010 ini dengan catatan usaha yang dibuat harus memiliki keunggulan dari sisi harga,sedangkan apabila anda tidak bisa unggul dari sisi harga maka anda harus segmented dan focus sehingga anda dapat mendeferensiasikan produk yang dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8137760002248563177?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8137760002248563177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/08/analisa-peluang-ekonomi-2010-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8137760002248563177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8137760002248563177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/08/analisa-peluang-ekonomi-2010-di.html' title='Analisa Peluang Usaha 2010 di Propinsi Jawa Timur'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TFkhyTnD0MI/AAAAAAAAARM/Z9GJuJbr0Bk/s72-c/peluang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-7599758026386683444</id><published>2010-08-02T00:40:00.000-07:00</published><updated>2010-08-02T00:49:17.569-07:00</updated><title type='text'>Pajak adalah Kunci Pengentasan Kemiskinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TFZ4djTffbI/AAAAAAAAARE/R_Tukqe4-6E/s1600/tumbuhan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 198px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TFZ4djTffbI/AAAAAAAAARE/R_Tukqe4-6E/s200/tumbuhan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500716443968175538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pajak di Indonesia mempunyai dua fungsi utama yaitu sebagai Budgeter dan regular. Budgeter adalah pengumpulan dana untuk pembangunan Negara, dan regular adalah mengatur perekonomian Negara. Adapun menurut Musgrave (1989) pajak berpengaruh pada kondisi mikro dan makro. Kondisi mikro yaitu kondisi terhadap distribusi pendapatan dan efisiensi penggunaan seumber daya , sedangkan yang bersifat makro adalah pengaruh terhadap tingkat out put, kesempatan kerja, tingkat harga, dan pertumbuhan.Salah satu indicator sejauhmana sistim perpajakan kita itu berhasil dengan baik adalah tingkat kemiskinan.Sehingga keberadaan pajak harus berdampak pada kemiskinan,,semakin tinggi jumlah penerimaan pajak berarti semakin menurun tingkat kemiskinan karena semakin terbuka kesempatan kerja. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian yang dapat menegaskan pendapat para ahli keuangan – perpajakan seperti pendapat Musgrave (1989) yang menyatakan bahwa pajak berpengaruh pada kondisi mikro dan makro perusahaan. Adapun kondisi mikro perusahaan yaitu kondisi terhadap distribusi dan efisiensi penggunaan sumber daya. Pendapat senada juga disampaikan oleh James C. Van Horne dan John M. Wachowicz (2001) yang menyatakan bahwa kebanyakan keputusan bisnis dipengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh pajak. Juga sesuai dengan yang disampaikan oleh Michael A. Hitt ,R.Duane Ireland dan Robert E. Hoskisson (2001) yang menyatakan bahwa Undang – Undang Pajak adalah bidang dimana kebijakan administrasi dapat mempengaruhi operasi dan profitabilitas industri dan perusahaan-perusahaan individual.&lt;br /&gt;Sangatlah ironis jika kenaikan pendapatan pajak tidak diikuti oleh kenaikan tingkat  kesempatan kerja,dan jika hal ini terjadi berarti terjadi suatu kesalahan yang fatal pada pendistribusian pemanfaatan uang pajak,yang akan berdampak pada kehancuran bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-7599758026386683444?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/7599758026386683444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/08/pajak-adalah-kunci-pengentasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7599758026386683444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7599758026386683444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/08/pajak-adalah-kunci-pengentasan.html' title='Pajak adalah Kunci Pengentasan Kemiskinan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TFZ4djTffbI/AAAAAAAAARE/R_Tukqe4-6E/s72-c/tumbuhan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-24517417439982616</id><published>2010-07-26T20:24:00.000-07:00</published><updated>2010-07-26T20:30:34.537-07:00</updated><title type='text'>Wirausaha Bukan Penemu,Tetapi Organisator</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TE5SnLdXBvI/AAAAAAAAAQ8/UkRD67gm6LY/s1600/organisator.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 184px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TE5SnLdXBvI/AAAAAAAAAQ8/UkRD67gm6LY/s200/organisator.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498423028110264050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan wirausaha menjadi suatu kebutuhan untuk menciptakan kemandirian dan menumbuhkan daya saing yang tinggi.Hal ini dikarenakan kewirausahaan itu mengandung nilai-nilai seperti pantang menyerah , berani mengambil resiko,kreatif dan inovatif.(Debbie Liao dan Philip Sohmen,2001).Seorang wirausaha atau entrepreneur lebih menyukai berorganisasi daripada menemukan sesuatu. Ia mengatur dan memastikan agar organisasinya berkembang dan bertahan. Entrepreneur berupaya mengimplementasikan penemuannya sehingga disukai publik namun inventor lebih menyukai menemukan atau menciptakan sesuatu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kewirausahaan mengacu pada perilaku yang meliputi:&lt;br /&gt;1. Pengambilan inisiatif,&lt;br /&gt;2. Mengorganisasi dan mengorganisasi kembali mekanisme sosial dan ekonomi untuk &lt;br /&gt;    mengubah sumber daya dan situasi pada perhitungan praktis &lt;br /&gt;3. Penerimaan terhadap resiko dan kegagalan.&lt;br /&gt;Kewirausahaan meliputi proses yang dinamis sehingga dengan demikian timbul pengertian baru dalam kewirausahaan yakni sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resiko sosial, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal.&lt;br /&gt;Melalui pengertian tersebut, terdapat empat hal yang dimiliki oleh seorang wirausahawan yakni :&lt;br /&gt;1. Proses berkreasi yakni mengkreasikan sesuatu yang baru dengan menambahkan nilainya. Pertambahan nilai ini tidak hanya diakui oleh wirausahawan semata namun juga audiens yang akan menggunakan hasil kreasi tersebut.&lt;br /&gt;2. Komitmen yang tinggi terhadap penggunaan waktu dan usaha yang diberikan.Semakin besar fokus dan perhatian yang diberikan dalam usaha ini maka akan mendukung proses kreasi yang akan timbul dalam kewirausahaan.&lt;br /&gt;3. Memperkirakan resiko yang mungkin timbul. Dalam hal ini resiko yang mungkin,terjadi berkisar pada resiko keuangan, fisik dan resiko social.&lt;br /&gt;4. Memperoleh reward. Dalam hal ini reward yang terpenting adalah independensi atau kebebasan yang diikuti dengan kepuasan pribadi. Sedangkan reward berupa uang biasanya dianggap sebagai suatu bentuk derajat kesuksesan usahanya.&lt;br /&gt;Kizner (1973) dalam Zhou et.al (2005) berpendapat bahwa peluang kewirausahaan hanya membutuhkan cara baru untuk membuat inovasi berdasarkan informasi yang telah tersedia yaitu belief mengenai cara menggunakan sumber daya yang seefisien mungkin.Untuk itu pengembangan kewirausahaan untuk menjadikan usaha kecil berkeunggulan kompetitif dapat dilakukan melalui pemasyarakatan kewirausahaan dan pengembangan sistem insentif bagi wirausaha baru, pengembangan inkubator bisnis dan teknologi, penyediaan sistem insentif dan pembinaan untuk memacu pengembangan usaha kecil melalui  pengembangan jaringan produksi dan pemasaran, serta peningkatan kualitas usaha kecil, menjadi wirausaha untuk mampu memanfaatkan potensi, keterampilan, dan keahliannya untu berinovasi dan menciptakan lapangan kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-24517417439982616?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/24517417439982616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/07/wirausaha-bukan-penemutetapi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/24517417439982616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/24517417439982616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/07/wirausaha-bukan-penemutetapi.html' title='Wirausaha Bukan Penemu,Tetapi Organisator'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TE5SnLdXBvI/AAAAAAAAAQ8/UkRD67gm6LY/s72-c/organisator.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2752305553794068223</id><published>2010-07-19T01:54:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T02:00:26.132-07:00</updated><title type='text'>Efektifitas dan Efisiensi Kunci Utama untuk Keluar dari Belenggu Kemiskinan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TEQTc3_5sNI/AAAAAAAAAQ0/B4AvIF7oJv4/s1600/pantai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TEQTc3_5sNI/AAAAAAAAAQ0/B4AvIF7oJv4/s200/pantai.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495538832088084690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan baik individu maupun entitas ( adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam) yang ada dinegara ini lebih diakibatkan oleh tidak efektif dan efisiennya aktifitas yang dilakukan baik oleh individu maupun entitas dalam mencapai tujuannya.&lt;br /&gt;Pengertian Efektif dan Efisien (Peter Drucker). Efektif : (…doing the right things… mengerjakan sesuatu yang benar sedangkan Efisien : (…doing things right … mengerjakan sesuatu dengan benar).&lt;br /&gt;Efektifitas berarti Kebenaran terhadap sesuatu yang dilakukan sehingga kita mencapai sasaran atau tujuan dan cita-cita kita Sedangkan efisiensi berarti bagaimana kita mengolah sumber daya yang kita miliki secara cermat,sehingga kita dapat mencapai tujuan dan cita-cita kita tanpa harus berkonfrontasi atau mengeluarkan biaya yang besar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Efisien tetapi tidak efektif berarti baik dalam memanfaatkan sumberdaya (input), tetapi tidak mencapai sasaran. Sebaliknya, efektif tetapi tidak efisien berarti dalam mencapai sasaran menggunakan sumber daya berlebihan atau lajim dikatakan ekonomi biaya tinggi. Efisien dan efektif harus selalu bersifat kuantitatif dan dapat diukur (mearsurable),bersifat rinci (mudah dipahami),masuk akal dan memungkinkan untuk dicapai dan ada target waktu untuk pencapaiannya sehingga rasionya dapat dihitung dan dijadikan control..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter G. Warr (2002) dalam studi kemiskinan di negara-negara Asia Tenggara mencatat bahwa perubahan komposisi sektoral akan sedikit mempengaruhi pembentukan tingkat pertumbuhan ekonomi agregat.  Pertumbuhan sektor pertanian dan jasa-jasa memberikan kontribusi terbesar pada penurunan angka kemiskinan, bukan sektor industri yang selama ini dibangga-banggakan. Tesis yang sama juga diperoleh dari studi Ravallion dan datt (1996) yang menunjukkan bahwa dampak negatif pertumbuhan industri di India semakin kuat, berbeda dengan Taiwan (Warr dan Wang 1999) yang menunjukkan pertumbuhan industri memiliki kontribusi yang tinggi untuk penurunan angka kemiskinan. Perbedaan ini dikarenakan Taiwan membangun industrinya dengan kebijakan perdagangan yang outward oriented dengan pola industri yang labor intensif yang mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan baik di perkotaan maupun pedesaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporannya untuk pengantar CGI Bank Dunia memberikan saran bagi pemulihan ekonomi Indonesia, terutama untuk tujuan mengurangi angka kemiskinan melalui 5 cara yaitu; (1) kebijakan pemerintah yang pro masyarakat miskin, (2) investasi publik di sektor pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat miskin, (3) penyusunan kelembagaan baru, khususnya dalam kerangka otonomi daerah, (4) program pemberdayaan untuk masyarakat miskin, dan (5) memberikan multidimensi kemiskinan alami, yang berarti setiap intervensi pemerintah harus mengedepankan kepentingan masyarakat miskin.&lt;br /&gt;Efektif dikaitkan dengan kepemimpinan (leadership) yang menentukan hal-hal apa yang harus dilakukan (what are the things to be accomplished),Untuk itu apa yang harus dilakukan agar kita bisa keluar dari belenggu kemiskinan,dan kita harus mendapatkan sebuah jawaban yang pasti dan kongkrit terhadap akar masalah yang menyebabkan kita terbelenggu oleh kemiskinan sesuai dengan Tantangan,peluang,kelemahan dan kekuatan yang kita miliki  sedangkan efisien dikaitkan dengan manajemen, yang mengukur bagaimana sesuatu yang telah kita rumuskan sebagai jalan keluar dari kemiskinan dapat dilakukan sebaik-baiknya (how can certain things be best accomplished).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan baik kita itu tidak akan pernah sia-sia,tetaplah berbuat baik meskipun lingkungan mendolimi kita.”Dan barang siapa yang berjihad (mengerahkan dan mencurahkan segala kemampuannya baik berupa perkataan maupun perbuatan dalam kebaikan) maka kemanfaatan jihadnya itu, adalah untuk dirinya sendiri, karena sesungguhnya Allah sungguh-sungguh Maha Kaya, tak membutuhkan sesuatupun dari alam semesta ini”( Al-Ankabut: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2752305553794068223?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2752305553794068223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/07/efektifitas-dan-efisiensi-kunci-utama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2752305553794068223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2752305553794068223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/07/efektifitas-dan-efisiensi-kunci-utama.html' title='Efektifitas dan Efisiensi Kunci Utama untuk Keluar dari Belenggu Kemiskinan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TEQTc3_5sNI/AAAAAAAAAQ0/B4AvIF7oJv4/s72-c/pantai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-6911566888832917039</id><published>2010-07-18T21:40:00.000-07:00</published><updated>2010-07-18T21:51:40.189-07:00</updated><title type='text'>Orientasikan Bisnis Anda pada Kepuasan Pelanggan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TEPZ1lQnxVI/AAAAAAAAAQs/3IjrrKN8EC4/s1600/publik.ok.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TEPZ1lQnxVI/AAAAAAAAAQs/3IjrrKN8EC4/s200/publik.ok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495475484880258386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kepuasan konsumen adalah tujuan dari setiap aktivitas bisnis yang kita lakukan agar bisnis kita tetap survive dan sustainable.Prespektif kepuasan konsumen mengarahkan kita untuk berbuat dan memberikan yang terbaik pada setiap interaksi yang kita lakukan dengan pelanggan.Hal ini akan membangun sebuah ikatan yang kuat karena didasarkan pada prinsip yang saling menguntungkan &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kepuasan konsumen adalah tujuan dari setiap aktivitas bisnis yang kita lakukan agar bisnis kita tetap survive dan sustainable.Prespektif kepuasan konsumen mengarahkan kita untuk berbuat dan memberikan yang terbaik pada setiap interaksi yang kita lakukan dengan pelanggan.Hal ini akan membangun sebuah ikatan yang kuat karena didasarkan pada prinsip yang saling menguntungkan.&lt;br /&gt;Lamb et al., (2001:88) mendefinisikan kepuasan konsumen adalah proses seorang pelanggan dalam membuat keputusan membeli, juga untuk menggunakan dan membuang barang-barang dan jasa yang dibeli serta juga termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian dan penggunaan produk, kepuasan pelanggan merupakan fungsi dari kualitas pelayanan dikurangi harapan pelanggan atau dapat dirumuskan sebagai berikut.&lt;br /&gt;Satisfaction = f (Service Quality - Expectation)&lt;br /&gt;1. Service quality &lt; expectation. Keadaan ini terjadi apabila pelayanan yang diberikan perusahaan menurut pelanggan buruk. Selain tidak memuaskan, juga tidak sesuai&lt;br /&gt;dengan harapan pelanggan.&lt;br /&gt;2. Service quality = expectation. Keadaan ini terjadi apabila pelayanan yang diberikan dinilai oleh pelanggan adalah biasa-biasa saja. Di mata pelanggan kenyataan yang terjadi pada kinerja perusahaan dalam memberikan pelayanan tidak ada yang&lt;br /&gt;istimewa dan dianggap sudah seharusnya begitu atau ideal.&lt;br /&gt;3. Service quality &gt; expectation. Kondisi ini terjadi bila pelanggan merasakan pelayanan yang diberikan tidak hanya sesuai dengan harapan dan kebutuhan pelanggan sekaligus memuaskan dan menyenangkan pelanggan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan tersebut biasanya disebut prima (excelence service) yang selalu diharapkan semua pelanggan. Penelitian mengenai kualitas pelayanan pada Zeithami et al., (1990) pada empat sektor credit-card customers, repair and maintenance, long distance telephone. Bank Costomers dari hasil penelitian ini pada dimensi kualitas jasa yaitu: responsiveness, assurance, tangible, empathy, reliability menunjukan babwa reliability&lt;br /&gt;merupakan faktor penting dalam menentukan kepuasan pelanggan dengan bobot 32%, diikuti oleh responsiveness 22%, assurance 19%, empathy 16% dan tangible 11%. Murwanti dan Nursiam (2004) dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Kualitas Jasa terhadap Kepuasan Mahasiswa Perguruan Tinggi di Surabaya, menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kesenjangan kualitas jasa dengan kepuasan mahasiswa di perguruan tinggi ITS dan ITATS. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa reliability mempunyai pengaruh yang paling kuat terhadap kepuasan mahasiswa, diikuti oleh assurance, empathy dan tangible, sedangkan untuk dimensi responsiveness tidak berpengaruh secara signifikan. Pelayanan yang diterima menunjukkan kenyataan yang diterima konsumen atas pelayanan yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan. Sedangkan harapan merupakan keinginan yang ingin dicapai oleh pelanggan dari pelayanan perusahaan. Arasy (2008) dalam penelitiannya tentang Perbandingan antara pelayanan yang diterima dengan harapan menimbulkan kesenjangan (gap), selanjutnya akan mempengaruhi kepuasan pelanggan. Dengan mengetahui seberapa besar kepuasan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan maka dapat diketahui kualitas pelayanan public dari instansi pengelola kebutuhan primer. Berdasarkan analisis gap dapat diketahui bahwa dimensi responsiveness dan empathy mempunyai besar gap yang positif. Artinya, persepsi pelanggan dari instansi pengelola kebutuhan primer terhadap pelayanan yang diterima dari pihak dari instansi pengelola kebutuhan primer lebih tinggi dibandingkan dengan pelayanan yang diharapkan pelanggan. Jadi, kualitas pelayanan yang diberikan pihak dari instansi pengelola kebutuhan primer lebih baik dilihat dari dimensi responsiveness dan empathy. Dimensi assurance, tangible, reliability diketahui mempunyai besar gap negatif. Artinya, harapan pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan pihak dari instansi pengelola kebutuhan primer lebih tinggi dibandingkan dengan pelayanan yang diterima pelanggan selama ini. Jadi, pelayanan yang diberikan pihak dari instansi pengelola kebutuhan primer belum sesuai dengan pelayanan yang diharapkan pelanggan dari instansi pengelola kebutuhan primer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-6911566888832917039?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/6911566888832917039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/07/orientasikan-bisnis-anda-pada-kepuasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/6911566888832917039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/6911566888832917039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/07/orientasikan-bisnis-anda-pada-kepuasan.html' title='Orientasikan Bisnis Anda pada Kepuasan Pelanggan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TEPZ1lQnxVI/AAAAAAAAAQs/3IjrrKN8EC4/s72-c/publik.ok.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-3081852746915932894</id><published>2010-07-13T03:13:00.000-07:00</published><updated>2010-07-15T00:29:21.408-07:00</updated><title type='text'>Strategi Penilaian Kinerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TDw98gRIYhI/AAAAAAAAAQk/pEwaPv_EhZw/s1600/images+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 105px; height: 107px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TDw98gRIYhI/AAAAAAAAAQk/pEwaPv_EhZw/s200/images+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493333755148395026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keberhasilan sebuah perusahaan itu ditentukan  oleh keberadaan karyawan yang berdedikasi tinggi untuk kemajuan dan prestasi perusahaan.Keberadaan karyawan yang demikian bukanlah sekedar merupakan aset produksi, melainkan juga menjadi kunci strategi membangun daya saing perusahaan. Suatu perusahaan dapat mencetak karyawan yang berdedikasi tinggi apabila mampu menciptakan Rule Of The Game didalam membangun kinerja karyawan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Gomes (1995:195) mengemukakan definisi kinerja karyawan sebagai “ungkapan seperti output, efisiensi serta efektivitas sering dihubungkan dengan prioritas”.  Beberapa tipe kriteria kinerja atau performance kerja yang didasarkan atas deskripsi perilaku yang spesifik, yaitu :&lt;br /&gt;1. Quantity of work, yaitu jumlah hasil kerja yang didapat dalam suatu periode waktu yang ditentukan. &lt;br /&gt;2. Quality of work, yaitu kualitas kerja yang dicapai berdasarkan syarat-syarat kesesuaian dan kesiapannya.&lt;br /&gt;3. Job Knowledge, luasnya pengetahuan mengenai pekerjaan dan ketrampilannya.&lt;br /&gt;4. Creativeness, yaitu keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan-tindakan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul&lt;br /&gt;5. Cooperative, yaitu kesediaan untuk bekerja sama dengan orang lain (sesame anggota organisasi)&lt;br /&gt;6. Dependability, yaitu kesadaran dan dapat dipercaya dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja &lt;br /&gt;7. Initiative, yaitu semangat untuk melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggung jawabnya&lt;br /&gt;8. Personal Qualities, yaitu menyangkut kepribadian, kepemimpinan, keramahtamahan dan integritas pribadi&lt;br /&gt;Mangkunegara (2005:10) menyimpulkan evaluasi/penilaian kinerja merupakan penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk mengetahui hasil pekerjaan karyawan dan kinerja organisasi. Tujuannya adalah memperbaiki dan meningkatkan kinerja organisasi melalui peningkatan dari kinerja SDM organisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup penilaian prestasi menurut Hasibuan (2002:88) dicakup dalam what, why, where, when, who dan how atau sering disingkat dengan 5W+1H.&lt;br /&gt;a. What (apa) yang dinilai&lt;br /&gt;Yang dinilai perilaku dan prestasi kerja karyawan seperti kesetiaan, kejujuran, kerjasama, kepemimpinan, loyalitas pekerjaan saat sekarang, potensi akan datang, sifat dan hasil kerjanya.&lt;br /&gt;b. Why (kenapa) dinilai&lt;br /&gt;Dinilai karena :&lt;br /&gt;1. Untuk menambah tingkat kepuasan para karyawan dengan memberikan pengakuan terhadap hasil kerjanya&lt;br /&gt;2. Untuk membantu kemungkinan pengembangan personel bersangkutan&lt;br /&gt;3. Untuk memelihara potensi kerja&lt;br /&gt;4. Untuk mengukur prestasi kerja para karyawan&lt;br /&gt;5. Untuk mengukur kemampuan dan kecakapan karyawan&lt;br /&gt;6. Untuk mengumpulkan data guna menetapkan program kepegawaian selanjutnya&lt;br /&gt;c. Where (di mana) penilaian dilakukan&lt;br /&gt;Tempat penilaian dilakukan dalam pekerjaan dan diluar pekerjaan.&lt;br /&gt;1. Didalam pekerjaan (on the job performance) secara formal&lt;br /&gt;2. Diluar pekerjaan (off the job performance) baik secara formal ataupun informal&lt;br /&gt;d. When (kapan) penilaian dilakukan&lt;br /&gt;Waktu penilaian dilakukan secara formal dan informal&lt;br /&gt;1. Formal : penilaian dilkukan secara periodik&lt;br /&gt;2. Informal : penilaian yang dilkukan secara terus-menerus&lt;br /&gt;e. Who (siapa) yang akan dinilai&lt;br /&gt;Yang akan dinilai yaitu semua tenaga kerja yang melakukan pekerjaan di perusahaan. Yang menilai (appraiser) atasan langsungnya, atasan dari atasan langsung, dan atau suatu tim yang dibentuk oleh perusahaan itu.&lt;br /&gt;f. How (bagaimana) menilainya&lt;br /&gt;Metode penilaian apa yang digunakan dan problem apa yang dihadapi oleh penilai (appraiser) dalam melakukan penilaian.&lt;br /&gt;Dalam melakukan penilaian kinerja menurut Nawawi (2005:269) dapat digunakan beberapa metode sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Metode uraian ringkas&lt;br /&gt;Metode ini dilakukan dengan cara meminta/memerintahkan kepada pekerja yang dinilai untuk menguraikan secara ringkas mengenai segala sesuatu yang telah dikerjakannya selama suatu jangka waktu tertentu. Dalam perintah dan instruksinya harus jelas mengenai apa yang harus diuraikan oleh pekerja yang dinilai agar tidak menguraikan sesuatu yang tidak perlu, tidak ada hubungannya dengan pekerjaan atau menyimpang dari maksud penilaian kinerja&lt;br /&gt;Metode ini efektif untuk memperoleh informasi/data yang akan digunakan sebagai umpan balik (feed back) bagi pekerja untuk memperbaiki dan mengurangi kelemahannya dalam bekerja. Tetapi oleh karena metode ini dilakukan sendiri oleh setiap pekerja yang sifatnya memberi peluang pada masuknya unsur subyektivitasnya sebagai manusia maka metode ini tidak efektif digunakan dalam membandingkan kemampuan antara pekerja.&lt;br /&gt;b. Metode ranking/skala nilai dan membandingkan&lt;br /&gt;Metode ini dilakukan dengan menetapkan aspek yang hendak dinilai, diiringi dengan nilai berupa angka dari 1,0 s/d 7,0 yang diartikan bahwa semakin tinggi angkanya menunjukkan aspek yang dinilai semakin baik atau semakin efektif. Sebaliknya semakin kecil nilai/angkanya berarti semakin buruk/rendah atau tidak efektif. Untuk keseragaman dalam memberikan dalam memberikan ranking nilai, sebaiknya untuk setiap aspek dirumuskan gejala-gejalanya yang akan diberi nilai angka 1,0 atau 2,0 dan seterusnya sampai dengan 7,0 sebagai nilai ranking tertinggi. Misal untuk menilai aspek ketegasan menghadapi kesalahan pekerja nilainya dinyatakan dengan gejala sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Nilai 1 (sangat rendah) dengan gejala memberhentikan setiap pekerja yang melakukan kesalahan dalam bekerja.&lt;br /&gt;2. Nilai 2 (cukup rendah) dengan gejala memberhentikan pekerja yang telah melakukan kesalahan kedua meskipun tidak sama&lt;br /&gt;3. Nilai 3 (rendah) dengan gejala memberhentikan pegawai yang melakukan dua kesalahan yang sama tanpa memberikan peringatan atau petunjuk memperbaikinya.&lt;br /&gt;4. Nilai 4 (sedang) dengan gejala memberhentikan pegawai yang melakukan dua kesalahan yang sama setelah memberikan peringatan tanpa petunjuk memperbaiki&lt;br /&gt;5. Nilai 5 (tinggi) dengan gejala memberhentikan pegawai yang melakukan lebih dari dua kesalahan yang sama setelah memberikan peringatan dan petunjuk memperbaikinya.&lt;br /&gt;6. Nilai 6 (cukup tinggi) dengan gejala memberhentikan pegawai yang melakukan dua kesalahan yang sama setelah memberikan peringatan dan petunjuk memperbaikinya.&lt;br /&gt;7. Nilai 7 (sangat tinggi) dengan gejala memberhentikan pegawai yang melakukan dua kesalahan yang sama setelah memberikan peringatan dan petunjuk memperbaikinya dan mendiskusikan dengan pekerja yang menghasilkan kesimpulan tidak mungkin lagi memperbaikinya.&lt;br /&gt;Untuk membandingkan pekerja, metode ini efektif untuk keperluan tersebut, setelah semua nilai perseorangan dijumlahkan maka dapat dilakukan ranking. Ranking dilakukan dengan menempatkan pekerja yang memperoleh nilai terbesar pada ranking satu dan seterusnya hingga yang terkecil mendapatkan rangking terakhir. Tetapi metode ini kurang efektif dalam penilaian kinerja untuk mendapatkan umpan balik karena cara melaksanakan pekerjaan tidak dinyatakan secara rinci.&lt;br /&gt;c. Metode daftar cek (check list) perilaku&lt;br /&gt;Check list adalah suatu daftar yang berisi sejumlah perilaku yang harus dilaksanakan dalam bekerja menurut perbidangannya masing-masing di lingkungan sebuah perusahaan. Daftar itu dipergunakan untuk mengamati perilaku dalam bekerja dengan memberikan tanda tertentu bilamana perilaku yang dimaksud dilaksanakan pada kolom yang sesuai dengan kualitasnya.&lt;br /&gt;Metode ini mudah penggunaannya dan berkaitan langsung dengan analisis pekerjaan karena didalamnya telah terdapat secara rinci tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk setiap pekerjaan. Kelemahan metode ini dapat terjadi pada penilai karena yang satu dengan yang lainnya mungkin memberikan penafsiran yang berbeda pada satu gejala yang diamati dari pekerja yang dinilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Metode distribusi/penyebaran kemampuan&lt;br /&gt;Metode ini bermaksud untuk mengetahui semua aspek dalam kemampuan pekerja secara individual dengan menempatkannya di dalam grafik untuk mengetahui posisinya dalam sebaran/distribusi kurve normal atau kurve yang miring kekanan (positif) atau kurve yang miring kekiri (negatif).&lt;br /&gt;Setiap pekerja secara individual berdasarkan hasil penilaian kinerja dapat mengetahui kedudukan atau posisi kemampuan kerjanya berdasarkan kurve yang menggambarkan sebaran kemampuan yang dimilikinya. Oleh karena itu metode ini efektif untuk membandingkan kemampuan pekerja secara individual. Metode ini tidak efektif untuk membandingkan kemampuan kerja kelompok.&lt;br /&gt;e. Metode grafik skala nilai&lt;br /&gt;Metode ini menggabungkan antara metode skala nilai dengan metode sebaran kemampuan dalam bekerja. Dengan demikian banyak kelemahan yng menyebabkan masing-masing tidak efektif untuk suatu kepentingan dalam penilaian kinerja dapat diatasi. Penggunaannya sederhana dan dapat dipergunakan secara efektif untuk mendapatkan umpan balik selain tentang kemampuan dan kelemahan dalam pekerjaan juga posisi kemampuan pekerja dibandingkan dengan pekerja lain secara individual. Kelemahannya sulit memilah-milah perilaku dalam bekerja untuk setiap aspek yang dapat membedakan satu dengan yang lain secara cermat. Dengan kata lain jika penetapan skala nilai tidak profesioanal dalam merumuskan maka justru akan menjadi tidak jelas dan mempersulit dalam melakukan pengamatan atau penyampaiannya secara lisan melalui kegiatan interview.&lt;br /&gt;f. Metode pencatatan kejadian penting&lt;br /&gt;Metode ini dilaksanakan dengan menyediakan lembaran kertas kosong untuk mencatat sewaktu-waktu pelaksanaan pekerjaan oleh seorang dan setiap pekerja yang menunjukkan kelebihan dan kelemahannya. Pencatatan berkala tersebut dilakukan selama periode penilaian kinerja yani antara selesainya penilaian kinerja yang satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;Kebaikannya karena berfokus langsung  pada perilakudalam bekerja yang terlihat sehari-hari, tanpa perlu membuat perkiraan perilaku yang diduga dilakukan dalam pekerjaan. Selain itu pencatatan tidak dilkukan pada semua perilaku dalam bekerja tetapi dipilih yang penting-penting saja. Dengan kata lain yang dicatat dibatasi hanya tentang perilaku dalam bekerja yang dikategorikan efektif atau tidak saja, dalam usaha mencapai tujuan perusahaan/organisasi. &lt;br /&gt;g. Manajemen berorientasi pada hasil (Management by Objective atau MBO)&lt;br /&gt;Metode ini dilakukan dengan membandingkan antara hasil yang dicapai dalam pelaksanaan dan tujuan berupa sasaran atau target yang harus dicapai selama satu periode tertentu. Perbandingan tidak saja dari segi kuantitas tapi juga dari segi kualitas yang terlihat dari kesinambungan pemasarannya.&lt;br /&gt;Metode ini baik untuk penilaian kinerja jangka pendek, Karena keterlambatan melakukannya apabila hasil kerja/produk ternyata buruk akan menimbulkan kerugian. Disamping itu mudah mengukurnya karena tolak ukur jelas dan dapat dikuantatifkan. Kelemahan metode ini adalah sulit untuk mengidentifikasi kontribusi setiap pekerja dalam setiap keberhasilan unit kerja atau perusahaan secara keseluruhan. Oleh karena itu metode ini sulit dipergunakan untuk membandingkan kemampuan antar pekerja dan sulit untuk memberikan bimbingan dalam berperilaku sebagai pelaksanaan pekerjaan karena metode ini tidak mengungkapkan kelebihan dan kelemahan pekerja.&lt;br /&gt;h. Metode penyusunan dan review perencanaan pekerjaan&lt;br /&gt;Metode ini sebenarnya berfokus pada proses tidak pada hasil atau sasaran, dan cenderung pada penerapan manajemen pengendalian mutu terpadu (Total Quality Management atau TQM). Akan tetapi karena proses berpengaruh pada hasil, maka sulit dibedakan dengan penilaian kinerja yang berorientasi dengan hasil. Pengertian berfokus pada proses adalah bagaimana kerja yang akan berlangsung sebagai rangkaian kegiatan direncanakan untuk menghasilkan suatu produk berkualitas. &lt;br /&gt;Metode ini memerlukan frekuensi review yang berulang-ulang, menggunakan banyak waktu dan kerjasama yang intensif antara para supervisor dengan para pekerja bawahannya.&lt;br /&gt;Sedangkan aspek-aspek kinerja menurut Malayu P. Hasibuan yang dikutip oleh Mangkunegara (2005:18) adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Kesetiaan&lt;br /&gt;2. Hasil kerja&lt;br /&gt;3. Kejujuran&lt;br /&gt;4. Kedisiplinan&lt;br /&gt;5. Kreativitas&lt;br /&gt;6. Kerjasama&lt;br /&gt;7. Kepemimpinan&lt;br /&gt;8. Kepribadian&lt;br /&gt;9. Prakarsa&lt;br /&gt;10. Kecakapan&lt;br /&gt;11. Tanggung jawab&lt;br /&gt;atribut-atribut dalam penilaian performance individu yang umum digunakan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.Pendidikan&lt;br /&gt;Hasibuan (2002:69) mengungkapkan bahwa pendidikan adalah usaha untuk meningkatkan keahlian teoritis, konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan yang bertujuan akhir pada pengembangan karyawan. &lt;br /&gt;Menurut Flippo (1984)  “Education is concerned with increasing general knowledge and understanding of our total environment” (Pendidikan adalah berhubungan dengan peningkatan pengetahuan umum dan pemahaman atas lingkungan kerja kita secara menyeluruh)&lt;br /&gt; Sedangkan metode pendidikan dalam arti sempit yaitu untuk meningkatkan keahlian dan kecakapan manajer memimpin para bawahannya secara efektif. Seorang manajer yang efektif pada jabatannya akan mendapatkan hasil yang optimal. Hal inilah yang memotivasi perusahaan memberikan pendidikan terhadap karyawan manajerialnya.&lt;br /&gt; Metode pendidikan menurut Sikulla (1981:243) adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Training methods atau classroom method&lt;br /&gt;Merupakan metode latihan didalam kelas yang juga dapat digunakan sebagai metode pendidikan karena manajer adalah juga karyawan. Contohnya seperti rapat, studi kasus, dan ceramah&lt;br /&gt;b. Understudies&lt;br /&gt;Adalah teknik yang dilakukan dengan praktek langsung bagi seseorang yang dipersiapkan untuk menggantikan jabatan atasannya. Disini calon disiapkan untuk mengisi jabatan tempat ia berlatih jika pimpinannya berhenti.&lt;br /&gt;c. Job rotation and planned progression&lt;br /&gt;Adalah teknik yang dilakukan dengan cara memindahkan karyawan dari satu jabatan ke jabatan lainnya secara periodic untuk menambahkan keahlian dan kecakapannya dalam setiap jabatan. Dengan demikian ia dapat mengetahui dan menyelesaikan pekerjaan pada setiap bagian. Jika ia dipromosikan, ia telah mempunyai pengetahuan cukup luas terhadap semua bagian pada perusahaan bersangkutan sehingga tidak canggung dalam kepemimpinannya. &lt;br /&gt;d. Coaching-counselling&lt;br /&gt;Coaching adalah metode pendidikan dengan cara atasan mengajarkan keahlian dan keterampilan kerja kepada bawahannya. Dalam metode ini supervisor diperlukan sebagai petunjuk untuk memberitahukan kepada para peserta mengenai tugas yang akan dilaksanakan dan bagaimana cara mengerjakannya. Counseling adalah suatu cara pendidikan dengan melakukan diskusi antara pekerja dan manajer mengenai hal-hal yang sifatnya pribadi seperti keinginan, ketakutan, dan aspirasinya&lt;br /&gt;e. Junior board of executive or multiple management&lt;br /&gt;Merupakan suatu komite penasihat tetap yang terdiri dari calon-calon manajer yang ikut memikirkan atau memecahkan masalah perusahaan untuk direkomendasikan kepada manajer lini &lt;br /&gt;f. Committee assignment&lt;br /&gt;Yaitu komite yang dibentuk untuk menyelidiki, mempertimbangkan, menganalisis, dan melaporkan suatu masalah kepada pimpinan.&lt;br /&gt;g. Business games&lt;br /&gt;Adalah permainan bisnis yang dilakukan dengan cara mengadakan satu persaingan dalam memecahkan satu masalah tertentu dengan aturan main yang sudah ditentukan sebelumnya.&lt;br /&gt;h. Sensitivity training&lt;br /&gt;Dimaksudkan untuk membantu para karyawan agar lebih mengerti tentang diri sendiri, menciptakan pengertian yang lebih mendalam diantara para karyawan, dan mengembangkan keahlian setiap karyawan yang spesifik. Dengan kata lain para peserta diharapkan untuk belajar bagaimana cara bekerja yang lebih efektif sebagai anggota tim dan bagaimana melaksanakan peranannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Intelektual dan kemampuan umum&lt;br /&gt;Davis (1989) merumuskan “ability = knowledge x skill”. &lt;br /&gt;Secara psikologis, kemampuan (ability) terdiri dari kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowledge + skill). Artinya pimpinan dan karyawan yang memiliki IQ diatas rata-rata (IQ 110-120) apalagi IQ superior, very superior, gifted, dan genius dengan pendidikan yang memadai untuk jabatannya dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka akan lebih mudah mencapai kinerja maksimal.&lt;br /&gt;Menurut Simamora (1995:500) salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah faktor individual yang terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Kemampuan dan keahlian&lt;br /&gt;2. Latar belakang&lt;br /&gt;3. Demografi&lt;br /&gt;Di sisi lain Mangkunegara (2005:112) yang mengutip Covey &amp; Merril menyebutkan bahwa pergeseran paradigma dari konsep kecakapan menjadi kompetensi secara perlahan tapi pasti telah menimbulkan implikasi strategis yang sangat positif bagi perencanaan dan pengelolaan SDM di lingkup apapun dalam kegiatan bisnis. Kompetensi tersebut mencakup :&lt;br /&gt;a. Kompetensi teknis : pengetahuan dan keahlian untuk mencapai hasil-hasil yang telah disepakati, kemampuan untuk memikirkan persoalan dan mencari alternatif baru.&lt;br /&gt;b. Kompetensi konseptual : kemampuan untuk melihat gambar besar, untuk menguji berbagai pengandaian dan pengubah perspektif.&lt;br /&gt;c. Kompetensi untuk hidup dalam saling ketergantungan kemampuan secara efektif dengan orang lain, termasuk kemampuan untuk mendengar, berkomunikasi, menciptakan keadaan win-win solution, dan kemampuan untuk melihat dan beroperasi secara efektif dalam organisasi yang utuh.&lt;br /&gt;3.Potensi kerja&lt;br /&gt;Jhonson (1984:101) mengemukakan bahwa “achievement motive is impetus to do well relative to some standard of excellence” yang bisa diterjemahkan secara bebas bahwa motivasi berprestasi dapat diartikan sebagai suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan atau mengerjakan sesuatu/tugas/kegiatan sebaik-baiknya agar mencapai prestasi dengan predikat terpuji.&lt;br /&gt;Definisi motivasi sendiri menurut Nilo (2005:19) adalah proses pemberian motif (penggerak) kepada karyawan untuk dapat bekerja sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi secara efektif dan efisien dapat tercapai.&lt;br /&gt;Maslow dalam Winardi (1994:63) mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Kebutuhan fisiologis yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernafas, seksual. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan tingklat terendah atau kebutuhan paling dasar.&lt;br /&gt;b. Kebutuhan rasa aman yaitu kebutuhan akan perlindungan dari ancaman, bahaya, pertentangan, dan lingkungan hidup&lt;br /&gt;c. Kebutuhan untuk rasa memiliki yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok, berafiliasi, berinteraksi, dan kebutuhan untuk mencintai serta dicintai&lt;br /&gt;d. Kebutuhan akan harga diri yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain&lt;br /&gt;e. Kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan, skill, dan potensi. Kebutuhan untuk berpendapat dengan mengemukakan ide, memberi penilaian dan kritik terhadap sesuatu.&lt;br /&gt;4.Kepribadian&lt;br /&gt;Cushway (2002:79) menyatakan bahwa kepribadian adalah integrasi semua karakteristik individu menjadi satu organisasi unik yang menentukan, dan dimodifikasi oleh usaha individu tersebut untuk beradaptasi dengan lingkungannya yang selalu berubah.&lt;br /&gt;Sedangkan Goleman (2000) dalam Mangkunegara (2005:4) menyatakan bahwa kecerdasan emosi (EQ) menentukan 80 % pencapaian kinerja individu dan organisasi sedangkan IQ (kecerdasan pikiran) hanya 20 % saja menentukan kinerja. Bahkan secara psikologis orang yang memiliki kecerdasan emosi baik akan mampu menggunakan otaknya dan IQ secara optimal, sebaliknya orang yang kecerdasn emosinya buruk tidak akan mampu menggunakan otak dan IQ secara optimal.&lt;br /&gt;Individu yang normal adalah individu yang memiliki integritas yang tinggi antara fungsi psikis (rohani) dan fisiknya (jasmaniah). Dengan adanya integritas yang tinggi antara fungsi psikis dan fisik, maka individu tersebut memiliki konsentrasi diri yang baik. Konsentrasi yang baik ini merupakan modal utama dan mendayagunakan potensi dirinya secara optimal dalam melaksanakan kegiatan atau aktivitas kerja sehari-hari dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan kata lain tanpa adanya konsentrasi yang baik dari individu dalam bekerja maka mimpi pimpinan mengharapkan mereka dapat bekerja produktif tidak akan tercapai. Konsentrasi individu dalam bekerja sangat dipengaruhi oleh kemampuan potensi yaitu kecerdasan pikiran/ Intelegensi Quotiont (IQ) dan kecerdasan emosi/ Emotional Quotiont (EQ). Pada umumnya individu yang mampu bekerja dengan penuh konsentrasi apabila dia memiliki tingkat intelegensia minimal normal (average, above average, superior, very superior, dan gifted) dengan tingkat kecerdasan emosi baik (tidak merasa bersalah yang berlebihan, tidak mudah marah, tidak dengki, tidak benci, tidak irihati, tidak dendam, tidak sombong, tidak minder, tidak cemas, memiliki pandangan dan pedoman hidup yang jelas berdasarkan kitab sucinya) (Mangkunegara,2005:17).&lt;br /&gt;5.Manajerial&lt;br /&gt;Menurut Stoner “Management is the process of planning, organizing, leading, and controlling the work of organization members and of using all available organizational resources to reach stated organizational goals” yang dapat diartikan sebagai manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. (Winardi,2005:1)&lt;br /&gt;Keterampilan-keterampilan manajerial yang dibutuhkan untuk efektivitas adalah :&lt;br /&gt;1. Keterampilan konseptual (conceptual skills) yaitu kemampuan mental untuk mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi.&lt;br /&gt;2. Keterampilan kamanusiaan (human skills) yaitu kemampuan untuk bekerja dengan, memahami, dan memotivasi orang lain baik sebagai individu ataupun kelompok.&lt;br /&gt;3. Keterampilan administratif (administrative skills) yaitu seluruh keterampilan yang berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, penyusunan kepegawaian dan pengawasan&lt;br /&gt;4. Keterampilan teknik (technical skills) yaitu kemampuan untuk menggunakan peralatan, prosedur, atau teknik dari suatu bidang tertentu. (Anthony,2005:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-3081852746915932894?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/3081852746915932894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/07/strategi-penilaian-kinerja-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3081852746915932894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3081852746915932894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/07/strategi-penilaian-kinerja-untuk.html' title='Strategi Penilaian Kinerja Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TDw98gRIYhI/AAAAAAAAAQk/pEwaPv_EhZw/s72-c/images+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4189136944535163322</id><published>2010-06-24T02:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-24T02:49:24.190-07:00</updated><title type='text'>Strategi Pemberdayaan Masyarakat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TCMp9n4C-LI/AAAAAAAAAQc/izicKuKmk9o/s1600/merdeka.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 163px; height: 163px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TCMp9n4C-LI/AAAAAAAAAQc/izicKuKmk9o/s200/merdeka.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486274909720213682" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Masyarakat (community development) terdiri dari dua konsep, yaitu “pengembangan” dan “masyarakat”. Secara singkat, pengembangan atau pembangunan merupakan usaha bersama dan terencana untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Bidang-bidang pembangunan biasanya meliputi beberapa sektor, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan dan sosial-budaya. Masyarakat dapat diartikan dalam dua konsep, yaitu (Mayo, 1998:162):  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat sebagai sebuah “tempat bersama”, yakni sebuah wilayah geografi  &lt;br /&gt;  yang sama. dalam hal ini adalah, sebuah rukun tetangga, perumahan di daerah &lt;br /&gt;   perkampung di wilayah pedesaan yang ada disekitar lingkungan sekitarnya gondang. &lt;br /&gt;• Masyarakat sebagai “kepentingan bersama”, yakni kesamaan kepentingan  &lt;br /&gt;berdasarkan kebudayaan dan identitas. dalam hal ini adalah kepentingan    bersama   pada masyarakat etnis minoritas atau kepentingan bersama berdasarkan    identifikasi kebutuhan tertentu seperti halnya pada kasus para kepala keluarga yang    memiliki jumlah anggota keluarga yang cukup besar sedangka tingkat pendapatan dan peluang untuk mendapatkan pendapatan tidak dapat memenuhi kebutuhan .&lt;br /&gt;Pembangunan Masyarakat memiliki fokus terhadap upaya menolong anggota masyarakat yang memiliki kesamaan minat untuk bekerja sama, mengidentifikasi kebutuhan bersama dan kemudian melakukan kegiatan bersama untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pembangunan Masyarakat seringkali diimplementasikan dalam bentuk (a) proyek-proyek pembangunan yang memungkinkan anggota masyarakat memperoleh dukungan dalam memenuhi kebutuhannya atau melalui (b) kampanye dan aksi sosial yang memungkinkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh pihak-pihak lain yang bertanggungjawab (Payne, 1995:165).Dimana kampanye disini merupakan kata lain dari pada kelembagan POKMAS yang merupakan wadah aspirasi kepentingan masyarakat.&lt;br /&gt;Dewasa ini, terutama dalam konteks menguatnya sistem ekonomi pasar bebas dan “swastanisasi” kesejahteraan sosial, pengembangan masyarakat semakin menekankan pentingnya swadaya dan keterlibatan informal dalam mendukung strategi penanganan kemiskinan dan keterbelakangan sosial ekonomi masyarakat, maupun dalam memfasilitasi partisipasi dan pemberdayaan masyarakat.  &lt;br /&gt;Secara garis besar, Twelvetrees (1991) membagi perspektif pengembangan masyarakat ke dalam dua bingkai, yakni pendekatan “profesional” dan pendekatan “radikal”. Pendekatan profesional menunjuk pada upaya untuk  meningkatkan kemandirian dan memperbaiki sistem pemberian pelayanan dalam kerangka relasi-relasi sosial. pendekatan radikal lebih terfokus pada upaya mengubah ketidakseimbangan relasi-relasi sosial yang ada melalui pemberdayaan kelompok-kelompok lemah, mencari sebab-sebab kelemahan mereka, serta menganalisis sumber-sumber keterbelakangan ekonomi . &lt;br /&gt;Untuk dapat meneliti suatu konsep secara empiris harus dioperasionalkan dengan mengubahnya menjadi variabel (Singarimbun, 1989). Variabel adalah suatu sifat yang dapat memiliki bermacam-macam nilai atau seringkali diartikan sebagai simbol yang dapat dilekatkan dengan bilangan atau nilai (Kerlinger, 1990). Variabel dalam penelitian ini adalah variabel kategorikal karena kita mencoba membagi responden menjadi beberapa kategori.Dan juga merupakan variabel diskrit karena kita menilai dengan menghitung skor dari setiap item pertanyaan yang disampaikan dalam interview dipandu kuesioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Konsep empiris dikembangkan menjadi variabel-variabel yang sesuai dengan tujuan dan sasaran dari pemberdayaan masyarakat dimana hubungan antar variabel bersifat sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Saling interelasi ( berhubungan ) = Asimetris&lt;br /&gt;- Saling interaksi (keterkaitan) = Simetris&lt;br /&gt;- Saling interdependensi ( mempengaruhi)  = Timbal balik &lt;br /&gt;kemudian dikembangkan menjadi atribut-atribut dan dikelompokkan menjadi variabel-variabel penelitian  sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Karakteristik demografis dan sosial ekonomi &lt;br /&gt;yang dirumuskan dari konsep :&lt;br /&gt;- Akibat rendahnya tingkat kepedulian / kesadaran masyarakat sekitar terhadap fungsi lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;- Adanya kesulitan ekonomi masyarakat &lt;br /&gt;2. Pemanfaatan (fungsi) lingkungan sekitarnya &lt;br /&gt;yang dirumuskan dari konsep :&lt;br /&gt;- Adanya sebagian masyarakat yang tidak bisa memanfaatkan lingkungan sekitarnya&lt;br /&gt;3. Pemeliharaan lingkungan.&lt;br /&gt;yang dirumuskan dari konsep ;&lt;br /&gt;- Kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat sekitar tentang  lingkungan sekitarnya&lt;br /&gt;- Akibat rendahnya tingkat kepedulian / kesadaran masyarakat sekitar terhadap fungsi lingkungan sekitarnya&lt;br /&gt;4. Pengembangan kelembagaan dalam pengelolaan lingkungan sekitarnya&lt;br /&gt;yang dirumuskan dari konsep :&lt;br /&gt;- Tidak dilibatkannya masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekitarnya&lt;br /&gt;5. Pengembangan kegiatan ekonomi produktif masyarakat dengan memanfaatkan  lingkungan sekitarnya&lt;br /&gt;yang dirumuskan dari konsep :&lt;br /&gt;- Adanya sebagian masyarakat yang tidak bisa memanfaatkan lingkungan sekitarnya&lt;br /&gt;- Adanya kesulitan ekonomi masyarakat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4189136944535163322?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4189136944535163322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/strategi-pemberdayaan-masyarakat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4189136944535163322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4189136944535163322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/strategi-pemberdayaan-masyarakat.html' title='Strategi Pemberdayaan Masyarakat'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TCMp9n4C-LI/AAAAAAAAAQc/izicKuKmk9o/s72-c/merdeka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5462942772758441076</id><published>2010-06-21T19:59:00.000-07:00</published><updated>2010-06-21T20:20:23.589-07:00</updated><title type='text'>Evaluasi Strategi,Kunci Kemenangan Tim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TCArUDsJhyI/AAAAAAAAAQU/Bv2A1MDi6i4/s1600/ev.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 169px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TCArUDsJhyI/AAAAAAAAAQU/Bv2A1MDi6i4/s200/ev.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485431969725122338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan sebuah Tim dalam suatu pertandingan,lebih banyak disebabkan karena tidak adanya evaluasi atau control terhadap strategi yang diterapkan. Kontrol strategi adalah suatu proses merubah rencana bisnis yang diakibatkan adanya perubahan kondisi/situasi, adanya tambahan pengetahuan atau membuat penyesuaian untuk mengarahkan aktivitas-aktivitas agar sesuai dengan rencana. Dimana kegiatannya sbb: &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;• Menentukan target prestasi kerja,standar-standar dan batas batas toleransi untuk tujuan,strategi dan pelaksanaannya.&lt;br /&gt;• Mengukur  kondisi riel terhadap target yang telah ditentukan &lt;br /&gt;• Menganalisis penyimpangan-penyimpangan  terhadap batas-batas toleransi.&lt;br /&gt;• Melakukan modifikasi-modifikasi yang diperlukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses evaluasi dan kontrol strategik akan melalui beberapa tahap/langkah sebagai berikut: &lt;br /&gt;a) Menentukan suatu standar untuk mengukur kinerja perusahaan dan membuat batas toleransi yang dapat diterima untuk tujuan, sasaran dan strategi. &lt;br /&gt;Peter Drucker  mengusulkan lima kriteria untuk penentuan standar pengukuran kinerja tersebut, yaitu: &lt;br /&gt;•       Posisi pasar . Penilaian yang nyata terhadap keberhasilan perusahaan adalah mengukur posisi pangsa pasarnya dibandingkan dengan para pesaing. Apakah pangsa pasar telah meningkat atau cenderung menurun ?&lt;br /&gt;• Kinerja inovasi (Divisi Riset dan Pengembangan).Bagaimana urutan pengeluaran riset dan pengembangan (sebagai persentase penjualan) dalam indusri ? &lt;br /&gt;• Produktivitas. Kinerja ini berhubungan dengan “nilai tambah” output. Penjualan per karyawan merupakan salah satu ukuran produktivitas. &lt;br /&gt;• Likuiditas dan aliran kas (cas flow). Kriteria aliran kas biasanya lebih baikdaripada masalah keuntungan. &lt;br /&gt;• Keuntungan/kemampulabaan. &lt;br /&gt;• Kriteria ini akan mengukur apakah marjin keuntungan meningkat atau menurun. &lt;br /&gt;• Menghitung dan mengukur hasil kinerja yang telah dicapai. &lt;br /&gt;• Membandingkan antara standar dengan hasil yang dicapai dan jika melampaui batas toleransi, harus dianalisa penyebab-penyebabnya. &lt;br /&gt;• Mengambil tindakan perbaikan jika diperlukan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b) Dalam mengevaluasi kinerja terhadap Rencana bisnis, seseorang harus selalu menanyakan “apakah  tujuan dan sasaran perusahaan? Dan bagaimana kinerja perusahaan dalam mendukung pencapaian tujuan/sasaran tersebut?. Jawaban dari pertanyaan ini akan menghasilkan suatu daftar dari tujuan (dirinci pada tujuan dari pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan), sasaran dan hasil kinerja perusahaan. Kemudian pimpinan harus memberikan suatu nilai (0-10) yang menggambarkan tingkatan mengenai pencapaiannya &lt;br /&gt;c) Aspek-aspek yang harus diperhatikan dan harus ada dalam melakukan Pengendalian Strategi:&lt;br /&gt;1. Harus didasarkan pada prestasi dan historis diwaktu lalu.&lt;br /&gt;2. Real Time Control khususnya aspek teknis &lt;br /&gt;3. Manajemen Prestasi (Efektivitas organisasi)&lt;br /&gt;4. Pengendalian adaptif (Menetukan cara yg paling cepat dan efektif,terhadap perubahan)&lt;br /&gt;5. Pengendalian strategik (antisipasi terhadap penyimpangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5462942772758441076?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5462942772758441076/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/evaluasi-strategikunci-kemenangan-tim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5462942772758441076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5462942772758441076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/evaluasi-strategikunci-kemenangan-tim.html' title='Evaluasi Strategi,Kunci Kemenangan Tim'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TCArUDsJhyI/AAAAAAAAAQU/Bv2A1MDi6i4/s72-c/ev.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4892429103610710042</id><published>2010-06-18T23:29:00.000-07:00</published><updated>2010-06-18T23:42:38.210-07:00</updated><title type='text'>PIALA DUNIA,PEMBUKTIAN TOWS ANALYSIS MEMBERI KEMENANGAN TIM UNDERDOG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TBxmj636dqI/AAAAAAAAAQM/tKMbaxFhwVE/s1600/pd.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 130px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TBxmj636dqI/AAAAAAAAAQM/tKMbaxFhwVE/s200/pd.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484371213515650722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Piala Dunia Telah bergulir dua pekan,dan kita melihat banyak adegan dramatis dan kejutan,dimana tim underdog dapat mengalahkan tim favorit juara.Korea selatan mampu mengalahkan Yunani(juara eropa).Kemudian Serbia mampu mengalahkan Spanyol (juara Eropa).Dan Meksiko mampu mengalahkan perancis (juara piala dunia 2002).Kalau kita simak dengan cermat,kemenangan mereka tersebut karena kemampuan mereka mendiagnosis dengan tepat kekuatan dan kelemahan lawan dan menjadikan sebagai pijakan untuk menetapkan strategi bertanding yang jitu. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Negara-Negara yang dianggap sebagai Tim Underdog tersebut menggunakan paradigma baru dalam konsep analisis strategi melalui analisis SWOT. Pada Analisis SWOT Konsep Lama : Kekuatan (S) “lawan” diterjemahka sebagai ancaman (T) bagi perusahaan.Oleh karena itu kita harus menghancurkan dengan kekuatan kita.Sebaliknya kelemahan (W) “lawan diterjemahkan sebagai peluang kita dimana pendekatan ini berarti melakukan pendekatan Win Lose Solution.Pendekatan ini cenderung membuat tim-tim Underdog menjadi tipis harapan untuk dapat memenangkan persaingan.&lt;br /&gt;Sedangkan pada Konsep Baru :Kekuatan lawan kita rangkul untuk menutupi kelemahan kita, dan kekuatan kita digunakan untuk menutup kelemahan lawan. Pendekatan ini disebut pendekatan TOWS Matrik atau menempatkan ancaman dan peluang yang dilihat dari posisi keunggulan strategis pesaing. Dengan bertumpu pada Ancaman(Treath) dan Peluang(Opportunity) pada hakekatnya kita berpijak pada strtegi stability dimana kunci keberhasilah strategi stability ini adalah kebersamaan dari semua pihak dan sikap egaliter yang membuat tim menjadi satu kesatuan yang utuh tanpa harus menunjukkan ke egoa dan superioritas perseorangan.Agar strategi stability berhasil maka perlu dilakukan beberapa langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Langkah pertama yang mesti dilakukan adalah memahami secara jelas strategi stabilitas apa yang dituju oleh perusahaan dimana perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagai acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan,dan meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman.Dari langkah inilah kemudian dapat dilakukan langkah kedua, yakni bagaimana pemimpin mampu mendorong setiap SDM untuk mampu memberikan kontribusi bagi pencapaian strategi perusahaan. Setelah kedua fase diatas dilakukan maka yang harus dilakukan dilakukan adalah merumuskan key Strategy yang harus dimainkan oleh tim sesuai dengan posisinya masing-masing (langkah ketiga), dan untuk menjamin kesesuaian  langkah dari semua pelaksana dibutuhkan proses penyelarasan antara sistem dan taktik yang dibuat  dengan menempatkan orang unggulan pada sasaran-sasaran strategis yang hendak dituju. Peta strategi stabilitas yang telah didesain diuraikan secara lebih rinci kedalam indikator-indikator kinerja utama dan pendukung  yang mesti dituju dan diraih oleh setiap unit dan personal ketika strategi dijalankan. Indikator yang terukur ini (measurable indicators) akan membantu tim untuk mengetahui sejauh mana mereka telah mampu mencapai target yang telah dicanangkan. Dan juga sekaligus akan memberikan informasi mengenai unit atau person mana yang kontribusi nya kurang optimal sehingga dapat diganti dengan cepat agar kinerja tim tidak terganggu. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4892429103610710042?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4892429103610710042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/piala-duniapembuktian-tows-analysis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4892429103610710042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4892429103610710042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/piala-duniapembuktian-tows-analysis.html' title='PIALA DUNIA,PEMBUKTIAN TOWS ANALYSIS MEMBERI KEMENANGAN TIM UNDERDOG'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TBxmj636dqI/AAAAAAAAAQM/tKMbaxFhwVE/s72-c/pd.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-1729641890812565472</id><published>2010-06-16T01:57:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T02:02:34.671-07:00</updated><title type='text'>Strategi Restrukturisasi Organisasi/Perusahaan menuju Kinerja Unggul Organisasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TBiTrGwPnpI/AAAAAAAAAQE/fnDR03ae64k/s1600/restrukturisasi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 162px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TBiTrGwPnpI/AAAAAAAAAQE/fnDR03ae64k/s200/restrukturisasi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5483294915080199826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu Organisasi/Perusahaan agar tetap eksis dan selalu mengikuti perkembangan zaman(modern) membutuhkan adanya restrukturisasi organisasi.Sebelum perusahaan melakukan restrukturisasi organisasi terlebih dahulu harus melakukan analisa daya saing perusahaan dalam industri. Analisa  ini mempunyai tujuan untuk mengetahui daya saing (competitive advantage) perusahaan relatif dalam industry serta menetukan langkah strategis berdasarkan keunggulan strategis yang dimiliki oleh perusahaan.Faktor-faktor yang menjadi dasar pertimbangan dalam analisa ini adalah faktor-faktor keunggulan strategis yaitu :&lt;br /&gt;a. Pangsa pasar &lt;br /&gt;b. Biaya per unit &lt;br /&gt;c. Jenis dan jumlah item&lt;br /&gt;d. Reputasi perusahaan dan citra produk  &lt;br /&gt;e. Kapasitas produksi &lt;br /&gt;f. Efisiensi &lt;br /&gt;g. Profit Margin &lt;br /&gt;h. Pelayanan &lt;br /&gt;i. Waktu Pengiriman&lt;br /&gt;j. Kualitas produk &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran daya saing perusahaan dilakukan dengan cara yang sama yaitu menentukan rating dari masing-masing elemen terdahulu, kemudian dilakukan pembobotan dan selanjutnya ditentukan nilai dari masing-masing elemen tersebut. Rating dilakukan dengan cara melakukan perbandingan antara perusahaan dengan para pesaingnya. Skala yang digunakan dalam menentukan rating, digunakan kategori sebagai berikut &lt;br /&gt;  Rating  1  :      Kurang sekali          &lt;br /&gt;  Rating  2  :      Kurang                    &lt;br /&gt;  Rating  3  :      Netral&lt;br /&gt;  Rating  4  :      Kuat&lt;br /&gt;  Rating  5       :      Kuat sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahui posisi daya saing perusahaan maka dilakukanlah restruturisasi organisasi berdasarkan peta posisi strategis perusahaan dan industri dimana perusahaan tumbuh.Hal ini dilakukan karena ada bagian-bagian (unit-unit) tertentu yang pola kerjanya menjadi tidak relevan, karena tuntutan lingkungan yang sangat dinamis, telah berkembang menjadi lebih kompleks (menjadi seperti organisasi tersendiri) sehingga strategi koordinasinya perlu dipikirkan dari yang bersifat proses menjadi output (lebih terdesentralisasi).Disamping itu ada bagian yang kurang dinamis sehingga membutuhkan restrukturisasi kerja,menyangkut perbaikan metode atau system kerja,konsep-konsep baru yang dapat menciptakan pekerjaan yang lebih menantang dan meningkatkan kualitas kehidupan kerja.Restrukturisasi Organisasi dilakukan untuk meminimalisasiterjadinya resiko akibat adanya persaingan dan perubahan selera konsumen seiring dengan perkembangan zaman dimana resiko-resiko yang diminimalkan meliputi :&lt;br /&gt;1. Technologi Risk, yakni resiko yang ditimbulkan dengan adanya perkembangan dan kemajuan teknologi.&lt;br /&gt;2. People Risk, yakni adanya SDM yang tidak berkualifaid dan tidak sesuai dengan tuntutan zaman,dan kelangkaan SDM ekspert dan kualifaid yang menyebabkan terjadinya pembajakan SDM.&lt;br /&gt;3. Organizational Risk, yakni terjadinya Overload/kemampuan organisasi tidak sesuai kapasitasnya&lt;br /&gt;4. Tools Risk, yakni  pengembangan tools yang tidak bisa diintegrasikan,tidak dikuasai pengembang&lt;br /&gt;atau tidak memenuhi kebutuhan&lt;br /&gt;5. Requirement Risk, yakni Adanya informasi yang tidak lengkap,kurang detailnya proses bisnis dan&lt;br /&gt;perubahan selera yang begitu cepat&lt;br /&gt;6. Estimate Risk, yakni adanya over budget,akibat kesalahan estimasi,berkaitan dengan resource,dan asumsi pendapatan yang keliru dalam penetapan anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Restrukturisasi Organisasi,biasanya dilakukan dengan pemisahan fungsi dan tanggung jawab yang jelas dan tegas sebagai upaya mengurangi jalur birokrasi (delayering).  Dalam pelaksanaan program delayering tersebut telah disinergikan dengan penggalian peta potensi personil, dan dapat dikelompokkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. PELIHARA &amp; OPTIMALKAN (Butuh Ensuring results).Ini diberikan kepada karyawan yang memiliki motivasi dan potensi yang tinggi&lt;br /&gt;2. Berikan Training Needs Karyawan Butuh (Envisioning &amp; Enabling).Ini diberikan kepada karyawan yang memiliki motivasi yang tinggi tetapi potensi rendah.&lt;br /&gt;3. Beri kesempatan mungkin hubu-ngan interpersonal kurang harmonis. ( Butuh Energizing dan Empowering,biasanya dalam bentuk insentif dan aktualisasi diri ).Ini diberikan kepada karyawan yang memiliki potensi yang tinggi tetapi motivasinya rendah.&lt;br /&gt;4. Dead Woods &amp; Trouble Makers,Push them out of organization.Ini diberikan kepada karyawan yang potensi dan motivasinya rendah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hipotesis tentang usia dan besaran organisasi terhadap strukturnya&lt;br /&gt;1. Semakin tua organisasi maka semakin terformalisasi perilakunya.&lt;br /&gt;2. Semakin besar organisasi maka unit-unitnya makin terspesialisasi&lt;br /&gt;3. Semakin tua organisasi semakin meningkat jenjang hirarkinya&lt;br /&gt;4. Semakin tua organisasi semakin memerlukan koordinasi antar unit&lt;br /&gt;Ada lima elemen penting yang harus dilakukan restrukturisasi organisasi agar suatu perusahaan dapat menjadi perusahaan yang Modern dan Bermutu.&lt;br /&gt; Sumberdaya Manusia, dalam hal mengurangi pegawai (degrading), berorientasi pada pegawai yang pensiun, mengundurkan diri, dan meninggal dunia, diisi kembali melalui seleksi terbuka menggunakan konsep Zero Growth, peningkatan kualitas dan jalinan hubungan antar lini telah dilakukan dengan pelatihan-pelatihan yang  teprogram dan outbound untuk semua pegawai tetap..&lt;br /&gt; Produksi/Proses Bisnis, Rebuild Tempat Kerja, repair Mesin/alat dan improvement dalam proses produksi yang bermuara pada peningkatan kualitas produk.&lt;br /&gt; Pemasaran, reorientasi manajemen pemasaran, kepedulian dan jalinan hubungan dengan Pelanggan besar yang didasarkan pada kontrak long term dan berbasis komunitas. &lt;br /&gt; Financial Engineering, penataan kembali manajemen keuangan yang lebih baik.Dengan berpatokan kepada Perencanaan keuangan dasar yakni mencari pengendalian operasional yang lebih baik melalui pemenuhan anggaran.Pembiayaan yang didasarkan aktivitas dan berorientasi pada margin.&lt;br /&gt; Investasi (aliansi), investasi  diimbangi sinergi sumberdaya yang dimiliki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-1729641890812565472?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/1729641890812565472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/strategi-restrukturisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1729641890812565472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1729641890812565472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/strategi-restrukturisasi.html' title='Strategi Restrukturisasi Organisasi/Perusahaan menuju Kinerja Unggul Organisasi'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TBiTrGwPnpI/AAAAAAAAAQE/fnDR03ae64k/s72-c/restrukturisasi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5524620960937319497</id><published>2010-06-08T22:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T00:11:13.254-07:00</updated><title type='text'>Strategi Mendiagnosis Gejala/Fenomena sebagai alat Untuk Mencapai Tujuan Perusahaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TA86_dSJCJI/AAAAAAAAAP8/h6N-Ev80DPg/s1600/masalah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 139px; height: 107px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TA86_dSJCJI/AAAAAAAAAP8/h6N-Ev80DPg/s200/masalah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5480664133400070290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan kita dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan lebih banyak disebabkan adanya perencanaan yang salah, akibat pendiagnosisan gejala dan fenomena yang kurang jelas dan tepat.Sebuah perencanaan harus didasarkan tujuan dan mampu mengklarifikasi kebutuhan untuk mengimplementasikan perencanaan.  Kejelasan tujuan memberikan arahan dan petunjuk dalam mengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan. Dengan membuat perencanaan untuk mencapai tujuan-tujuan yang spesifik akan mengurangi pemborosan waktu dan upaya dan untuk mencapai hal tersebut perlu dilakukan mekanisme pendiagnosisan masalah dengan benar. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dimana mekanisme pendiagnosisan dari setiap persoalan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Melakukan TOWS analisis dengan focus analisis dan pengembangan keterkaitan antar analisis : &lt;br /&gt;Dimana didalam melakukan analisa TOWS perlu dilakukan pentahapan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Tahap 1,  tahap identifikasi Tantangan dan Peluang, Dalam tahap ini kita harus dapat mengenali kebutuhan –kebutuhan untuk menghadapi tantangan dan menangkap peluang yang ada.&lt;br /&gt;Tahap 2,  tahap diagnostik situasional, Dalam proses ini perlu dipertimbangkan adanya factor pendukung untuk pemenuhan kebutuhandalam menghadapi tantangan dan peluang sehingga tahap ini merupakan diagnosa situasi internal perusahaan yang dipetakan dengan jelas melalui pembobotan terhadap kekuatan dan kelemahan perusahaan.&lt;br /&gt;Tahap 3, tahap perumusan  dimana terjadi proses deduksi yang mengarah pada akar permasalahan dari setiap gejala atau fenomena yang timbul.&lt;br /&gt;Tahap 4, tahap umpan balik.  Untuk dapat menemukan kevalidan dari akar masalah maka dilakukan umpan balik sehingga dapat ditemukan kesamaan prespektif dalam melihat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melakukan Focus Group Discusion terhadap Stakeholder perusahaan dengan alur prespektif sbb :&lt;br /&gt;1.Proses&lt;br /&gt;2.Employe&lt;br /&gt;3.Inovasi&lt;br /&gt;4.Customer&lt;br /&gt;5.Profit&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa pertanyaan yang harus didiskusikan berdasarkan 5 prespektif tersebut diatas dalam FGD antara lain: &lt;br /&gt; Tindakan-tindakan apa yang dibutuhkan dalam menangani isu tersebut?&lt;br /&gt; Rincian apa yang harus dimasukkan?&lt;br /&gt; Bagaimana hal ini dikomunikasikan? Kepada siapa?&lt;br /&gt; Siapa yang bertanggung jawab? Apa yang dilakukan? Kapan?&lt;br /&gt; Bagaimana reaksinya dapat dimonitor?&lt;br /&gt; Bagaimana cara Anda memberi umpan baliknya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Main Functionalities &lt;br /&gt;• Pembuatan Rencana Strategik ( Renstra ),Rencana Induk Pengembangan dan Rencana Operasional ( Renop) perusahaan.&lt;br /&gt;• Melakukan analisis Balance Scorecard untuk menyusun rencana tindakan dalam format Key Indikakator Performance berdasarkan masukan dari FGD seluruh stakeholders.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5524620960937319497?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5524620960937319497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/strategi-mendiagnosi-fenomena-sehingga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5524620960937319497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5524620960937319497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/strategi-mendiagnosi-fenomena-sehingga.html' title='Strategi Mendiagnosis Gejala/Fenomena sebagai alat Untuk Mencapai Tujuan Perusahaan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TA86_dSJCJI/AAAAAAAAAP8/h6N-Ev80DPg/s72-c/masalah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-3295416113543843736</id><published>2010-06-04T03:01:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T05:52:21.618-07:00</updated><title type='text'>Strategi Membangun Universitas Menjadi Modern dan Bermutu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TAjPe0hhCRI/AAAAAAAAAP0/r5iDMyqja9M/s1600/F.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 151px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TAjPe0hhCRI/AAAAAAAAAP0/r5iDMyqja9M/s200/F.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478857075098454290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia modern berarti (1):terbaru; mutakhir: pasukan diperlengkapi dengan senjata-senjata ;(2) sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dng tuntutan zaman; sedangkan bermutu berarti;(1) baik (tinggi) mutunya; berbobot: ;(2) mempunyai mutu (kualitas):(3) bertaraf.Sehingga menjadi modern adalah membuat kita selalu mengikuti perkembangan zaman baik dalam cara berpikir dan bertindak,sedangkan bermutu adalah menjadikan sesuatu menjadi lebih baik,bernilai tinggi,terspesialisasi,dan terpercaya.Hal ini sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita Universitas Narotama,yang merupakan salah satu Universitas unggulan di Surabaya yang dengan perlahan tapi pasti menapakkan dirinya menjadi Universitas yang Modern dan Bermutu Berbasis Teknologi Informasi &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;UNNAR yang berdiri pada tahun 1981 ini telah mempraktikkan manajemen modern. Berbeda dari kebanyakan universitas lainnya yang cenderung mengabaikan kepuasan konsumen. Sejak didirikan sudah dikelola secara professional dalam memuaskan pelanggannya, Dan, untuk mencapai kesempurnaan itu universitas ini cukup tanggap dan fleksibel dalam memenuhi kebutuhan pelanggannya.Tidak heran jika banyak perguruan tinggi lain yang akhirnya meniru ,namun UNNAR terus berupaya untuk menjadi yang terdepan dalam pelayanan sehingga  pengelolaan yang profesional mutlak diperlukan, proses change management dengan pembudayaan pemanfaatan IT untuk staf sudah menjadi suatu keharusan dan untuk menjamin semua proses dapat berjalan dengan baik,maka dilakukan control yang melekat oleh unit penjaminan mutu yang telah menerapkan ISO 9001-2000,dan kedepan ini sudah dirancang dan mulai diterapkan balance score card (BSC) yang dijadikan sebagai acuan untuk  performa appraisal. Sistem ini, digunakan untuk menilai kinerja perusahaan dan karyawan secara komprehensif, berimbang dan transparan. Penilaiannya dilakukan dengan merujuk analisis sebab dan akibat. sistem BSC memungkinkan manajemen melihat kinerja perusahaan dari sisi keuangan, operasional, pelanggan (stakeholder) dan manajemen SDM-nya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pada masing-masing perspektif sudah dibreakdowm berdasarkan aktivitas dan setiap aktivitas ada ukuran suksesnya, yang disebut key performance indicators. KPI dibuat untuk tingkat unit dan selanjutnya diturunkan ke masing-masing personil. Keberadaan konsep ini, menjadikan evaluasi lebih intensif. Masing-masing unit dan personal jadi menyadari bahwa keberhasilannya terkait erat dengan kinerja yang mereka lakukan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sebagai upaya untuk menciptakan transparansi pengelolaan sdm maka digunakanlah manajemen berbasis kompetensi merupakan sistem yang memadukan dan mengandalkan tiga unsur utama: skill, knowledge dan behavior (attitude). Ketiga unsur itu, lanjutnya, secara fakta bisa diukur dan dijadikan sebagai keunggulan bersaing. Sistem ini diyakininya berdampak positif terhadap cara pandang manajemen dalam melihat karyawan. jadi lebih objektif, Karyawan juga memperoleh kesempatan menjalani pelatihan bila di dalam pekerjaannya sehari-hari ditemukan adanya competency gap.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sistem berbasis kompetensi ini juga memudahkan perusahaan memilih orang yang tepat pada posisi tertentu.Dalam penerapannya, Unit KPI membagi kompetensi ke dalam tiga kelompok, yaitu kompetensi inti, kompetensi individual dan kompetensi teknis. perlu membangun kompetensi di sepanjang value chain area seperti pengembangan produk atau kurikulum, proses belajar mengajar, Publikasi dan Relationship dengan stakeholder. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penerapannya akan dilakukan melalui  dua tahap, yaitu tahap membangun position competency dan employee competency, yang didasarkan pada kompetensi di sepanjang value chain area dalam hal ini kompetensi SDM untuk pengembangan produk atau kurikulum, proses belajar mengajar, Publikasi dan Relationship dengan stakeholder. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun position competency, ada 9 subtahapan yang harus dilalui secara berurutan, yaitu: (1) wawancara, (2) laporan hasil wawancara, (3) inventarisasi kompetensi, (4) tabelling, (5) menetapkan kompetensi, (6) menyusun kuesioner validasi, (7) validasi job holder, (8) menyusun definisi &amp; levelling, dan (9) merangkum hasil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lalu, untuk membangun employee competency juga harus melewati 9 subtahapan, yakni (1) menyusun metode penilaian (assessment), (2) menyiapkan alat penilaian, (3) melatih penilai, (4) melakukan penilaian, (5) merangkum hasil penilaian, (6) menganalisis gap, (7) menyusun rencana pengembangan, (8) menyusun rencana karier, dan (9) menyusun sistem reward. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masalah teknologi informasi (TI) juga menjadi perhatian utama dimana dengan keberadaan PHKI 2010-2012 UNNAR sudah menerapkan Real Time System yang mampu memberi informasi dan pengambilan keputusan yang cepat dan akurat untuk lebih memuaskan pelanggannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-3295416113543843736?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/3295416113543843736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/strategi-membangun-universitas-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3295416113543843736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3295416113543843736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/strategi-membangun-universitas-menjadi.html' title='Strategi Membangun Universitas Menjadi Modern dan Bermutu'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TAjPe0hhCRI/AAAAAAAAAP0/r5iDMyqja9M/s72-c/F.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-3017073157043969436</id><published>2010-06-02T23:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-04T05:57:26.806-07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Tips Bisnis,hasil pengamatan dan studi lapangan April-May 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TAdOS6HUU8I/AAAAAAAAAPk/xYMmVzSIz7c/s1600/bsiswa.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 129px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TAdOS6HUU8I/AAAAAAAAAPk/xYMmVzSIz7c/s200/bsiswa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478433558464058306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah Kumpulan Tips Bisnis,hasil pengamatan dan studi lapangan yang dilakukan di Usaha Kecil dan Menengah Sejak 19 April sampai 27 mei 2010:&lt;br /&gt;Jagalah keseimbangan cash flow anda,karena itu nafas bisnis anda,jika sampai tersumbat akan membunuh bisnis anda.5:37 PM May 30th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membingungkan konsumen,dgn penambahan produk yg tdk dpt dirasakan langsung manfaatnya oleh konsumen.itu menghancurkan bisnis anda5:35 PM May 27th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokuslah pada kinerja unggul,karena menjadikan anda pemimpin pasar yg kuat dan bertahan menghadapi persaingan12:52 AM May 27th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kegagalan kita lebih banyak disebabkan karena kebijakan kita melenceng dari inti permasalahan yg sedang kita hadapi shg wasting time &amp; cost5:44 PM May 25th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan tampilan produk anda,kembangkan karakteristiknya menjadi lebih luas dan lakukan dengan kontinyu,maka anda akan jadi pemenang.3:30 PM May 22nd via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi persaingan yg keras,kita harus mampu mengembangkan kelenturan pada bisnis kita,khususnya pada pelayanan,kita harus lebih lentur.4:53 PM May 18th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaplah semua konsumen anda adalah pembeli baru,yang menuntut anda memberi layanan yang maksimal dan fokus.6:50 PM May 16th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buatlah rotasi merk melalui,produk,harga,dan pelayanan dg memperhatikan pergeseran nilai konsumen untuk mereposisi produk dan pertumbuhan.4:01 AM May 13th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin langkanya integritas,membuat kejujuran dan empati menjadi keunggulan strategis yg dicari konsumen.3:04 PM May 10th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun daya saing anda mulai dari cara senyum dan komunikasi pada pelanggan,yg memiliki keunikan dan berbeda dg pesaing.4:44 AM May 9th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terjebak pada orientasi masa depan,yang mebuat anda lupa pada saat ini,proses saat ini harus baik karena menjadi pijakan masa depan10:51 PM May 6th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fleksibelitas menjadikan keunggulan strategis toko peracangan,cari dan fokuskan differensiasi layanan anda,maka anda akan lebih kompetitif.4:54 PM May 4th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berpikir ada kesempatan kedua,karena akan membuat upaya anda tidak maksimal.4:26 PM May 3rd via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar selalu menuntut kesempurnaan,jangan pernah lengah,dan puas diri,karena persaingan akan menggilas kita.3:47 PM May 3rd via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikapilah Kekurangan kita,dg bijaksana,dg menciptakan kebaikan2 pada hal lain dan lebih banyak,sehingga konsumen melupakan kekurangan kita.3:10 AM May 2nd via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melangkah,pastikan semua rencana akan berjalan sempurna,sebab jika anda gagal akan menyebabkan kehilangan waktu dan biaya yg besar.5:09 PM May 1st via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berfikirlah untuk menjadi yg luar biasa,dan Bekerjalah dengan luar biasa.maka bisnis anda akan menjadi luar biasa.4:02 PM Apr 30th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis anda membutuhkan spesialisasi,untuk itu fokuskan posisioning produk anda dan kuatkan imagenya untuk ditanamkan ke benak konsumen.3:28 PM Apr 29th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bertahan dan unggul dalam bisnis,kita harus unik dan fokus,karena semakin berkembang dan banyaknya pilihan konsumen di pasar.5:18 PM Apr 28th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketepatan Pengambilan Keputusan dalam Bisnis lebih banyak ditentukan oleh intuisi daripada analisa.untuk itu pertajam intuisi bisnis kita.3:48 PM Apr 26th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Dalam menetapkan harga berorientasilah pada pelanggan,jangan terjebak pada profokasi pesaing.5:20 PM Apr 25th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisnis kita berkembang karena persaingan,untuk itu bersahabatlah dg persaingan dan anda akan menjadi yg terdepan.5:12 PM Apr 22nd via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah ritme usaha anda jangan sampai berkurang frekwensinya maka anda akan menemukan talenta bisnis yg dapat memenangkan bisnis anda.4:39 PM Apr 22nd via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan kita disebabkan ketakutan kita,dan ketakutan kita karena ketidakmampuan kita.bekerjasamalah untuk meningkatkan kemampuan kita4:34 PM Apr 21st via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketekunan dan Kesabaran kita dalam melayani pelanggan menghantarkan kesuksesan bisnis kita3:33 PM Apr 20th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangun Opini Pelanggan dengan memanfaatkan media komunitas yang ada dengan memancing terciptanya interaksi diantara komunitas pelanggan kita7:30 AM Apr 20th via web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian kita pada pelanggan mendekatkan kita pada keuntungan2:58 PM Apr 19th via mobile web&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-3017073157043969436?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/3017073157043969436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/kumpulan-tips-bisnishasil-pengamatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3017073157043969436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3017073157043969436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/06/kumpulan-tips-bisnishasil-pengamatan.html' title='Kumpulan Tips Bisnis,hasil pengamatan dan studi lapangan April-May 2010'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/TAdOS6HUU8I/AAAAAAAAAPk/xYMmVzSIz7c/s72-c/bsiswa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2089247969103159729</id><published>2010-05-25T23:28:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T00:57:07.475-07:00</updated><title type='text'>Strategi Membangun Kepercayaan Konsumen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S_zTeZcAdiI/AAAAAAAAAPU/1mQNc9i3SCU/s1600/pemimpin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S_zTeZcAdiI/AAAAAAAAAPU/1mQNc9i3SCU/s200/pemimpin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475483766153573922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membangun sebuah kepercayaan dimulai dari bagaimana kita membangun body language kita dengan nilai-nilai inti yang mencerminkan value perusahaan.Seperti melalui senyum dan sapa menunjukkan nilai keramahan,kemudian bersih,rapih dan menarik menunjukkan nilai kenyamanan dan kebersihan.Tepat waktu,teratur,danterstruktur menunjukkan nilai kedisiplinan.Sederhana,tidak boros,berbicara seperlunya dan berdasarkan data,banyak bekerja,bertanggungjawab menunjukkan nilai-nilai kejujuran.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berorientasi pada tugas,hasil dan prestasi menunjukkan niali-nilai profesionalisme.Selalu memberikan yang terbaik dan membari manfaat yang lebih menunjukkan nilai-nilai excellence.Peduli,empati,serta tanggap terhadap kebutuhan konsumen menunjukan nilai-nilai melayani.Dengan membangun nilai-nilai tersebut dan dimanifestasikan melalui  body language kita akan dapat memberikan pengaruh secara eksternal maupun internal.Pengaruh secara eksternalnya dengan tumbuhnya kepercayaan masyarakat, konsumen, pemerintah dan investor. secara internalnya, akan terlihat pada, kinerja keuangan membaik, kinerja operasional yang membaik,kinerja karyawan yang membaik,kinerja perusahaan baik kinerja pemasaran maupun bisnis yang semakin membaik dan tumbuh. Perusahaan yang mampu menerapkan body language nilai-nilai tersebut diatas akan mempunyai tata kelola yang baik serta mempermudah relationship dan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.Untuk membangun itu semua dibutuhkan sebuah komitmen dari seluruh komponen yang ada dalam organisasi untuk bekerja sungguh-sungguh dan bertanggung jawab terhadap tugas dan amanah yang dibebankan pada dirinya,dan selalu bertekad untuk memberikan yang terbaik buat kepentingan organisasi dan masyarakat.Kendala utama mewujudkan hal tersebut adalah mensosialisasi dimana pada sosialisasi ini kita harus mampu menganut prinsip tokoh pendidikan Bangsa Indonesia Ki Hajar Dewantoro:pertama yakni Ing Ngarsa Sung Tulodo,Yakni seorang pemimpin harus mampu memberi contoh tauladan yang baik,dimana apabila karyawan melihat seorang pemimpin menerapkan nilai-nilai yang diyakini oleh perusahaan,maka kecenderungan terjadinya asimilasi sikap tersebut akan lebih besar,karena budaya karyawan dan organisasi itu cenderung dipengaruhi oleh budaya pimpinan (arasy,2002).Prinsip yang kedua adalah Ing madyo mbangun karso pada prinsip ini menurut Ki Hajar Dewantara manusia memiliki daya jiwa yaitu cipta, karsa dan karya.Pengembangan manusia seutuhnya menuntut pengembangan semua daya secara seimbang.Pengembangan yang terlalu menitikberatkan pada satu daya saja akan menghasilkan ketidakutuhan perkembangan sebagai manusia. Seorang pemimpin harus mampu menjadi inspirasi bagi karyawannya untuk pengembangan daya cipta, dan pengembangan olah rasa dan karsa. Dengan menciptakan suasana organisasi yang kondusif, humanis atau manusiawi.Pada tataran ini pemimpin harus mampu mengarahkan karyawannya untuk berprestasi pada unit dan bidangnya dengan membangun sebuah kebijakan dan mekanisme yang merangsang karyawan baik secara sukarela maupun paksaan untuk memberikan prestasi yang baik bagi perusahaan.Prinsip yang ketiga adalah Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang – orang yang diasuhnya untuk berani tampil dan memberi masukan serta mengaktualisasikan seluruh gaya bekerjanya sehingga mampu memberikan kinerja yang baik dan berprestasi.karena pada hakekatnya manusia diciptakan oleh Allah itu sebagai pemimpin dimuka bumi ini untuk menjadi rahmatan lil alamin yakni pencipta kebaikan dan kemanfaatan bagi dirinya,lingkungannya dan alam semesta ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2089247969103159729?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2089247969103159729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/strategi-membangun-kepercayaan-konsumen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2089247969103159729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2089247969103159729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/strategi-membangun-kepercayaan-konsumen.html' title='Strategi Membangun Kepercayaan Konsumen'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S_zTeZcAdiI/AAAAAAAAAPU/1mQNc9i3SCU/s72-c/pemimpin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-3206948801070075041</id><published>2010-05-17T22:53:00.000-07:00</published><updated>2010-05-17T23:15:17.129-07:00</updated><title type='text'>Fokus Kepada Konsumen Lokal dan Pelanggan akan Meningkatkan Daya Saing di Era Kompetisi Global</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S_IwPYH8T0I/AAAAAAAAAPM/hfBpB-Ob4vw/s1600/narotama+rek.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S_IwPYH8T0I/AAAAAAAAAPM/hfBpB-Ob4vw/s200/narotama+rek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472489537940508482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Indonesia telah berhasil menjadi tuan di negeri sendiri. Hal ini terlihat dari banyaknya merek-merek asli Indonesia mampu menjadi tuan di negeri sendiri, hasil survei SWA selama beberapa tahun terakhir yang bertajuk Indonesia Best Brand Award (IBBA) dan Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) selalu menobatkan bahwa lima besar di setiap kategori produk didominasi merek lokal atau merek asli Indonesia. Di ajang IBBA, merek lokal menguasai 64%. Sementara di perhelatan ICSA, merek lokal meraup 55%.( Harmanto Edi Djatmiko. memaknai-sebuah-kebanggaan/swa.co.id/2010/04/). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jack Trout dan Steve Rivkin dalam bukunya Different or Die,mengatakan bahwa kualitas produk, kreativitas periklanan, keunggulan harga, dan keluasan lini produk jarang menjadi cara yang sukses untuk membedakan bisnis Anda. Konsumen mengharapkan kualitas terbaik, katanya, mereka tidak menganggap itu bonus. Dalam kondisi yang sama, pesaing Anda dapat memangkas harga secepat Anda.Setelah mengabaikan teknik-teknik pemasaran umum sebagai sia-sia, Trout menyampaikan ide-ide membedakan akan membedakan Anda dari pesaing maka kita harus memiliki atribut yang dapat dilihat dan menjadi pembeda produk kita dengan pesaing, memiliki warisan, menjadi preferensi kelompok konsumen tertentu.Untuk dapat berhasil dalam menciptakan perbedaan,maka strategi utama yang harus dilakukan adalah focus,dimana kefokusan kita membuat kita lebih rinci dalam melayani dan memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan.Terlebih lagi jika kita focus pada konsumen local yang kita sendiri hidup dan tinggal didaerah tersebut yang membuat kita lebih mudah untuk memahami karakter konsumen.Sudah saatnya kita berfokus pada konsumen lokal kita dan membatasi area segment kita agar kita dapat menciptakan perbedaan yang terlihat jelas di mata konsumen kita.Sukses membangun imperium bisnis juga bias didasarkan atas warisan dengan mempertahankan citarasa lokal.Dengan mengusung lokalitas,setia dan konsisten mempertahankan nilai budaya dari konsumen lokal serta menyesuaikan dengan perkembangan zaman, kebutuhan dan selera konsumen akan membuat produk kita disukai banyak orang.Melalui Fokus pada konsumen lokal bukan berarti kita menutup diri untuk melakukan ekspansi tetapi justru kita akan mendapatkan simpati dan dukungan dari konsumen kita yang tanpa sadar mereka akan menjadi media yang handal dalam membantu memasarkan produk kita.Fokus konsumen lokal juga berarti menjadikan pelanggan dan konsumen yang ada sebagai konsumen baru yang menuntut kita untuk memberikan layanan yang maksimal dan terbaik.hal ini akan menjadi strategi penetrasi pasar yang paling jitu mengingat pelanggan kita yang akan menjadi agent yang membangun atribut kita dan membangun persepsi konsumen sehingga mau  membeli produk kita,dan secara otomatis jika konsumen kita sangat puas maka mereka akan membeli lebih banyak atau menyarankan dan mempengaruhi orang lain untuk membeli produk kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-3206948801070075041?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/3206948801070075041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/fokus-kepada-konsumen-lokal-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3206948801070075041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3206948801070075041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/fokus-kepada-konsumen-lokal-dan.html' title='Fokus Kepada Konsumen Lokal dan Pelanggan akan Meningkatkan Daya Saing di Era Kompetisi Global'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S_IwPYH8T0I/AAAAAAAAAPM/hfBpB-Ob4vw/s72-c/narotama+rek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-7928480999854175869</id><published>2010-05-15T23:29:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T23:53:38.384-07:00</updated><title type='text'>Pemimpin Menjadi Kunci Keberhasilan Strategi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S--WKzeRb5I/AAAAAAAAAPE/IL0diqO0_8E/s1600/Picture3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S--WKzeRb5I/AAAAAAAAAPE/IL0diqO0_8E/s200/Picture3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5471757184638480274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manajemen Strategik didefinisikan  sebagai suatu seni dan ilmu untuk memformulasikan, menerapkan, dan mengevaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi, dengan itu maka organisasi bisa mencapai tujuan organisasi (David, 2003:5). Pada penerapan strategi peran pemimpin sangat besar, dan disinilah McKinsey 7-S Framework juga mengingatkan bahwa Style (gaya kepemimpinan) menentukan strategi. (Pearce and Robinson,  2000: 399-400) &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah peran seorang pemimpin agar dia dapat menentukan dan menerapkan strategi yang membawa pada pencapaian tujuan organisasi.&lt;br /&gt;Luthans (2002: 576) menegaskan bahwa karakteristik pemimpin di Abad XXI adalah:  &lt;br /&gt;1. Innovates  (menciptakan sesuatu yang baru); &lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus mampu menciptakan sesuatu yang baru,dimana menciptakan sesuatu yang baru membutuhkan metodologi dan perangkat sistematis yang membutuhkan usaha serta kerja keras.Untuk itu seorang pemimpin harus member suritauladan bekerja keras untuk menciptakan sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;2. An original  (asli dari pemimpin); &lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus memiliki sesuatu yang khas dan unik yang menjadi ciri dari pemimpin tersebut dan menjadi kunci kebehasilan dalam memimpin.&lt;br /&gt;3. Develops  (mengembangkan); &lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus mampu mengembangkan organisasi dan karyawannya dengan mengembangkan budaya kerja yang baik&lt;br /&gt;4. Focuses on people (terkonsentrasi pada manusia); &lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus focus kepada aspek manusianya yang menjadi subyek dari kepemimpinannya,sehingga setiap kebijakan selalu dilihat dari prespektif manusia yang ada dalam organisasi tersebut.&lt;br /&gt;5. Inspires trust  (menghidupkan rasa percaya); &lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus mampu memberikan rasa kepercayaan dengan mendelegasikan wewenang kepada bawahan,dan mengembangkan sistim trust melalui penjaminan mutu&lt;br /&gt;6. Long-range perspective  (memiliki prespektif jangka panjang); &lt;br /&gt;Seoran pemimpin harus visioner dan mampu membawa organisasi untuk tetap up to date dan proaktif terhadap perkembangan zaman.Ahli Strategi John Elkins : Visi ibarat kita bermain golf jika jauh Anda mungkin beruntung,Jika dekat anda bisa menyelesaikan dengan mudah,Jika tanggung gampang-gampang susah dan Anda seringkali gagal. &lt;br /&gt;7. Asks what and why  (ia menanyakan apa dan mengapa); &lt;br /&gt;Seorang pemimpin selalu melihat setiap persoalan dari akar masalahnya dan mencoba mengerucutkan setiap fenomena dan permasalahan yang ada menjadi sesuatu yang lebih sederhana.&lt;br /&gt;8. Eye on the horizon  (berpandangan sama pada sesamanya);&lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus bias bersikap adil &lt;br /&gt;9. Originates  (memiliki keaslian)&lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus mengembangkan intelegensi dan inisiatif yg sesungguhnya berasal dari tim yang mandiri,dan dilatih dg cara yg lebih modern daripada sekedar perintah dan kontrol,serta harus lebih memberikan inspirasi dan lebih bijak&lt;br /&gt;10. Challenges the Status quo  (menentang kemapanan)&lt;br /&gt;Mampu melihat dan memainkan permainan untuk dapat memicu continues improvement dan melakukan tindakan efektif dalam konteks global&lt;br /&gt;11. Own person (mengakui tanggung jawab ada pada pemimpin)&lt;br /&gt;Memberi toleransi terhadap kegagalan seseorang, tapi memiliki keberanian untuk menghadapi lawan-lawan yang militant,dan mengakui tanggung jawab ada pada dirinya.&lt;br /&gt;12. Does the right thing (mengerjakan yang benar).Memiliki kesabaran tanpa-batas untuk mendengar,mengarahkan dan membantu Mengambil keputusan hari ini yg tepat untuk lima tahun kedepan.Mengetahui bahwa data historis akan menjadi tidak relevan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-7928480999854175869?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/7928480999854175869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/pemimpin-menjadi-kunci-keberhasilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7928480999854175869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7928480999854175869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/pemimpin-menjadi-kunci-keberhasilan.html' title='Pemimpin Menjadi Kunci Keberhasilan Strategi'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S--WKzeRb5I/AAAAAAAAAPE/IL0diqO0_8E/s72-c/Picture3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8581533261811053747</id><published>2010-05-07T01:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-07T01:08:37.748-07:00</updated><title type='text'>Spiritual Marketing Kiat Bertahan DI Era Persaingan Ketat Perguruan Tinggi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S-PKE6xuWqI/AAAAAAAAAO8/dLe5x9DDbRU/s1600/spiritua+marketing.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S-PKE6xuWqI/AAAAAAAAAO8/dLe5x9DDbRU/s200/spiritua+marketing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468436558404016802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data dari Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional, dari total jumlah penerimaan mahasiswa baru yang dijaring secara nasional sebanyak 363.198, saat ini di Indonesia terdapat sekitar 3.147 perguruan tinggi dengan 15.819 program studi.Berdasarkan data Diknas Jawa Timur jumlah lulusan SMA dan SMK 2010 sebanyak 328.571 .dan  daya tampung 57 PTN di SMPTN 2009 ini jumlahnya 100.235 orang dan yang diterima 92.511 orang Sedangkan jumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Timur sebanyak 7 PTN yang tersebar di 3 Kabupaten/Kota dan terdapat 301 perguruan tinggi swasta. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jadi Jika diasumsikan mereka melanjutkan keperguruan tinggi sebanyak 20% maka jumlahnya adalah 65.714 dan apabila diasumsikan setiap perguruan tinggi di jatim  memiliki kesempatan yang sama maka tingkat persaingan yang terjadi untuk Perguruan tinggi adalah maka tingkat persaingannya adalah 213 perperguruan tinggi.dan angka ini masih harus dikoreksi lagi dengan jumlah prodi dan klasifikasi perguruan tingginya yang berarti jumlahnya lebih kecil .Kondisi ini memaksa perguruan tinggi untuk memutar otak bagaimana supaya mereka menghadapi persaingan dan tetap bertahan hidup.&lt;br /&gt;Sekarang merupakan era spiritual marketing dimana Hermawan Kartajaya(2007) mendefinisikan Spiritual marketing adalah bagaimana pemasar menyampaikan value dengan values. Sehingga produk/jasa yang dihasilkannya memperlihatkan compassion, mengunggulkan hasrat, mengincar keberlanjutan, dan terlihat berbeda dari produk lain.&lt;br /&gt;Berdasarkan hal diatas maka dapat kita lihat bahwa spiritual marketing itu kuncinya ada pada kemampuan kita membangun suatu citra integritas melalui superioritas yang kita miliki,sehingga kita menjadi pemenang yang tidak hanya dikagumi oleh konsumen tetapi juga dipuja bahkan secara absolute dapat dikatakan kita menjadi idiologi mereka dalam mengambil suatu keputusan terhadap suatu produk tertentu. Pakar branding dan Direktur Etnomark Consulting Amalia E Maulana, Selasa (19/2/2010) di Jakarta, mengemukakan, PTS agar bisa terus eksis harus dapat menarik minat banyak calon mahasiswa baru dan harus berhasil mentransformasikan konsumen dari sekadar teman menjadi sahabat kental atau kekasih.&lt;br /&gt;Agar bisa mencapai pada tahapan tersebut maka kita harus memahami bagaimana konsumen mengambil sebuah keputusan dalam pembelian.Menurut Kotler (2000:160-161) dan    Lamb  et al.,  (2001:188), ada lima tahapan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian  yaitu (1) pengenalan masalah, (2) pencarian informasi, (3) evaluasi alternatif, (4) keputusan pembelian, dan (5) perilaku pascapembelian, sedangkan Wilkie (1994:481) membagi tahapan konsumen dalam pengambilan keputusan menjadi tiga tahap: (1)  aktivitas sebelum pembelian, (2) aktivitas pembelian, dan (3) aktivitas setelah pembelian. Perilaku pembelian dipengaruhi oleh internal konsumen yang meliputi: (1) faktor budaya konsumen, (2) tingkat sosial, (3) karakteristik  pribadi atau individu, dan (4) faktor psikologis (Kotler, 2000:161; Lamb et al., 2001:201), sedangkan  menurut Engel et al., (1994:46),  internal konsumen terdiri atas: (1) budaya, (2) kelas sosial, (3) pribadi, (4) keluarga, dan (5) situasi.&lt;br /&gt;Sejalan dengan hal tersebut maka sebuah perguruan tinggi untuk mampu membangun spiritual marketing maka langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:&lt;br /&gt;1.Perguruan Tinggi harus mampu bagaimana membangun sebuah nilai-nilai organisasi yang mampu diimplementasikan oleh seluruh anggota organisasi menjadi sebuah budaya. Budaya organisasi tersebut  harus mendemonstrasikan pelayanan pada pelanggan. Perusahaan menaruh pelanggan pada tingkat yang pertama diatas lainnya.sehingga konsumen jatuh hati dan menjadikan kita sebagai kekasih.&lt;br /&gt;2. Membagi dan menentukan segmentasi pasarnya dalam suatu kelas sosial yang akan dilayani secara fokus,Kelas sosial adalah pembagian masyarakat  yang relatif homogen dan permanen yang tersusun secara hierarkis  dan anggotanya menganut nilai, minat, dan perilaku yang serupa. Kelas sosial tidak hanya mencerminkan penghasilan,  tetapi juga indikator lain seperti pekerjaan, pendidikan, dan tempat tinggal. Di Amerika kelas sosial dibagi atas: (1) kelas atas (kapitalis, menengah atas), (2) kelas menengah (kelas pekerja/karyawan), (3) kelas bawah (pekerja miskin) (Lamb et al., 2001:211).&lt;br /&gt;3.Sesuaikan karakteristik organisasi kita dengan kepribadian konsumen yang menjadi segment kita. Setiap  konsumen  memiliki kepribadian yang unik. Kepribadian (personality) adalah menggabungkan antara tatanan psikologis dan pengaruh lingkungan. Termasuk watak dasar seseorang terutama  karakteristik  dominan mereka.  Ciri-ciri kepribadian  konsumen misalnya: kemampuan untuk beradaptasi, kebutuhan akan afiliasi hubungan), sikap agresif, kekuasaan, otonomi, dominasi, rasa hormat, pertahanan diri, emosionalisme, keteraturan, stabilitas, dan kepercayaan pada diri sendiri.    Konsep diri atau persepsi diri adalah bagaimana konsumen mempersepsikan  diri mereka sendiri. Konsep diri meliputi sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Meskipun konsep diri  bisa berubah, perubahan tersebut  biasanya bertahap. Lamb et al., (2001:222).Untuk itu sesuaikan karakter organisasi Perguruan Tinggi kita dengan kepribadian konsumen yang kita layani.Pilihan pembelian  konsumen  dipengaruhi oleh empat faktor psikologi utama  yaitu: motivasi, persepsi, pembelajaran, serta  keyakinan dan pendirian. (Kotler, 2000: 171; Wilkie; 1994:121).Menurut Kotler (2000:173), persepsi adalah proses yang digunakan oleh konsumen untuk memilih, mengorganisasi, dan menginterprestasikan  masukan-masukan informasi. Persepsi tidak hanya  bergantung pada rangsangan fisik tetapi juga pada  rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan.  Pembelajaran meliputi perubahan perilaku konsumen yang timbul dari pengalamannya, sehingga saat konsumen bertindak pengetahuannya pun akan bertambah. Teori pembelajaran mengajarkan  bahwa para pemasar dapat membangun  permintaan sebuah produk dengan mengaitkannya  pada dorongan  yang kuat, dan memberikan penguatan yang positif.  Perusahaan baru dapat memasuki pasar dengan menawarkan bujukan yang sama dengan yang digunakan pesaing  dan memberikan konfigurasi  sebagai isyarat untuk menarik perhatian  yang serupa, karena pembeli lebih cenderung untuk mengalihkan kesetiaan mereka pada merek yang mirip.   Keyakinan (belief) adalah gambaran pemikiran yang dianut konsumen tentang suatu hal.  Melalui tindakan dan belajar  konsumen mendapatkan keyakinan dan sikap, keduanya mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Keyakinan mungkin berdasarkan pengetahuan, pendapat, atau kepercayaan (faith).  Keyakinan konsumen akan membentuk citra produk dan merek, serta  konsumen  akan bertindak berdasarkan  citra tersebut.   Sikap  (attitude) adalah evaluasi, perasaan emosional, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak menguntungkan serta bertahan lama  dari seseorang terhadap suatu obyek atau gagasan.  Sebaiknya perusahaan menyesuaikan produknya dengan sikap  yang telah ada dari pada berusaha untuk mengubah sikap konsumen, karena untuk merubah  sikap dibutuhkan biaya yang besar.&lt;br /&gt;4.Keluarga adalah entitas dari konsumen anda,yang juga harus diperhatikan untuk menjadi bagian yang harus dilayani.Karena keluargalah sebagai faktor eksternal utama yang mempengaruhi persepsi,membangun keyakinan dan mendorong konsumen untuk menentukan sikap dalam mengambil suatu keputusan.&lt;br /&gt;5.Agar strategi yang kita pilih itu tepat dan sesuai dengan Situasi yang ada,sehingga kita mudah diterima oleh konsumen,maka kita perlu menggali berbagai informasi penting sehubungan dengan produk kita. Untuk itu kita butuh analisa situas Hasil analisa ini diperlukan agar kita yakin bahwa produk yang kita miliki dan atributnya memang sesuai dengan situasi wilayah dimana segment kita berada. Misalnya, sudah sesuai dengan budaya setempat, saluran komunikasinya sudah cocok atau belum, juga kita bisa tahu media atau jejaring apa saja yang bisa kita manfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8581533261811053747?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8581533261811053747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/spiritual-marketing-kiat-bertahan-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8581533261811053747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8581533261811053747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/spiritual-marketing-kiat-bertahan-di.html' title='Spiritual Marketing Kiat Bertahan DI Era Persaingan Ketat Perguruan Tinggi'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S-PKE6xuWqI/AAAAAAAAAO8/dLe5x9DDbRU/s72-c/spiritua+marketing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-1755279748921982066</id><published>2010-05-05T23:32:00.000-07:00</published><updated>2010-05-06T01:03:21.991-07:00</updated><title type='text'>Blue Ocean Strategi Versus Spiritual Strategi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S-J2HRGcLpI/AAAAAAAAAO0/0whYzrAkNMY/s1600/blue+ocean.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 125px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S-J2HRGcLpI/AAAAAAAAAO0/0whYzrAkNMY/s200/blue+ocean.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5468062764802780818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;W. Chan Kim dan Renee Mauborgne dalam bukunya BLUE OCEAN STRATEGY. Yang diterbitkan Harvard Business School Press 2005. Blue Ocean Strategy menggambarkan pergeseran paradigma strategis yang memberikan  kerangka perubahan pemikiran tradisional tentang strategi dari persaingan berubah menjadi tidak ada pesaing.Mereka  membagi dunia strategi bisnis dalam dua samudra: red ocean dan blue ocean. Dalam red ocean, perusahaan fokus pada pertarungan di lanskap kompetisi yang sudah ada. Perusahaan saling bertempur hingga berdarah-darah. Cara yang cerdas untuk menghadapi situasi ini, adalah melompat ke blue ocean adalah area baru yang diciptakan dengan kreativitas dan imajinasi. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di blue ocean inilah perusahaan menciptakan aturan main sendiri, menciptakan pasar sendiri dan membuat kompetisi berikut kompetitor yang baku hantam menjadi tidak lagi relevan. Kim dan Renee telah memetakan "sebuah jalur baru dan berani untuk memenangi masa depan." Mereka menawarkan enam prinsip yang dapat digunakan oleh setiap perusahaan untuk merumuskan dan menerapkan strategi samudra biru dengan sukses :&lt;br /&gt;1. Cara merekonstruksi batas-batas pasar, &lt;br /&gt;2. Berfokus pada gambaran besar, &lt;br /&gt;3. Melampaui tuntutan yang ada, &lt;br /&gt;4. Merancang rangkaian strategi dengan benar, &lt;br /&gt;5. Mengatasi rintangan-rintangan organisasional, &lt;br /&gt;6. Mengintegrasikan ekskusi ke dalam strategi.&lt;br /&gt;"Ciptakan ruang pasar tanpa pesaing, dan biarkan kompetisi menjadi tidak relevan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah disampaikan oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne  dalam Blue Ocen Strategi itu pada dasarnya telah dirumuskan didalam alquran surat ali’imron ayat 104 Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.Dalam firman tersebut Allah dengan tegas menyatakan bahwa  untuk menjadi orang-orang yang beruntung maka kita harus menjadi orang –orang yang mampu menjadi yang terbaik pada bidangnya sehingga bisa menunjukkan kepada orang lain mana jalan/cara yang benar (melalui inovasi dan kreatifitas) menunjukkan jalan yang terang yang lebih baik dan memberi solusi dan manfaat lebih banyak,sehingga mencegah orang lain untuk mengambil keputusan yang salah yang dapat merugikan mereka.Melalui ayat ini allah hendak mengajarkan kepada kita sebagai umat manusia tentang spiritual strategi,dimana daya saing dan kompetitif kita ditentukan oleh kemampuan kita untuk berbuat dan memberikan sesuatu yang terbaik dan bersabar,karena sesuatu yang baru meskipun itu baik tidak mudah diterima begitu saja oleh masyarakat,sebagaimana islam turun di masyarakat jahiliyah membutuhkan waktu untuk member kesadaran kepada masyarakat bahkan Nabi Muhammad SAW dianggap gila karena banyak menyampaikan sesuatu yang dianggap tidak masuk akal pada saat itu.Demikian juga kita saat ini apabila kita telah menyampaikan sesuatu imajinasi kita dan kreatifitas kita mungkin awal kita dianggap gila,tapi kemudian apabila kita tetap bersabar dan konsisten maka justru sesuatu yang dianggap gila tadi dan tidak ada pesaingnnya menjadikan kita berada di era bisnis tanpa pesaing.Dan kunci agar kita menjadi yang terdepan adalah kita tetap preparation atau bersiap siaga agar kita segera dapat menagkap momentum dengan cepat dan tepat yang menjadikan kita sebagai pemenang.Ini juga dijelaskan Oleh Allah dalam Firmannya:Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.(QS.Al-Imran Ayat 200).&lt;br /&gt;Allah juga mengajarkan bagaimana strategi kita ketika kita telah menjadi pemenang dan terhindar dari persaingan,adalah tetap konsisten pada jalur yang menjadi keunggulan kita,hal ini sesuai dengan firman Allah :(Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”( QS.Al-Imran Ayat 8).&lt;br /&gt;Allah juga mengajarkan kepada kita untuk tetap menjaga kestabilan emosi.hatidan pikiran kita dengan menyadari bahwa semua dipergilirkan,sehingga ketika bisnis kita sudah tidak relevan,maka kita diperintahkan untuk menyadari dan merotasi bisnis kita agar menjadi relevan lagi,sebagaimana firman Allah :Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).( QS.Al-Imran Ayat 26-27)&lt;br /&gt;Dan Allah memerintahkan kita untuk selalu menyempurnakan produk kita dan membersihkan diri kita sehingga terhindar dari persaingan,yang menjadikan kita iri dengki dan sifat,sifat lain yang dapat menjerumuskan kita pada kerugian.Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat As-Syam ayat 8- 10 : Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.&lt;br /&gt;Dan yang terakhir Allah mengajarkan kepada kita apabila kita ingin tetap bertahan menjadi yang terdepan maka kita harus melakukan inovasi terus menerus untuk menjadikan sesuatu yang sulit menjadi mudah,karena inti dari inovasi yang dilakukan oleh manusia adalah mencoba membuat aktivitas kehidupan manusia menjadi lebih mudah dan jangan menunda setiap pekerjaan untuk menggapai setiap kesempatan yang ada,dan tetap menggantungkan harapan yang setinggi-tingginya kepada sang Maha Pencipta. Sebagai mana Firman Allah dalam AL-Quran Surat Alam-Nasyrah ayat 1- 8 ; Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu, Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-1755279748921982066?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/1755279748921982066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/blue-ocean-strategi-versus-spiritual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1755279748921982066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1755279748921982066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/blue-ocean-strategi-versus-spiritual.html' title='Blue Ocean Strategi Versus Spiritual Strategi'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S-J2HRGcLpI/AAAAAAAAAO0/0whYzrAkNMY/s72-c/blue+ocean.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5682371183337031039</id><published>2010-05-03T23:05:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T01:41:08.349-07:00</updated><title type='text'>Keunggulan Intangible Aset Membuat Pesaing Hanya Menjadi Follower</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S9_dm0NXoII/AAAAAAAAAOU/ZY-2EhB3eSY/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 95px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S9_dm0NXoII/AAAAAAAAAOU/ZY-2EhB3eSY/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467332131570557058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Day dan Wesley ( 1988)  mengemukakan keunggulan kompetitive mempunyai dua arti yang saling berhubungan  yang pertama memfokuskan pada superioritas keterampilan ( Superior skill) dan atau superioritas sumber daya ( superior resources), dan arti yang kedua berkaitan dengan keunggulan posisional perusahaan yang dinyatakan dengan hasil-hasil kinerja superior ( superior performance out comes).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Porter ( 1985)  keunggulan posisional bisnis yang dicapai oleh suatu perusahaan secara langsung merupakan barriers (hambatan) mobilits kompetitif dalam persaingan karena dapat menjadi penghalang masuknya pesaing baru.Dimana porter membedakan keunggulan strategik perusahaan karena dua hal yakni yang pertama karena perusahaaan memiliki keunikan (berbeda dengan lainnya) yang dilihat oleh pelanggan dan karena perusahaan memiliki keunggulan posisi biaya yang relatif rendah dibanding dengan pesaing.Perubahan selera dan kebutuhan konsumen yang begitu cepat membawa arah perkembangan zaman yang menghendaki kehidupan yang serba instant hal ini membuat pergeseran peta persaingan bisnis,dimana loyalitas konsumen adalah merupakan suatu yang langka,dan absolurisme kebutuhan juga menjadi sesuatu yang relative,hal ini menjadikan life cycle produk menjadi begitu cepat dan menuntut inovasi yang serba cepat dimana berdasarkan hasil penelitian untuk produk acesoris rata-rata paling lama life cycle hanya bertahan 1 bulan usianya.Untuk itu keunggulan pada sisi komparatif yang didominasi oleh factor-faktor tangible menjadi sangat rentan dan hampir sulit untuk mendapatkan posisioning dibenak konsumen,sehingga kita melihat fenomena pemimpin pasar di era 2010 ini adalah merekayang memiliki intangible asset sebagai factor keunggulan strategisnya.&lt;br /&gt;Menurut Al Ries and Jack Trout(1981) dalam bukunya Positioning : The Battle for Your Mind; Kebanyakan perusahaan yang berhasil hampir tidak pernah mengubah jurus kemenangannya. Dengan pengecualian yang langka sebuah perusahaan  sebaiknya jangan pernah mengubah strategi positioning dasarnya. Hanya  taktiknya saja yang diubah, manuver jangka pendek yang dimaksudkan untuk  menerapkan strategi jangka panjang. Kreatifitas akan memberikan konstribusi nyata  hanya ketika mendukung sasaran memposisikan diri Anda.Sehingga Untuk menjadikan sebuah keunggulan menjadi keunggulan intangible asset yang dapat masuk kedalam benak konsumen maka hal yang harus dilakukan adalah :&lt;br /&gt;1. Timbulkan kesan,sehingga konsumen dapat mengingat anda&lt;br /&gt;2. Sesuaikan Diri dan Produk Kita sebagaimana apa yang di persepsi oleh konsumen,meskipun terkadang itu negative,tapi secara perlahan buatlah yang dipersepsi negative menjadi hal yang wajar,dan konsumen mulai melihat sisi positifnya.&lt;br /&gt;3. Buatlah ritme perubahan yang anda lakukan,sesuaikan dengan kondisi dan momentum yang menjadi opini konsumen,jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat.&lt;br /&gt;4. Bersifat Proaktif,dan mendahului pesaing dan melebihi ekspektasi konsumen&lt;br /&gt;5. Sederhanakan masalah dan focus,buat pentahapan selesaikan yang paling mudah,dan jangan menunda pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5682371183337031039?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5682371183337031039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/keunggulan-intangible-aset-membuat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5682371183337031039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5682371183337031039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/keunggulan-intangible-aset-membuat.html' title='Keunggulan Intangible Aset Membuat Pesaing Hanya Menjadi Follower'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S9_dm0NXoII/AAAAAAAAAOU/ZY-2EhB3eSY/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-6360416555207255012</id><published>2010-05-03T22:39:00.000-07:00</published><updated>2011-12-16T22:08:20.966-08:00</updated><title type='text'>Keunggulan Intangible Aset membuat pesaing hanya menjadi Follower</title><content type='html'>Bill Gates menyatakan bahwa "Sukses adalah guru yang buruk. Ini menggoda orang cerdas untuk berpikir bahwa mereka tidak bisa kehilangan." Pernyataan tersebut mengandung arti yang sangat mendalam,dimana apabila orientasi dari setiap aktivitas pekerjaan yang kita lakukan adalah kesuksesan maka akan membuat kita terjebak pada zona nyaman ketika kesuksesan itu sudah kita raih dan ini berarti kita akan mulai membuat kita stagnan dan kehilangan kreatifitas dan daya inovasi.&lt;span class="fullpost"&gt;Seseorang akan dapat berpikir kreatif ketika dia mampu memiliki cara pandang yang berbeda terhadap setiap masalah dan fenomena yang dihadapi.Sebenarnya masalah yang kita hadapi tidak berubah, tetapi yang kita ubah adalah cara kita dalam memandang masalah tersebut melalui pola pikir positip.Untuk dapat melakukan hal tersebut ali bin abu thalib pernah menyampaikan suatu nasehat kepada kita yaitu "Janganlah kamu mengatakan kepada Tuhan bahwa kamu punya masalah tetapi katakanlah kepada masalah bahwa kamu punya Tuhan".Ketika seseorang telah menyandarkan dirinya dan segala usahanya kepada Tuhan maka dia akan selalu menggunakan daya pikirnya untuk menhasilkan sesuatu yang baik dan terus di improvisasi agar berkembang menjadi lebih baik lagi dan menyesuaikan dengan kondisi perkembangan zaman.Berpikir kreatif adalah sesuatu yang diawali dari kebiasaan kita di dalam melihat segala sesuatu dengan sudut pandang baru,selalu berusaha menemukan hubungan baru dan mencoba membentuk kombinasi baru dari setiap aktivitas yang dilakukan.Dan inilah sebetulnya Keunggulan Intangble Aset yang kita butuhkan untuk menjadi pemenanng di era persaingan yang sangat kompetitif dan sangat kompleks.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-A_stVLkt7s4/TuwxyykBk5I/AAAAAAAAAW4/9x6SQeTdYqg/s1600/images.jpg" imageanchor="1" style="clear:left; float:left;margin-right:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="180" width="179" src="http://3.bp.blogspot.com/-A_stVLkt7s4/TuwxyykBk5I/AAAAAAAAAW4/9x6SQeTdYqg/s200/images.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-6360416555207255012?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/6360416555207255012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/keunggulan-intangible-aset-membuat_03.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/6360416555207255012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/6360416555207255012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/05/keunggulan-intangible-aset-membuat_03.html' title='Keunggulan Intangible Aset membuat pesaing hanya menjadi Follower'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-A_stVLkt7s4/TuwxyykBk5I/AAAAAAAAAW4/9x6SQeTdYqg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5124237286497535237</id><published>2010-04-30T00:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T22:21:56.853-07:00</updated><title type='text'>Membangun Daya Saing dengan Menciptakan Inovasi Berbasis Pasar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S-EAV8VrT2I/AAAAAAAAAOk/gKlkQXIVvvE/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S-EAV8VrT2I/AAAAAAAAAOk/gKlkQXIVvvE/s200/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467651799578791778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Prather and Gundry dalam Ceramy (2001: 1), mendefinisikan inovasi sebagai implementasi ide ide yang bersumber dari dukungan struktur dan budaya kreativitas organisasi.Inovasi adalah munculnya suatu gagasan, proses produk, layanan jasa yang atau sesuatu yang bersifat baru bagi konsumen (Garcia and Galantone, 2002; dan Zhou et al., 2005).Menurut Hoffman (2000) inovasi dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu: (1) perusahaan mampu membuat produk yang sama, dengan proses yang lebih efisien; (2) perusahaan mampu membuat produk berkualitas yang lebih diminati oleh konsumen; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;(3) perusahaan  mampu menggunakan faktor produksi yang lebih baik dan membuka pasar baru untuk produknya; (4) perusahaan mampu membuka sumber baru untuk bahan baku yang dapat memberikan nilai tambah pada faktor produksinya; dan (5) perusahaan mampu meningkatkan efektivitas organisasi yang ada sehingga lebih banyak sumber daya yang dapat dimanfaatkan .&lt;br /&gt;Ke lima cara diatas harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi pasar,untuk mencari dan menggali apa yang menjadi keinginan konsumen di saat ini dan akan tumbuh menjadi kebutuhan konsumen dimasa mendatang.Inovasi berbasis pasar berupaya  menciptakan nilai dan menghasilkan sesuatu yang bersifat baru bagi konsumen, walaupun dalam situasi pasar yang darurat (Christensen and Bower, 1996; dan Zhou et al., 2005.).Untuk itu didalam membangun sebuah inovasi kita harus menggunakan daya imaginasi kita dan hal ini bisa kita lakukan dengan banyak membaca referensi atau berpetualang melalui dunia maya untuk melihat perkembangan kebutuhan dan keinginan konsumen dan meramalkan apa yang akan terjadi 5 tahun sampai 10 tahun ke depan diwilayah segment pasar kita.Kunci dari membangun inovasi berbasis pasar adalah meletakkan pasar dalam hal ini konsumen sebagai subyek yang harus dilayani,sehingga kepedulian kita kepada pelanggan adalah menjadi orientasi dari inovasi yang kita lakukan.sebab konsumen  tidak peduli seberapa banyak kita tahu dan mengenal mereka sampai mereka tahu seberapa banyak kita peduli terhadap mereka.Jadi inti dari inovasi berbasis pasar adalah bangun relationship dengan konsumen secara proaktif,sehingga kita menjadi lebih dulu tahu apa yang diinginkan konsumen anda dan memberi surprise kepada pelanggan yang membuat mereka selalu mengingat kita,serta menjadikan kita pilihan utama konsumen.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5124237286497535237?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5124237286497535237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/membangun-daya-saing-dengan-menciptakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5124237286497535237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5124237286497535237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/membangun-daya-saing-dengan-menciptakan.html' title='Membangun Daya Saing dengan Menciptakan Inovasi Berbasis Pasar'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S-EAV8VrT2I/AAAAAAAAAOk/gKlkQXIVvvE/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-919129292485754939</id><published>2010-04-26T02:56:00.000-07:00</published><updated>2010-04-26T03:08:48.752-07:00</updated><title type='text'>Strategi Pemasaran Produk Lewat Facebook</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S9VmJmQMH8I/AAAAAAAAAN0/y_rI4NtqBpw/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 87px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S9VmJmQMH8I/AAAAAAAAAN0/y_rI4NtqBpw/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464386037957271490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Strategi adalah menentukan apa yang harus dikerjakan oleh perusahaan agar mencapai tujuan dan sasaran perusahaan. Dengan kata lain strategi adalah cara yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk kelangsungan hidupnya dan memenangkan persaingan melalui keunggulan bersaing yang berkesinambungan.&lt;br /&gt;Pemasaran merupakan aktivitas utama dalam usahanya untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Swastha (2000:5) mengutip pernyataan William J. Stanton yang menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.&lt;br /&gt;Pemasaran terdiri atas serangkaian prinsip untuk memilih pasar sasaran (target market), mengevaluasi kebutuhan konsumen, mengembangkan barang dan jasa pemuas keinginan, memberi nilai pada konsumen dan laba bagi perusahaan. Konsep pemasaran memberikan ketegasan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahaan tersebut harus menjadi lebih efektif bila dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, meyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaran yang terpilih. (Kotler, 2002:22).Selanjutnya beberapa pilihan strategi menurut pilihan strategi menurut David (2002:46) dibedakan menjadi 4 yaitu:&lt;br /&gt;1. Strategi Integrasi&lt;br /&gt;Yang termasuk strategi integrasi adalah: pengembangan pasar, penetrasi pasar, pengembangan produk, intergrasi ke depan, intergrasi ke belakang, intergrasi horisontal, diversifikasi konsentrik.&lt;br /&gt;2. Strategi Intensif&lt;br /&gt;Strategi yang memerlukan usaha isentif untuk memperbaiki posisi bersaing dengan perusahaan dengan produk yang sudah ada. Yang termasuk strategi intensif adalah: pengembangan pasar, penetrasi pasar, pengembangan bisnis dan likuidasi.&lt;br /&gt;3. Strategi Defensif&lt;br /&gt;Yang termasuk strategi defensif adalah: penciutan bisnis, likuidasi, diversifikasi konsentrik, diversifikasi horizontal, difersifikasi konglomerasi.&lt;br /&gt;4. Strategi Diversifikasi&lt;br /&gt;Yang termasuk strategi diversifikasi adalah: diversifikasi konsentrik, diversifikasi horizontal, diversifikasi konglomerasi, usaha patungan, outsourching, branchmarking.&lt;br /&gt;Berikut ini dijabarkan beberapa strategi menurut Fred R. David (2000:48) antara lain:&lt;br /&gt;1. Integrasi ke depan adalah memperoleh kepemilikan atau meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer. Strategi ini digunakan ketika:&lt;br /&gt;a) Jalur distribusi yang ada sangat mahal, kualitasnya terbatas dan tidak dapat mendistribusikan dengan cepat.&lt;br /&gt;b) Organisasi mempunyai kemampuan modal dan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis baru.&lt;br /&gt;c) Bisnis distribusi atau eceran mempunyai marjin keuntungan yang tinggi.&lt;br /&gt;d) Produk yang stabil lebih diutamakan, sehingga dapat diprediksi permintaan akan produk perusahaan melalui distributor.&lt;br /&gt;2. Integrasi ke belakang adalah mencari kepemilikan atau meningkatkan kendali atas perusahaan pemasok. Strategi ini digunakan ketika:&lt;br /&gt;a) Jumlah pemasok sedikit sedangkan pesaing sangat banyak&lt;br /&gt;b) Perusahaan menginginkan pasokan bahan baku yang cepat sedangkan pemasok yang ada tidak mampu menyediakan dan sangat mahal.&lt;br /&gt;c) Kestabilan harga lebih diutamakan, karena dengan strategi ini perusahaan dapat menekan biaya bahan baku.&lt;br /&gt;d) Pemasok yang ada memiliki marjin keuntungan yang tinggi dan perusahaan mempunyai modal dan sumber daya manusia yang berkualitas. &lt;br /&gt;3. Intergrasi horizontal ardalah mencari kepemilikan atau meningkatkan kendali atas pesaing. Strategi ini digunakan ketika:&lt;br /&gt;a) Perusahaan dapat menjadi monopolistik di suatu daerah tanpa melanggar peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;b) Perusahaan bersaing, di industri yang sedang berkembang&lt;br /&gt;c) Dapat meningkatkan  skala ekonomi untuk mendukung keuntungan bersaing&lt;br /&gt;d) Memiliki modal dan sumber daya manusia yang cukup untuk melakukan ekspansi.&lt;br /&gt;4. Penetrasi Pasar adalah mencari pangsa pasar yang lebih besar untuk produk atau jasa yang sudah ada sekarang lewat usaha pemasaran yang lebih gencar. Strategi ini digunakan ketika:&lt;br /&gt;a) Dapat meningkatkian skala ekonomi untuk mendukung keuntungan bersaing&lt;br /&gt;b) Terdapat hubungan yang tinggi antara pengeluaran untuk pemasaran terhadap kenaikan penjualan.&lt;br /&gt;c) Pangsa pasar pesaing menurun sedangkan total penjualan industri meningkat.&lt;br /&gt;d) Pasar yang ada belum jenuh oleh produk dan jasa perusahaan.&lt;br /&gt;5. Pengembangan pasar adalah memperkenalkan produk atau jasa yang sudah ada ke wilayah geografi baru. Strategi ini digunakan ketika:&lt;br /&gt;a) Jaringan distribusi, tersedia berkualitas dan tidak mahal&lt;br /&gt;b) Perusahaan memiliki kelebihan kapasitas produksi&lt;br /&gt;c) Perusahaan saat ini sangat berhasil atas apa yang dikerjakan&lt;br /&gt;d) Muncul pasar yang baru atau pasar belum jenuh.&lt;br /&gt;6. Pengembangan produk adalah mencari kenaikan penjualan dengan memperbaiki produk atau jasa yang sudah ada atau mengembangkan yang baru. Strategi ini digunakan ketika:&lt;br /&gt;a) Memiliki produk-produk yang berhasil/sukses dan telah berada pada tahap jenuh &lt;br /&gt;b) Pesaing menawarkan produk dengan kualitas lebih baik dan harga lebih murah&lt;br /&gt;c) Perusahaan memiliki kemampuan riset dan pengembangan produk&lt;br /&gt;d) Bersaing di industri yang sedang pertumbuhan&lt;br /&gt;7. Difersivikasi konsentrik adalah mencari produk atau jasa baru, tetapi berkaitan. Strategi ini digunakan ketika:&lt;br /&gt;a) Bersaing di suatu industri yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya lambat&lt;br /&gt;b) Produk yang ada telah mengalami tahap penurunan&lt;br /&gt;c) Produk yang baru dapat ditawarkan dengan harga yang lebih kompetitif dan dapat meningkatkan penjualan produk yang sudah ada.&lt;br /&gt;d) Produk yang baru memiliki tingkat penjualan musiman sehingga dapat menutup kerugian pada saat produk yang ada memasuki musim penurunan&lt;br /&gt;8. Difersivikasi konglomerat adalah menambah produk atau jasa baru, tidak berkaitan. Strategi ini digunakan ketika:&lt;br /&gt;a) Industri mengalami penurunan dalam penjualan tahunan dan keuntungan&lt;br /&gt;b) Pasar untuk produk yang ada telah jenuh&lt;br /&gt;c) Perusahaan mempunyai peluang untuk membeli bisnis yang tidak berkaitan merupakan peluang investasi yang menarik&lt;br /&gt;9. Difersivikasi horisontal adalah menambah produk atau jasa baru, tidak berkaitan untuk pelanggan yang sudah ada. Strategi ini digunakan ketika:&lt;br /&gt;a) Produk baru akan meningkatkan penerimaan dan produk yang sudah ada&lt;br /&gt;b) Bersaing dalam industri yang tidak tumbuh tetapi persaingan sangat ketat&lt;br /&gt;c) Jaringan industri yang ada dapat digunakan untuk memasarkan produk baru ke pelanggan yang ada&lt;br /&gt;d) Produk baru memiliki musim penjualan yang berbeda dengan produk yang ada.&lt;br /&gt;10. Usaha patungan adalah dua perusahaan sponsor atau lebih membentuk organisasi  terpisah dengan tujuan kerjasama. Strategi ini digunakan ketika:&lt;br /&gt;a) Dua atau lebih  perusahaan kecil tidak mampu bersaing dengan peruahaan besar&lt;br /&gt;b) Muncul kebutuhan untuk secepatnya memperkenalkan teknologi baru&lt;br /&gt;c) Keunggulan yang berbeda dari kedua perusahaan dapat saling melengkapi&lt;br /&gt;d) Perusahaan masuk ke pasar internasional sehingga akan mendapatkan kemudahan-kemudahan dari pemerintah setempat.&lt;br /&gt;11. Penghematan/penciutan adalah mengubah pengelompokan lewat penghematan biaya dan aset untuk membalik penjualan dan laba yang menurun. Strategi ini digunakan ketika:&lt;br /&gt;a) Perusahaan telah memaklai strategi pengurangan tetapi tidak ada perbaikan&lt;br /&gt;b) Sebuah divisi memerlukan lebih banyak sumber daya untuk bersaing&lt;br /&gt;c) Sejumlah besar dana diperlukan secara mendesak, sedangkan dana tidak diperoleh dari sumber-sumber lain&lt;br /&gt;d) Suatu devisi bertanggung jawab terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan&lt;br /&gt;12. Divestasi adalah menjual suatu divisi atau bagian dari suatu organisasi.&lt;br /&gt;13. Likuidasi adalah menjual semua aset sebuah perusahaan bagian per gaian atas nilai aset berwujud.&lt;br /&gt;Selama ini bauran pemasaran untuk produk dapat dikelompokkan menjadi empat elemen yaitu product, price, place, promotion. Sementara jika diterapkan dalam pemasaran jasa maka dilakukan penyesuaian-penyesuaian yang dapat dikontrol dan dikoordinasi oleh organisasi. Di dalam pemasaran jasa elemen-elemen tersebut didefinisikan dalam 8 “P” (Lovelock, 1999:44) yaitu:&lt;br /&gt;1. Product (Service), berhubungan dengan keragaman dan kedalaman pelayanan yang ditawarkan dalam satu paket jasa khusus. Unsur-unsur dalam service mencakup target pasar, layanan, tingkat layanan, sewa dan pinjaman, after sales service, dan garansi. &lt;br /&gt;2. Price, berhubungan dengan lokasi berhubungan dengan daftar harga, potongan harga, fleksibilitas, tunjangan periode pembayaran, dan jangka waktu kredit. &lt;br /&gt;3. Place, berhubungan dengan lokasi, channel of distribution, distribusi pelayanan yang mudah dicari dan diperoleh.&lt;br /&gt;4. Promotion, adalah satu kegiatan untuk memperkenalkan produk dan menyampaikan keunggulan produk kepada para konsumen. Promosi bertujuan untuk menarik minat dan image yang baik dari para konsumen kepada produk yang akan berakhir dengan keputusan untuk membeli produk tersebut.&lt;br /&gt;5. Physical evidence, adalah berhubungan dengan penampilan luar, penampilan jasa, penampilan karyawan, peralatan dan bahan-bahan. Elemen ini penting dalam bauran pemasaran karenapelanggan biasanya berhubungan dengan beberapa bagian dari fasilitas produksi jasa, peralatan, dan staf.&lt;br /&gt;6. People, adalah berhubungan dengan beberapa atau semua orang yang mencerminkan perannya dalam pelaksanaan jasa. Termasuk di dalamnya adalah sikap, keahlian, komitmen, kebebasan bertindak, frekuensi, dan durasi pertemuan, dengan pelanggan serta aktivitas penjualan dan training.&lt;br /&gt;7. Process, adalah berhubungan dengan identifikasi kebutuhan dan keinginan karyawan, keterlibatan pelanggan, kontrol terhadap permintaan dan kualitas, kebijakan dan prosedur serta aliran aktivitas dalam pemasaran jasa.&lt;br /&gt;8. Productivity and Quality; produktivitas dan kualitas layanan ini dapat ditunjukkan dengan penggunaan teknologi yang canggih sehingga transakasi yang dilakukan dapat diselenggarakan secara akurat dan tepat sesuai dengan kebutuhan nasabah. Begitu juga dengan penyampaian informasi yang akurat sehingga dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Hal ini dapat dilakukan seperti pelayanan dengan menggunakan media elektronik, misalnya akses melalui internet, di mana penawaran dan pembelian reksadana dapat dilakukan melalui internet. &lt;br /&gt;Keberadaan Jaringan sosial Seperti Facebook,Twitter,dlsb adalah merupakan elemen dari bauran pemasaran People,yang harus diperhitungkan khususnya di indonesia,dimana berdasarkan data Google Ad Planner, per Februari 2010 tercatat 34 juta penguna unik (unique visitor) Indonesia.Ini merupakan suatu jaringan pemasaran yang cukup luas dan murah yang harus dipertimbangkan dalam memasarkan produk kita.Dan yang lebih hebat lagi melalui facebook kita dapat melakukan Segmentasi,targeting dan Positioning produk kita,karena dalam facebook konsumen memberikan Data diri selengkap mungkin yang secara suka rela diserahkan ke Facebook itu bukan hanya nama, akun email, tetapi juga latar belakang pendidikan, latar belakang pekerjaan, hobi, hingga jalinan pertemanan! Ini data-data yang sangat diinginkan oleh pemasar mana pun. Facebook adalah surga data bagi para pemasar.Melalui Facebook kita akan dapat membangun strategi yang efektif dan murah khususnya untuk penerapan Strategi Integrasi yakni untuk pengembangan pasar dengan menciptakan pasar baru melalui segment yang berbeda dan penetrasi pasar dengan mengintensifkan pemasaran produk kita sehingga jumlah pangsa pasar kita meningkat pada segment yang sama.&lt;br /&gt;Untuk itu bangun strategi bauran pemasaran khususnya people melalui Facebook,untuk membangun daya saing produk Anda dengan memposisioningkan produk Anda dengan cara yang unik,dengan bahasa sesuai segment anda dan tampilan yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-919129292485754939?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/919129292485754939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/strategi-pemasaran-produk-lewat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/919129292485754939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/919129292485754939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/strategi-pemasaran-produk-lewat.html' title='Strategi Pemasaran Produk Lewat Facebook'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S9VmJmQMH8I/AAAAAAAAAN0/y_rI4NtqBpw/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5816882329688691951</id><published>2010-04-21T00:04:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T00:22:28.728-07:00</updated><title type='text'>Membangun Citra Diri Polisi melalui Brand Kredibilitas Sebagai Penegak Hukum dan Penegak Bisnis</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S86mem41YvI/AAAAAAAAANs/-eic2nM4JNg/s1600/polisi.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S86mem41YvI/AAAAAAAAANs/-eic2nM4JNg/s200/polisi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462486442812203762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Definis Polisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah badan pemerintah yg bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum (menangkap orang yg melanggar undang-undang dsb); 2 anggota badan pemerintah (pegawai negara yg bertugas menjaga keamanan dsb); berdasarkan definisi tersebut maka keberadaan polisi sangat erat hubungannya dengan masyarakat untuk itu Polisi juga wajib menjaga tingkat kepercayaan masyarakat.Karena Hak dan kewenangan polisi itu ada jika dia didukung oleh masyarakat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa dalam membangun citra dan harga diri serta kehormatan polri harus menjaga hubungan dan peran polisi sebagai abdi masyarakat.Fenomena yang terjadi sekarang dimana polisi kehilangan citra dirinya sebetulnya diakibatkan karena polisi melupakan esensi dirinya sebagai abdi masyarakat dimana menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti pegawai pemerintah yang pada dasarnya mempunyai kewajiban melayani masyarakat.Kondisi persoalan bangsa kita saat ini menyebabkan terjadinya tuntutan public yang menginginkan adanya keterbukaan dan respon polisi.Untuk memperbaiki citra institusi polri di mata rakyat,harus mampu mendapatkan simpati rakyat lewat capaian sejumlah prestasi, serta menjalin kemitraan dengan masyarakat. Dan membalik opini masyarakat,melalui peningkatan kinerja polri sebagai aparat penegak hukun,ketertiban dan keamanan dimasyarakat.Sebagai penegak hukum, tentunya polisi harus tetap bermain dan berpijak pada tataran hukum. Bukan pada tataran yang lain, termasuk tataran politik atau untuk kepentingan kekuasaan. Hukum harus dijunjung tinggi. Hanya saja cara menjalankannya yang harus dibaharui. Polisi harus bertindak dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.Kredibilitas, keberhasilan, kegagalan, simpati atau antipati publik terhadap Polri pada era sekarang ini, tentu amat ditentukan oleh perilaku anggota Polri itu sendiri. Seberapa jauh partisipasi baik anggota Polri itu bersikap di hadapan masyarakat, maka sepanjang itulah masyarakat akan menaruh simpati kepada Polri. Dengan demikian akan semakin tinggilah simpati publik, dan makin besar pulalah kredibilitas Polri. Polri harus mampu meninggalkan opini membekingi perjudian,atau keberpihakan kepada orang yang berduit sehingga melupakan keadilan, melakukan pengutipan di jalanan, serta melakukan tindakan-tindakan yang tidak pantas dalam keseharian. Dan ini harus dilakukan seluruh anggota Polri,karena masyarakat terbukti mensamaratakan antara oknum dan aparat/institusi Polri bercitra jelek di masyarakat. Akan tetapi, bagaimanapun stikma itu, secara sadar atau tidak, akan melekat pada pandangan publik terhadap institusi Polri.Untuk itu keberanian Susno Djuaji patut mendapatkan apresiasi untuk menyadarkan masyarakat dan membangun stigma bahwa tidak semua oknum memiliki perilaku yang menyimpang,dan ini harus menjadi momentum,tinggal keberanian polisi untuk menurunkan emosi dan gengsinya demi untuk mengangkat citra institusi polri dimata masyarakat.Lembaga kepolisian merupakan lembaga pemerintahan yang ada di dalam sistem kenegaraan Indonesia. Karena itu, mau tidak mau juga menyorot dan membawa-bawa nama pemerintahan. Keburukan nama institusi tersebut juga akan membawa keburukan nama pemerintah. Konteks inilah yang harus diperhatikan oleh Presiden sebagai pemimpin pemerintahan, Citra negatif dari masyarakat akan membawa implikasi negatif lain kepada pemerintah. Yang paling ekstrem dari bentuk ketidakpercayaan itu berupa ketidakpatuhan masyarakat terhadap instruksi. Penolakan membayar pajak, penolakan menaati peraturan dan lebih parah lagi jika masyarakat sudah tidak percaya dengan produk hukum.&lt;br /&gt;Ada fenomena yang menarik dalam kaitan Citra Polri dan Masyarakat dalam hal ini masyarakat komunitas bisnis.Dimana Trans Corp akuisisi Carrefour melalui anak perusahaannya, PT Trans Retail, melakukan pembelian 40% saham perusahaan asal Perancis tersebut. Dengan demikian, Trans Corp menjadi pemegang saham tunggal terbesar. Sedangkan saham lainnya dipegang oleh Carrefour S.A 39%, Carrefour Nederland B.V 9,5%, dan Onesia B.V 11,5%.Adapun Chairul Tanjung, pendiri Para Group,  akan menjabat Presiden Komisaris dari PT Carrefour Indonesia, sedangkan Jenderal (Purnawirawan) A.M Hendropriyono dan mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia S. Bimantoro ditetapkan sebagai Komisaris. “Ini sejalan dengan idealisme, Carrefour sebagai perusahaan internasional diisi oleh tokoh-tokoh hebat nasional,” ujar Chairul.( http://swa.co.id/category/business-news/page/2/)&lt;br /&gt;Fakta ini menunjukan bahwa bukan tidak mungkin individu polri yang mampu membangun citra diri yang positif,akan mendapatkan keuntungan dari masyarakat dalam bentuk apresiasi yang lebih menjanjikan dan terhormat,dibandingkan dengan apabila dia mencoba mendapatkan keuntungan instant yang berujung pada jeruji dan hujatan masyarakat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5816882329688691951?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5816882329688691951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/membangun-citra-diri-polisi-melalui.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5816882329688691951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5816882329688691951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/membangun-citra-diri-polisi-melalui.html' title='Membangun Citra Diri Polisi melalui Brand Kredibilitas Sebagai Penegak Hukum dan Penegak Bisnis'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S86mem41YvI/AAAAAAAAANs/-eic2nM4JNg/s72-c/polisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2288218368638092113</id><published>2010-04-19T20:21:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T02:18:41.356-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Kualitas Kemasan(atribut dan cara penyampaian atribut) untuk meningkatkan penjualan produk/jasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S81wer_fV-I/AAAAAAAAANk/ISmf3TW2QrY/s1600/gayus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 104px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S81wer_fV-I/AAAAAAAAANk/ISmf3TW2QrY/s200/gayus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462145595577685986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perilaku konsumen (consumer behavior)dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk atau jasa. (Engel et al., 1994:3; Wilkie,1994:14; Lamb et al., 2001:188),sedangkan Peter dan Olson (2000:8), menjelaskan bahwa perilaku konsumen (consumer behavior) sebagai interaksi dinamis antara pengaruh kognisi (pikiran), perilaku, dan kejadian di sekitar kita,dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Definisi diatas menunjukkan perilaku konsumen adalah sesuatu yang dinamis dan dipengaruhi oleh multi dimensi yang berinteraksi baik secara langsung dan tidak langsung dalam pikiran konsumen dan mendorong konsumen untuk mengambil pilihan dan menentukan apa yang akan dilakukan.Kondisi inilah yang menjadikan para pemasar harus mempertimbangkan setiap aspek yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen tersebut.dan factor yang pertama yang menjadi ketertarikan konsumen adalah apa yang dilihat,untuk itu kita harus mampu menciptakan sesuatu yang membuat konsumen melihat dan kemudian merekam dan harus sesuai dengan kondisi sekitar agar terjadi interaksi dinamis dipikiran konsumen yang mendorong konsumen untuk membeli produk/jasa kita.&lt;br /&gt;Kondisi inilah yang akhirnya membuat banyak para pemasar selalu mengkaitkan takline dari produknya atau news dari medianya dengan fenomena yang terjadi dimasyarakat terlebih yang sedang menyentuh aspek kehidupan sosial ekonomi masyarakat.&lt;br /&gt;Nana Subarna, dkk., (1999:7-9) dalam penelitiannya telah menguji pengaruh unsur-unsur produk mix teh terhadap harga dan jumlah konsumsi dalam rumah tangga, di wilayah Jawa Barat yang diwakili oleh Kota Tasikmalaya, Bogor, Bekasi. Jawa Tengah diwakili oleh Kota Purwokerto, dan Semarang, sedangkan Jawa Timur di wakili oleh Kota Surabaya.Metode yang digunakan adalah metode survey dan metode analisis&lt;br /&gt;yang digunakan adalah statistik korelasi non parametric serta regresi berganda.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan Chi-Square pengaruhnya cukup nyata. Secara umum tingkat konsumsi masih tergolong rendah (68 %) pada kelompok mutu kemasan tinggi jumlahnya lebih banyak yaitu 72,5 %, sedangkan mutu kemasan rendah persentase yangmengkonsumsi jutru lebih rendah yaitu 64,5%. Dari model regresi&lt;br /&gt;berganda ternyata pengaruh mutu air seduhan dan kemasan berbanding&lt;br /&gt;lurus dengan harga pada tingkat kesalahan 5 % dengan nilai R-sq =84,40 %.&lt;br /&gt;Fenomena dan hasil penelitian diatas menunjukkan bahwa untuk meningkatkan keberhasilan pemasar dalam meningkatkan penjualan produknya,kita harus mampu mengemas produk kita dengan baik dan mengkomunikasikan kepada konsumen memanfaatkan topik dan isu yang sedang berkembang dimasyarakat dan menempatkan produk kita sebagai bagian dari isu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2288218368638092113?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2288218368638092113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/pentingnya-kualitas-kemasanatribut-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2288218368638092113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2288218368638092113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/pentingnya-kualitas-kemasanatribut-dan.html' title='Pentingnya Kualitas Kemasan(atribut dan cara penyampaian atribut) untuk meningkatkan penjualan produk/jasa'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S81wer_fV-I/AAAAAAAAANk/ISmf3TW2QrY/s72-c/gayus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-500754138441105770</id><published>2010-04-18T22:32:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T22:40:44.665-07:00</updated><title type='text'>Kumpulan Tips Bisnis Updates Sejak Maret sampai dengan April 2010</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S8vr8TkyQiI/AAAAAAAAANM/lC7pdLMfmmw/s1600/Arassy.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S8vr8TkyQiI/AAAAAAAAANM/lC7pdLMfmmw/s200/Arassy.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461718394396099106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah Kumpulan Tips Bisnis,hasil pengamatan dan studi lapangan yang dilakukan di Usaha Kecil dan Menengah Sejak Maret sampai April 2010:&lt;br /&gt;1. Untuk bisa memenangkan persaingan,menjadi unggul saja tidak cukup,harus mampu menjadikan keunggulan kita diterima konsumen, 5:55 AM Apr 19th by Arasy&lt;br /&gt;2. Belajarlah dari kesalahan dan kegagalan para pendahulu,buatlah nilai2 yg dapat menghindarkan dari kesalahan dan kegagalan tersebut 4:55 AM Apr 14th by Arasy.  &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;3. Pisahkan dengan tegas antara kebutuhan dg keinginan,dan berfokus pada hal2 yg produktif dan profitable 4:08 PM Apr 11th by Arasy   &lt;br /&gt;4. Kebanyakan dari kegagalan kita disebabkan karena kita kehilangan fokus pada tujuan utama 3:20 PM Apr 8th by Arasy   &lt;br /&gt;5. untuk menjawab setiap masalah dg tepat dan benar,perlu dirumuskan akar masalahnya dan buat alternatif penyelesaiannya 5:00 PM Apr 7th by Arasy   &lt;br /&gt;6. Untuk bisa bersaing,dibutuhkan sikap hidup yg efisien,utk itu perlu skala prioritas dlm tindakan. 4:54 PM Apr 7th by Arasy   &lt;br /&gt;7. hidup tdk akan pernah dinikmati jika kita merasa hidup adalah beban,utk itu apapun yg terjadi jgn dianggap beban,tapi game yg hrs dimainkan 4:08 PM Apr 5th by Arasy   &lt;br /&gt;8. Tanpa investasi yang memadai, memulai usaha kecil seperti penjualan,dan investasi ang utama adalah relasi dan relasi 10:24 PM Mar 29th by Arasy   &lt;br /&gt;9. Meskipun sukses udah digenggam selesaiakn tugas yang tertunda,karena akan menjadi kelengkapan kesuksesan anda. 3:11 AM Mar 24th by Arasy    &lt;br /&gt;10. Mencoba memberi yang terbaik buat kehidupan kita,ternyata jika dilakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh akan memberikan keuntungan yang luar biasa pada bisnis kita. 3:09 AM Mar 24th by Arasy &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-500754138441105770?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/500754138441105770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/kumpulan-tips-bisnis-up-dates-sejak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/500754138441105770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/500754138441105770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/kumpulan-tips-bisnis-up-dates-sejak.html' title='Kumpulan Tips Bisnis Updates Sejak Maret sampai dengan April 2010'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S8vr8TkyQiI/AAAAAAAAANM/lC7pdLMfmmw/s72-c/Arassy.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-1693751602819771711</id><published>2010-04-14T21:49:00.000-07:00</published><updated>2010-04-20T02:20:13.192-07:00</updated><title type='text'>Membangun Daya Saing Bisnis di era 2010 ke depan</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S8ab5Cl201I/AAAAAAAAANE/AI0yD8uUaUk/s1600/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 102px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S8ab5Cl201I/AAAAAAAAANE/AI0yD8uUaUk/s200/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460223002483807058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada persaingan Bisnis 2010 kedepan sebuah perusahaan dituntut untuk melakukan revitalisasi pada proses bisnis yang dilakukan,karena tuntutan persaingan kedepan menuntut perusahaan untuk mampu memberikan suatu produk yang terbaik dan termurah kepada konsumen. Ini  berarti bahwa perusahaan dituntut untuk membuat organisasinya menjadi lebih cepat lebih ramping dan lebih responsif terhadap pasar.untuk itu keberhasilan bisnis perusahaan ditentukan dari sejauhmana perusahaan mampu menangkap dan menghantarkan dengan cepat dan tepat apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan teknologi yang digunakan lebih diorientasikan bagaimana teknologi yang mengerti pelanggan,sehingga focus perusahaan bukan pada teknologi apa yang harus digunakan melainkan fokus pada pengalaman pengguna. Pertumbuhan bisnis harus dioerintasikan untuk meningkatkan profitabilitas usaha sehingga aktivitas perusahaan dikemudikan oleh aktivitas-aktivitas yang langsung berhubungan dengan peningkatan margin perusahaan.Faktor inovasi dan variasi produk dan layanan yang diberikan dengan memperhitungkan secara cermat produk life cycle perusahaan,sehingga menjadi yang terbaik dan terdepan akan tetap terpelihara dibenak konsumen.Faktor komunikasi pemasaran yang merupakan kemampuan perusahaan didalam menyampaikan informasi produk kepada konsumen dengan cara yang unik,efektif dan efisien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-1693751602819771711?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/1693751602819771711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/membangun-daya-saing-bisnis-di-era-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1693751602819771711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1693751602819771711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/membangun-daya-saing-bisnis-di-era-2010.html' title='Membangun Daya Saing Bisnis di era 2010 ke depan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S8ab5Cl201I/AAAAAAAAANE/AI0yD8uUaUk/s72-c/2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5600227656308316352</id><published>2010-04-14T02:34:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T03:05:48.147-07:00</updated><title type='text'>Daya Saing Perguruan Tinggi ditentukan oleh kemampuan menghatarkan jasa dengan tepat kepada konsumen</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S8WSqmuK6WI/AAAAAAAAAM8/VN2wdyETLFc/s1600/DSC00193.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S8WSqmuK6WI/AAAAAAAAAM8/VN2wdyETLFc/s200/DSC00193.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459931383902955874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam PP No. 60 Tahun 1999 disebutkan bahwa perguruan tinggi sebagai satuan pendidikan yang lebih tinggi dari pendidikan menengah didirikan untuk :&lt;br /&gt;1. menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian.&lt;br /&gt;2. mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian serta penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Gaspersz (2000:2), sebagai industri jasa, perguruan tinggi juga seyogianya memahami perkembangan sistem industri modern atau manajemen industri modern, sehingga mampu mendesain, menerapkan, mengendalikan dan meningkatkan kinerja sistem  pendidikan tinggi yang memenuhi kebutuhan industri.Sebagai Industri Jasa perguruan tinggi juga harus mampu memberikan kepuasan kepada konsumen dengan tanggap terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen.Untuk itu didalam memberikan dan menghantarkan jasa perguruan tinggi kita harus memahami karakteristik dari jasa sendiri sebagaimana Kotler (1997:465) menyebutkan bahwa jasa yang diberikan konsumen mengandung empat karakteristik, yaitu :&lt;br /&gt;1. intangibility&lt;br /&gt; Jasa bersifat intangibility, artinya bahwa suatu jasa mempunyai sifat tidak berwujud, tidak dapat dirasakan dan tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, dicium ataupun didengar sebelum jasa tersebut dibeli. Jadi perguruan tingggi tidak akan pernah langsung diterima oleh konsumen jika konsumen tidak dapat membuktikan kualitas dari perguruan tinggi dan pembuktian itu ditentukan oleh waktu dan kerja keras yang menghasilkan berbagai prestasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.&lt;br /&gt;2. inseparability&lt;br /&gt;Artinya bahwa jasa tersebut tidak dapat dipisahkan  atau selalu dikonsumsi atau dirasakan bersamaan.  Untuk itu layanan pendidikan yang diberikan oleh pihak perguruan tinggi itu harus konsisten dan komitmen terhadap mutu harus dijaga dimana aspek penjaminan mutu dan standart pelayanan menjadi kunci bahwa konsumen akan mendapat garanti sesuai dengan apa yang telah dijanjikan.&lt;br /&gt;3. variability&lt;br /&gt;Jasa bersifat sangat bervariasi karena merupakan non-standarized output. Artinya banyaknya variasi bentuk, kualitas dan jenisnya tergantung pada siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut dihasilkan. Untuk itu sebuah perguruan tinggi harus inovatif dan didalamnya merupakan kumpulan orang-orang yang kreatif yang selalu menghasilkan produk kreatif,bermanfaat dan memiliki nilai tambah buat kepentingan masyarakat.  &lt;br /&gt;4. perishability&lt;br /&gt;Jasa merupakan komoditas tidak tahan lama atau tidak dapat disimpan. Artinya bahwa penggunaan jasa ini adalah pada saat itu juga atau saat-saat yang telah ditentukan.Untuk itu perguruan tinggi tidak boleh terlalu Eforia terhadap keberhasilan masa lalu yang membuat terlena dan melupakan masa depan yang harus lebih baik dibanding keberhasilan masa lalu.karena konsumen kita adalah akan melihat apa yang diberikan sekarang,bukan yang diberikan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5600227656308316352?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5600227656308316352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/daya-saing-perguruan-tinggi-ditentukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5600227656308316352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5600227656308316352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/daya-saing-perguruan-tinggi-ditentukan.html' title='Daya Saing Perguruan Tinggi ditentukan oleh kemampuan menghatarkan jasa dengan tepat kepada konsumen'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S8WSqmuK6WI/AAAAAAAAAM8/VN2wdyETLFc/s72-c/DSC00193.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4089808855083626614</id><published>2010-04-07T01:12:00.000-07:00</published><updated>2010-04-14T03:06:56.759-07:00</updated><title type='text'>Kembangkan Myelin Melalui Orientasi Wirausaha</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7w_QkRiGKI/AAAAAAAAAM0/fyWjYKkxXWU/s1600/04.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7w_QkRiGKI/AAAAAAAAAM0/fyWjYKkxXWU/s200/04.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457306402313869474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rahasia sukses para pebisnis adalah kerja keras dan selalu melihat kebaikan dalam segala hal sehingga mampu merubah hambatan dan tantangan menjadi sebuah peluang,ini menjadi faktor utama keunggulan bisnisnya. Hal ini juga telah dijelaskan dalam alquran” Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.(al-Baqarah: 216).Ketekunan dan kerja keras yang mereka lakukan  menciptakan keunggulan kompetitif  intangibles Aset yang kuat dan sulit ditiru oleh lainnya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Reynald Kasali dalam bukunya Myelin menyatakan bahwa Myelin atau muscle memory, yang membuka mata kita bahwa manusia tidak cukup berinvestasi pada otaknya saja, tetapi juga ototnya (muscle) agar ia berorientasi pada tindakan, membentuk budaya disiplin, dan membangun intrapreneuring, tata nilai, serta kinerja.&lt;br /&gt;Seorang  wirausaha harus memiliki Orientasi wirausaha yang menekankan pada semangat untuk menciptakan inovasi usaha, sebagai penyegaran dari kemacetan usaha, yang sering mengiringi pada langkah awal inovasi ( Zhou,et al.2005).Dengan kata lain, pentingnya menjadi proaktif terhadap kesempatan-kesempatan baru, mendukung kemampuan perusahaan untuk menciptakan produk-produk, bukan hanyan selangkah di depan pesaing tapi juga selangkah memahami keinginan konsumen (Slater and Narver 1994).Untuk itu didalam membangun bisnis kita harus menjadi orang yang kuat dan dapat dipercaya sebagaimana Firman Allah “…Karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya…"(QS.al-Qashash: 26). Perusahaan yang berorientasi pada wirausaha  mengidentifikasi berbagai peluang yang dapat ditangkap dan dilayani serta mengembangkan strategi pemasaran secara terpadu untuk meningkatkan penjualan dan profitnya. Dimana itu semua akan diperoleh dengan mengembangkan dan memahami berbagai informasi tentang pelanggan dengan memberi nilai terbaik bagi pelanggan, dibanding dengan yang di berikan oleh pesaingnya. Kepuasan pelanggan dijadikan sebagai tolok ukur terhadap keberhasilan perusahaan dalam mengendalikan pasar, keberhasilan dalam pengendalian pasar dapat memberi pengaruh yang positif terhadap kinerja perusahaan, dibanding dengan pesaingnya yang kurang berhasil dalam mengendalikan pasar. Hasil studi  Zhou et al. (2005) dan Han et al. (1998) yang menyatakan bahwa orientasi wirausaha berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan yang berorientasi pada wirausaha akan proaktif dan berani mengambil resiko dalam memberi nilai terbaik dan kepuasan bagi pelanggan. Tingkat kepuasan pelanggan akan mampu menjaga dan mempertahankan tingkat loyalitas sekaligus untuk merebut pelanggan baru.  Studi arasy(2009) menunjukkan bahwa pengukuran orientasi wirausaha mampu merefleksikan strategi pemasaran yang mengarah pada inovasi,proaktif,keberanian dalam mengembil resiko dan mengelola resiko. Hal ini menunjukkan tingkat perhatian yang diberikan perusahaan terhadap keberanian untuk menangkap peluang usaha dengan berorientasi pada pelanggan dan pesaing akan menghasilkan kinerja pemasaran yang baik.Kinerja pemasaran merupakan hasil implementasi berbagai strategi pemasaran yang dirumuskan dan  diimplementasikan oleh usaha kecil sektor perdagangan di Surabaya. Semakin tinggi orientasi wirausaha yang dikembangkan oleh perusahaan, akan membuat  orientasi pasar meningkat dan kinerja pemasaran juga meningkat yang ditandai dengan naiknya volume penjualan,pertumbuhan penjualan,pertumbuhan pelanggan,dan pertumbuhan profit.Dengan beroriantasi wirausaha maka kita dapat mengembangkan Myelin kita,dan menjadi sebuah sistem kerja dalam anatomi tubuh kita yang menuntun kita untuk selalu bekerja keras,dan melihat kebaikan dalam segala hal dengan mengubah hambatan dan tantangan menjadi sebuah peluang,menangkap dan memanfaatkannya,menggunakan daya kreatifitas kita untuk menciptakan sesuatu yang baru dan memberi manfaat lebih dan selalu berprestasi dan menjadi yang terdepan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4089808855083626614?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4089808855083626614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/kembangkan-myelin-melalui-orientasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4089808855083626614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4089808855083626614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/kembangkan-myelin-melalui-orientasi.html' title='Kembangkan Myelin Melalui Orientasi Wirausaha'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7w_QkRiGKI/AAAAAAAAAM0/fyWjYKkxXWU/s72-c/04.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-458746430695643918</id><published>2010-04-06T02:28:00.000-07:00</published><updated>2010-04-06T04:08:47.500-07:00</updated><title type='text'>JUPE Hipnopublisitas Pilkada Pacitan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7sVy67jr5I/AAAAAAAAAMk/Tqnh2Op-R8c/s1600/10.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 124px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7sVy67jr5I/AAAAAAAAAMk/Tqnh2Op-R8c/s200/10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456979338046189458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengertian hipnotis menurut Wikipedia adalah "suatu kondisi pikiran di mana fungsi analitis logis pikiran direduksi sehingga memungkinkan individu masuk ke dalam kondisi bawah sadar (sub-conscious/unconcious).Sedangkan pengertian publisitas menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah penyiaran tentang sesuatu atau seseorang kepada masyarakat luas (melalui pelbagai media).Hipnopublisitas bisa diartikan sebagai suatu upaya membawa individu kedalam kondisi bawah sadar merekam informasi yang disampaikan melalu media kepada masyarakat luas.Sehingga menjadi opini yang berkembang dan dapat dimanfaatkan untuk mensukseskan suatu kegiatan yang membutuhkan dukungan dari masyarakat secara luas.(seperti pemilu)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jupe adalah sebuah hipnopublisitas dari pilkada pacitan,yang notabene kota kecil dan terpencil dengan menggunakan hipnopublisitas maka pacitan dapat dikenal oleh masyarakat luas karena adanya pemberitaan yang heboh,dan menimbulkan kontroversi dikalangan masyarakat yang memancing semua media pemberitaan untuk meliput,sehingga pilkada pacitan yang sebelumnya biasa saja menjadi suatu yang menghebohkan.Karena pada upaya untuk mempengaruhi pikiran dan opini masyarakat seringkali diperlukan Penciptaan konflik.Dimana dengan konflik akan menimbulkan pro dan kontra dan ini sangat menguntungkan dalam mensukseskan kampanye pilkada.Jika anda mau jujur, anda akan join/membeli sebuah produk, bukan semata mata karena anda terbawa mimpi oleh janji mereka,Namun anda juga akan membeli jika anda merasa penasaran terhadap sebuah produk yang sangat ramai digunjingkan / dibicarakan oleh orang banyak.Untuk menciptakan komunikasi yang persuasif, sponsor (individu maupun organisasi) lebih dahulu menentukan tujuan komunikasi, kemudian memilih audien yang tepat untuk pesan yang disampaikan dan media untuk mencapai mereka serta menyusun (encode) pesan dengan cara yang tepat untuk setiap medium dan setiap audien. Daya tarik emosi yang sigunakan dalam pilkada pacitan adalah daya tarik figure jupe yang terkenal seksi dan bintang yang meiliki daya tarik  sensualitas yang otomatis akan menimbulkan sebuah kontrofersi didalam pemilihan seorang calon Bupati atau wakil Bupati. Jika tema sensual berkaitan dengan pilkada, maka hal ini dapat menjadi sangat efektif dan jika digunakan hanya sebagai penarik perhatian mengingat sangat kontrofersial,yang selama ini premis seorang bupati adalah yang bangsawan dan intelektual,sehingga ingatan pada pilkada pacitan akan tercapai. Dan ini akan meningkatkan Partisipasi audien (masyarakat pacitan) untuk ikut terlibat dalam pilkada pacitan dan tanpa sadar dorongan yang mendorong mereka berpartisipasi adalah Jupe dan bisa jadi secara tidak sadar masyarakat pemilih yang memiliki daya intelektualitas dan referensi yang rendah akan mencoblos foto yang bergambar jupe.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-458746430695643918?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/458746430695643918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/jupe-hipnopublisitas-pilkada-pacitan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/458746430695643918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/458746430695643918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/jupe-hipnopublisitas-pilkada-pacitan.html' title='JUPE Hipnopublisitas Pilkada Pacitan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7sVy67jr5I/AAAAAAAAAMk/Tqnh2Op-R8c/s72-c/10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5384594961577638429</id><published>2010-04-05T19:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T20:28:20.733-07:00</updated><title type='text'>Edukasi Pasar salah satu Strategi Bersaing Bank Mandiri di Era hypercompetition</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7qo4aCve8I/AAAAAAAAAMU/fkcv0WUGXVQ/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7qo4aCve8I/AAAAAAAAAMU/fkcv0WUGXVQ/s200/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456859585529740226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan yang sukses dalam era hypercompetition adalah yang mampu mengedukasi pasarnya dan membangun loyalitas konsumen. Edukasi pasar dilakukan dengan memberikan Pembelajaran pelanggan sehingga dapat membentuk pemahaman, persepsi, logika, dan preferensi terhadap produk dan merk. Dalam situasi persaingan yang tajam, strategi keunggulan merk dapat dikembangkan melalui pembelajaran pelangan. Strategi keunggulan merk akan menciptakan keunggulan berdaya saing berkelanjutan bagi perusahaan.Fenomena ini sangat nyata ketika konsumen diperkenalkan kepada produk yang sama sekali baru pada industry dimana perusahaan berada&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konsumen sama sekali tidak memiliki pengetahuan mengenai produk, konsep nilai tentang produk tersebut, dan pengalaman untuk mampu memilih diantara tawaran yang tersedia. Produk atau merk yang sukses biasanya adalah milik para pionir. Pekerjaan utama pionir adalah (Carpenter, dalam  Sudirman,2003):&lt;br /&gt;a. Mengajari konsumen mengenai aspek-aspek penting dari produk tersebut (membentuk persepsi)&lt;br /&gt;b. Menciptakan konsep nilai terhadap produk (membentuk preferensi konsumen untuk menyukai produk)&lt;br /&gt;c. Membantu konsumen menciptakan logika untuk memilih diantara merk para pionir (mengembangkan strategi merk)&lt;br /&gt;Untuk itu pembelajaran pelanggan dapat dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;1. Membentuk persespsi dengan cara mengajari konsumen mengenai aspek-aspek penting dari produk tersebut.&lt;br /&gt;2. Membentuk preferensi konsumen untuk menyukai produk dengan cara menciptakan konsep nilai terhadap produk &lt;br /&gt;3. Mengembangkan strategi merk dengan membantu konsumen menciptakan logika untuk memilih diantara merk .&lt;br /&gt;4. Memberikan pengalaman kepada konsumen dengan melakukan test produk.&lt;br /&gt;Itulah yang dibangun oleh Bank Mandiri sebagai wujud tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) melalui program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) yang dijabarkan dalam 4 (empat) strategi implementasi yaitu sistematisasi pola berusaha, pembinaan manajemen berusaha, mempermudah akses pembiayaan dan membangun sistem yang berkesinambungan. Strategi tersebut diimplementasikan dalam beberapa kegiatan komprehensif yang mencakup antara lain kuliah umum wirausaha, kompetisi rencana bisnis, penghargaan wirausaha, training dan mentoring wirausaha, program pembinaan berwirausaha, dan pembiayaan melalui fasilitas pinjaman Program Kemitraan maupun pinjaman komersial.Program ini sangat cocok untuk membangun branding Bank Mandiri dan akan melekat pada pikiran konsumen. Menurut Al Ries dan Jack Trout yang dikutip oleh Kotler (2000:341) menyatakan bahwa Positioning adalah :“Penentuan posisi di mulai dari produk. Suatu barang, jasa, perusahaan, lembaga atau bahkan orang…Tetapi penentuan bukanlah sesuatu yang dilakukan terhadap produk. Penentuan posisi adalah apa yang dilakukan terhadap pikiran pelanggan. Jadi, pemasar memposisikan produk itu di dalam pikiran calon pelanggan”.Melalui Wirausaha Muda Mandiri Bank Mandiri bersama pemerintah melakukan action untuk menyelesaikan persoalan pengangguran yang saat ini jumlahnya mencapai 10,5 juta jiwa.Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo (2008)&lt;br /&gt;“Pendidikan kewirausahaan adalah cara tepat mengatasi pengangguran di Indonesia dengan menghasilkan pencipta kerja, bukan pencari kerja. Sebagai generasi penerus, adalah kewajiban kita untuk mengentaskan bangsa dari keterpurukan. Kami yakin program WMM dapat menciptakan generasi muda tangguh dan mandiri,”.Menciptakan wirausaha-wirausaha baru memang ibarat menenggak ramuan keabadian bagi perbankan. WMM akan membangun sebuah Pengalaman atau hands-on experience yang pada umumnya, mampu membawa seorang individu dalam jenjang memori yang lebih dalam dan kuat. Hal ini akan tertanam dalam jangka waktu yang cukup lama.Dimana pengalaman ini akan membangun loyallitas konsumen dan Roda bisnis bank akan berputar langgeng melalui pengusaha-pengusaha baru yang diciptakannya, dan ini mampu menjadi keunggulan bersaing berkesinambungan karena telah tercipta loyalitas konsumen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5384594961577638429?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5384594961577638429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/perusahaan-yang-sukses-dalam-era.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5384594961577638429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5384594961577638429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/perusahaan-yang-sukses-dalam-era.html' title='Edukasi Pasar salah satu Strategi Bersaing Bank Mandiri di Era hypercompetition'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7qo4aCve8I/AAAAAAAAAMU/fkcv0WUGXVQ/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-6965041055489059950</id><published>2010-04-04T23:47:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T03:39:20.502-07:00</updated><title type='text'>Strategi membangun Daya Saing di era Hyper Competition</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7m9xkpIiTI/AAAAAAAAAMM/1hJ8VDVTIAk/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7m9xkpIiTI/AAAAAAAAAMM/1hJ8VDVTIAk/s200/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456601082883508530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada Era Hypercompetition(Persaingan tingkat tinggi dan mengglobal) dimana semua perusahaan menawarkan sesuatu yang baru dan terstandarisasi karena adanya perkembangan teknologi dan ini menyebabkan keunggulan kompetitif sulit untuk bisa dipertahankan karena begitu mudahnya pesaing meniru.Pada kondisi ini setiap perusahaan dituntut untuk senantiasa bersaing dalam harga,kualitas,dan inovasi pada setiap aktivitas-aktivitasnya &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keunggulan bersaing diperoleh ketika  perusahaan mampu menjadikan banyak aktivitas berlainan yang dilakukan oleh perusahaan digabungkan dalam suatu rantai yang dapat memberikan konstribusi nilai yang memberikan margin maksimal bagi perusahaan ( melaksanakan aktivitas-aktivitas yang penting secara strategis dengan lebih murah atau lebih baik dibanding pesaing). Untuk mempertahankan keunggulan bersaing, kompetensi inti haruslah menambah nilai, sulit digantikan, sulit bagi pesaing untuk meniru, dan dapat dipindahkan sepanjang perusahaan (Barney, 1991; Grant, 1991) .Untuk itu ketahanan perusahaan akan diuji dan factor-faktor tangible menjadi sesuatu yang biasa saja dan mudah ditiru,hanya intangible asset yang masih memungkinkan memiliki daya tahan yang cukup lama.Intangible asset khususnya ketekunan dan konsistensi serta focus menjadi kunci suatu usaha bisa tetap bertahan dan dikenal,sehingga dapat memiliki daya tahan di Era Hypercompetition.Ada beberapa tips agar usaha kecil tetap bertahan di era hypercompetition :&lt;br /&gt;1.Teguhkan keyakinan dan bulatkan tekat apapun yang terjadi Usaha anda akan tetap dijalankan. Hal ini untuk menjaga agar produk tersedia secara teratur dan sinambung di pasar.&lt;br /&gt;2.Jadikan Setiap tantangan dan hambatan sebagai factor pemicu untuk membangun kreatifitas dan inovasi.dengan anda tetap berusaha dan menjadikan setiap tantangan dan hambatan sebagai pemicu untuk membangun kreatifitas dan inovasi maka anda melakukan suatu upaya untuk mengubah setiap tantangan dan hambatan yang ada menjadi sebuah peluang,hal ini membuat anda selalu siap untuk menangkap setiap kesempatan yang ada. Kondisi ini sesuai dengan pendapat dari Barney(1999) yang menyatakan bahwa cara lain untuk mengatakan ini adalah bahwa kadang-kadang perusahaan mampu mengembangkan kompetensi karena berada pada tempat yang tepat dan saat yang tepat.&lt;br /&gt;3.Focuskan usaha anda,jangan mudah tergiur oleh perubahan pasar yang membuat anda meninggalkan inti usaha anda.Fokus akan membuat kita menjadi mahir dan memiliki talenta dalam bisnis kita,dan focus membuat kita menjadi kreatif dengan selalu mengamati pasar(konsumen dan pesaing) kemudian meniru pesaing yang sudah berhasil dengan memodifikasi produk/jasa kita menjadi lebih baik dibandingkan dengan pesaing.&lt;br /&gt;4.Percayakan bisnis anda pada sisi manusia yang mengelola dimana factor pengalaman dan latihan yang sudah cukup lama akan membangun talenta seseorang dalam bentuk suatu budaya dan tatanilai dalam bekerja.Pada penanaman modal selalu mempertimbangkan segi manusianya bukan idenya. karena ide itu akan dilaksanakan oleh orang yang bersangkutan, yang akan menentukan keberhasilan usaha dikelak kemudian hari.Seorang wirausahawan yang sukses,sebagai salah satu kuncinya ia harus mempunyai watak yang baik dan menurut E hinsie, et al, (dalam Buchari 2007) dikatakan bahwa inti dari watak ialah orientasi.Menurut kamus bahasa Indonesia,(2008) orientasi didefinisikan sebagai: (1) peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dsb) yg tepat dan benar; (2).pandangan yg mendasari pikiran, perhatian atau kecenderungan. Bygrave(1994) dalam Buchari (2007)menyatakan ada beberapa faktor kritis yang berperan dalam menangkap peluang usaha yaitu:&lt;br /&gt;1. Personal, menyangkut aspek-aspek kepribadian seseorang.&lt;br /&gt;2. Sociological, menyangkut masalah hubungan dengan keluarga dsb. &lt;br /&gt;3. Environmental, menyangkut hubungan dengan lingkungan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-6965041055489059950?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/6965041055489059950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/strategi-membangun-daya-saing-di-era.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/6965041055489059950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/6965041055489059950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/04/strategi-membangun-daya-saing-di-era.html' title='Strategi membangun Daya Saing di era Hyper Competition'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7m9xkpIiTI/AAAAAAAAAMM/1hJ8VDVTIAk/s72-c/4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8459264960237560830</id><published>2010-03-30T02:38:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T02:44:55.694-07:00</updated><title type='text'>MENGAWALI SETIAP LANGKAH DENGAN BAIK ADALAH KUNCI KESUKSESAN BISNIS KITA</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7HIDP9OIpI/AAAAAAAAAME/ovj0q2EeQ5Y/s1600/5.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7HIDP9OIpI/AAAAAAAAAME/ovj0q2EeQ5Y/s200/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454360581870854802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mulailah suatu pekerjaan dengan awal yang baik,sebab suatu pekerjaan dari awal yang buruk itu bisa sulit untuk mengejar ketertinggalannya.sebagaimana sabda Rasullullah SAW: "Sesungguhnya segala amal itu tergantung dari niatnya dan sesungguhnya seseorang akan mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang diniatkanya" (Riwayat Bukhari &amp; Muslim). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu bisnis harus dimulai dengan mengembangkan suatu rencana yang membawa kita ke tujuan yang dirumuskan secara simple,terukur,dapat dilaksanakan,sesuai dengan momentum,dan ada jangka waktu pencapaian tahapannya.Untuk itu dibutuhkan Metrik (pengukuran) untuk mengetahui apakah kitasedang bergerak ke arah tujuan yang sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,dan jangan terjebak dalam sesuatu yang tampak baik. Bekerja dengan gembira bersama-sama tim work. Jangan mencoba untuk merasa bertindak besar. Untuk mencari muka pada pimpinan, tapi menikmati perusahaan seperti orang yang lain sehingga kita tetap mengedepankan kejujuran dalam setiap pekerjaan kita,dan selalu berupaya memberikan yang terbaik,karena kita yakin sesuatu yang diawali dengan baik akan memberikan hasil yang baik buat kita&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8459264960237560830?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8459264960237560830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/mengawali-setiap-langkah-dengan-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8459264960237560830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8459264960237560830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/mengawali-setiap-langkah-dengan-baik.html' title='MENGAWALI SETIAP LANGKAH DENGAN BAIK ADALAH KUNCI KESUKSESAN BISNIS KITA'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7HIDP9OIpI/AAAAAAAAAME/ovj0q2EeQ5Y/s72-c/5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-9055805323979493472</id><published>2010-03-28T21:29:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T22:04:56.260-07:00</updated><title type='text'>Memberantas Markus(makelar Kasus) dengan Membangun Daya Saing Kompetitif</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7A04ura_kI/AAAAAAAAAL8/7DzcvQHXy1A/s1600/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 117px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7A04ura_kI/AAAAAAAAAL8/7DzcvQHXy1A/s200/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453917297953144386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Markus(makelar Kasus) adalah sebuah fenomena dimana rendahnya daya saing kompetitif dan kesombongan  terhadap keunggulan komparatif (materiil).Kondisi ini apabila terus dibiarkan maka akan menjadi sebuah struktur behavior bangsa yang akan memberikan kerusakan yang sistemik dalam pembangunan Negara dan bangsa ini &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2002 Bank dunia sudah mensinyalir dalam laporanNya yang berjudul Building Institutions for Markets,yang menyampaikan bahwa Negara berkembang akan menjadi maju jika dibangun regulasinya ini dengan terlebih dahulu membangun struktur behavior masyarakatnya dan Mecanisme enforcmentnya dalam memlaksanakan kebijakan pembangunannya. &lt;br /&gt;Untuk itu bangsa ini perlu membangun strutur behavior masyarakat dengan mengedukasi masyarakat untuk mengembangkan keunggulan kompetitifnya dengan melihat tantangan dan peluang dimasa depan dengan tetap memperhatikan kondisi kekuatan dan kelemahannya saat ini.Ada beberapa cara untuk membangun keunggulan kompetitif bangsa ini diantaranya adalah : &lt;br /&gt;• Membangun Superiority in Price, Menciptakan Keunggulan bersaing dari sisi harga. Harga disini tidak selalu harus lebih murah, boleh lebih tinggi tetapi pelanggan harus merasakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan harganya.Untuk member nilai tambah yang lebih pada konsumen maka kita dapat memanfaatkan aspek Nasional Building dengan menghidupkan kembali slogan Aku Cinta Produk Indonesia dan Gotong Royong&lt;br /&gt;• Membangun Superiority quality and disain, keunggulan bersaing karena kualitas dan disain yang lebih baik dibandingkan dengan pesaing. 'Kualitas' hanyalah kesesuaian dengan persyaratan. Membiasakan diri untuk selalu mengevaluasi perilaku dengan membudayakan keterbuakaan terhadap kritik., sehingga menetapkan standar yang bersifat terukur dan terbuka dan kemudian mengharuskan kepatuhan kepada mereka. Kualitas akan datang dari usaha, bukan dari slogan-slogan, poster, atau bahkan ancaman&lt;br /&gt;• Membangun Superiority in Customer responsiviness, keunggulan bersaing karena perusahaan mampu merespon need and wants customer.Indonesia adalah sebuah Negara dengan potensi market yang cukup besar sekitar 240 juta penduduk.Untuk itu jika kita focus kepada market dalam negeri dengan target mengurangi ketergantungan kita terhadap produk impor khususnya untuk barang modal dan produksi,maka akan membuat Indonesia lebih mudah membangun daya saing karena kita lebih dekat dengan konsumen dibandingkan Negara lain.&lt;br /&gt;• Membangun Superiority in inovation, Keunggulan bersaing karena inovasi yang terus menerus dilakukan oleh perusahaan.Hal ini dilakukan dengan membangun rasa optimisme bangsa ini melalui media pendidikan dan elektronika.Dan membudayakan berpikir kreatif pada system pendidikan kita yang lebih berorientasi pada keunikan dibandingkan dengan sesuatu hanya bersifat penilaian umum dan rata-rata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-9055805323979493472?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/9055805323979493472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/memberantas-markusmakelar-kasus-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/9055805323979493472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/9055805323979493472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/memberantas-markusmakelar-kasus-dengan.html' title='Memberantas Markus(makelar Kasus) dengan Membangun Daya Saing Kompetitif'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S7A04ura_kI/AAAAAAAAAL8/7DzcvQHXy1A/s72-c/3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2235318701571984434</id><published>2010-03-25T03:12:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T03:33:52.677-07:00</updated><title type='text'>Mengembangkan Strategi yang Berkelanjutan Menjadi Kunci Daya Saing Anda</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6s8AvVS_AI/AAAAAAAAAL0/sABZyAgyN1A/s1600/DSC00029.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6s8AvVS_AI/AAAAAAAAAL0/sABZyAgyN1A/s200/DSC00029.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452517757265574914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran dan  pelajari kebutuhan dan keinginan konsumen.Eksplor keberadaan media dan informasi yang menjadi trend masyarakat.Jadikan sebagai Center Point Anda dalam Mengembangkan Strategi yang Berkelanjutan dan tentukan Core Kompetensi yang relevan untuk Menjadi Kunci Daya Saing Anda.Untuk mencapai pendapatan yang menguntungkan dalam pasar yang dinamis,adalah bukan pekerjaan yang mudah &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana para pesaing akan selalu tumbuh pada pasar-pasar potensial dengan strategi yang mengejutkan.Untuk itu Anda harus menjadikan kegiatan marketing sebagai pusat studi untuk belajar bagaimana mempelajari konsumen anda secara lebih rinci dan terus menerus.Karena pembeli adalah inti dari setiap strategi pemasaran, sangat penting untuk memahami bagaimana siklus kehidupan produk/jasa anda di pasar dan bagaimana Anda dan Pesaing mempengaruhi calon pelanggan dan pelanggan Anda&lt;br /&gt;Berikut adalah hal-hal penting untuk dipertimbangkan dalam menjaga keberhaasilan strategi pemasarana Anda:&lt;br /&gt;1. Jangan Mengeneralisasi konsumen anda,melainkan petakan segment konsumen anda secara terinci.&lt;br /&gt;2. Konsumen selalu menghendaki kemudahan dalam bertransaksi&lt;br /&gt;3. Gunakan media social untuk mebangun trust dan opini&lt;br /&gt;4. Konsumen selalu menginginkan keamanan,kenyamana dan privasi&lt;br /&gt;5. Gunakan metric preferensi konsumen dan update sesuaikan dengan trend dan momentum yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2235318701571984434?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2235318701571984434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/mengembangkan-strategi-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2235318701571984434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2235318701571984434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/mengembangkan-strategi-yang.html' title='Mengembangkan Strategi yang Berkelanjutan Menjadi Kunci Daya Saing Anda'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6s8AvVS_AI/AAAAAAAAAL0/sABZyAgyN1A/s72-c/DSC00029.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4433896569596415708</id><published>2010-03-23T21:01:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T21:06:36.214-07:00</updated><title type='text'>Mendriver Otak Tengah Dengan Hati Untuk menciptakan Daya Saing Berkelanjutan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6mPwPh6XUI/AAAAAAAAALs/msCFVdHp0lE/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 123px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6mPwPh6XUI/AAAAAAAAALs/msCFVdHp0lE/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5452046882873957698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kita banyak melihat trend sekarang dan kedepan akan banyak orang melakukan kreatifitas dan inovasi dengan Aktivasi otak tengah. Salah satu cara yang diajarkan pada saat aktivasi otak tengah adalah membuat otak tersebut terbuka untuk menerima hal yang dirasa tidak mungkin Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini  banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif. Gelombang otak ini biasanya dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet, atau bahkan sedang berendam air panas,pada saat kita bermeditasi, sholat,mengaji al-Quran &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci dari aktivasi otak tengah adalah menjadikan seluruh panca indera menjadi alat penerima informasi.Begitu pula dengan hati manusia, hati manusia juga memiliki empat buah saluran, yaitu pikiran, mata, telinga, dan mulut. Apabila pikiran kita baik dan bersih, penglihatan kita dipergunakan untuk melihat yang baik-baik, telinga kita dipergunakan untuk mendengar yang baik-baik, mulut kita dipergunakan untuk membicarakan dan makan yang baik-baik serta halal, maka hasilnya hati kita pun akan baik pula, namun apabila ada salah satu dari saluran tersebut dipergunakan untuk yang tidak baik, maka bisa dipastikan bahwa hati kita akan terkontaminasi dan akan menjadi kotor. Mereka ialah orang-orang yang beriman, yang hatinya menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati orang mukmin menjadi tenteram. (Ar-Ra'du:28) .Kita tahu bahwa aktivasi otak tengah yang paling sulit adalah pada orang dewasa, Mental Blok” pada orang dewasa-lah yang paling banyak menghalangi aktivasi otak tengah ini, kita perlu menghilangkan mental blok terlebih dahulu dengan menjernihkan pikiran dan hati kita,dan cara yang efektif dengan memaafkan semua kesalahan orang lain dan diri kita,serta menjadi manusia yang ahli bersyukur.Bersyukurlah kepada Allah.Dan barangsiapa yang bersyukur kepada Allah,maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri..(QS.Lukman:12).Hakekat dari masa depan kita terletak dari pola pikir yang kita bangun dan rangkaian imajinasi kita untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita kita di masa depan.&lt;br /&gt;Allah telah mengajarkan kepada kita bagaimana menganyam pola pikir yang guyub dengan energi positif – dengan energi tentang keyakinan-diri, dengan pancaran optimisme yang kokoh, yaitu dengan membangun sikap hidup yang selalu penuh rasa syukur,dan alam akan mengembalikan rasa syukur kita itu dengan membukakan mata kita sehingga mampu melihat peluang besar dan terbentanglah hamparan narasi tentang keberhasilan dalam kehidupan kita. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur maka aku akan tambahkan nikmatmu kepadamu." (QS. Ibrahim : 7)&lt;br /&gt;Rasa syukur membuat kita selalu positif didalam melihat setiap persoalan kehidupan kita yang melapangkan hati kita dan itu mampu meninjeksikan rasa optimisme yang menumbuhkan daya kreatifitas dan inovasi dalam pikiran kita untuk memecahkan setiap persoalan kita dengan cara yang unik bahkan diluar nalar kita.Sehingga sesulit apapun persoalan yang kita hadapi akan terlihat menjadi mudah untuk memecahkannya “ Sesungguhnya Allah menginginkan kemudahan untuk kamu dan tidak menginginkan kesulitan” (Al Baqoroh: 185)&lt;br /&gt;Rasa syukur meletakkan kita pada kondisi Alpha (8 – 13.9 Hz). Dan membuat  otak kita berada dalam getaran frekuensi yang relaks, meditatif, nyaman dan ikhlas. Dalam frekuensi ini kerja otak mampu menyebabkan kita merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Dalam momen inilah, dalam hamparan kepasrahan total pada Sang Pencipta dan rasa syukur yang terus mengalir, kita bisa merajut butir-butir keyakinan positif itu dalam segenap raga kita,dalam segenap jiwa dan batin kita,yang akan menciptakan keseimbangan dalam semua aspek kehidupan kita. Dan menjadikan kita untuk memberikan kualitas terbaik dalam semua urusan kita, ketika kita bekerja, mengajar, berkerjasama, bernegosiasi, berkeluarga, memimpin,..dst semuanya dilakukan dengan kualitas tinggi. “Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan”. (QS.Al-A’raaf:56), “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu” (QS.Al-A’raaf:156)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4433896569596415708?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4433896569596415708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/mendriver-otak-tengah-dengan-hati-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4433896569596415708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4433896569596415708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/mendriver-otak-tengah-dengan-hati-untuk.html' title='Mendriver Otak Tengah Dengan Hati Untuk menciptakan Daya Saing Berkelanjutan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6mPwPh6XUI/AAAAAAAAALs/msCFVdHp0lE/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2819336610812404433</id><published>2010-03-22T23:12:00.000-07:00</published><updated>2010-03-23T02:06:10.166-07:00</updated><title type='text'>Berfikir Kreatif Kunci Keberhasilan dalam Memasarkan Produk/Jasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6iEdCYotDI/AAAAAAAAALk/ScmM4OZwvBI/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 123px; height: 124px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6iEdCYotDI/AAAAAAAAALk/ScmM4OZwvBI/s200/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451752983323259954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Fary M. Farghob, Managing Director Draf Indonesia, menyatakan bahwa penggunaan komunikasi produk yang gencar melalui media televisi tidak memberikan jaminan bahwa produk tersebut akan diserap dengan cepat oleh pasar. Kini, 75% konsumen mengambil keputusan dan memilih produk saat berada di tempat penjualan, sehingga atribut penarik perhatian Point Of Purchase (POS) yang dulu tidak diperhatikan, justru kini menjadi penting. Iklan televisi saat ini sudah tidak mencukupi lagi dalam artian agensi iklan harus memahami fenomena ini untuk menciptakan materi POS yang kuat yang akan mempengaruhi keputusan para konsumen saat berbelanja (Sinar Harapan; 2003) &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis aktivitas utama iklan yang dikenal dengan istilah Above The Line (ATL) dan Below The Line (BTL). ATL adalah kegiatan iklan dengan menggunakan media massa seperti televisi, radio, koran, majalah, dan billboard untuk  menjangkau target audiens secara luas. Sedangkan BTL adalah kegiatan iklan dengan menggunakan media yang lebih spesifik di dalam menjangkau kelompok konsumen tertentu seperti melalui pembagian brosur, sampling produk, penyelenggaraan event – event tertentu, dsb. Untuk itu perlu diciptakan media – media baru yang bersifat inovatif dan kreatif sebagai sarana di dalam penempatan merek produk perusahaan.Dengan mencoba berpikir diluar kotak keluar dari kebiasaan dan mencoba mengangkat topik dan atau isue yang sekarang lagi menjadi opini publik dan mengaitkan dengan inti produk sebagai solusi.Banyak contoh yang sudah dilakukan di Indonesia perusahaan atau acara,produk dan jasa yang menggunakan media – media iklan baru yang unik, kreatif, dan inovatif seperti berikut:&lt;br /&gt; Kick Andy sebuah acara dimetro TV,  menggunakan pemasangan iklan pada diri manusia sebagai media iklan. Hal ini memang terlihat sedikit aneh tetapi mampu menarik perhatian dari para target konsumen  dan terbukti sukses.&lt;br /&gt; Iklan rokok yang mebuat take line kapan kawin,kemudian dijawab maybe yes maybe no.dan terbukti sukses.&lt;br /&gt;Ada banyak cara lain yang dapat diciptakan dan dikembangkan secara kreatif oleh pemasar untuk menciptakan alternatif media dalam strategi promosinya. strategi penempatan merek yang unik secara kreatif dan inovatif dengan mengeksplor apa yang menjadi keunggulan perusahaan dan cocok dengan momentum yang ada dimasyarakat layak untuk dipertimbangkan dalam mencapai target pemasaran dan meningkatkan kinerja pemasaran,silahkan mencoba semoga sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2819336610812404433?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2819336610812404433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/berfikir-kreatif-kunci-keberhasilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2819336610812404433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2819336610812404433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/berfikir-kreatif-kunci-keberhasilan.html' title='Berfikir Kreatif Kunci Keberhasilan dalam Memasarkan Produk/Jasa'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6iEdCYotDI/AAAAAAAAALk/ScmM4OZwvBI/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-96992514943803196</id><published>2010-03-22T01:38:00.000-07:00</published><updated>2010-03-22T02:02:40.015-07:00</updated><title type='text'>Strategi  Mengembangkan keunggulan kompetitif dengan mengurangi biaya atau menambah nilai</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6cyIk444zI/AAAAAAAAAK8/b1MbV_x4efw/s1600-h/Picture2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 193px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6cyIk444zI/AAAAAAAAAK8/b1MbV_x4efw/s200/Picture2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451380996877902642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan dapat menentukan sifat keunggulan kompetitif potensialnya yang dapat menciptakan kinerja unggul dengan mempelajari aktivitas yang dapat memberikan nilai bagi pelanggan  dan ‘cost driver’ yang dapat menciptakan keunggulan biaya potensial(lebih murah dimata konsumen), Dengan melakukan hal berikut ini: &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengidentifikasi keunggulan kompetitif (cost leadership atau differensiasi).&lt;br /&gt;Analisis aktivitas ini dapat membantu manajemen untuk memahami secara lebih baik tentang keunggulan-keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh perusahaan dalam rantai nila aktivitasnya  secara keseluruhan dibandingkan dengan pesaing terdekatnya.&lt;br /&gt;2. Mengidentifikasi peluang akan nilai tambah.&lt;br /&gt;Analisis aktivitas nilai dapat membantu mengidentifiksi aktivitas dimana perusahaan dapat menambah nilai secaara signifikan untuk pelanggan.&lt;br /&gt;3. Mengidentifikasi peluang untuk mengurangi biaya.&lt;br /&gt;Studi terhadap aktivitas nilai dan cost driver dapat membantu perusahaan menentukan pada bagian mana dari value chain yang tidak kompetitif bagi perusahaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-96992514943803196?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/96992514943803196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/strategi-mengembangkan-keunggulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/96992514943803196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/96992514943803196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/strategi-mengembangkan-keunggulan.html' title='Strategi  Mengembangkan keunggulan kompetitif dengan mengurangi biaya atau menambah nilai'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6cyIk444zI/AAAAAAAAAK8/b1MbV_x4efw/s72-c/Picture2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-3849213222829437926</id><published>2010-03-21T20:29:00.000-07:00</published><updated>2010-03-21T20:47:14.433-07:00</updated><title type='text'>Memanaje Pekerjaaan Secara Islami</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6bmpqwwVaI/AAAAAAAAAK0/JBoCKgA43Kg/s1600-h/DSC00193.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6bmpqwwVaI/AAAAAAAAAK0/JBoCKgA43Kg/s200/DSC00193.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451298002506372514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepada saya mengapa dia kalau bekerja gampang capek,jenuh, dan gampang terjangkit penyakit hati,iri,dengki,ujub dan takabur.Dia bertanya apakah itu semua timbul karena factor bawaan pada dirinya atau karena lingkungan.&lt;br /&gt;Kemudian saya menjawab bahwa Hidup itu adalah Ibadah.Dan bekerja itu adalah bagian dari Hidup yang berarti juga bagian dari Ibadah dan inti dari ibadah adalah :&lt;br /&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kerjakan dengan niat yang ikhlas semata hanya mencari ridho Allah&lt;br /&gt;2. Bacalah Bismillah dan mulailah pekerjaan itu dari sesuatu yang mudah atau yang ringan untuk anda kerjakan terlebih dahulu.&lt;br /&gt;3. Bangun dan kembangkan budaya kerjasama dalam bekerja sehingga sesuatu yang berat akan terasa ringan&lt;br /&gt;4. Yakini bahwa setiap pekerjaan akan menghasilkan buah rejeki yang tidak selalu dalam bentuk uang,tetapi bias dalam bentuk kesehatan,kedamaian ataau yang lainnya.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw mengelola (manage) dan mempertahankan (mantain) kerjasama dengan stafnya dalam waktu yang lama dan bukan hanya hubungan sesaat. Salah satu kebiasaan Nabi adalah memberikan reward atas kreativitas dan prestasi yang ditunjukkan stafnya. Manajemen Islam pun tak mengenal perbedaan perlakuan (diskriminasi). &lt;br /&gt;Ada empat pilar etika manajemen bisnis menurut Islam seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad saww. &lt;br /&gt;• Pertama, 'tauhid' yang berarti memandang bahwa segala aset dari transaksi bisnis yang terjadi di dunia adalah milik Allah, manusia hanya mendapatkan amanah untuk mengelolanya. &lt;br /&gt;• Kedua, 'adil', artinya segala keputusan menyangkut transaksi dengan lawan bisnis atau kesepakatan kerja harus dilandasi dengan ''akad saling setuju'' dengan sistem profit and lost sharing.&lt;br /&gt;• Pilar ketiga adalah 'kehendak bebas.' Manajemen Islam mempersilakan umatnya untuk menumpahkan kreativitas dalam melakukan transaksi bisnisnya sepanjang memenuhi asas hukum ekonomi Islam, yaitu halal. &lt;br /&gt;• Dan keempat adalah 'pertanggungjawaban.' Semua keputusan seorang pimpinan harus dipertanggungjawabkan oleh yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Keempat pilar tersebut akan membentuk konsep etika manajemen yang fair ketika melakukan kontrak-kontrak kerja dengan perusahaan lain atau pun antara pimpinan dengan bawahan.&lt;br /&gt;Ciri manajemen Islami adalah amanah. Jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah. Seorang manajer harus memberikan hak-hak orang lain, baik mitra bisnisnya ataupun karyawannya. Pimpinan harus memberikan hak untuk beristirahat dan hak untuk berkumpul dengan keluarganya kepada bawahannya. Ini merupakan nilai-nilai yang diajarkan manajemen Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk aspek keadilannya, Islam menekankan pentingnya reward control dalam suatu hubungan kerja. Islam mengajarkan kita harus bersyukur kepada manusia sebelum bersyukur kepada Allah. Artinya, seorang karyawan yang berprestasi tinggi mendapat penghargaan khusus. Bentuk penghargaan bukan hanya berupa materi, tapi juga berupa perhatian. Berapa di antara manajer yang ada di Indonesia yang mengetahui tanggal lahir karyawannya terdekatnya?&lt;br /&gt;Selain itu, setiap pekerjaan harus dilandasi dengan niat yang baik. Karena, niat baik akan menuntun kita melakukan pekerjaan dengan baik untuk hasil yang baik pula. Islam mengajarkan sesuatu harus diawali dengan niat baik.&lt;br /&gt;Bila Anda ingin menjadi manajer yang ri'ayah (berjiwa pemimpin):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berikan perhatian atau kepedulian kepada bawahan.&lt;br /&gt;2. Buat perencanaan kerja yang baik.&lt;br /&gt;3. Bersungguh-sungguh dan teliti dalam melaksanakan rencana kerja.&lt;br /&gt;4. Lakukan pengawasan secara terus-menerus.&lt;br /&gt;5. Lakukan evaluasi hasil secara berkala.&lt;br /&gt;6. Tegakkan disiplin dalam waktu kerja.&lt;br /&gt;7. Memikul tanggung jawab terhadap hasil akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-3849213222829437926?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/3849213222829437926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/memanaje-pekerjaaan-secara-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3849213222829437926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/3849213222829437926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/memanaje-pekerjaaan-secara-islami.html' title='Memanaje Pekerjaaan Secara Islami'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S6bmpqwwVaI/AAAAAAAAAK0/JBoCKgA43Kg/s72-c/DSC00193.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2997678615011449533</id><published>2010-03-15T01:53:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T02:02:42.476-07:00</updated><title type='text'>Kunci sukses organisasi anda kedepan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S533q9BBUkI/AAAAAAAAAKs/HFbqPpnVjPI/s1600-h/images6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S533q9BBUkI/AAAAAAAAAKs/HFbqPpnVjPI/s200/images6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448783441493578306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Buku Dr. Stephen R. Covey, The 8th Habit, Tantangan perusahaan ke depan, untuk mencapai sukses tidak hanya bersandar pada ukuran kinerja finansial atau kuantitatif. Perusahaan tidak hanya dituntut memiliki performa superior sustainable tetapi juga harus mampu membangun: pelanggan yang loyal; karyawan yang berdedikasi tinggi; dan kontribusi yang menonjol – loyal customer, engaged employee, distinctive contribution&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Konsep ini sebetulnya sudah disinyalir didalam al-qur’an dan Hadist, Dimana Allah Berfirman : Adanya siang dan malam dalam alam dunia ini, merupakan isyarat akan adanya kewajiban bekerja (pada siang hari). Dan Kami telah membuat waktu siang untuk mengusahakan suatu kehidupan (QS. An-Naba’: 11). Kami telah menjadikan untukmu semua di dalam bumi itu sebagai lapangan mengusahakan kehidupan. Tetapi sedikit sekali kamu berterima kasih (QS. Al-A’raf: 10). Maka menyebarlah di bumi dan carilah rezeki dari keutamaan Allah (QS. Al-Jum’ah: 10).Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain ,dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.(QS. Ash-Sharh  ayat  6-8).&lt;br /&gt;Rasullulah SAW juga Bersada ; Demi, jika seseorang di antara kamu membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, dengan bekerja itu Allah mencukupi kebutuhanmu, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain.. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Untuk membangun suatu organisasi/perusahaan yang sukses di era kedepan maka hal yang harus dipastikan oleh perusahaan, adalah &lt;br /&gt;1. Apakah organisasi tersebut dihuni oleh orang-orang yang bersemangat serta memiliki rasa optimisme yang tinggi untuk menjadikan organisasi dan dirinya menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;2. Apakah organisasi anda dihuni oleh orang-orang yang memiliki keyakinankepada Tuhan-Nya dan menjalankannya dalam aktivitas sehari-hari dikantor.&lt;br /&gt;3. Apakah organisasi anda dihuni oleh orang-orang yang amanah,bertangungjawab dan tahu berterimakasih baik kepada organisasi maupun sesame teman dan pimpinan.&lt;br /&gt;Jika ketiga hal tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang ada dalam organisasi anda maka Insya Allah anda berada pada jalur menuju kesuksesan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2997678615011449533?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2997678615011449533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/kunci-sukses-organisasi-anda-kedepan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2997678615011449533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2997678615011449533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/kunci-sukses-organisasi-anda-kedepan.html' title='Kunci sukses organisasi anda kedepan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S533q9BBUkI/AAAAAAAAAKs/HFbqPpnVjPI/s72-c/images6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-6960791013922833147</id><published>2010-03-10T23:43:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T23:48:30.059-08:00</updated><title type='text'>BUATLAH SELALU PROPOSAL KEHIDUPAN ANDA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5igRpdwApI/AAAAAAAAAKU/bvyF7Nv-zyY/s1600-h/images+(3).jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5igRpdwApI/AAAAAAAAAKU/bvyF7Nv-zyY/s200/images+(3).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447279974353470098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kehidupan kadang kita tidak bisa memilih kehidupan yang selalu manis.Enak sekali kayaknya ya, kalau hidup ini selalu untung, selalu bahagia, selalu manis. Rasanya enggak bakal ada kesedihan, enggak bakal ada kesusahan. Yah, tapi apa boleh buat, kita masih manusia. Bukan kita yang mengatur kehidupan kita ini, melainkan Dia, Allah Sang Pengatur Tunggal alam semesta beserta isinya. Untuk itu kita harus selalu membuat proposal kehidupan kita. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita ciptaan-Nya, dan Dia Pencipta kita. Kalau saja kita diberi hak penuh mengatur, tentu kita sudah stel aturan agar kita hidup manis terus.Namun kita diberi hak oleh Allah untuk mengajukan proposal kehidupan kita sebagaimana firman Allah; Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka merubah nasib mereka sendiri. (QS. Ar Ra'd 11)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-6960791013922833147?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/6960791013922833147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/dalam-kehidupan-kadang-kita-tidak-bisa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/6960791013922833147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/6960791013922833147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/dalam-kehidupan-kadang-kita-tidak-bisa.html' title='BUATLAH SELALU PROPOSAL KEHIDUPAN ANDA'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5igRpdwApI/AAAAAAAAAKU/bvyF7Nv-zyY/s72-c/images+(3).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-1791711803455800169</id><published>2010-03-10T20:25:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T20:47:11.202-08:00</updated><title type='text'>Membangun Pribadi yang Sukses</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h1v1Cfz0I/AAAAAAAAAJc/PlW5aAqcFk0/s1600-h/images+(1).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h1v1Cfz0I/AAAAAAAAAJc/PlW5aAqcFk0/s200/images+(1).jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447233213856468802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. Buat diri anda menjadi pribadi yang menyenangkan dalam lingkungan anda&lt;br /&gt;2. Peliharalah konsistensi cita-cita dan tujuan hidup anda&lt;br /&gt;3. Pilih teman dan lingkungan yang dapat membangun kompetisi yang positif&lt;br /&gt;4.buatlah pentahapan pencapaian cita-cita dan tujuan Anda&lt;br /&gt;5.Pilihlah skala prioritas dan lakukan sesuai dengan kemampuan anda pastikan setiap   tahapan dapat anda capai dengan maksimal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-1791711803455800169?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/1791711803455800169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/membangun-pribadi-yang-sukses.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1791711803455800169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1791711803455800169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/membangun-pribadi-yang-sukses.html' title='Membangun Pribadi yang Sukses'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h1v1Cfz0I/AAAAAAAAAJc/PlW5aAqcFk0/s72-c/images+(1).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-1620588999311594705</id><published>2010-03-10T18:59:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T19:01:26.985-08:00</updated><title type='text'>MANFAATKAN TI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN DAYA SAING UMK DALAM AC-FTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5hc_7XuEjI/AAAAAAAAAI0/4Za2wqzThY4/s1600-h/Picture3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 126px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5hc_7XuEjI/AAAAAAAAAI0/4Za2wqzThY4/s200/Picture3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447206002643309106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KUNCI SUKSES SUATU BISNIS DALAM MEMENANGKAN PERSAINGAN DEWASA INI DAPAT DILAKUKAN DENGAN MENGEMBANGKAN SUATU KEUNIKAN YANG MEMBERIKAN NILAI SUPERIORITAS DIBANDINGKAN KOMPETITORNYA (KOTLER, 2000)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;PEMANFAATAN BLOG SEBAGAI MARKETING PRODUK UMKM MEMILIKI KEUNIKAN DENGAN KONSEP EPOSITIONING.DIMANA KITA MEMPOSISIKAN PRODUK DIDUNIA MAYA. TARGET DARI INTERNET BRANDING ADALAH SEDERHANA, YAITU BAGAIMANA MENGARAHKAN URL BROWSER DARI PENGGUNA INTERNET DI INDONESIA YANG BERJUMLAH 18 JUTA ATAU BISA DIKEMBANGKAN KE ARAH 1,3 MILIAR UNTUK PENGGUNA INTERNET DUNIA (DATA DARI INTERNETWORLDSTAT.COM). SURVEI TERAKHIR OLEH FORRESTER RESEACH MENEMPATKAN BLOG SEBAGAI FAKTOR KEDUA TERPENTING SEBAGAI SUMBER INFORMASI SEBELUM MEMBELI PRODUK, MENGALAHKAN FAKTOR LAIN SEPERTI IKLAN CETAK, TEVE, DAN RADIO. BLOG HANYA KALAH OLEH REKOMENDASI DARI TEMAN ATAU KELUARGA.(WRIGHT, JEREMY, BLOG MARKETING, ELEX MEDIA KOMPUTINDO, JAKARTA, 2006)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-1620588999311594705?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/1620588999311594705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/manfaatkan-ti-untuk-meningkatkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1620588999311594705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1620588999311594705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/manfaatkan-ti-untuk-meningkatkan.html' title='MANFAATKAN TI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN DAYA SAING UMK DALAM AC-FTA'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5hc_7XuEjI/AAAAAAAAAI0/4Za2wqzThY4/s72-c/Picture3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4526563750210636425</id><published>2010-03-10T18:57:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T20:48:28.731-08:00</updated><title type='text'>KIAT UNTUK BERTAHAN DI  ASEAN CINA FREE TRADE AREA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h2ENSPCEI/AAAAAAAAAJk/bQbYH8Y6S68/s1600-h/images+3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 85px; height: 107px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h2ENSPCEI/AAAAAAAAAJk/bQbYH8Y6S68/s200/images+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447233563962312770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tetap berkepala dingin dan berfikir secara pragmatis dalam merespon setiap fenomena lingkungan Bangun motivasi kerja dan semangat mencapai cita-cita.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kita harus unik dan berbeda dengan yang lain secara nyata.&lt;br /&gt;Sederhanakan masalah untuk meringankan beban.&lt;br /&gt;Yakin akan adanya jawaban dari setiap masalah yang dihadapi.&lt;br /&gt;Buat prioritas dan tahapan pekerjaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4526563750210636425?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4526563750210636425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/kiat-untuk-bertahan-di-asean-cina-free.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4526563750210636425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4526563750210636425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/kiat-untuk-bertahan-di-asean-cina-free.html' title='KIAT UNTUK BERTAHAN DI  ASEAN CINA FREE TRADE AREA'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h2ENSPCEI/AAAAAAAAAJk/bQbYH8Y6S68/s72-c/images+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4342890031092770254</id><published>2010-03-10T18:54:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T20:49:11.288-08:00</updated><title type='text'>DAFTAR PELATIHAN PENGEMBANGAN UMKM (yang kami sediakan)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h2Qi0H3hI/AAAAAAAAAJs/dmT0Mt7plqc/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h2Qi0H3hI/AAAAAAAAAJs/dmT0Mt7plqc/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447233775900024338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Komputer Bisnis&lt;br /&gt;Lab UMKM dan Kewirausahaan&lt;br /&gt;Lab Mind Set&lt;br /&gt;SPSS&lt;br /&gt;Sistem Komputerisasi Ak.&lt;br /&gt;Perpajakan&lt;br /&gt;Kewirausahaan&lt;br /&gt;Laboratorium Audit&lt;br /&gt;Seminar SIA&lt;br /&gt;e-Business&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bank &amp; Lembaga Keu. Lain&lt;br /&gt;Manajemen Keuangan&lt;br /&gt;SIM&lt;br /&gt;Eksport Import&lt;br /&gt;Studi Kelayakan Bisnis&lt;br /&gt;MSDM &amp; Evaluasi Kinerja&lt;br /&gt;Pembukuan Sederhana&lt;br /&gt;Riset Pasar&lt;br /&gt;Manajemen Produk&lt;br /&gt;Manajemen Harga&lt;br /&gt;Manajemen Ritel&lt;br /&gt;Manajemen Grameen Bank&lt;br /&gt;Manajemen BMT&lt;br /&gt;Manajemen Inkubator&lt;br /&gt;Manajemen Network Bisnis&lt;br /&gt;Community Based Development&lt;br /&gt;Bisnis Plan&lt;br /&gt;Marketing Plan&lt;br /&gt;Manajemen Profit&lt;br /&gt;Costumers Network Management &amp; Reseller Network&lt;br /&gt;Manajemen Penjualan&lt;br /&gt;Manajemen Perpajakan&lt;br /&gt;Manajemen Permodalan&lt;br /&gt;Manajemen Pemasaran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4342890031092770254?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4342890031092770254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/daftar-pelatihan-pengembangan-umkm-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4342890031092770254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4342890031092770254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/daftar-pelatihan-pengembangan-umkm-yang.html' title='DAFTAR PELATIHAN PENGEMBANGAN UMKM (yang kami sediakan)'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h2Qi0H3hI/AAAAAAAAAJs/dmT0Mt7plqc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-1606884822155830362</id><published>2010-03-10T18:43:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T20:52:53.387-08:00</updated><title type='text'>STRATEGI MENCIPTAKAN DAYA SAING USAHA MIKRO DAN KECIL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h3Hr7uLLI/AAAAAAAAAJ0/1MFByaQcqx0/s1600-h/images+4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 80px; height: 90px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h3Hr7uLLI/AAAAAAAAAJ0/1MFByaQcqx0/s200/images+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447234723240619186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Usaha Mikro dan Kecil dapat menciptakan daya saing perusahaannya agar dapat survival di era persaingan bebas dengan alterlatif langkah-langkah sebagai beriku&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Superiority in Price, Keunggulan bersaing karena harga. Harga disini tidak selalu harus lebih murah, boleh lebih tinggi tetapi pelanggan harus merasakan nilai tambah yang lebih besar dibandingkan harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Superiority quality and disain, keunggulan bersaing karena kualitas dan disain yang lebih baik dibandingkan dengan pesaing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Superiority in Customer responsiviness, keunggulan bersaing karena perusahaan mampu merespon need and wants customer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Superiority in inovation, Keunggulan bersaing karena inovasi yang terus menerus dilakukan oleh perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-1606884822155830362?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/1606884822155830362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/strategi-menciptakan-daya-saing-usaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1606884822155830362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1606884822155830362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/strategi-menciptakan-daya-saing-usaha.html' title='STRATEGI MENCIPTAKAN DAYA SAING USAHA MIKRO DAN KECIL'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h3Hr7uLLI/AAAAAAAAAJ0/1MFByaQcqx0/s72-c/images+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5131509731629826232</id><published>2010-03-10T18:41:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T20:54:35.180-08:00</updated><title type='text'>Tahapan Membangun Strategi Perusahaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h3g43vBjI/AAAAAAAAAJ8/Y6vUX-u-vrw/s1600-h/images+5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 127px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h3g43vBjI/AAAAAAAAAJ8/Y6vUX-u-vrw/s200/images+5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447235156210288178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Penelitian oleh Gluck,Kaufman, dan walleck(The Four Phases of Strategic Management” Journal Of Business Strategy ( winter 1982),hal 9-21).&lt;br /&gt;Manajemen strategis dalam perusahaan akan berkembang melalui empat tahap berurutan &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahap 1.Perencanaan keuangan dasar : mencari pengendalianoperasional yang lebih baik melalui pemenuhan anggaran&lt;br /&gt;Tahap 2.Perencanaan berbasis peramalan : mencariperencanaan yg lebih efektif untuk pertumbuhan dg mencobameramalkan masa yg akan datang melebihi dari tahunberikutnya.&lt;br /&gt;Tahap 3.Perencanaan strategis : Mencari cara untukmeningkatkan respon terhadap pasar persaingan dg mencobaberpikir secara strategis&lt;br /&gt;Tahap 4.Manajemen Strategis : Mencari cara untuk mengelolasemua sumber daya guna mengembangkan keunggulankompetitif dan membantu menciptakan kesuksesan dimasa yg akan datang.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5131509731629826232?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5131509731629826232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/penelitian-oleh-gluckkaufman-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5131509731629826232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5131509731629826232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/penelitian-oleh-gluckkaufman-dan.html' title='Tahapan Membangun Strategi Perusahaan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S5h3g43vBjI/AAAAAAAAAJ8/Y6vUX-u-vrw/s72-c/images+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8994875229094971595</id><published>2010-03-03T02:02:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T02:11:04.819-08:00</updated><title type='text'>Kunci Sukses Menjadi Marketing Handal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S441rUM1GSI/AAAAAAAAAIc/GtAjuyQhkAQ/s1600-h/helmy+konpers+(9).JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S441rUM1GSI/AAAAAAAAAIc/GtAjuyQhkAQ/s200/helmy+konpers+(9).JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444348017810676002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;HAL-HAL YANG PERLU KITA MILIKI UNTUK MENJADI MARKETING HANDAL;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Rasa percaya diri yang kuat.&lt;br /&gt;o Control diri yang baik&lt;br /&gt;o Memberikan dan meninggalkan kesan yang baik&lt;br /&gt;o Bahasa tubuh.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CARA MEMUPUK KEPERCAYAAN DIRI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Banyak bergaul &lt;br /&gt;o Banyak belajar ketrampilan dan bahasa&lt;br /&gt;o Banyak membaca&lt;br /&gt;o Senang bertanya dan terbuka dalam kritik.&lt;br /&gt;o Suka berdiskusi&lt;br /&gt;o Memperhatikan sara-saran penampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;CIRI MARKETER YANG MENGHAYATI PROFESINYA DENGAN BAIK&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;o Sopan, ramah selalu menunjukkan sikap yang menyenangkan dan bersahabat kepada siapa saja.&lt;br /&gt;o Memiliki rasa percaya diri pada waktu menghadapi konsumen dari tingkat manapun.&lt;br /&gt;o Dapat menguasai diri, selalu berusaha tidak menyinggung perasaan konsumen, menyakiti atau mengganggu pikiran orang lain.&lt;br /&gt;o Segala tingkah laku dan  ucapannya mencerminkan perhatian kepada konsumen dan pertimbangan terhadap kepentingan konsumen.&lt;br /&gt;o Sedapat mungkin berusaha tidak membuat kecewa, gusar apalagi membuat marah konsumen, walaupun dirinya sendiri baru dalam keadaan sedih, kesal, lelah atau jenuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8994875229094971595?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8994875229094971595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/kunci-sukses-menjadi-marketing-handal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8994875229094971595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8994875229094971595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/03/kunci-sukses-menjadi-marketing-handal.html' title='Kunci Sukses Menjadi Marketing Handal'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S441rUM1GSI/AAAAAAAAAIc/GtAjuyQhkAQ/s72-c/helmy+konpers+(9).JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-1739464587883933792</id><published>2010-02-25T02:48:00.000-08:00</published><updated>2010-03-03T02:01:34.961-08:00</updated><title type='text'>SBY</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S4ZWB_QFZuI/AAAAAAAAAIU/Y25LwY0R0ms/s1600-h/Arassy.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S4ZWB_QFZuI/AAAAAAAAAIU/Y25LwY0R0ms/s200/Arassy.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442131791882577634" /&gt;&lt;/a&gt; SBY (segmentation, brand young) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segmentasi adalah mengelompokan pelanggan berdasarkan hal-hal yang melekat pada diri pelanggan, contohnya : faktor gaya hidup, status sosial, tingkat pendidikan dan lain sebagainya. Levy (2001) berpendapat bahwa segmentasi yang baik harus mudah dipahami, memiliki cukup segmen, relevan dengan tujuan segmentasi, dan memberikan cukup informasi yang akan digunakan untuk mengambil keputusan.Pendapat lain datang dari Trout dan Ries (2005). Mereka berpendapat bahwa setidaknya ada empat kriteria yang dapat digunakan untuk menilai kebaikan segmentasi pasar. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Keempat kriteria yang diungkapkan oleh Trout dan ries adalah, kebutuhan dari suatu segmen sama atau cenderung sama, kebutuhan antar segmen dapat dibedakan dengan tegas, segmen – segmen yang dihasilkan harus dapat didefinisikan dan dapat dijangkau dan segmen – segmen yang dihasilkan harus memberikan cukup informasi mengenai keadaan pasar yang sebenarnya.Sedangkan merk adalah simbol pengejawantahan seluruh informasi yang berkaitan dengan produk atau jasa. Brand/Merk biasanya terdiri dari nama, logo dan seluruh elemen visual lainnya seperti gambar, tipografi, warna, dan simbol. Merk juga merupakan visualisasi dari citra yang ingin ditanamkan di benak konsumen. Dalam konteks lain, merk sering menggunakan kata trademark (merk dagang). Citra merk dibangun dengan memasukkan “kepribadian” atau “citra” kedalam produk atau jasa, untuk kemudian “dimasukkan” ke dalam alam bawah sadar konsumen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segmentation, brand young adalah usaha untuk membagi suatu populasi menjadi kelompok – kelompok yang dapat dibedakan satu sama lain. Dalam hal ini anak muda yang merupakan pasar yang besar dan heterogen menjadi segmen – segmen yang lebih kecil yang dapat dijangkau secara lebih efisien dan efektif melalui produk dan layanan yang unik sesuai kebutuhan pasar dan kondisi dimana anak muda itu berada.Jangan anggap ringan segmen anak muda ini merupakan pasar yang cukup besar dan menguntungkan. Walaupun mereka belum memiliki penghasilan sendiri, faktanya daya beli segmen pasar ini tergolong tinggi. Pada umumnya karakter anak muda, mereka mau melakukan apa saja untuk menopang gaya hidupnya. target yang dicapai adalah tercipta citra anak muda tidak lengkap jika tidak menggunakan produk anda yang dibangun lewat: pesan komunikasi yang banyak menggunakan bahasa mereka , event, dan aktivitas lain yang berjiwa muda,yang mampu menciptakan ikatan emosional di pasar anak muda yang sangat dinamis. pasar anak sekolah dan anak muda merupakan pasar yang sangat dipengaruhi oleh apa yang digunakan oleh teman-temannya. Dan ini amatlah menguntungkan apabila citra suatu produk sudah terbangun.Disamping itu program menggarap komunitas-komunitas anak muda, dengan menjalin kerja sama yang saling menguntungkan antara kita dengan pihak komunitas anak muda.Agar legih efektif kita perlu menggabungkan program komunitas dengan word of mouth sehingga menimbulkan ketergantungan antarsesama .Dan perlu diingat tidak hanya kekuatan emosional yang dibangun tetapi aspek rasional juga harus ditumbuhkan. secara emosional anak muda punya jiwa following the crowd dan tidak ingin kelihatan berbeda dari temannya karena takut tidak dianggap, sedangkan secara rasional akan dipersepsi lebih murah karena lebih banyak teman yang menggunakan produk kita. Strategi harga, produk dan promosi satu hal yang menjadi tantangan bagaimana membuat banyak anak muda enggan pindah meskipun harga dan produk dari pesaing cukup kompetitif . Hal ini dapat dilakukan dengan menciptakan ketergantungan merek melalui critical mass yaitu dengan cara menciptakan memorable eksperience pada komunitas yang menjadi critical mass pada segmen anak muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-1739464587883933792?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/1739464587883933792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/02/sby-segmentation-brand-young-segmentasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1739464587883933792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1739464587883933792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/02/sby-segmentation-brand-young-segmentasi.html' title='SBY'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S4ZWB_QFZuI/AAAAAAAAAIU/Y25LwY0R0ms/s72-c/Arassy.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-226810816013575425</id><published>2010-02-02T21:37:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T02:52:36.271-08:00</updated><title type='text'>OBAMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DcBFw6ZGI/AAAAAAAAAHc/0ohFHDWInv4/s1600-h/01072009278-001.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DcBFw6ZGI/AAAAAAAAAHc/0ohFHDWInv4/s200/01072009278-001.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436086661521499234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;OBAMA (Obrolan Ala Mama)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mama adalah sebuah sosok yang sensasional dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;Dari bangun tidur harus menyiapkan sarapan untuk sang suami/ anak, menyapu lantai, membereskan urusan rumah tangga yang lain. Sampai harus menyiapkan diri untuk membantu meringankan beban suami dengan bekerja atau mencari altenatif pemenuhan kebutuhan keluarga.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama melakukan itu semua dengan kasih sayang berlimpah, tanpa harus berhitung berapa yang akan dia terima..sebuah fenomena yang patut menjadi tauladan bagi para pengusaha kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai pengusaha harus selalu menyadari bahwa sistem dualisme selalu mengatur dunia ini dalam dua kutub yang saling berlawanan. Ada sukses ada gagal, ada kaya ada miskin,&lt;br /&gt;ada untung ada rugi dan seterusnya. Oleh sebab itu, dalam mengejar suatu cita-cita, perlu selalu dipahami bahwa pilihannya juga hanya ada dua, yaitu berhasil atau gagal.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“UNTUK ITU SEBAGAI PENGUSAHA KITA HARUS SIAP GAGAL”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berhasil berarti kemenangan, gagal berarti kehancuran. Maka, dalam&lt;br /&gt;hal perjuangan mencapai cita-cita luhur, tidak ada kompromi. Tidak&lt;br /&gt;ada pilihan untuk setengah berhasil atau setengah gagal. Yang ada&lt;br /&gt;hanya "berhasil" ! Kita menolak kegagalan, sehingga kegagalan harus&lt;br /&gt;dicoret dari kamus kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”UNTUK ITU SEBAGAI PENGUSAHA HARUS OPTIMIS"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses jadi pengusaha harus dijalankan tanpa kompromi dengan disiplin yang tinggi.&lt;br /&gt;Nikmatilah kerja, karena kenikmatan sejati terletak pada penjiwaan&lt;br /&gt;dan penghayatan kerja, bukan pada hasilnya, baik berupa uang mau pun&lt;br /&gt;materi lainnya. Kenikmatan kerja sifatnya abadi, sementara&lt;br /&gt;kenikmatan materi bersifat sementara, berjangka pendek dan&lt;br /&gt;menyesatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”UNTUK ITU SEBAGAI PENGUSAHA HARUS DISIPLIN DALAM MENJALANKAN SETIAP PROSES YANG ADA UNTUK MENCAPAI CITA-CITA”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-226810816013575425?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/226810816013575425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/02/obama-obrolan-ala-mama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/226810816013575425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/226810816013575425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/02/obama-obrolan-ala-mama.html' title='OBAMA'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DcBFw6ZGI/AAAAAAAAAHc/0ohFHDWInv4/s72-c/01072009278-001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-4498914588668258135</id><published>2010-01-27T04:14:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T02:53:45.430-08:00</updated><title type='text'>Pria Dewasa lebih rasional dalam keputusan pembelian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3Dcw4UBOhI/AAAAAAAAAHs/WdtBMFNwY8o/s1600-h/cam_1_20090823_041357.jpg"&gt;&lt;img style="MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; FLOAT: left; HEIGHT: 150px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436087482544372242" border="0" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3Dcw4UBOhI/AAAAAAAAAHs/WdtBMFNwY8o/s200/cam_1_20090823_041357.jpg" /&gt;&lt;/a&gt; Secara umum Pria Dewasa, lebih mudah diyakinkan dengan data yang spesifik dan jelas, ketimbang harga atau penawaran lain.Pada dasarnya dia, akan meminta pertimbangan oranglain sebelum memutuskan membeli sebuah produk atau jasa. Pada rekan kerja, teman, tetangga,keluarga dan kemudian pada istri mereka!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dari kebanyakan remaja,pemuda, atau wanita, pria dewasa tidak terlalu mementingkan brand, kualitas dan service.After sales lebih penting ketimbang faktor lain saat memutuskan membeli sebuah produk atau jasa&lt;br /&gt;Pria Dewasa sering disebut sebagai ‘considerate buyer’ karena kemampuannya menimbang sebelum memutuskan untuk membeli dan biasanya cenderung loyal terhadap sesuatu produk atau jasa yang dibelinya. Jika targeting produk kita adalah pria dewasa,maka hendaknya kita mampu memberikan informasi yang jelas,ringkas dan padat.Kepraktisan akan menjadi acuan utama didalam penilaiannya,disamping faktor benefit tambahan.Untuk itu Faktor kredibilitas dan performance dari penjual akan sangat mempengaruhi keputusan pembelian pria dewasa.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-4498914588668258135?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/4498914588668258135/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/pria-dewasa-lebih-rasional-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4498914588668258135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/4498914588668258135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/pria-dewasa-lebih-rasional-dalam.html' title='Pria Dewasa lebih rasional dalam keputusan pembelian'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3Dcw4UBOhI/AAAAAAAAAHs/WdtBMFNwY8o/s72-c/cam_1_20090823_041357.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8709617691340127994</id><published>2010-01-27T04:05:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T02:54:45.657-08:00</updated><title type='text'>Anak menjadi Katalisator Jitu dalam Pemasaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DcWO4UG6I/AAAAAAAAAHk/6BmykJcGmGU/s1600-h/DSC00196.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DcWO4UG6I/AAAAAAAAAHk/6BmykJcGmGU/s200/DSC00196.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436087024745716642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kita sadari media promosi lewat TV banyak membidik anak-nak kita sebagai alat katalisator informasi produk,yang ditirukan ulang lewat ucapan maupun gerakan oleh anak kita.Bahkan terkadang seorang anak melihat apapun yang ditayangkan di TV dan meminta pada orangtua mereka, meski mereka tidak sungguh membutuhkannya, hanya agar terlihat keren di lingkungannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak akan melihat pada apa yang dapat mereka peroleh dari sebuah produk atau jasa yang ditawarkan (reward) meski hal itu tak sungguh-sungguh bernilai&lt;br /&gt;Sangat tinggi tingkat penyerapan memori atas sebuah produk atas jasa (kemampuan fototropik yang masih tinggi cenderung membuat mereka menghafal bentuk, warna, dimensi dan rasa dari sebuah produk sebelum orangtua mereka.&lt;br /&gt;Untuk produk-produk tertentu justru anaklah yang mengambil keputusan,tidak jarang itu adalah kebutuhan orang dewasa,seperti; sepeda motor,mobil, rumah, bahkan makanan dan tempat rekreasi.Untuk itu para usaha mikro khususnya sektor perdagangan juga harus mempertimbangkan faktor persepsi anak terhadap keberadaan produk/jasa kita sehingga kita tidak salah didalam merumuskan posisioning produk dimata konsumen.&lt;br /&gt;Contoh:Usaha dibidang restoran atau mini market jika memasukkan anak sebagai salah satu unsur posisioning produk, maka pemberian hadiah mainan,fasilitas bermain,akan dapat lebih meningkatkan kepuasan dan daya tarik konsumen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8709617691340127994?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8709617691340127994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/anak-menjadi-katalisator-jitu-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8709617691340127994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8709617691340127994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/anak-menjadi-katalisator-jitu-dalam.html' title='Anak menjadi Katalisator Jitu dalam Pemasaran'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DcWO4UG6I/AAAAAAAAAHk/6BmykJcGmGU/s72-c/DSC00196.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-8242059651083669142</id><published>2010-01-27T02:46:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T02:56:52.205-08:00</updated><title type='text'>Bangun Posisioning Produk Anda Pada Ibu Rumah Tangga!!!!!!!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DdBWWZSkI/AAAAAAAAAH0/vALS662VUUc/s1600-h/12072009285.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DdBWWZSkI/AAAAAAAAAH0/vALS662VUUc/s200/12072009285.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436087765485308482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibu Rumah Tangga &lt;/span&gt;adalah Kunci Decision Maker dalam keluarga untuk hampir semua produk kebutuhan sehari-hari dirumah!&lt;br /&gt;Pilihan mereka atas produk dan jasa adalah hasil dari pengamatan, pengolahan data, studi banding, benchmarking, dan analisa kualitas dan service atas barang atau jasa yang hendak atau telah dibeli Ibu Rumah Tangga selalu mengetahui yang terbaik bagi keluarga mereka, untuk memperoleh loyalitas mereka, kenali perilaku konsumen mereka secara lebih rinci. &lt;span class="fullpost"&gt; Ibu Rumah Tangga Menjadi penentu pengambil keputusan dalam memilih produk,Menjadi penentu pengambil keputusan untuk loyal dalam satu produk atau service,Menjadi media pengiklan terbaik yang pernah ada! Kepuasan mereka dapat menurun pada anak-anak, keluarga bahkan tetangga mereka,Bahkan Ibu Rumah Tangga Adalah valuable customer terbesar dalam market!  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al Ries dan Jack Trout yang dikutip oleh Kotler (2000:341) menyatakan bahwa Positioning adalah :“Penentuan posisi di mulai dari produk. Suatu barang, jasa, perusahaan, lembaga atau bahkan orang…Tetapi penentuan bukanlah sesuatu yang dilakukan terhadap produk. Penentuan posisi adalah apa yang dilakukan terhadap pikiran pelanggan. Jadi, pemasar memposisikan produk itu di dalam pikiran calon pelanggan”&lt;br /&gt;Beberapa faktor yang dapat dikembangkan untuk menciptakan positioning yang relevan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Images&lt;/span&gt; seperti warna, gambar, dimensi dan ukuran memiliki daya pengakar yang kuat dalam otak manusia berkaitan dengan indera penglihatan.Dimana kita dapat menggunakan pilihan warna sesuai dengan kondisi demografis dan psikologis dari Ibu Rumah Tangga&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Musik dan Nada&lt;/span&gt; memiliki sensitivitas dalam merangsang otak mengolah kerja memori atas suatu obyek.Gunakan musik sesuai dengan minat dan kondisi demografis dimana Ibu rumah tangga berada.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasa atau taste &lt;/span&gt;meski tak sekuat yang lain, juga mampu mengirim data yang akurat pada sistem memori otak manusia&lt;br /&gt;Pengalaman, behavioral experience dapat memacu otak melangkah maju dalam pencarian memori atas sesuatu obyek.Untuk itu pemberian taster akan dapat membantu memposisikan produk anda di otak dan memudahkan Ibu rumah tangga untuk mengingat.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengamatan atau obesrvasi &lt;/span&gt;biasanya memiliki tingkat penanaman yang lebih dalam ketimbang faktor yang lain, karena disini terletak semua unsur kinerja analisa atas informasi yang didapat secara menyeluruh dari keseluruhan indera,Untuk itu rangsang ibu-ibu rumah tangga untuk melakukan pengamatan dan observasi pada produk anda.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengalaman atau hands-on experience&lt;/span&gt; umumnya, mampu membawa seorang individu dalam jenjang memori yang lebih dalam dan kuat. Hal ini akan tertanam dalam jangka waktu yang cukup lama.Dimana pengalaman ini dapat juga dilakukan dengan memberikan testimoni dari publik figur.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-8242059651083669142?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/8242059651083669142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/bangun-posisioning-produk-anda-pada-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8242059651083669142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/8242059651083669142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/bangun-posisioning-produk-anda-pada-ibu.html' title='Bangun Posisioning Produk Anda Pada Ibu Rumah Tangga!!!!!!!'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DdBWWZSkI/AAAAAAAAAH0/vALS662VUUc/s72-c/12072009285.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2361434916856712771</id><published>2010-01-27T02:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T02:58:28.994-08:00</updated><title type='text'>Rekomendasi Pengembangan UMK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DdlqNKk3I/AAAAAAAAAH8/LHMMf2SZ5m8/s1600-h/Pembinaan+UMK.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DdlqNKk3I/AAAAAAAAAH8/LHMMf2SZ5m8/s200/Pembinaan+UMK.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436088389290595186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Rekomendasi yang sangat strategis bagi pengembangan UMK(Usaha Mikro dan Kecil) yang ada di jawa timur. adalah:&lt;br /&gt;1. Capacity building for Attractiveness of the market offering &amp;amp;&lt;br /&gt;2. Networking building.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Capacity Building for Attractiveness of the market offering;&lt;/span&gt; memberikan deskripsi dan pemahaman tentang pemetaan wilayah usaha dan produk unggulan serta potensi pasar agar para unit usaha mikro, kecil dan menengah dapat mengetahui peta bisnis di masing-masing wilayah dan terpacu untuk berinisiatif dalam mengembangkan usahanya, &lt;span class="fullpost"&gt;dalam konteks UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat Secara objektif terdapat persoalan yang sangat mendasar dalam regulasi dimaksud, dimana kurangnya sosialisasi mengenai wacana retribusi dan larangan praktek monopoli itu sendiri,serta dukungan pemerintah daerah terhadap keberlangsungan UMK karena kondisi daerah masih dalam wacana euphoria otonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Networking Building;&lt;/span&gt; membangun jaringan kerja di masing-masing wilayah sebagai fasilitator terhadap berbagai kebutuhan pengembangan UMK terhadap berbagai hambatan dan tantangan usaha di masa depan. Jaringan kerja dimaksud merupakan perwakilan masing-masing unit usaha mikro dan  kecil dan jaringan LSM Lokal,perguruan tinggi di masing-masing wilayah, yang diajukan dan dipilih dari masing-masing elemen dimaksud,dan dibentuk dalam satu wadah dibawah koordinasi KADIN di daerah masing-masing dan dikembangkan melalaui Teknologi Informasi dan Komunikasi berbasis web.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2361434916856712771?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2361434916856712771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/rekomendasi-pengembangan-umk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2361434916856712771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2361434916856712771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/rekomendasi-pengembangan-umk.html' title='Rekomendasi Pengembangan UMK'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DdlqNKk3I/AAAAAAAAAH8/LHMMf2SZ5m8/s72-c/Pembinaan+UMK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-7242027674657435170</id><published>2010-01-15T21:01:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T02:59:19.168-08:00</updated><title type='text'>Berbisnis dengan hati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DepUPku6I/AAAAAAAAAIE/2aR1tzrs4wI/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 141px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DepUPku6I/AAAAAAAAAIE/2aR1tzrs4wI/s200/images.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436089551626222498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membangun Bisnis dengan menciptakan Ketenangan,Kebersihan dan Keikhlasan Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membangun sebuah bisnis yang memiliki keberlanjutan dan tumbuh berkembang serta mampu bertahan dan menang menghadapi persaingan yang semakin ketat sekarang ini,dibutuhkan suatu bisnis yang dibangun dengan hati dimana mendatangkan ketenangan,kebersihan dan keikhlasan baik bagi yang menawarkan ataupun pembelinya.&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membangun bisnis dengan hati yaitu:&lt;br /&gt;1. Bangunlah bisnis anda dengan mengedepankan nilai-nilai kejujuran.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Penjual dan pembeli keduanya bebas memilih selagi keduanya belum berpisah. Maka jika keduanya jujur dan saling menjelaskan dengan benar, maka akan diberkahi pada bisnis keduanya. Namun jika menyembunyikan cacat dan dusta, maka terhapuslah keberkahan jual beli tersebut. (HR. Bukhari – Muslim)&lt;br /&gt;2.Bangun silaturrahim dengan menciptakan komunikasi yang lebih dekat dan bersifat intens sehingga pelanggan menjadi terikat secara emosional dengan kita.&lt;br /&gt;“Barang siapa yang berkeinginan agar rizkinya dilapangkan dan nama baiknya di kekalkan, maka hendaknya ia menyambung tali persaudaraannya.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;3.Distribusikan keuntungan anda secara adil baik itu kepada karyawan anda maupun pelanggan anda(dalam bentuk bonus)&lt;br /&gt;Di dalam hadist Qudsi Allah berfirman : "Berinfaklah kamu, maka Aku akan berifak kepadamu" (HR. Bukhori- Muslim)&lt;br /&gt;4.Syukuri hasil yang anda peroleh dengan selalu mengevaluasi pekerjaan anda dengan seksama.Perhatikan angka-angka dalam kegiatan bisnis anda dan jadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan untuk menjadikan bisnis anda lebih baik dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Dan ingatlah ketika tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur maka aku akan tambahkan nikmatmu kepadamu." (QS. Ibrahim : 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Jangan serakah,bangunlah kerja sama dengan sesama kolega bisnis anda untuk menciptakan sinergi.&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada shahabatnya Hakim bin Hizaam: "Wahai Hakim! Sesungguhnya harta ini indah dan manis, maka barang siapa yang mengambilnya dengan jiwa yang baik, niscaya mendapat keberkahan, dan barang siapa yang mengambilnya dengan jiwa yang tamak, niscaya tidak mendapat keberkahan, dan ia seperti orang yang makan tetapi tidak pernah kenyang, dan tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah . (HR. Bukhori-Muslim)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-7242027674657435170?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/7242027674657435170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/berbisnis-dengan-hati.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7242027674657435170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7242027674657435170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/berbisnis-dengan-hati.html' title='Berbisnis dengan hati'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pCiLS9OF6bw/S3DepUPku6I/AAAAAAAAAIE/2aR1tzrs4wI/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-7181014169580350716</id><published>2010-01-15T20:24:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T03:00:26.683-08:00</updated><title type='text'>Membangun Daya Saing dengan memberi nilai pelayanan</title><content type='html'>Pelayanan menjadi dalah satu faktor kunci keberhasilan bisnis untuk itu membangun pelayanan sesuatu yang mutlak harus dilakukan agar bisnis kita menjadi survive.Nilai pelayanan ini apabila dilakukan secara cerdas akan menyebabkan murah secara biaya namun menghasilkan nilai yang berdampak pada harga dan memberi keuntungan yang maksimal.Ada beberapa faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam membangun nilai pelayanan,meliputi :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Nilai – nilai individu, dan psikografis dalam ilmu – ilmu sosial dianggap sebagai the softer side of science ( Kahle dan Chiagouris, 1997). Mereka berpendapat bahwa nilai – nilai individu mempunyai hubungan langsung terhadap perilaku konsumen. Kasali (1998) mengartikan nilai individu sebagai sesuatu yang dipercaya seseorang yang dalam beberapa hal lebih disukai dari hal – hal yang berlawanan (preferable to its opposite).&lt;br /&gt;2. Faktor harga,kesesuaian antara harga dengan manfaat yang diterima oleh pelanggan.Dimana factor keunikan menjadi kunci utama,semakin unik layanan kita kepada pelanggan semakin berkurang kepekaan harga konsumen demikian pula sebaliknya semakin tidak unik atau sama dengan produk lainnya,maka semakin peka konsumen terhadap harga.Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat penetapan harga agar dapat sesuai dengan layanan yang diberikan :&lt;br /&gt;a. Kemampuan pelanggan&lt;br /&gt;b. Kemauan pelanggan&lt;br /&gt;c. Gaya hidup pelanggan&lt;br /&gt;d. Manfaat kepada pelanggan&lt;br /&gt;e. Harga barang substitusi&lt;br /&gt;f. Potensi pasar&lt;br /&gt;g. Sifat persaingan non harga&lt;br /&gt;h. Perilaku konsumen&lt;br /&gt;i. Segmen-segmen dalam pasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hal yang bias dilakukan untuk meningkatkan nilai pelayanan:&lt;br /&gt;1. Menambah nilai manfaat bagi pemakai hal ini bias dilakukan dengan memberika penjelasan pada konsumen akan manfaat tambahan yang diperoleh konsumen&lt;br /&gt;2. Menambah daya tarik pelayanan dengan memberikan surprise terhadap sesuatu yang bersifat pribadi&lt;br /&gt;3. Menciptakan layanan prestis&lt;br /&gt;4. Menambah cakupan layanan yang diberikan&lt;br /&gt;5. Membangun komunikasi yang lebih intens dan lebih dekat dengan konsumen&lt;br /&gt;6. Menambahkan pelayanan khusus atau penanganan masalah yang khusus.&lt;br /&gt;7. Meningkatkan kualitas pelayanan&lt;br /&gt;8. Menambahkan jaminan atau garansi kepuasan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-7181014169580350716?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/7181014169580350716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/membangun-daya-saing-dengan-memberi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7181014169580350716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/7181014169580350716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/membangun-daya-saing-dengan-memberi.html' title='Membangun Daya Saing dengan memberi nilai pelayanan'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2777523657691391341</id><published>2010-01-12T03:34:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T03:48:09.478-08:00</updated><title type='text'>Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Usaha Kecil</title><content type='html'>Pertumbuhan usaha kecil yang ditandai dengan  : (1) pertumbuhan poduksi, (2) pertumbuhan penjualan, (3) pertumbuhan pendapatan, dan (4) pertumbuhan laba. (Davidsson et al., 2002; Shanmugam and Bhaduri, 2002),sangat dipengaruhi oleh beberapa Faktor internal dan Faktor eksternal meliputi dibawah ini :&lt;br /&gt;Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan kecil meliputi (ISBRC – Pupuk, 2003): &lt;br /&gt;(1)Kemampuan manajerial, &lt;br /&gt;(2)Pengalaman pemilik atau pengelola, &lt;br /&gt;(3)Kemampuan untuk mengakses pasar input dan output, teknologi produksi, dan &lt;br /&gt;   sumber-sumber permodalan, &lt;br /&gt;(4)Besar kecilnya modal yang dimiliki. dan Davidsson et al. (2002) menambahkan,&lt;br /&gt;(5)Besarnya unit usaha (firm size), &lt;br /&gt;(6)Lamanya usaha (age),dan &lt;br /&gt;(7)Legalitas dari unit usaha (legal form).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan beberapa faktor eskternal termaksud, antara lain (Tambunan, 1999): &lt;br /&gt;(1)Dukungan berupa bantuan teknis dan keuangan dari pihak pemerintah/swasta, &lt;br /&gt;(2)Kondisi perekonomian yang dicerminkan dari permintaan pasar domestik maupun &lt;br /&gt;   dunia, dan &lt;br /&gt;(3)Kemajuan teknologi dalam produksi, &lt;br /&gt;Disamping faktor-faktor diatas, Shanmugam dan Bhaduri (2002) juga menemukan bahwa pertumbuhan usaha juga dipengaruhi secara signifikan oleh umur unit usaha (age) dan ukuran perusahaan (firm size). Riset yang dilakukan mencakup sampel 392 perusahaan manufaktur di India untuk periode tahun 1989 – 1993, khususnya untuk industri makanan dan industri bukan barang logam. Dalam studi ini juga ditemukan kecenderungan untuk unit usaha yang besar dan unit usaha yang baru berdiri lambat pertumbuhan usahanya. Di samping itu, dampak ukuran perusahaan terhadap pertumbuhan usaha pada industri makanan lebih besar daripada industri bukan barang logam.Temuan tersebut juga sejalan dengan studi dari Becchetti dan Trovato (2002) melakukan studi mengenai faktor penentu pertumbuhan usaha industri kecil – menengah (IKM) di Italia. Menemukan bahwa ukuran unit usaha (size) dan umur perusahaan (age), tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan untuk melakukan eskpor dan pengambilan kredit perbankan yang dilakukan secara rasional oleh pemilik atau pengelola IKM.Hasil temuan dari riset ini adalah ternyata subsidi atau bantuan yang diberikan pemerintah berpengaruh terhadap pertumbuhan usaha IKM.Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan usaha dari industri kecil di Skotlandia dilakukan oleh Glancey (1998). Juga menunjukkan bahwa pertumbuhan usaha industri kecil dipengaruhi secara signifikan oleh variabel ukuran usaha (size) dan umur perusahaan (age). Temuan lain dari riset ini adalah lokasi dari unit usaha industri juga berpengaruh terhadap pertumbuhan usaha.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil penelitian diatas,maka dapat disimpulkan bahwa faktor internal sangat menentukan pertumbuhan usaha kecil,sehingga pemberian bantuan khususnya modal usaha akan sangat efektif meningkatkan pertumbuhan usaha kecil dan terjaminnya bantuan/pinjaman modal kembali jika usaha kecil memiliki keunggulan-keunggulan meliputi :&lt;br /&gt;(1)Kemampuan manajerial, &lt;br /&gt;(2)Pengalaman pemilik atau pengelola, &lt;br /&gt;(3)Kemampuan untuk mengakses pasar &lt;br /&gt;(4)Besar kecilnya modal/Asset yang dimiliki.Semakin besar Asset yang dimiliki semakin &lt;br /&gt;   besar peluang untuk pertumbuhannya.&lt;br /&gt;(5)Usaha tersebut telah lama dijalankan &gt; 3th&lt;br /&gt;(6)Lokasi dari unit usaha tersebut harus strategis atau berada pada radios kurang &lt;br /&gt;   lebih maksimal 1km dari wilayah segmentasi pasarnya&lt;br /&gt;(7)Besarnya unit usaha (firm size),harus relative kecil &lt;br /&gt;(8)Legalitas dari unit usaha (legal form).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2777523657691391341?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2777523657691391341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/analisa-faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2777523657691391341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2777523657691391341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/analisa-faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html' title='Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Usaha Kecil'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2079286263810943838</id><published>2010-01-07T03:57:00.000-08:00</published><updated>2010-01-13T20:49:28.956-08:00</updated><title type='text'>Nasib Usaha Mikro dan Kecil dalam AFTA DAN ACFTA</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;embed src="http://widget-17.slide.com/widgets/slideticker.swf" type="application/x-shockwave-flash" quality="high" scale="noscale" salign="l" wmode="transparent" flashvars="cy=bb&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=3314649325785299735&amp;amp;site=widget-17.slide.com" style="width:500px;height:420px" name="flashticker" align="middle"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;div style="width:400px;text-align:left;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3314649325785299735&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-17.slide.com/p1/3314649325785299735/bb_t013_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;amp;at=un&amp;amp;id=3314649325785299735&amp;amp;map=2" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-17.slide.com/p2/3314649325785299735/bb_t013_v000_s0un_f00/images/xslide2.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=bb&amp;at=un&amp;id=3314649325785299735&amp;map=F" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://widget-17.slide.com/p4/3314649325785299735/bb_t013_v000_s0un_f00/images/xslide42.gif" border="0" ismap="ismap" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-2079286263810943838?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/2079286263810943838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/nasib-usaha-mikro-dan-kecil-dalam-afta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2079286263810943838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/2079286263810943838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/nasib-usaha-mikro-dan-kecil-dalam-afta.html' title='Nasib Usaha Mikro dan Kecil dalam AFTA DAN ACFTA'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-5570682311453368977</id><published>2010-01-05T02:51:00.000-08:00</published><updated>2010-02-26T18:36:06.875-08:00</updated><title type='text'>Strategi Pengembangan Wanita Pengusaha Kecil di Surabaya</title><content type='html'>1) Berdasarkan pengamatan yang dilakukan penulis melihat ada gejala bahwa persaingan tidak sehat mulai menjangkiti WPK di Surabaya, mereka secara sistematis telah melakukan penghancuran pasar, seperti kasus banting harga, agar produksinya mampu terserap oleh pasar. Dalam UU 5/99 tentang praktek monopoli dan persaingan tidak sehat, memang UKM merupakan sektor yang harus dilindungi oleh pemerintah, tetapi itu dalam konteks persaingan dengan pemodal besar atau konglomerat, namun apabila mereka bersaing sesama UMK/WPK maka siapa yang melakukan praktek monopoli dan persaingan tidak sehat juga bisa diajukan tuntutan hukum.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Jumlah WPK yang sangat besar di Surabaya secara substantief akan semakin memperkuat iklim persaingan diantara mereka, dari iklim persaingan itulah mereka satu sama lain bisa saling menjatuhkan, oleh karena itu mendesak untuk dibentuk wadah WPK bersama agar para WPK bersatu untuk menghadapi persaingan ditingkat regional, nasional, serta global. Apalagi bila melihat tantangan kedepan bila AFTA NAFTA, telah dibuka, maka produk luar akan membanjiri kebutuhan domestik masyarakat Surabaya, dan itu berarti tantangan yang segera datang menghampiri UMK/ WPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Posisi pemerintah selama ini menurut beberapa responden masih kurang optimal, kebijakannya kurang fokus bahkan tidak tepat sasaran. Parahnya lagi sebanyak-banyaknya pendapatan lokal dari masyarakat, belum menggali pendapatan lain diluar pajak dan retribusi yang dibebankan pada masyarakat, akibatnya masyarakat dalam hal ini WPK makin ditambah bebannya, yang berdampak biaya produksi makin hari tambah besar. Oleh karena itu melalui forum-forum yang akan dibentuk, pemerintah harus didesak, agar keberpihakan kebijakannya jelas, yaitu pada para UMK khususnya Wanita Pengusaha Kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Posisi keunggulan WPK di Surabaya dibandingkan dengan Pesaing terdekatnya adalah pada:&lt;br /&gt;1.Interaksi dengan pembeli&lt;br /&gt;2.Kelunakan sistim pembayaran&lt;br /&gt;3.Fleksibelitas&lt;br /&gt;4.Efisiensi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Berdasarkan identifikasi peluang dan analisis segmen pasar dan target pasar maka strategi untuk pengembangan usaha WPKsebagai berikut&lt;br /&gt;a. Produk yang ditawarkan adalah produk kebutuhan sehari-hari.Dimana untuk usaha took atau warung sumber untuk mendapatkan produk yang menguntungkan adalah ketika para hypermarket melakukan banting harga khususnya pada saat cuci gudang atau bulan promosi.&lt;br /&gt;b. Besarnya jumlah produk yang ditawarkan disesuaikan dengan jumlah tingkat permintaan konsumen pada produk tersebut dengan acuan tingkat perputaran penjualan total produk yang didasarkan atas trend permintaan pembeli.&lt;br /&gt;c. Untuk kemasan produk yang dijual,harus membuat nama yang mudah dikenal oleh konsumen.&lt;br /&gt;d. Pemilihan produk yang ditawarkan hendaknya melihat kebutuhan dan tingkat permintaan dari pelanggan yang ada di wilayah sekitar toko/tempat usaha.&lt;br /&gt;e. Pengadaan bahan baku/barang dagangan yang dilakukan pedagang lebih banyak dengan cara menyediakan/membeli sendiri ke supplier meskipun sudah ada supplier yang mendatangi pedagang. Kemudian untuk sistem pembayaran yang dilakukan hampir semuanya kontan.untuk itu perlu diupayakan untuk bisa membeli dengan kredit.Disini peran pemerintah diperlukan sebagai mediasi antara UMK dengan Usaha Menengah dan Usaha Besar.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-5570682311453368977?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/5570682311453368977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/strategi-pengembangan-wanita-pengusaha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5570682311453368977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/5570682311453368977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/strategi-pengembangan-wanita-pengusaha.html' title='Strategi Pengembangan Wanita Pengusaha Kecil di Surabaya'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-1163722331513378874</id><published>2010-01-05T02:23:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T03:59:26.079-08:00</updated><title type='text'>Penciptaan Wirausaha sebagai upaya untuk mengatasi penganguran dan pengentasan kemiskinan.</title><content type='html'>Wirausaha dinyatakan oleh Joseph Schumpeter yang dikutip oleh Buchari (2007) sebagai orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada.Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wirausaha adalah mereka yang bisa menciptakan kerja bagi orang lain dengan berswadaya. Definisi ini mengandung asumsi bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan normal, bisa menjadi wirausaha asal mau dan mempunyai kesempatan untuk belajar dan berusaha. Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang dan, (2) kemampuan menanggapi peluang, Berdasarkan hal tersebut maka definisi kewirausahaan adalah “tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif dan inovatif.” (Pekerti, dalam Suryana, 2003).&lt;br /&gt;Menurut Hisrich-Peters(1995) dalam Buchari (2007) entrepreneur are not born-they develop.Pendidikan formal dan pengalaman bisnis kecil-kecilan yang dimiliki seseorang dapat menjadi potensi utama untuk menjadi wirausaha yang berhasil.Menurut Bygrave(1994) dalam Buchari (2007) Ada beberapa faktor kritis yang berperan dalam menangkap peluang usaha yaitu:&lt;br /&gt;1. Personal, menyangkut aspek-aspek kepribadian seseorang.&lt;br /&gt;2. Sociological, menyangkut masalah hubungan dengan keluarga dsb. &lt;br /&gt;3. Environmental, menyangkut hubungan dengan lingkungan &lt;br /&gt;Faktor Sosial yang berpengaruh terhadap minat memulai bisnis ini ialah masalah tanggung jawab terhadap keluarga.Faktor lain yang berpengaruh dalam membuka bisnis ialah pertimbangan antara pengalaman dengan spirit, energi dan rasa optimis. Biasanya orang-orang muda lebih optimis, energik, dibandingkan dengan orang-orang yang sudah berumur. Oleh sebab itu, pembukaan usaha sebaiknya dilakukan pada saat seseorang memiliki rasa optimis dan sudah dipertimbangkan secara matang.&lt;br /&gt;Model proses perintisan dan pengembangan kewirausahaan ini digambarkan oleh Bygrave(1994) dalam Buchori (2007) menjadi urutan langkah-langkah berikut ini;&lt;br /&gt;1. Proses Inovasi&lt;br /&gt;Beberapa faktor personal yang mendorong inovasi adalah: keinginan berprestasi, adanya sifat penasaran, keinginan menanggung resiko, faktor pendidikan clan faktor pengalaman. Adanya inovasi yang berasal dari diri seseorang akan mendorong dia mencari pemicu ke arah memulai usaha.&lt;br /&gt;2. Proses Pemicu&lt;br /&gt;Beberapa faktor personal yang mendorong Triggering Event artinya yang memicu atau memaksa seseorang untuk terjun ke dunia bisnis adalah: &lt;br /&gt;a) Adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang sekarang,&lt;br /&gt;b) Adanya pemutusan hubungan kerja (PHK), tidak ada pekerjaan lain, &lt;br /&gt;c) Dorongan karena faktor usia,&lt;br /&gt;d) Keberanian menanggung resiko,&lt;br /&gt;e) dan komitmen atau minat yang tinggi terhadap bisnis.&lt;br /&gt;Faktor-faktor Environment yang mendorong menjadi pemicu bisnis adalah:&lt;br /&gt;a) Adanya persaingan dalam dunia kehidupan&lt;br /&gt;b) Adanya sumber-sumber yang bisa dimanfaatkan, misalnya memiliki tabungan, modal, warisan, memiliki bangunan yang lokasi strategis dan sebagainya.&lt;br /&gt;c) Mengikuti latihan-latihan atau Incubator bisnis. Sekarang banyak kursus¬kursus bisnis dan lembaga manajemen fakultas ekonomi melaksanakan pelatihan dan incubator bisnis.&lt;br /&gt;d) Kebijaksanaan pemerintah misalnya adanya kemudahan-kemudahan dalam lokasi berusaha ataupun fasilitas kredit, dan bimbingan usaha yang dilakukan oleh Depnaker.&lt;br /&gt;Sedangkan faktor sosiologi yang menjadi pemicu serta pelaksanaan bisnis adalah:&lt;br /&gt;a) Adanya dorongan dari orang tua untuk membuka usaha&lt;br /&gt;b) Adanya bantuan famili dalam berbagai kemudahan &lt;br /&gt;c) Adanya pengalaman-pengalaman dalam dunia bisnis sebelumnya&lt;br /&gt;d) Adanya Hubungan atau relasi dengan orang lain&lt;br /&gt;e) Adanya teman atau kelompok yang dapat diajak kerjasama dalam berusaha&lt;br /&gt;3. Proses Pelaksanaan&lt;br /&gt;Beberapa faktor personal yang mendorong pelaksanaan dari sebuah bisnis adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) Adanya seorang wirausaha yang sudah slap mental secara total.&lt;br /&gt;b) Adanya manajer pelaksana sebagai tangan kanan, pembantu utama.&lt;br /&gt;c) Adanya komitmen yang tinggi terhadap bisnis.&lt;br /&gt;d) Dan adanya visi, padangan yang jauh ke depan guna mencapai keberhasilan.&lt;br /&gt;4. Proses Pertumbuhan&lt;br /&gt;a) Proses pertumbuhan ini didorong oleh faktor organisasi antara lain:&lt;br /&gt;b) Adanya tim yang kompak dalam menjalankan usaha sehingga semua rencana dan pelaksanaan operasional berjalan produktif.&lt;br /&gt;c) Adanya strategi yang mantap sebagai produk dari tim yang kompak.&lt;br /&gt;d) Adanya struktur dan budaya organisasi yang sudah membudaya&lt;br /&gt;e) Adanya produk yang dibanggakan.&lt;br /&gt;Sedangkan faktor lingkungan yang mendorong implementasi dan pertumbuhan bisnis adalah :&lt;br /&gt;a) Adanya unsur persaingan yang cukup menguntungkan&lt;br /&gt;b) Adanya konsumen dan pemasok barang yangkontinyu&lt;br /&gt;c) Adanya bantuan dari pihak investor bank yang memberi fasilitas keuangan&lt;br /&gt;d) Adanya sumber-sumber yang tersedia,yang masih bisa dimanfaatkan&lt;br /&gt;e) Adanya kebijakan pemerintah yang menunjang berupa peraturan bidang ekonomi yang menguntungkan.&lt;br /&gt;Seorang wirausaha memiliki karakteristik perilaku yang meliputi; Pengambilan inisiatif, mengorganisasi dan mengorganisasi kembali mekanisme sosial dan ekonomi untuk mengubah sumber daya dan situasi pada perhitungan praktis dan penerimaan terhadap resiko dan kegagalan.&lt;br /&gt;Faktor pendorong kewirausahaan bagi wirausaha menurut Doriot menekankan pentingnya aspek dari segi manusianya bukan idenya, karena ide itu akan dilaksanakan oleh orang yang bersangkutan, yang akan menentukan keberhasilan usaha dikelak kemudian hari.Seorang wirausahawan yang sukses,sebagai salah satu kuncinya ia harus mempunyai watak yang baik,dan menurut E hinsie et.al (dalam Buchari 2007) dikatakan bahwa inti dari watak ialah orientasi.&lt;br /&gt;Krisis finansial global berdampak pada Indonesia tidak hanya depresiasi rupiah tetapi juga meningkatnya angka pengangguran,lembaga kajian ekonomi dan finansial, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memerkirakan lebih kurang 2 juta karyawan akan terkena PHK akibat imbas krisis finansial global..Kondisi ini perlu disikapi secara proaktif dengan cara memberikan respons yang tepat terhadap permasalahan tersebut.Untuk itu masyarakat harus diarahkan untuk melakukan perubahan perilaku yang positif,dengan mengarahkan mereka untuk menjadi wirausaha yang produktif,yang memiliki kemandirian dan tanggung jawab. &lt;br /&gt;Keberadaan wanita juga sangat signifikan dalam pembangunan khususnya dalam menunjang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga fenomena ini dapat dilihat pada, pertama, wanita di Jawa Timur telah memberikan peran yang semakin signifikan dari waktu ke waktu baik dari jumlah angkatan kerjanya 39,68 % ( BPS 1998 ) maupun proporsi keterlibatannya dalam perdagangan yakni mencapai 56,33 % ( BPS,1998 ) bahkan untuk perdagangan kecil diperkirakan lebih tinggi.Kedua, sumbangan wanita pengusaha kecil terhadap pendapatan rumah tangganya semakin meningkat dari periode ke periode .Hasil awal penelitian ini tahun 1997/1998 di Padang dan Denpasar menunjukkan “ share “ wanita pengusaha kecil terhadap pendapatan rumah tangganya saat mulai berdagang adalah rata-rata sekitar 43 % kemudian meningkat menjadi rata-rata 47 % pada saat terakhir survey dilakukan ( 1997 ),( Darwin,1998 ).Penelitian terdahulu tersebut mengungkapkan betapa pentingnya perana wanita pengusaha kecil baik dalam ekonomi rumah tangga maupun ekonomi nasional ( utamanya dalam penyerapan tenaga kerja ). Ketiga, penelitian terdahulu tentang wanita pengusaha kecil ( Darwin 1998 ) mengungkapkan bahwa persoalan lemahnya permodalan dan kemampuan pengelolaan merupakan masalah kunci yang harus dikaji sebelum menentukan program pengembangan usaha wanita pengusaha kecil (Darwin,1999). Keempat, pada dasarnya hasil wawancara mendalam dan observasi mengunkapkan masalah lemahnya kemampuan pengelolaan usaha wanita pengusaha kecil meliputi beberapa masalah pokok antara lain (1) Kelemahan dalam perencanaan usaha,(2) Kelemahan dalam administrasi dan pengaturan keuangan,(3) Kelemahan dalam berkreasi untuk mengatasi berbagai asalah usaha yang dihadapi seperti masalah modal, harga dan pasokan, pemasaran, persaingan, dan lain-lain,(4) Kelemahan dalam menyerap informasi dan belajar dari pengalaman,(5) Rendahnya visi kewirausahaan. (Darwin,1999).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3352983668228898646-1163722331513378874?l=arasyalimudin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/feeds/1163722331513378874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/penciptaan-wirausaha-sebagai-upaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1163722331513378874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3352983668228898646/posts/default/1163722331513378874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arasyalimudin.blogspot.com/2010/01/penciptaan-wirausaha-sebagai-upaya.html' title='Penciptaan Wirausaha sebagai upaya untuk mengatasi penganguran dan pengentasan kemiskinan.'/><author><name>arasypeduli@umkm</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3352983668228898646.post-2243280718948735520</id><published>2009-12-30T02:18:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T03:38:47.214-08:00</updated><title type='text'>Cara Jitu Pemasaran</title><content type='html'>&lt;span style="color:#000099;"&gt;HIPNOTIS MARKETING&lt;br /&gt;DALAM DUNIA BISNIS,PENDIDIKAN DAN POLITIK&lt;br /&gt;Arasy Alimudin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah anda tanpa sadar terhipnotis? Belum? Jangan salah, anda bisa terhipnotis tanpa melalui gendam, cablek atau sejenisnya. Ya..anda bisa terhipnotis dalam aktivitas harian berikut:&lt;br /&gt;1. Melamun&lt;br /&gt;2. Menjelang tidur&lt;br /&gt;3. Nonton TV/Film&lt;br /&gt;4. Baca buku&lt;br /&gt;5. Meditasi&lt;br /&gt;6. Nonton bola&lt;br /&gt;7. Main game&lt;br /&gt;8. Dalam Suatu Seminar&lt;br /&gt;9. Pada saat belajar di kelas&lt;br /&gt;10. Pada Suatu Rapat/pertemuan&lt;br /&gt;11.Pada saat anda shoping&lt;br /&gt;12.Pada saat anda berekreasi&lt;br /&gt;13.Mendengarkan Musik atau Talk Show&lt;br /&gt;14.Menelpon&lt;br /&gt;15.Melihat gambar/warna&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Pada ke-15 hal di atas, frekuensi otak kita turun menjadi tingkat alpha (8 - 12 Hz). Ciri-cirinya, subyek kurang respon terhadap pengaruh dari luar dan pikirannya larut. Semakin asyik subyek terhadap obyeknya, maka semakin "lengket" pikirannya ke dalam kondisi terhipnosis dan siap untuk diprogram.&lt;br /&gt;Saat orang berada di level alpha, relatif mudah diprogram bawah sadarnya untuk melakukan sesuatu. Side effect lainnya, timbul keinginan yang tidak direncanakan untuk membeli suatu produk,termotivasi untuk mengetahui lebih dalam dan menfigurkan seseorang dengan teknik-teknik hipnotis marketing tersebut. Jadi, anda "diarahkan" untuk memilih/membeli merek tertent
