Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Strategi Perusahaan dalam Merespon UU Cipta Kerja, UU Nomor 11 Tahun 2020 dan Perubahan Ekonomi Global

Pada UU Cipta Kerja, UU Nomor 11 Tahun 2020 Pasal 174 menambahkan satu aturan soal hubungan pemerintah pusat dan daerah. Pasal ini mengatur kewenangan pemerintah daerah hanya sebagai bagian dari kewenangan presiden. pasal 17 UU Ciptaker juga memangkas kewenangan pemda soal tata ruang. Dan pasal 22 UU Cipta Kerja yang mengurangi kewenangan pemda terkait izin lingkungan. Terkait dengan UU Cipta Kerja tersebut bagaimana implikasinya terhadap kebijakan strategi global perusahaan BUMN dan BUMD untuk tetap dapat bersaing dan memenangkan persaingan: UU Cipta Kerja diharapkan dapat mengatasi berbagai permasalahan ekonomi dan bisnis antara lain (1) tumpang tindihnya regulasi & lemahnya kepastian hukum, (2) hambatan perizinan & birokrasi, (3) rendahnya efektivitas investasi, (4) tingkat pengangguran, (5) angkatan kerja baru, (6) jumlah pekerja informal, dan (6) jumlah UMKM yang besar namun produktivitasnya rendah. Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan dan kemudahan dalam berusah

Strategi Inovasi dan Manajemen Layanan di Era Revolusi Industri 4.0

Damapour (1991) mengklasifikasikan inovasi menjadi beberapa tipe, antara lain : administrative innovation, technical innovation, product/service innovation, process innovation, radical innovation, incremental innovation. Dimana product/service innovation adalah produk atau jasa baru yang diperkenalkan pada pengguna luar atau karena kebutuhan pasar. Kualitas produk atau pelayanan, kreativitas periklanan, keunggulan harga, dan keluasan lini produk jarang menjadi cara yang sukses untuk membedakan bisnis Anda. Konsumen mengharapkan kualitas terbaik, katanya, mereka tidak menganggap itu bonus. Dalam kondisi yang sama, pesaing Anda dapat memangkas harga secepat Anda.Setelah mengabaikan teknik-teknik pemasaran umum sebagai sia-sia, Trout menyampaikan ide-ide membedakan akan membedakan Anda dari pesaing maka kita harus memiliki atribut yang dapat dilihat dan menjadi pembeda produk kita dengan pesaing, memiliki warisan, menjadi preferensi kelompok konsumen tertentu(Trout, J., & Rivkin, S,

HKI Sistem Informasi Penilaian Kinerja UMKM

Pada HKI Sistem Informasi Penilaian Kinerja UMKM dapat dijelaskan bahwa terdapat beberapa tahap dalam melakukan pengolahan data guna menghasilkan nilai kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tahapan tersebut melalui input variable, proses pembobotan, skor terbobot, proses fuzzifikasi dan menghasilkan output.