Kelemahan Toko Kelontong di Indonesia adalah pada aspek profesionalitas,sebab latarbelakang Toko Kelontong Indonesia masih mengandalkan hubungan kekerabatan, kondisi inilah yang menyebabkan pola pengelolaan Toko Kelontong masih sangat tradisional dan mengandalkan hubungan kekerabatan. Dan ini akan menjadi kelemahan utama Toko Kelontong dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, karena ASEAN akan menjadi pasar tunggal yang didukung oleh kebebasan aliran barang dan jasa, investasi, modal, tenaga kerja terampil.Kondisi ini diperparah dengan adanya persaingan yang tidak sehat antara Toko Kelontong sektor perdagangan dengan Mini market(franchise) Indomaret dan Alfamart. Untuk menjadi Toko Kelontong yang berdaya saing, maka harus diubah pola pengembangan Toko Kelontong yang memanfaatkan teknologi informasi,sehingga professionalisme pengelolaan yang ditunjukkan melalui usaha yang lebih fokus kepada kedalaman dan inovasi untuk menciptakan keunikan dan daya saing dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Buku ini mengindetifikasi dan memposisioning daya saing Toko Kelontong dalam menghadapi persaingan menggunakan pendekatan analisis SWOT, Analisis Regresi Logistik dan Analisis Pakar dengan menggunakan Konsep Fuzzy Logic yang membantu Toko Kelontong dalam mengambil keputusan untuk membangun daya saing strategisnya dan memberikan kemudahan pada penggunanya.
Kepuasan konsumen adalah tujuan dari setiap aktivitas bisnis yang kita lakukan agar bisnis kita tetap survive dan sustainable.Prespektif kepuasan konsumen mengarahkan kita untuk berbuat dan memberikan yang terbaik pada setiap interaksi yang kita lakukan dengan pelanggan.Hal ini akan membangun sebuah ikatan yang kuat karena didasarkan pada prinsip yang saling menguntungkan Kepuasan konsumen adalah tujuan dari setiap aktivitas bisnis yang kita lakukan agar bisnis kita tetap survive dan sustainable.Prespektif kepuasan konsumen mengarahkan kita untuk berbuat dan memberikan yang terbaik pada setiap interaksi yang kita lakukan dengan pelanggan.Hal ini akan membangun sebuah ikatan yang kuat karena didasarkan pada prinsip yang saling menguntungkan. Lamb et al., (2001:88) mendefinisikan kepuasan konsumen adalah proses seorang pelanggan dalam membuat keputusan membeli, juga untuk menggunakan dan membuang barang-barang dan jasa yang dibeli serta juga termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi keput...

Komentar
Posting Komentar